• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sekema frequency hopping (FH) di dalam sebuah sistem bluetooth memiliki dua fungsi:

a. Memberikan ketahanan terhadap interferensi dan efek – efek jalur jamak (multipath).

b. Menyediakan suatu bentuk mekanisme akses jamak (multiple access) bagi perangkat – perangkat yang berada di satu lokasi yang sama namun di dalam pikonet – pikonet yang berbeda.

Cara kerja FH dapat dijelaskan sebagai berikut. Lebar pita (bandwidth) total yang digunakan oleh sebuah scatternet dibagi menjadi 79 buah (di hampir semua negara) kanal fisik, masing – masing dengan bandwidth kanal selebar 1 MHz. Sekema FH diwujudkan dalam bentuk lompatan – lompatan (hopping) dari satu kanal ke kanal lainya dengan pola yang pseudorandom (mirip acak namun tidak). Pola lompatan yang sama akan digunakan oleh semua perangkat yang ada di dalam sebuah pikonet yang sama. Laju terjadinya lompatan – lompatan ini (hop rate) adalah 1600 lompatan per detik, sehingga tiap – tiap kanal akan diduduki selama 0,625 ms untuk satu pola lompatan tertentu. Tiap – tiap periode 0,625 ms ini disebut sebagai sebuah slot FH, dan slot – slot yang ada diberikan nomor urut.

Perangkat – perangkat radio bluetooth berkomunikasi dengan menggunakan mekanisme time division duplex (TDD). TDD adalah sebuah teknik transmisi dimana data dikirimkan hanya ke satu arah tertentu, dan transmisi kedua arah (bolak – balik, atau pengiriman dan penerimaan) dilakukan secara bergantian. Penggunaan TDD mengindarkan terjadinya gangguan percakapan silang (crosstalk) di antara kanal pengirim dan kanal penerima. Karena di dalam sebuah lebih dari dua buah perangkat harus bebagai satu medium fisik yang sama, maka teknik akses jamak TDMA digunakan. Sehingga, metode akses keseluruhan di dalam sebuah pikonet dapat dirujuk sebagai sekema FH - TDD – TDMA. Gambar 2.6 mengilustrasilakan skema ini, di dalam gambar tersebut, k menotasikan nomor slot dan f(k) menotasikan kanal fisik yang diduduki selama periode slot ke-k.

Gambar 2.8. Sekema frequency hopping (FH) - time division duplex (TDD)

Transmisi sebuah paket dilakukan pada saat dimulainya sebuah slot. Panjang paket yang membutuhkan 1, 3 atau 5 buah slot diperbolehkan dalam sekema ini. Ketika mengirimkan sebuah paket yang membutuhkan lebih dari satu slot, perangkat radio pengirim akan berada pada frekuensi yang sama hingga seluruh bagian paket selesai ditransmisikan (gambar 2.7). pada slot berikutnya setelah pengiriman ini, perangkat radio tersebut akan berpindah ke kanal frekunsi yang seharusnya, sebagaimana yang ditunjukan oleh pola lompatannya, hal ini berarti bahwa selama transmisi paket multi slot tersebut, dua atau empat lompatan frekuensi telah terlewatkan. Perhatikan bahwa karena transmisi dan penerimaan dilakukan pada slot – slot waktu yang berbeda, maka hal ini secara otomatis terjadi pada kanal – kanal frekuensi yang berbeda.

Pola lompatan FH yang digunakan di dalam sebuah pikonet ditentukan oleh perangkat radio yang berperan sebagai master, dan merupakan fungsi dari alamat bluetooth sang master. Sebuah operasi matematika yang cukup kompleks melibatkan serangkaian operasi logika OR-eksklusif (XOR), digunakan untuk membangkitkan pola – pola lompatan pseudarandom tersebut.

Karena pikonet – pikonet berbeda yang berada di satu lokasi yang sama akan memiliki master – master yang berbeda, maka tiap – tiap pikonet ini akan

menerapkan pola lompatan yang berbeda – beda. Sehingga hampir di semua waktu transmisi yang dilakukan oleh dua buah perangkat yang berbeda di dua pikonet yang berbeda namun di satu lokasi yang sama akan menduduki kanal – kanal yang berbeda. Terkadang, dua pikonet secara bersamaan akan melompat ke kanal sama sehingga mengakibatkan terjadinya “tabrakkan” dan kerusakan data. Akan tetapi, karena insiden semacam ini hanya terjadi sekali – kali saja, efek negatif yang ditimbulkan dengan mudah dikompensasikan dengan menerapkan teknik – teknik deteksi error / ARQ dan koreksi error maju. Dengan demikian, suatu bentuk akses jamak berdasrkan pembagian kode (code division multiple access - CDMA) dengan sendirinya berlaku pada pikonet – pikonet yang berbeda di dalam satu scatternet yang sama, inilah yang menjadikan skema akses pikonet dirujuk sebagai FH – CDMA.

(Sumber : TIPHON dalam FATONI) 2.6 Quality of Service (QoS)

Quality of Services adalah kemampuan dari sebuah layanan untuk menjamin performansi dan merupakan parameter untuk mengukur kualitas dari sebuah layanan. Parameter QoS mengacu pada performansi tingkat kecepatan dan keandalan penyampaian berbagai jenis data dalam komunikasi. Parameter parameter QoS adalah :

a. Throughput

Throughput, yaitu kecepatan (rate) transfer data efektif, yang diukur dalam bps. Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses dan diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut.

Secara umum terdapat empat kategori penurunan performansi jaringan berdasarkan nilai Throughput sesuai dengan standar TIPHON (Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Networks), yaitu seperti tampak pada tabel berikut:

Tabel 2.8. Standar Throughput

KATEGORI THROUGHPUT THROUGHPUT (X) Buruk 0-338 kbps Cukup Baik 338-700 kbps Baik 700-1200 kbps Lebih Baik 120 kbps- 2.1 Mbps Terbaik >2.1 Mbps

Rumus yang digunakan untuk mencari Throughtput adalah :

Throught = 𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝐵𝐼𝑇 𝑌𝐴𝑁𝐺 𝐷𝐼𝐾𝐼𝑅𝐼𝑀

𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝑊𝐴𝐾𝑇𝑈 𝑃𝐸𝑁𝐺𝐼𝑅𝐼𝑀𝐴𝑁 ...(2.1)

(Sumber : TIPHON dalam FATONI)

b. Packet Loss

Packet Loss adalah banyaknya paket yang hilang pada suatu jaringan paket yang disebabkan oleh tabrakan (collision) dan congestion. Pada jaringan hal ini berpengaruh pada semua aplikasi karena retransmisi akan mengurangi efisiensi jaringan secara keseluruhan meskipun jumlah bandwidth cukup tersedia untuk aplikasi tersebut. Umumnya perangkat jaringan memiliki buffer untuk menampung data yang diterima. Jika terjadi kongesti yang cukup lama, buffer akan penuh dan data baru tidak akan diterima, penuhnya kapasitas jaringan, dan penurunan paket yang disebabkan oleh habisnya TTL (Time To Live) paket.

Kegagalan paket tersebut mencapai tujuan, dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinkan, di antaranya yaitu:

a) Terjadinya overload trafik di dalam jaringan, b) Tabrakan (congestion) dalam jaringan. c) Error yang terjadi pada media fisik.

d) Kegagalan yang terjadi pada sisi penerima antara lain bisa disebabkan karena overflow yang terjadi pada buffer.

Di dalam implementasi jaringan IP, nilai packet loss ini diharapkan mempunyai nilai yang minimum. Secara umum terdapat empat kategori penurunan performansi jaringan berdasarkan nilai packet loss sesuai dengan standar TIPHON, yaitu seperti tampak pada tabel berikut:

(Sumber : TIPHON dalam FATONI) Tabel 2.9. Standar Packet Loss

Rumus yang digunakan untuk menghitung Packet Loss :

Packet Loss = 𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑌𝑎𝑛𝑔 𝐷𝑖𝑘𝑖𝑟𝑖𝑚−𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑌𝑎𝑛𝑔 𝐷𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎

𝑃𝑎𝑘𝑒𝑡 𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑌𝑎𝑛𝑔 𝐷𝑖𝑘𝑖𝑟𝑖𝑟𝑚 x 100 % ...(2.2) (Sumber : TIPHON dalam FATONI)

c. Delay

Delay (latency) adalah waktu tunda suatu paket yang diakibatkan oleh proses transmisi dari satu titik menuju titik lain yang menjadi tujuannya. Delay dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik, kongesti atau juga waktu proses yang lama. Waktu tunda suatu paket yang diakibatkan oleh proses transmisi dari satu titik ke titik lain yang menjadi tujuannya. Delay diperoleh dari selisih waktu kirim antara satu paket TCP dengan paket lainnya yang direpresentasikan dalam satuan second. Delay di dalam jaringan dapat digolongkan sebagai berikut :

1. Packetisasi delay

Delay yang disebabkan oleh waktu yang diperlukan untuk proses pembentukan paket IP dari informasi user. Delay ini hanya terjadi sekali saja, yaitu di source informasi.

KATEGORI DEGRADASI PACKET LOSS (X) Sangat Bagus X ≤ 3% Bagus X ≤ 15% Sedang X ≤ 25% Jelek X ≥ 25%

(Sumber : TIPHON dalam FATONI) 2. Queuing delay

Delay ini disebabkan oleh waktu proses yang diperlukan oleh router di dalam menangani transmisi paket di sepanjang jaringan. Umumnya delay ini sangat kecil, kurang lebih sekitar 100 micro second.

3. Delay propagasi

Proses perjalanan informasi selama di dalam media transmisi, misalnya SDH, coax atau tembaga, menyebabkan delay yang disebut dengan delay propagasi.

Tabel 2.10. Standar Delay

Rumus untuk menghitung nilai delay adalah :

Rata-Rata Delay = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑙𝑎𝑦

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑎𝑘𝑒𝑡 𝑌𝑎𝑛𝑔 𝐷𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎 ...(2.3) (Sumber : TIPHON dalam FATONI)

d. Jitter

Jitter atau variasi kedatangan paket, diakibatkan oleh variasi - variasi dalam panjang antrian, dalam waktu pengolahan data dan juga dalam waktu penghimpunan ulang paket-paket di akhir perjalanan jitter . Jitter lazimnya

KATEGORI LATENSI BESAR DELAY

Sangat Bagus < 150 ms

Bagus 150 s/d 300 ms

Sedang 300 s/d 450 ms

(Sumber : TIPHON dalam FATONI)

disebut variasi delay berhubungan erat dengan latency, yang menunjukkan banyaknya variasi delay pada transmisi data di jaringan. Delay antrian pada router dan switch dapat menyebabkan jitter.

Besarnya nilai jitter akan sangat dipengaruhi oleh variasi beban trafik dan besarnya tumbukan antar paket (congestion) yang ada dalam jaringan IP. Semakin besar beban trafik di dalam jaringan akan menyebabkan semakin besar pula peluang terjadinya congestion dengan demikian nilai jitter-nya akan semakin besar. Semakin besar nilai jitter akan mengakibatkan nilai QoS akan semakin turun. Untuk mendapatkan nilai QoS jaringan yang baik, nilai jitter harus dijaga seminimum mungkin.

Terdapat empat kategori penurunan performansi jaringan berdasarkan nilai peak jitter sesuai dengan standar TIPHON.

Tabel 2.11. Standar Jitter

Rumus yang digunakan untuk menghitung jitter adalah : Average delay = 𝐷𝐸𝐿𝐴𝑌

𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝑃𝐸𝑁𝐺𝐼𝑅𝐼𝑀𝐴𝑁 𝑃𝐴𝐾𝐸𝑇 ...(2.4)

Jitter = Delay - Average Delay ...(2.5) (Sumber : TIPHON dalam FATONI)

KATEGORI LATENSI PEAK JITTER

Sangat Bagus 0 ms

Bagus 75 ms

Sedang 125 ms

e. MOS (Mean Opinion Score)

Kualitas sinyal yang diterima biasanya diukur secara subjektif dan Objektif. Metode pengukuran subyektif yang umum dipergunakan dalam pengukuran kualitas speech coder adalah ACR (Absolute Category Rating) yang akan menghasilkan nilai MOS (Mean Opinion Score). Skala rating umumnya mempergunakan penilaian yaitu berturut – turut : Exellent, Good, Fair, Poor dan Bad dengan nilai MOS (Mean Opinion Score) berturut – turut: 5, 4, 3, 2 dan 1. Kualitas suara minimum mempunyai nilai setara MOS 4.0.

f. Echo Cancelation

Untuk menjamin kualitas layanan voice over packet terutama disebabkan oleh echo karena delay yang terjadi pada jaringan paket maka perangkat harus menggunakan teknik echo cancelation. Persyaratan performansi yang diperlukan untuk echo canceller harus mengacu standar internasional ITU G.165 atau G.168.

2.7 Wireshark

Wireshark merupakan salah satu aplikasi yang berfungsi sebagai network analyzer (penganalisa jaringan) dengan cara menangkap paket–paket data atau informasi di jaringan melalui network iterface card (NIC). Wireshark banyak disukai karena interfacernya yang menggunakan graphical user interface (GUI) atau tampilan grafis.

Semua jenis paket informasi dalam berbagai format protokol pun akan dengan mudah ditangkap dan dianalisa. Wireshark mampu menangkap paket-paket data atau informasi yang berjalan dalam jaringan yang terlihat dan semua jenis

informasi ini dapat dengan mudah dianalisa yaitu dengan memakai sniffing, dengan sniffing diperoleh informasi penting seperti password email account lain.

Wireshark merupakan aplikasi untuk melakukan analisa lalu lintas jaringan komputer yang memiliki fungsi-fungsi yang amat berguna bagi profesional jaringan, administrator jaringan, peneliti, hingga pengembang piranti lunak jaringan. Wireshark dapat membaca data secara langsung dari Ethernet, Token-Ring, FDDI, serial (PPP dan SLIP), 802.11 wireless LAN, dan koneksi ATM.

Program ini juga sering digunakan oleh chatters untuk mengetahui ip korban maupun para chatter lainnya lewat typingan room. Tool wireshark dapat menganalisa transmisi paket data dalam jaringan, proses koneksi dan transmisi data antar komputer.Selama kita bisa mendapatkan paket langsung dari jaringan, dengan tools seperti wireshark, maka kita juga bisa memanfaatkan wireshark untuk ‘menyadap’ pembicaraan Voice over IP. (Miftakhur Rozikin, 2017)

Wireshark mempunyai beberapa fitur, antara lain :

a. Tersedia untuk sistem operasi UNIX dan Windows.

b. Menangkap paket data secara langsung dari sebuah interface jaringan. c. Menampilkan paket dengan informasi protokol yang sangat detail. d. Paket data yang ditangkap dapat dibuka dan disimpan.

e. Paket data yang ditangkap dapat diimpor dan diekspor dari dan ke banyak program.

f. Memfilter paket dengan berbagai kriteria. g. Mencari paket dengan berbagai kriteria.

h. Dapat memberi warna paket yang ditampilkan berdasarkan filternya. i. Dapat membuat berbagai statistik.

Dokumen terkait