• Tidak ada hasil yang ditemukan

Frida Kurniasih, Achmad Munir

Dalam dokumen Prosiding.Seminar.Radar.Nasional.2010 (Halaman 45-49)

Laboratorium Penelitian Telekomunikasi Radio dan Gelombang Mikro Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung – INDONESIA

Telp. 022 2501661 Fax. 022 2534134

E-mail: [email protected], [email protected]

ABSTRAK

Pada makalah ini, kami menganalisa karakteristik salah satu bentuk material berbasis AMC yaitu patch heksagonal pada beberapa jenis substrat dielektrik yang berbeda sebagai basis aplikasi dari microwave radar absorber. Dalam analisa ini, kami mengunakan 3 jenis substrat dielektrik yaitu Taconic CER-10, FR4-Epoxy serta Roger RT/Duroid 5880. Dengan sifat-sifat dasar yang berbeda yang dimiliki oleh masing-masing substrat dielektrik hasil analisa yang diperoleh kemudian dibandingkan. Hasil dari analisa menunjukkan bahwa sifat- sifat dasar dari substrat dielektrik seperti: permitivitas, rugi-rugi tangent, dan tanggapan frekuensi akan mempengaruhi ukuran patch heksagonal yang dipakai, yang berarti akan mempengaruhi pula dimensi unit sel yang digunakan. Dengan demikian, dimensi microwave radar absorber yang diinginkan terutama yang terkait dengan ukuran substrat dapat diperhitungkan.

Kata kunci: frekuensi kerja, gelombang datang, gelombang pantul, artificial magnetic conductor, patch

heksagonal, substrat dielektrik

1. PENDAHULUAN

Dalam 10 tahun terakhir ini, penelitian yang terkait dengan aplikasi microwave radar absorber serta metode yang dipergunakan untuk menghasilkan material tersebut telah banyak dilakukan [1]. Salah satu metoda yang seringkali dipakai adalah Salisbury

screen [2]. Dalam metode ini, penyerapan (absorption)

oleh material didapatkan dengan menempatkan suatu lapisan material yang bersifat resistif pada jarak seperempat panjang gelombang (λ/4) di depan sebuah bidang konduktor untuk menyerap gelombang datang yang jatuh ke material. Secara prinsip, metoda ini cukup efektif untuk menyerap energi gelombang datang sehingga intensitas energi gelombang yang dipantulkan bisa ditekan. Namun, dengan adanya penempatan lapisan resistif sebagai komponen utama dalam proses penyerapan energi gelombang yang datang, material absorber yang dihasilkan akan mempunyai dimensi yang kurang kompak dan terkadang sulit untuk direalisasikan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, sebuah teknologi yang berbasiskan artificial magnetic

conductor (AMC) untuk menghasilkan suatu bentuk

material telah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir ini [3]. Pada dasarnya material AMC

merupakan sebuah konduktor magnetik yang

mempunyai sifat seperti perfect magnetic conductor

(PMC), akan tetapi dapat memantulkan gelombang yang datang tanpa adanya pembalikan fasa untuk suatu pita frekuensi yang sempit. Beberapa aplikasi dari material AMC ini antara lain dapat dijumpai pada

thin radar absorber dan planar reflector [4]–[6].

Sebagai kelanjutan dari penelitian sebelumnya dalam area microwave radar absorber yang menggunakan patch persegi [7], pada penelitian ini kami akan menganalisa karakteristik penggunaan

patch heksagonal sebagai salah satu bentuk material

AMC pada beberapa jenis substrat dielektrik dengan

karakteristik dasar yang berbeda yang akan

diaplikasikan untuk microwave radar absorber. Dengan menggunakan perangkat lunak 3 dimensi (3D), kami menganalisanya untuk 3 jenis substrat dielektrik. Dalam analisanya, kami menggunakan sebuah unit sel sebagai bentuk yang mewakili suatu susunan sel-sel yang tak berhingga untuk mengurangi penggunaan waktu. Dengan nilai permitivitas, rugi- rugi tangent dan tanggapan frekuensi yang berbeda, namun dengan tetap membuat ketebalan yang sama, karakteristik patch heksagonal yang meliputi ukuran

patch untuk menghasilkan rentang frekuensi kerja

2,5–2,7GHz serta tanggapan frekuensi atas gelombang datang dan gelombang pantul akan dianalisa dan menjadi fokus dalam penelitian ini.

38

Ztotal (Z0)

Zpatch

Zload

Zelements

Gambar 1. Unit sel dengan patch heksagonal Seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 1, sebuah unit sel sebagai bentuk yang mewakili suatu susunan sel-sel yang tak berhingga akan dianalisa secara numerik berbantuan perangkat lunak 3D. Setiap struktur unit sel terdiri dari sebuah patch metalik berupa tembaga berbentuk heksagonal dengan panjang setiap sisi w, yang terletak diatas sebuah substrat

dielektrik dengan ketebalan t1 dan memliki ground

plane yang juga tembaga pada bagian dasarnya. Patch

dan ground plane tersebut memiliki ketebalan t2. Pada

sumbu y, antar patch terdapat jarak sebesar g.

Untuk mengontrol impedansi permukaan struktur tersebut, elemen eksternal yang bersifat resistif diletakkan di tengah-tengah celah antar patch pada sumbu y dan menyatu dengan textured surface dari

patch heksagonal tersebut. Dalam analisa ini,

ketebalan tembaga (t1) yang digunakan sebagai patch

dan ground plane adalah 0,035mm. Adapun jarak antar patchnya (g) yaitu 2mm. Tiga jenis substrat dielektrik yang digunakan, yaitu Taconic CER-10, FR4-Epoxy serta Roger RT/Duroid 5880, mempunyai ketebalan yang sama yaitu 3,2mm. Supaya bisa menghasilkan rentang frekuensi kerja atau frekuensi resonansi yang sama sekitar 2,5–2,7GHz, ukuran

patch dan juga unit selnya diubah-ubah.

Untuk mengiluminasi struktur unit sel, sebuah gelombang datar dengan mode TE sederhana digunakan untuk gelombang datang, dengan arah medan listrik (E-field) searah sumbu-y. Adapun untuk

boundary conditions (kondisi batas) yang digunakan

dalam analisa numerik ini adalah perfect electric

conductor (PEC) pada sisi yang tegak lurus dengan

medan listrik, serta perfect magnetic conductor (PMC) pada sisi yang sejajarnya. Kondisi batas ini berfungsi untuk membuat kondisi yang (hampir) sama dengan

array tak berhingga dari unit sel tersebut.

serta rugi-rugi substrat dielektrik dan tembaga, nilai impedansi permukaan dari patch heksagonal yang diperlihatkan pada Gambar 1 berada pada kisaran kilo-

Ohm (kΩ). Karena gelombang datang yang jatuh pada

permukaan patch tersebut mempunyai impedansi yang

sama dengan impedansi karakteristik, 377, maka

akan terjadi pemantulan gelombang yang disebabkan oleh ketidaksesuaian impedansi, sehingga untuk mengurangi pantulan maka total impedansi permukaan

harus diubah agar sama dengan impedansi

karakteristik. Salah satu metoda untuk mengubah nilai

impedansi permukaan tersebut adalah dengan

menghubungkan elemen eksternal resistif antar patch pada sumbu yang searah dengan medan listrik dari gelombang datang, yaitu sumbu y. Metoda ini telah diterapkan pada penelitian sebelumnya untuk patch persegi dan mampu mengubah total impedansi permukaan secara proporsional terhadap nilai elemen eksternal resistif tanpa mengubah besar frekuensi resonansinya [7].

Perbedaan impedansi permukaan yang terjadi karena penambahan resistor dan tanpa resistor dapat digunakan untuk menghitung koefisien refleksi dari

patch tersebut dengan menggunakan persamaan

berikut : 0 0 Z Z Z Z L L     (1)

dimana Z0 adalah impedansi karakteristik (377Ω) dan

ZL merupakan impedansi patch dengan atau tanpa

resistor.

Agar total impedansi permukaan dari patch sesuai dengan impedansi karakteristik, nilai elemen eksternal resistif tersebut harus dapat menurunkan impedansi permukaan yang tinggi. Hal ini berbeda jika menggunakan metoda Salisbury screen yang memang sudah mempunyai nilai resistansi pada

sekitar 377. Untuk menganalisa apa yang terjadi

pada impedansi permukaan, kita dapat menggunakan model saluran transmisi yang diperlihatkan pada Gambar 2.

Gambar 2. Model saluran transmisi untuk analisis

Pr osidi ng Semi nar Radar Nasi onal 2010., Yogyakart a, 28-29 Apr il 2010., I SSN : 1979-2921

39

Dari Gambar 2, Zpatch dapat dihitung dengan persamaan berikut: total elements total elements patch Z Z Z Z Z   (2)

Dengan didapatkannya nilai Zpatch, maka nilai elemen

eksternal resistif yang diinginkan agar tidak terjadi pemantulan dapat dihitung atau dengan kata lain gelombang yang datang akan diteruskan ke struktur tersebut.

4. ANALISA KARAKTERISTIK PATCH

HEKSAGONAL PADA BEBERAPA JENIS SUBSTRAT DIELEKTRIK

Dalam analisa karakteristik patch heksagonal pada beberapa jenis substrat dielektrik yang berbeda untuk aplikasi microwave radar absorber ini, digunakan rentang frekuensi kerja 2,5-2,7 GHz. Tiga jenis substrat dielektrik yang akan dianalisa yaitu Taconic CER-10, FR4-Epoxy, dan Roger TR/Duroid 5880. Taconic CER-10 mempunyai nilai permitivitas paling tinggi yaitu 10 dan tanδ 0,0035, adapun FR4-

Epoxy mempunyai nilai permitivitas 4,04 dan tanδ

0,021, sedangkan Roger TR/Duroid 5880 mempunyai

nilai permitivitas paling rendah yaitu 2,2 dan tanδ

0,0009. Dari hasil simulasi yang telah dilakukan tanpa menggunakan resistor, untuk nilai frekuensi sekitar 2,66-2,69 GHz, didapatkan hasil seperti pada Tabel 1.

Tabel 1. Hasil simulasi penggunaan 3 jenis substrat

dieletrik Jenis substrat dielektrik Frekuensi (GHz) w (mm) Ukuran substrat (mmxmm) S11 (dB) Taconic CER-10 2,69 9,815 30 x 34,33 -1,172 FR4- Epoxy 2,69 16,166 19 x 21,63 -6,470 Roger TR/Duroid 2,66 21,94 40 x 45,88 -0,358

Dengan menggunakan elemen eksternal resistif berupa resistor untuk memperoleh nilai minimum koefisien refleksi (S11), untuk subtsrat Taconic CER-

10 diperoleh nilai S11 sebesar -50,121 dB dengan nilai

resistansi yang digunakan sebesar 1,040 kΩ. Apabila

digunakan substrat Roger TR/Duroid 5880, nilai

minimum S11 yang didapat sebesar -38,224 dB untuk

1,080 kΩ nilai resistansi yang digunakan. Sedangkan

jika digunakan substrat FR4-Epoxy, nilai minimum koefisien refleksinya sebesar -31,539 dB dengan

menggunakan resistansi sebesar 1,516 kΩ. Plot hasil

simulasi untuk patch heksagonal untuk 3 buah jenis substrat dielektrik dengan dan tanpa elemen eksternal

resistif diperlihatkan masing-masing dalam Gambar 3 dan Gambar 4.

Dari data yang telah didapat, dapat dilihat bahwa besarnya nilai permitivitas dan rugi-rugi tangent yang

dimiliki oleh setiap substrat dielektrik akan

mempengaruhi besarnya patch yang berdampak pada dimensi unit sel tersebut. Dengan menggunakan pendekatan teoritis untuk patch persegi yang mempunyai lebar patch a, jarak antara patch g, periodisasi patch w, ketebalan substrat dielektrik t, dan

besar permitivitas 2 maka nilai induktansi (L) dan

kapasitansi (C) dari patch persegi dapat diaproksimasi menggunakan persamaan berikut [8],

   g a w C 1 2 cosh 1 , (3) t L0 . (4)

Selanjutnya dengan mengetahui nilai L dan C, maka frekuensi resonansi dari patch persegi tersebut dapat diketahui menggunakan persamaan

LC f 2 1  . (5)

Gambar 3. Hasil simulasi patch heksagonal untuk 3 buah

jenis substrat dielektrik (tanpa elemen eksternal resistif)

2 2.5 3 3.5 -8 -6 -4 -2 0 Taconic-CER10 FR4-Epoxy Roger RT/Duroid Frekuensi (GHz) G e lo m b a n g P a n tu l ( d B )

40

Gambar 4. Hasil simulasi patch heksagonal untuk 3 buah

jenis substrat dielektrik (dengan elemen eksternal resistif)

Dengan menggunakan pendekatan tersebut, terkait hasil simulasi di atas dapat disimpulkan bahwa semakin besar nilai permitivitas dari suatu substrat, dielektrik maka nilai frekuensi resonansi yang didapat akan semakin kecil. Untuk mendapatkan nilai frekuensi resonansi yang sama, maka ukuran patch harus diperkecil, sehingga dimensi unit selnya pun akan mengecil. Hal ini menunjukkan mengapa substrat Taconic CER-10 memiliki dimensi unit sel yang paling kompak bila dibandingkan dengan 2 substrat dielektrik yang lain.

5. KESIMPULAN

Karakteristik patch heksagonal pada beberapa jenis substrat dielektrik yang mempunyai sifat-sifat dasar yang berbeda untuk aplikasi microwave radar

absorber telah dianalisa secara numerik. Hasil analisa

menunjukkan bahwa substrat dielektrik dengan nilai permitivitas lebih besar akan memiliki dimensi yang lebih kompak untuk nilai frekuensi resonansi yang sama serta tebal yang sama. Hal ini berarti akan lebih baik untuk menggunakan substrat dielektrik yang memiliki nilai permitivitas yang cukup besar, sehingga dimensi dari unit sel dapat ditekan, yang berimbas pada berkurangnya dimensi total dari radar absorber yang akan dirancang. Untuk memvalidasi hasil analisa tersebut, dalam waktu dekat akan dibuat suatu prototipe microwave radar absorber yang terdiri atas susunan patch heksagonal yang akan direlasiasikan menggunakan bahan yang dapat diperoleh di pasaran untuk dikarakterisasi secara eksperimen.

6. ACKNOWLEDGEMENT

Penelitian ini disponsori oleh Hibah Riset Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (HRIA-ITB) tahun 2009 (Nomor: 1700/K01.16/DN/2009).

7. DAFTAR REFERENSI

[2] R.L. Fante and M.T. McCormack, “Reflection

properties of the Salisbury screen,” IEEE Trans

Antennas and Propagat. vol. 36, Oct. 1988, pp.

1443–1454.

[3] D. Sievenpiper, L. Zhang, R.F. Jimenez, N.G.

Broas, N.G.Alexopolous, E. Yablonovitch,

“High-impedance elecromagnetic surfaces with a

forbidden frequency band,” IEEE Trans.

Microwave Theory and Tech., vol. 47, no. 11,

Nov. 1999, pp. 2059-2074.

[4] S. Simms and V. Fusco, “Thin radar absorber

using an artificial magnetic ground plane,”

Electronics Letter, Nov. 2005, pp. 1197–1198

[5] Munir and V. Fusco, “Characterization of

microwave anisotropic thin radar absorber using artificial magnetic ground plane,” Proc. of 2008

Asia-Pacific Microwave Conf. (APMC),

December 2008, Hongkong, China, pp. 1–4

[6] V. Fusco, A. Munir, and M. Euler, “Planar two-

bit phase encoded transpolarising reflector using textured surface technology,” Proc. of 3rd

European Conf. on Antennas & Propagat. (EuCAP), March 2009, Berlin, Germany, pp.

1386-1389

[7] A. Munir, V. Fusco and Chairunnisa, “Return loss

enhancement of surface resistors loaded

microwave radar absorber,” Proc. of 2009 Asia-

Pacific Microwave Conf. (APMC), December

2009, Singapore, pp. 2629–2632

[8] D. Sievenpiper, “High-impedance

electromagnetic surfaces,” PhD Thesis, UCLA, 1999. 2 2.5 3 3.5 -50 -40 -30 -20 Taconic-CER10 FR4-Epoxy Roger RT/Duroid Frekuensi (GHz) G e lo m b a n g P a n tu l (

Pr osiding Semi nar Radar Nasional 2010., Yogyakart a, 28-29 April 2010., ISSN : 1979-2921

41

Dalam dokumen Prosiding.Seminar.Radar.Nasional.2010 (Halaman 45-49)