• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fundar Memeriksa Dana-dana HIV/AIDS di Meksiko 18

Proses Pengawasan

1. Fundar Memeriksa Dana-dana HIV/AIDS di Meksiko 18

Fundar – Pusat Penelitian dan Analisis, adalah NGOdi Meksiko yang didirikan pada 1999. Fundar berhasil mengembangkan peran khas sebagai lembaga profesional berbasis-penelitian yang

berpartisipasi dalam debat-debat keadilan sosial melalui upaya anggaran terapan. Fokus kerja Fundar adalah transparansi, hak-hak asasi manusia, tata kelola pemerintahan (governance), dan capacity building warganegara bekerjasama dengan aliansi-aliansi lembaga masyarakat sipil lainnya. Fundar mengefektifkan upaya anggarannya dengan berpusat di sekitar dua bidang luas:

anggaran dan kebijakan publik, serta hak-hak asasi manusia dan tata kelola pemerintahan. Fundar pun memiliki program-program cross-cutting yang mengkaji isu-isu legislatif, transparansi, dan

PROFIL LEMBAGA

a. Pendahuluan

Tahun 2002, Chamber of Deputies (majelis rendah Kongres) Meksiko menyetujui peningkatan sebesar 600 juta peso untuk program-pro-gram kesehatan nasional. Akan tetapi, kemudian ketua Komite Anggaran majelis dengan sewenang-wenang mengubah anggaran yang telah disetujui majelis itu. Salah satu yang diubahnya ialah pengalihan 30 juta peso, yang tadinya dialokasikan untuk membeli obat-obatan antiretrovirus bagi sebuah program HIV/AIDS, untuk membantu mendanai sepuluh Pusat Bantuan bagi Perempuan.

Anggota dewan legislatif yang murka menuduh bahwa tindakan ketua komite itu tidak patut, bahkan inkonstitusional, karena mengabaikan saran-saran pendanaan dari komite. Sejumlah lembaga masyarakat sipil, termasuk Fundar dan kelompok-kelompok yang peduli pada hak-hak reproduksi, kesehatan perempuan, anggaran peduli gender, dan advokasi HIV/AIDS, membentuk koalisi untuk memeriksa tuduhan ini.

Sebagai langkah pertama, koalisi meminta agar Kementerian Kesehatan menyediakan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan program-program kesehatannya. Kementerian menolak. Tak gentar, koalisi mengulangi permintaannya—kali ini dengan alasan kebebasan hukum informasi yang baru saja diundangkan di Meksiko.

Akhirnya, permintaan itu dipenuhi.

Dokumen-dokumen Kementerian Kesehatan menguatkan tuduhan para anggota dewan legislatif terkait pengalihan 30 juta peso tersebut. Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa Pusat Bantuan bagi Perempuan yang hendak diberi pengalihan dana, dikelola oleh Provida, NGO sayap kanan, yang mengkampanyekan penolakan terhadap aborsi dan penggunaan kondom—sikap-sikap yang bertentangan dengan kebijakan populasi dan kebijakan HIV/

AIDS pemerintah. Hasil penyelidikan juga mengungkapkan bahwa Provida menerima lebih dari setengah jumlah total yang dibayarkan pemerintah kepada semua NGO pada 2003.

Koalisi kemudian memeriksa penggunaan aktual dana-dana yang diambil alih oleh Provida itu. Sebagai salah satu anggota koalisi, Fundar meminta tembusan dari semua dokumen yang diajukan Provida ke Kementerian Kesehatan dan melakukan audit

komprehensif atas semua pembelanjaan. Audit yang dilakukan Fundar mengungkapkan temuan-temuan mengejutkan: hampir 90 persen dari 30 juta peso yang dialokasikan untuk Provida telah disalahgunakan secara terang-terangan. Faktur-faktur pembelanjaan yang diajukan Provida mengungkapkan banyak sekali ketidakberesan, misalnya pembayaran untuk lembaga-lembaga fiktif (salah satunya beralamat sama dengan Provida), pembelanjaan yang tidak ada kaitannya

dengan program kesehatan (seperti pena dan Mont Blanc yang mahal dan pakaian dalam wanita), dan belanja-belanja berlebihan untuk beberapa item (misalnya, kampanye publisitas).

Tatkala Menteri Kesehatan menolak mengadakan pertemuan dan membicarakan temuan-temuan ini, koalisi melancarkan kampanye media yang telah ditargetkan, dengan memanfaatkan layanan-layanan sebuah agensi media yang peduli pada isu-isu gender. Surat kabar Reforma, yang memiliki oplah nasional besar, memuat detail-detail kasus Provida sebagai kisah eksklusif di halaman depan pada 2004.

Kisah itu menyedot perhatian nasional. Dampaknya, sejumlah outlet media utama lainnya turut meliput perkembangan selanjutnya kisah itu secara rutin hingga dua bulan ke depan.

b. Metodologi

Tinjauan sepak-terjang Fundar selama mengaudit detail-detail kasus Provida dan bagaimana lembaga lain dapat melakukan audit serupa.

Mengakses Informasi

Fundar mulai dengan mempelajari informasi apa yang diperlukan untuk melakukan audit, kemudian mengembangkan strategi untuk mendapatkan informasi itu. Melalui hukum kebebasan informasi Meksiko, koalisi mampu mendapatkan sekitar 6.800 halaman tagihan

dan faktur yang diajukan Provida ke Kementerian Kesehatan untuk mempertanggungjawabkan pengeluaran 30 juta pesonya, yang nyata-nyata mencegah aborsi dalam kasus-kasus kehamilan yang tidak diinginkan. (Bagian IV membahas cara lembaga bisa mendapatkan informasi yang diperlukan apabila negara tidak memiliki hukum akses ke informasi.)

Menginisiasi Audit

Dihadapkan pada tugas menakutkan menganalisis catatan

pembukuan yang begitu banyak jumlahnya, Fundar meminta bantuan teknis dengan mengundang akuntan. Untunglah, metodologi yang digunakan sang akuntan mudah ditiru.

Memeriksa Pembelanjaan

Fundar melaksanakan lima langkah untuk memeriksa pengeluaran-pengeluaran yang diadakan Provida.

1. Fundar memasukkan 6.800 faktur ke lembar kerja komputer. Data dari faktur-faktur tersebut dibedakan ke dalam lima kategori.

Nomor faktur: Di Meksiko, semua faktur (entah dari sektor swasta, publik, atau NGO) wajib dicetak di percetakan pemerintah. Setiap faktur diberi nomor identifikasi khas, menuruti urutan

kronologis. Umumnya faktur mempunyai tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada faktur itu sendiri. Setelah waktu kedaluwarsa lewat, faktur tidak dapat diterbitkan untuk transaksi keuangan.

Fundar mencatat nomor faktur sebenarnya dari tiap faktur.

Tanggal: Fundar mencatat tanggal pelaksanaan transaksi atau terjadinya pembelanjaan.

Deskripsi pembelanjaan: Dalam kategori ini, Fundar memberikan detail-detail transaksi yang tercatat pada tiap-tiap faktur. Setiap faktur berisi daftar semua item yang dibeli berikut nama, alamat, dan nomor identitas pajak pemerintah pembeli maupun penjual.

Jumlah pembelanjaan: Fundar mencatat jumlah yang dinyatakan dalam faktur.

Komentar: Kategori ini digunakan dalam tahap selanjutnya untuk mencatat keanehan-keanehan yang teridentifikasi pada faktur.

2. Lalu, Fundar membuat tabel yang merangkum semua pembelanjaan. Tabel diatur berdasarkan sepuluh kategori

pembelanjaan yang digunakan Provida saat memberikan taksiran biayanya kepada pemerintah. Fundar juga menghitung bagian dari semua belanja total Provida yang diadakan untuk tiap-tiap kategori pembelanjaan, yang memungkinkan Fundar memeriksa prioritas belanja Provida. Fundar menyimpulkan bahwa Provida terlalu banyak membelanjakan bagian anggarannya

dibandingkan dengan perkiraan yang semula dipublikasikan, tanpa memberikan banyak informasi untuk membenarkan alasan belanja tersebut.

3. Fundar pun membuat tabel yang mengategorikan pembelanjaan ke dalam empat kuartal dalam setahun, sehingga Fundar dapat memeriksa pola-pola pengeluaran Provida. Pola-pola tersebut acapkali berhasil menguak informasi perihal kualitas

pengeluaran: misalnya, jika mayoritas pengeluaran dilakukan dalam kuartal terakhir tahun tersebut, ini menunjukkan bahwa instansi cenderung menghabiskan dana, kendati itu berarti pemborosan, agar instansi dapat mengajukan permohonan angsuran dana untuk tahun berikutnya. Dari tabel tersebut dapat pula diketahui apakah pembelanjaan dilakukan secara logis.

Contohnya, biasanya orang tidak membeli perabotan sebelum menyewa kantor.

4. Kemudian, Fundar dengan cermat memeriksa ke-6.800 faktur untuk tiga faktor “nilai-uangnya”: ekonomi (dapatkah belanja tersebut dilakukan dengan biaya serendah-rendahnya?), efisiensi (apakah dari input-input minimum tercapai output-output yang maksimum?), dan efektivitas (apakah pembelanjaan tersebut memberikan hasil sesuai harapan?). Fundar also juga mencari ketidakberesan prosedur dan bukti pemalsuan tagihan dan/atau penipuan. Segala keganjilan dicatat dalam kategori “komentar”.

5. Fundar menggabungkan temuan-temuannya menjadi laporan singkat yang didiskusikan bersama anggota-anggota koalisi lain, kemudian disebarkan ke kalangan media.

c. Hasil-hasil yang Telah Dicapai

Keberhasilan

Publisitas yang diterima kasus Provida mendorong lembaga-lembaga masyarakat sipil bergabung membentuk koalisi. Dalam waktu singkat, lebih dari 1.000 lembaga berbeda-beda dari seluruh penjuru negeri bersama-sama mengajukan memorandum kepada pemerintah yang menyerukan penyelidikan resmi terhadap kasus Provida.

Patuh pada tekanan masyarakat sipil, pemerintah menginstruksikan pengawas internnya melakukan penyelidikan, yang menguatkan hasil-hasil temuan koalisi dan mengidentifikasi sejumlah ketidakberesan administratif lainnya. Dalam laporannya, pengawas tersebut menyarankan Provida didenda 13 juta peso dan diwajibkan

mengembalikan dana-dana yang pernah diterimanya. Institusi audit tertinggi Meksiko juga melakukan audit atas kasus Provida dan sekali lagi membenarkan hasil-hasil temuan pengawas. SAI menuntut agar Provida mengembalikan semua dana itu, membayar denda yang dijatuhkan, dan dilarang menerima dana masyarakat selama 15 tahun. Lebih jauh lagi, Kementerian Kesehatan membatalkan semua pembayaran selanjutnya yang telah direncanakan untuk tahun-tahun mendatang kepada Provida.

Tantangan

Upaya hukum berhasil meloloskan Provida dari kewajiban membayar dendanya, dan kasus ini dihadapkan ke meja hijau. Ketidakcakapan dalam proses pengadilan di Meksiko juga menyebabkan ketua Komite Anggaran, yang berperan penting dalam mendapatkan dana

pemerintah bagi Provida, berhasil lolos dari tuduhan. Namun, kasus Provida telah mendorong lembaga-lembaga masyarakat sipil agar mengembangkan keterampilan dan strategi yang diperlukan untuk

mengadakan penelitian dan inisiatif-inisiatif advokasi untuk isu-isu anggaran, juga strategi-strategi media yang diperlukan untuk mempublikasikan temuan-temuan mereka.

Kasus Provida memberikan banyak pelajaran bagi lembaga-lembaga masyarakat sipil di negara-negara lain. Contohnya, walaupun

menghadapi hambatan menakutkan dalam mengartikan 6.800 halaman catatan keuangan, proses lima langkah yang diterapkan Fundar (seperti dijelaskan di atas) berhasil membantu kelompok ini memeriksa belanja-belanja Provida. Juga, karena koalisi ini tidak yakin apakah pemerintah bersedia mengambil tindakan terhadap Provida terkait dugaan penyalahgunaan dana, Fundar

mengembangkan sebuah strategi yang ternyata sukses memandu pengumuman hasil-hasil audit tersebut ke media dalam bentuk yang langsung menyita perhatian khalayak. Hasil audit menunjukkan bahwa sebuah lembaga masyarakat sipil dapat mengerjakan sendiri inisiatif auditnya dan meminta pertanggungjawaban pemerintah.

Informasi tentang Fundar dapat diperoleh dari website lembaga tersebut, http://www.fundar.org.mx.

2. HakiElimu Mempublikasikan Arah-arah