METODE PENELITIAN
C. Analisis Manajemen Produksi Batu bata dalam Meningkatkan Penjualan masyarakat Jorong Ketinggian Kecamatan Harau
1. Fungsi-Fungsi Manajemen
Sebagaimana yang telah diuraikan pada landasan teori bahwa manajemen produksi adalah penerapan manajemen untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan
berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik prosuksi yang seefisien mungkin.
Sebagian besar pengusaha batu bata di Jorong ketinggian menggarap dilahan/tanah milik orang lain. Jika pemilik batu bata ini mendirikan atau mengelola diatas lahan miliknya sendiri, otomatis semua keuntungan hanya milik pemilik sendiri. Sistem pembagian keuntungan yang dibagikan adalah sistem musyarakah yaitu kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk usaha tertentu dimana masing-masingpihak memberikan kontribusi dana dengan keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.
Dilihat dari fungsi-fungsi manajemen yang digunakan dalam memproduksi batu bata adalah sebagai berikut.
a. Planning (Perencanaan)
Planning adalah proses membandingkan, menilai, memilih alternatif yang baik dari kegiatan yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan bersama.48
Bentuk –bentuk dari perencanaan untuk usaha batu bata yaitu:
1. Lokasi
Pemilik batu bata yang ada di Jorong Ketinggian memperhatikan lokasi dan mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari pemasaran sehingga memungkinkan
48 Sri Wiludjeng SP, Pengantar Manajemen, (Yogyakarta:Graha Ilmu, Edisi Pertama, 2007)hal.58
tempat untuk pencetakan, penjemuran, pembakaran dan penampungan batu bata yang siap dipasarkan. Ada juga yang letak lokasi nya jauh juga dari pasar. Lokasi yang didirikan oleh pemilik batu bata sudah sesuai dengan apa yang telah pemilik inginkan, yaitu dekat dengan sumber air, sumber bahan baku mudah didapatkan. Dan semua itu akan memudahkan pemilik untuk mengeluarkan dana untuk memproduksi batu bata.
2. Peralatan
Pemilik batu bata mengenai peralatan, peralatan pencetakan batu bata akan dibuat sendiri karena masih dalam metode pembuatan batu bata konvensional. Sementara alat-alat berupa drum air, mesin air, gerobak kayu, cangkul, skop dan lain nya itu kami akan berencana untuk membeli nya berangsur-angsur. Karena itu sangat dibutuhkan.
3. Tenaga kerja
Tenaga kerja yang kami punya sekarang ini masih dalam berhubungan keluarga dan ada pula yang tidak. Kami berencana untuk mencari tenaga kerja yang ahli dalam bidang pembuatan bata bata. Di Jorong Ketinggian mayoritas penduduknya banyak berkecimpung dalam proyek pembangunan berupa perumahan sehingga ada berkaitan dengan dalam pembuatan batu bata. Jadi memungkinkan untuk
menghasilkan kualitas yang baik. Selain itu tempat pemilik ini cocok untuk usaha batu bata karena dekat juga dengan proyek pembangunan perumahan tersebut.
4. Persyaratan pembelian
Untuk bahan baku pembuatan pembuatan batu bata pemilik mencari tanah dari lahan tanah merah yang berbentuk perbukitan dan tekstur tanahnya sangat liat tidak ada pencampuran pasir putih didalamnya. Kalau bercampur dengan pasir atau mengandung pasir itu akan menguranggi kekuatan dari batu bata, tetapi daerah produksi pemiliki merupakan daerah dataran sehingga mendapatkan tanah sebagai bahan baku batu bata kami membelinya, ada juga yang dekat perbukitan tidak membeli tanh merah bisa langsung untuk mengambilnya.
“pembelian bahan baku seperti tanah merah itu sebahagian pemilik batu bata ada yang membeli tanah merah ada yang tidak.
Pemilik yang membeli tanah merah secukupnya saja tidak banyak-banyak sesuai keperluan.Dan ketersediaan tenaga kerja bagi pemilik batu bata itu ada. Saya mempunyai tenaga kerja semuanya dari awal pengolahan sampai siap dibakar. Dan lokasi tempat batu bata saya ini jauh dari pasar.”49
Dari hasil wawancara yang penulis lakukan, bahwa tidak semuanya membeli tanah merah tersebut, dan tanah itu langsung diolah oleh tenaga kerja dan tidak terbuang dengan sia-sia. Hampir pada semua
49 Rika, wawancara Pribadi, Selasa 11 Juni 2019
bedeng mempunyai tenaga kerja, sehingga proses produksi bisa cepat dan berjalan dengan semestinya.
b. Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian merupakan proses pemberian perintah, pengalokasian sumber daya serta pengaturan kegiatan secara terkoordinir kepada setiap individu dan kelompok untuk menerapkan rencana.50Aktivitas untuk menggerakkan semua elemen perusahaan yang terkait dengan proses produksi , sehingga dapat dipastikan semua pihak bekerja secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.
Pemilik batu bata yang ada di Jorong Ketinggian ini tentu memiliki sistem pengorganisasian untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Struktur organisasi yang dimiliki oleh ibuk Sita tergolong masih sederhana karena dalam menjalankan usaha nya ibuk Sita yang langsung memimpin sendiri. Ibuk Sita langsung mengawasi semua hal-hal yang mengenai usahanya. Selain itu hubungan antara pemilik dan tenaga kerja itu sangatlah terjalin dengan baik-baik saja. Usaha batu bata ini bisa dikatakan perkembangannya sangat pesat.
Bagi pemilik tugas nya untuk mengawasi tenaga kerja batu bata dan mencek bagaimana hasil batu bata yang diproduksi oleh tenaga kerja. Sedangkan tenaga kerja bekerja mulai dari
50 Amirullah Imam Hardjanto, Pengantar Bisnis, (Yogyakarta:Graha Ilmu, Edisi Pertama 2005)hal.103
proses pengadukan, pencetakan, pemerataan batu bata dan proses pembakaran itu dilakukan oleh tenaga kerja.
Pada pemilik usaha batu bata yang ada di Jorong Ketinggian pemilik dan tenaga kerja bekerja dengan efektif kalau tidak hasilnya tidak memuaskan. Dan apa yang kita inginkan tidak akan tercapai kalau kita tidak bekerja secara efisien.
“Saya sebagai pemilik batu bata memberikan penjelasan kepada tenaga kerja bahwa bekerjalah secara efektif agar tercapainya keinginan yang kita inginkan, dan menetapkan berapa memproduksi batu bata selama sebulan, dan seterusnya agar memproduksi semakin meningkat tidak menurun.51
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Q.S At-Taubah ayat ke 105 sebagai berikut:
”Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dank mu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.
c. Directing (Pengarahan)
Pengarahan merupakan proses untuk menumbuhkan semngat pada karyawan agar dapat bekerja keras dan giat serta membimbing mereka dalam melaksanakan tencana untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.52
51 Sita, wawancara Pribadi, Selasa 11 juni 2019
52 Amirullah Imam Hardjanto, Pengantar Bisnis…..hal.103
Pemilik batu bata di Jorong Ketinggian ini tidak ada memberikan pengarahan terhadap tenaga kerja, akan tetapi pemilik mengarahkan tentang cara awal pengolahan nya sampai pembakarannya saja. Pemilik mengarahkan dalam memproduksi batu bata jangan asal jadi saja. Akan tetapi bekerjalah dengan baik agar hasilnya lebih baik juga.
Didalam mengerjakan sesuatu ataupun pekerjaan kita harus mempunyai motivasi agar usaha yang kita jalankan berhasil dengan adanya motivasi dari diri kita.
“saya sebagai pemilik usaha batu bata, saya memberikan penyemangat atau motivasi kepada tenaga kerja saya supaya mereka semangat dalam bekerja dan tidak bosan. Misalnya saja dalam penjualan batu bata diberi bonus kepada tenaga kerja agar dia semngat dan tidak kenal lelah didalam bekerja”.53
Hai ini termasuk firman Allah di dalam Q.S Al Fajr ayat 27-30 sebagai berikut:
“Artinya: Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Allah dengan hati yang puas, maka masuklah ke dalam rombonganhamba hamba ku dan kemudian masukalah ke surge ku”.
Disini menerahkan bahwa betapa Allah maha pengasih, setiap hamba yang taat diberikan imbalan berupa surge. Hal ini harus
53 Renti , Wawancara Pribadi, Selasa 11 Juni 2019
menjadi motifasi bagi semua umat muslim untuk berlomba-lomba dalam kebaikan agar dapat mengapai ridho Nya.
d. Controlling (Pengontrolan)
Memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan, dan diimplementasikandapat berjalan sesuai targetnya.
Pengendalian atau controling dimaksudkan untuk melihat apakah kegiatan perusahaan sesuai dengan rencana sebelumnya.54
Pemilik batu bata di Jorong Ketinggian ini mengatakan bahwa kebanyakan produksi batu bata ini dianggap tidak canggih, tetapi kami sebagai pemilik akan berusaha mencoba untuk manajemen kualitas total dan program pengendalian. Dan akhir-akhir ini melibatkan penetapan batas kontrol untuk untuk proses produksi yaitu seperti mengontrol suhu selama pengeringan atau pembakaran batu bata.
Dalam upaya untuk meningkatkan permintaan batu bata, kami akan menjelajahi pasar-pasar alternatif untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas batu bata. Pemilik batu bata akan berencana atau berusaha untuk mencoba membeli mesin pencetak batu bata yang lebih modern yang dapat menghasilkan batu bata lebih banyak dengan waktu yang relatif cepat. Dengan adanya masin tersebut kami sebagai pemilik batu bata tidak susah-susah
54 Amirullah Imam Hardjanto, Pengantar Bisnis…..hal.104
mengontrol dalam memproduksi batu bata tersebut karena telah ada masin pencetakan yang akan mengontrolnya. Dan sehingga pemilik mempunyai persediaan untuk konsumen yang tiba-tiba akan memesan batu bata tersebut..
“saya pribadi sebagai pemilik usaha batu bata ini selalu mengontrol para tenaga kerja supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Dari pengolahan bahan baku sampai batu bata terjual saya mengontrolnya dengan baik. Pada saat itu saya tidak mengontrol tenaga kerja, dan tenaga kerja sedang memproduksi batu bata jadi tenaga kerja member banyak pasir dan akhirnya batu bata itu lapuk karena kebanyakan pasir akhirnya batu bata tidak laku dipasaran”.55
2. Penjualan
kegiatan penjualan merupakan kegiatan pelengkap atau suplemen dari pembelian, untuk memungkinkan terjadinya transaksi.
Jadi kegiatan pembeli dan penjualan merupakan satu kesatuan untuk dapat terlaksananya transfer hak atau transaksi. Penjual harus menentukan kebijaksanaan dan prosedur yang akan diikuti memungkinkan dilaksanakannya rencana penjualan yang ditetapkan.
Di Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak ini proses penjualan batu bata dari tahun ketahun naik turun. Dari 400 per unit sampai dengan 700 per unitnya, bahkan dari 700 per unit menjadi 400 per unit.
Begitulah proses penjualan batu bata di Jorong Ketinggian tersebut.
Bahkan pada pertukaran tahun penjualan batu batu ini menurun drastis karena masyarakat lebih mementingkan anak-anaknya sekolah dari pada membangun rumah. Penjualan batu bata ini naik nya penjualan
55 Iyen, Wawancara Pribadi, Selasa 11 Juni 2019
sewaktu sesudah hari raya idul fitri. Masyarakat kebanyakan membangun perumahan” atau pun rumah pribadi.
Turunnya penjualan batu bata membuat masyarakat mengeluh karna sebahagian pemilik batu bata menggantungkan hidupnya dengan usaha batu bata ini. Sewaktu penjualannya turun maka ekonomi masyarakat jorong ketinggian melemah dengan turunnya penjualan batu bata. Dan turunnya penjualan batu bata bahan baku pun sulit didapat, terkadang pemilik lebih memberhentikan memproduksi batu bata dari pada lanjut memproduksi. Karena kalau pemilik meneruskan memproduksi maka pemilik tidak mendapatkan keuntungan malah mendapatkan kerugian. Karena penjualan murah dan bahan baku mahal.
Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan, manajemen produksi batu bata di Jorong Ketinggian dapat meningkatkan penjualan. Ada beberapa daerah produksi batu bata terbesar di Nagari Sarilamak yaitu Jorong Ketinggian, Jorong Sarilamak dan Jorong Purwajaya. Biasa nya pedagang keliling yang berjualan disekitar area produksi batu bata akan mendapatkan penghasilan dari karyawan batu bata yang sedang memproduksi batu bata tersebut.
a. Jenis-jenis penjualan
Di dalam proses penjualan dibedakan menjadi dua yaitu penjualan langsung dan penjualan tidak langsung. Penjualan langsung itu berupa konsumen yang langsung datang kepada
pemilik batu bta untuk membeli batu bata tersebut. Sedangkan penjualan tidak langsung itu pemilik mempromosikan barang tersebut kepada konsumen seperti melalui medi sosial ataupun sebagainya.
Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan dengan salah satu pemilik batu bata mengatakan bahwa:
“saya sebagai salah satu pemilik batu bata yang ada di Jorong Ketinggian ini menjual bata bata kepada konsumen secara langsung ada juga yang tidak langsung. Secara langsung konsumen datang untuk membeli batu bata, ada juga pelanggan tetap saya yang membeli batu bata tersebut. Dan saya juga ada yang mengantarkan batu bata ke tempat konsumen melalui telvon saja”.56
b. Faktor-faktor mempengaruhi penjualan
Di dalam fator penjualan kita harus melihat terlebih dahulu bagaimana kondisi dan kemampuan penjual. Penjual sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua. Disini pemilik harus meyakinkan kepada konsumen bahwa hasil batu bata itu memuaskan bagi konsumen dan tidak mengecewakan. Dan kita harus juga memperhatikan kondisi pasarnya, dan dari segi modalnya. Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan dengan salah satu pemilik batu bata mengatakan bahwa:
“saya pemilik batu bata agak sedikit mengeluh dengan jual beli batu bata karena kebanyakan konsumen membeli batu bata tetapi uang nya beberapa hari kemudian, tetapi ada juga yang tidak membayarnya ada juga yang membayar 1 bulan kedepan”.57
56 Iyen, Wawancara Pribadi, Selasa, 11 Juni 2019
57 Imut, Wawancara Pribadi, Selasa, 11 Juni 2019
Setelah menganalisis dari teori ekonomi islam bahwa manajemen produksi batu bata dalam meningkatkan penjualan masyarakat di Jorong Ketinggian masih belum sesuai dengan ekonomi islam. Karena ada juga sebahagian yang melakukan kecurangan kecuarang dengan cara membeli batu bata tetapi bayarnya kemudian hari ada juga yang tidak membayarnya.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang dilakukan tentang produksi batu batu dalam meningkatkan penjualan Ditinjau dari Perspektif Ekonomi Islam, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Di dalam manajemen produksi pemilik batu bata yang ada di Jorong Ketinggian bertujuan untuk menghasilkan barang dengan kualitas yang tepat dengan jumlah yang tepat pada waktu yang tepat dan dengan biaya minimum.
Bahan baku yang digunakan diperoleh dari pelosok negeri untuk diproduksi, sedangkan modal ada sebahagian dari modal sendiri ada juga bantuan dari bank. Sedangkan tenaga kerja itu dari Jorong Ketinggian, dan berbagai daerah tetapi sudah menetap di Jorong Ketinggian seperti orang jawa, pulau nias, riau dan lain sebagainya.
Dalam ekonomi islam kalau mengambil sumber daya alam seperti tanah yang berlebihan, akibatnya mudarat bagi umat manusia juga untuk generasi selanjutnya. Kalau tidak mengambil berlebihan hanya cukup untuk sekedar memproduksi batu bata tentu saja berakibat baik bagi masyarakat, karena tanah tersebut tidak habis dan tidak timbul musibah seperti tanah longsor, banjir dan lain sebagainya. Dan generasi selanjutnya masih bisa menggarap tanah tersebut.
Di Jorong Ketinggian masyarakat dalam memproduksi batu bata sudah sesuai dengan prinsip ekonomi islam. Dalam memproduksi masyarakat mengambil bahan baku secara tidak berlebihan hanya secukupnya untuk memproduksi. Sehingga tidak mendatangkan mudarat akan tetapi mendatangkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan batu bata.
A. Saran
1. Dalam faktor produksi pemilik hendak memperhatikan tanah ataupun bahan baku bagaimana kemanfaatan magi masyarakat sekitar, karena mengambil tanah secara terus menerus itu menyebabkan terjadinya bencana alam berupa banjir, tanah longsor. Sedangkan modal pemilik tidak usah takut untuk meminjamkan dana di Bank, dalam meminjam modal yang besar kita bias mendirikan usaha dengan omset yang besar pula. Sedangkan tenaga kerja seharusnya pemilik memiliki tenaga kerja cadangan kalau seandaikan penjualan batu bata naik maka produksi tidak terhenti dengan adanya tenaga kerja cadangan.
2. Manajemen produksi batu batu bata yang ada di Jorong Ketinggian agar menghasilkan batu batu bata yang berkualitas baik, rapi, bersih dan tidak cacat. Agar konsumen merasa puas dengan barang yang kita produksikan.
3. Sisa-sisa penggalian tanah di Jorong Ketinggian sudah berisis air hujan, sebaiknya pemilik memanfaatkan tempat tersebut menjadi pembibitan ikan. Sehingga sisa penggalian tidak sia-sia dan terbengkalai begitu saja. Tentu saja peran pemerintah juga dibutuhkan untuk membantu masyarakat dalam pembibitan ikan tersebut.