BAB II Tinjauan Pustaka
2.2. Konsep Keluarga
2.2.3. Fungsi keluarga
Friedman dalam padila (2012) mengungkap fungsi keluarga yakni:
2.2.3.1 Fungsi afektif
Fungsi Afektif berkenaan dengan fungsi internal keluarga yang sebagai basis kekuasaan keluarga. Fungsi ini penting guna memenuhi
keperluan emosional. Suksesnya fungsi emosional dapat dilihat lewat keluarga bahagia. Dalam fungsi ini pula, citra diri yang positif, perasaan saling memiliki, perasaan yang berarti, serta sumber cinta kasih sayang dikembangkan oleh anggota keluarga. Fungsi ini ialah sebagai sumber energi yang mempengaruhi kebahagiaan keluarga.
2.2.3.2 Fungsi sosialisasi (the socialization function): Fungsi sosialisasi adalah proses dimana seorang individu berkembang dan berubah karena interaksi dan belajar untuk berperan di dalam lingkungan sosial. Keluarga adalah tempat dimana orang bisa bersosialisasi.
Keluarga mengajarkan disiplin, norma, budaya, dan perilaku lewat hubungan dan interaksinya. Hal ini memungkinkan individu untuk memainkan peran dalam masyarakat.
2.2.3.3 Fungsi reproduksi (the reproductive function)
Keluarga memegang peranan penting dalam kelangsungan keturunan dan peningkatan sumber daya manusia.
2.2.3.3 Fungsi ekonomi (the economic function):
Dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga misalnya pangan, sandang, serta papan, keluarga membutuhkan sumber keuangan.
2.2.3.4 Fungsi perawatan kesehatan Keluarga( the health care function ) Selain keluarga harus dapat berfungsi dengan baik , keluarga perlu juga menjalankan baik pada dengantugas kesehatan keluarga.
Friedman menyatakan tugas kesehatan keluarga yakni :
1. Identifikasi masalah kesehatan keluarga Keluarga harus mengetahui tentang status kesehatan serta perubahan anggota
keluarga. Perubahan terkecil dari anggota keluarga secara tak langsung bakal menarik perhatian keluarga ataupun orang tua.
Ketika mereka sadar akan perubahan, keluarga harus mencatatkan kapan hal itu terjadi, perubahan apa yang terjadi, serta bagaimana mereka berubah.
2. Membuat keputusan yang tepat tentang tindakan kesehatan Tugas ini ialah upaya utama keluarga guna mencari pertolongan secara tepat sesuai kondisi keluarga. Keluarga berharap tindakan medis yang dilaksanakan tepat sehingga masalah kesehatan saat ini bisa diringankan ataupun diperbaiki. Apabila keluarga memiliki keterbatasan pengambilan keputusan, mereka bisa mencari bantuan orang lain di lingkungan.
3. Memberikan perawatan bagi anggota keluarga yang sakit Anggota keluarga dengan masalah kesehatan harus dipantau ataupun diobati supaya tidak timbul masalah yang lebih serius.
Pengobatan bisa dilaksanakan pada fasilitas medis ataupun di rumah apabila keluarga mampu memberikan pertolongan pertama.
4. Penggunaan fasilitas kesehatan yang ada di area Jika Anda memiliki masalah ataupun masalah yang berkenaan dengan kesehatan keluarga ataupun anggota Anda, keluarga mesti bisa memanfaatkan fasilitas kesehatan di sekitar area . Keluarga bisa berkonsultasi ataupun minta bantuan perawat guna
menyelesaikan persoalan yang dimiliki anggota keluarga, agar keluarga tidak jatuh sakit.Stressor dan koping keluarga.
2.2.4.1 Stressor jangka Panjang dan pendek
Stressor jangka pendek ialah stressor yang dialami keluarga yang perlu penyelesaian dalam waktu kurang dari enam bulan.
Sedangkan pada stressor jangka Panjang ialah butuh waktu lebih dari enam bulan.
2.2.4.2 Kemampuan keluarga berspon terhadap stressor, dikaji sejauh mana keluarga berespon terhadap stressor.
2.2.4.3 Strategi koping yang dipakai, dikaji strategi koping yang dipakai keluarga apabila berhadapan dengan persoalan.
2.2.4.4 Strategi adaptasi disfungsional, diterangkan berkenaan dengan strategi adaptasi disfungsional yang dipakai keluarga apabila berhadapan dengan persoalan.
2.2.5 Tahap-Tahap perkembangan
Menurut konsep yang dicetuskan Duvall dan Miller, tahapan perkembangan keluarga terbagi 8, yakni :
2.2.5.1 Keluarga Baru (Berganning Family), pasangan baru nikah yang belum punya anak. Tugas perkembangan keluarga dalam tahap ini ialah membina hubungan intim yang memuaskan, menentukan tujuan bersama, membina hubungan dengan keluarga lain, mendiskusikan rencana punya anak ataupun KB, persiapan menjadi orangtua serta memahami prenatal care (pengertian kehamilan, persalinan dan menjadi orangtua).
2.2.5.2 Keluarga dengan anak pertama < 30 bulan (child bearing), masa ini ialah masa transisi menjadi orangtua yang bakal memunculkan krisis keluarga. Tugas perkembangan keluarga di tahap ini ialah penyesuaiaan pada perubahan anggota keluarga, mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan, membagi peran dan juga tanggung jawab, bimbingan orangtua mengenai pertumbuhan serta perkembangan anak, dan juga konseling KB post partum 6 minggu.
2.2.5.3 Keluarga dengan anak pra sekolah Tugas perkembangan dalam tahap ini ialah menyesuaikan keperluan pada anak pra sekolah (sesuai dengan tumbuh kembang anak, proses belajar serta kontak sosial) dan juga merencanakan kelahiran selanjutnya.
2.2.5.4 Anak sekolah (6 - 13 tahun) Keluarga dengan anak sekolah punya tugas perkembangan dalam keluarga misalnya membantu sosialisasi anak terhadap lingkungan luar rumah, mendorong anak guna menggapai daya intelektual yang berkembang,serta menyediakan kegiatan anak.
2.2.5.5 Keluarga dengan anak remaja (13 - 20 tahun) Tugas perkembangan keluarga pada jenis ini ialah pengembangan terhadap remaja, menjaga komunikasi dengan terbuka, menyiapkan perubahan sistem peran serta aturan anggota keluarga guna mencukupi kebutuhan tumbuh serta kembang anggota keluarga.
2.2.5.6 Keluarga dengan anak dewasa 24. Tugas perkembangan keluarga menyiapkan anak untuk hidup dengan mandiri serta orangtua
menerima kepergian anaknya, menata lagi fasilitas dan juga sumber yang terdapat di keluarganya.
2.2.5.7 Keluarga usia pertengahan (middle age family), tugas perkembangan keluarganya ialah punya lebih banyak waktu serta kebebasan dalam mengolah minat sosial, dan juga waktu bersantai, memulihkan hubungan antara generasi muda sampai tua, beserta pula menyiapkan masa tua.
2.2.5.8 Keluarga lanjut usia. Dalam perkembangan ini keluarga punya tugas seperti penyesuaian tahap masa pensiun dengan cara mengubah cara hidup, menerima kematian pasangan, serta menyiapkan kematian, dan melaksanakan life review masa lalu.
2.2.6 Tipe keluarga
Keluarga ialah sasaran keperawatan komunitas selain individu, kelompok serta masyarakat. Menurut (Friedman, Bowden,
& Jones, 2010) keluarga ialah dua orang ataupun lebih yang hidup didalam satu rumah tangga sebab pertalian darah, ikatan perkawinan ataupun adopsi. Keluarga tujuannya ialah untuk melahirkan serta mempertahankan budaya, dan menaikkan perkembangan fisik, mental, emosional serta sosial dari tiap keluarga. Keluarga punya beraneka macam tipe yakni keluarga tradisional dan non tradisional, penjabarannya ialah :
2.2.6.1 Tipe keluarga tradisional terdiri dari :
1. Nuclear family atau disebut keluarga inti ialah suatu rumah tangga yang tebentuk dari suami, istri dan anak baik kandung ataupun adopsi.
2. Extended family atau disebut keluarga besar ialah keluarga inti dengan ditambah keluarga lainnya yang masih punya hubungan darah, yakni misalnya kakek, nenek, bibi ataupun paman.
3. Dyad family ialah keluarga yang terbentuk dari suami dan istri yang tinggal didalam satu rumah tanpa hadirnya anak.
4. Single parent family ialah keluarga yang terbentuk dari satu orang tua dan anak (kandung ataupun angkat). Kondisi ini bisa dikarenakan perceraian ataupun kematian.
5. Single adult ialah satu rumah tangga yang hanya terbentuk dari satu orang dewasa.
6. Keluarga usia lanjut ialah keluarga yang terdiri dari suami dan istri yang telah berusia lanjut.
2.2.6.2 Tipe keluarga non tradisional terdiri dari :
1. Keluarga communy yang terbentuk dari satu keluarga tanpa ada pertalian darah serta hidup di dalam satu rumah.
2. Orang tua (ayah, ibu) yang tiada ikatan perkawinan serta anak yang hidup bersama di dalam satu rumah tangga.
3. Homo seksual dan lesbian ialah dua individu berjenis kelamin sejenis yang hidup bersama dalam satu rumah serta perilakunya layaknya pasangan suami istri.
2.2.7 Tugas Keluarga Dalam Bidang Kesehatan