bergengsi di Indonesia.
FUNGSI KEPATUHAN
Danamon sebagai lembaga jasa keuangan perbankan dan menjadi bagian dari komunitas pada sektor jasa keuangan berkomitmen untuk berperan aktif dalam menjaga dan menciptakan sektor jasa keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan. Mematuhi berbagai kaidah perbankan, peraturan perundang-undangan yang berlaku dan penerapan prinsip kehati- hatian melalui peningkatan peran dan fungsi kepatuhan merupakan salah satu wujud komitmen Danamon.
Fungsi Kepatuhan merupakan bagian penting dari struktur tata kelola dan framework
pengelolaan risiko Danamon. Pelaksanaan fungsi kepatuhan meliputi tindakan untuk mewujudkan budaya kepatuhan, mengelola risiko kepatuhan, memastikan kebijakan dan kegiatan usaha Danamon telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta memastikan komitmen Danamon kepada regulator.
Pengelolaan risiko kepatuhan secara umum dilakukan sesuai Enterprise Risk Management Policy Danamon dengan skema 3 (tiga) lini pertahanan, yang terdiri dari:
• Unit bisnis atau operasional sebagai pertahanan lini pertama merupakan garda depan yang memiliki peranan penting dalam melakukan identifikasi, kontrol dan mitigasi risiko dalam aktivitas bisnis/operasionalnya.
• Satuan Kerja Kepatuhan merupakan pertahanan lini kedua yang independen yang berfungsi melakukan pemantauan dan evaluasi atas kepatuhan Bank serta melakukan sosialisasi, koordinasi dan
advisory sehingga aktivitas lini pertama dapat berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
• Satuan Kerja Audit Internal merupakan lini ketiga yang melakukan fungsi pengawasan melalui proses audit untuk memastikan ketepatan, pengelolaan risiko kepatuhan yang dilakukan oleh lini pertama dan kedua.
Organisasi Satuan Kerja Kepatuhan
Dalam mewujudkan pelaksanaan fungsi kepatuhan dan pengelolaan risiko kepatuhan, Direktur Kepatuhan dibantu oleh Satuan Kerja Kepatuhan.
Direktur Kepatuhan memiliki kewenangan untuk mencegah ditetapkannya suatu kebijakan dan/ atau keputusan yang akan ditetapkan Direksi apabila terindikasi menyimpang dari ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tindakan pencegahan dapat dilakukan pada saat dilakukan proses kajian, diskusi dan uji kepatuhan terhadap kebijakan dan/atau keputusan yang akan diambil Direksi.
Satuan Kerja Kepatuhan dibentuk sebagai satuan kerja independen yang bebas dari pengaruh satuan kerja lainnya. Satuan Kerja Kepatuhan memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas serta memiliki akses dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Kepatuhan.
Per 31 Desember 2014, Satuan Kerja Kepatuhan didukung oleh 21 orang staf (termasuk Kepala Satuan Kerja Kepatuhan) dengan mayoritas memiliki masa kerja di sektor perbankan di atas 5 tahun. Staf Satuan Kerja Kepatuhan telah mengikuti sertifikasi risk management yang sesuai dengan persyaratan hirarki jabatan dengan level sertifikasinya (level 2 sampai dengan level 4).
Struktur Organisasi Satuan Kerja Kepatuhan
Fransiska Oei Lan Siem Direktur
Pey Fang Ong
Compliance Head Compliance Consumer, Subsidiaries & Trade Finance Compliance HR, Syariah & SMEC Compliance Investment, Report & Assurance Compliance IT Liabilities & Banc assurance Compliance Operation & SEMM Compliance Regulatory, CFO & Branch
Network
Compliance TCM, FI & Corporate
Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Satuan Kerja Kepatuhan 2014 Mewujudkan Budaya Kepatuhan
Budaya kepatuhan menjadi dasar etika kerja pada seluruh tingkatan organisasi di Danamon. Penguatan budaya kepatuhan dilakukan secara terus-menerus melalui sosialisasi dan informasi peraturan secara berkesinambungan, pelatihan kepatuhan melalui e-learning, fungsi konsultatif terkait kegiatan usaha Danamon serta pelaksanaan self assessment kepatuhan (Compliance Regulatory Self Assessment).
Pengelolaan Risiko Kepatuhan
Pengelolaan risiko kepatuhan dilakukan melalui proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko. Proses-proses tersebut dilakukan melalui kajian terhadap kebijakan dan aktivitas penghimpunan dana, penyediaan dana serta kegiatan jasa lainnya guna mendeteksi potensi risiko kepatuhan yang ada. Secara berkala dilakukan penilaian terhadap risiko kepatuhan dan kualitas penerapan manajemen risiko yang menjadi bagian dari penilaian risiko Bank yang dituangkan dalam Laporan Profil Risiko Bank.
Dalam upaya memitigasi dan mengendalikan potensi risiko kepatuhan yang ada, Satuan Kerja Kepatuhan melakukan koordinasi dengan Unit-Unit Operasional terkait, Satuan Kerja Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Audit Internal melalui pembahasan-pembahasan. Pembahasan terkait risiko kepatuhan juga dilakukan melalui rapat Komite Kepatuhan.
Memastikan Kepatuhan dan Menjaga Komitmen
Sebagai salah satu upaya pencegahan, review atau kajian atas kebijakan/produk program dilakukan sebelum kebijakan/produk program dijalankan guna memastikan kebijakan maupun aktivitas usaha Danamon tidak menyimpang dari peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sosialisasi dan memastikan tindak lanjut pengkinian kebijakan dan ketentuan internal telah disesuaikan dengan adanya perubahan ketentuan yang berlaku oleh unit kerja terkait juga dilakukan guna menjaga kepatuhan Danamon.
Di tahun 2014, terkait dengan pelaksanaan peraturan perlindungan konsumen, Satuan Kerja Kepatuhan mendorong penerapan dan penyelarasan kebijakan, prosedur, dokumen pemasaran, perjanjian serta dokumen lainnya sehingga sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia.
Selain itu, sebagai salah satu upaya pemantauan kepatuhan terhadap peraturan tertentu di lapangan/ unit kerja telah dilakukan uji petik (sample pick) atas aktivitas yang terkait dengan pelaksanaan peraturan tersebut. Pemantauan secara berkala juga dilakukan terhadap kepatuhan pemenuhan
regulatory parameter utama baik Bank (CAR, BMPK, GWM, NPL, PDN dan limit penyertaan) maupun anak perusahaan serta kewajiban pelaporan.
Danamon juga senantiasa melakukan pemantauan untuk memastikan tindak lanjut hasil pemeriksaan Bank Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan regulator lainnya telah diselesaikan sesuai komitmen dan target yang ditetapkan.
Kepatuhan terhadap Regulasi Utama
Parameter Persyaratan BI Desember 2014Posisi Bank Per Penjelasan Rasio Kecukupan Modal (KPMM) Min. 9% s/d <10% (BUKU 3) 18,17% Terpenuhi
Giro Wajib Minimum (GWM)
Primer Rp Min. 8% 8,07% Terpenuhi
Primer USD Min. 8% 8,13% Terpenuhi
Sekunder Min. 8% 11,67%
Kredit Bermasalah (NPL) Maks. 5% 1,34% Terpenuhi
Posisi Devisa Netto (PDN) Maks. 20% 1,11% Terpenuhi
Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) Pihak Terkait
Maks. 10% 2,44% Terpenuhi
Portofolio Penyertaan Maks. 25% 6,01% Terpenuhi
Tugas Lainnya
Dalam mendukung pelaksanaan kepatuhan, Satuan Kerja Kepatuhan juga berperan aktif sebagai
liaison officer untuk menjembatani hal-hal terkait kepatuhan Danamon baik bagi pihak internal maupun eksternal. Satuan Kerja Kepatuhan memiliki peranan yang sangat penting dalam pemberian jasa konsultatif terkait pelaksanaan regulasi kepada unit-unit kerja. Hal ini ditunjukkan melalui partisipasi dalam pembahasan dan pengembangan aktivitas/produk baru, pemberian saran/rekomendasi mengenai peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kegiatan usaha Danamon.
PENERAPAN PROGRAM ANTI PENCUCIAN UANG (APU) DAN PENCEGAHAN