Secara umum RFID digunakan oleh berbagai pihak tertentu karena memiliki fungsi yang sangat banyak. Fungsi RFID diantaranya sebagai keamanan dari pencurian, pengawasan untuk hewan buas/peliharaan, pembaca fingerprint di perusahaan, menjalankan lift dan escalator di kantor, rumah sakit, serta di supermarket.
Sedangkan fungsi RFID di perpustakaan antara lain sebagai pendeteksi hilangnya bahan pustaka serta mengefisienkan pekerjaan staf dan pustakawan.
Teknologi RFID adalah teknologi yang paling menguntungkan dalam melakukan kegiatan kerumahtanggaan di perpustakaan. Salah satunya adalah pada bagian sirkulasi. Pada bagian sirkulasi, RFID dapat melakukan berbagai pekerjaan seperti check-in, check-out, verifikasi dan mengontrol pintu masuk dengan pembaca RFID. Dalam sistem perpustakaan, RFID dapat membaca semua tag magnetik yang terpasang pada bahan pustaka kecuali CD ROM karena demagnetisasi akan merusak data material. Perpustakaan juga menggunakan tag RFID pada setiap kartu identitas pengguna sehingga informasi masing-masing pengguna dapat
ditampilkan pada layar komputer seperti peminjaman, pengembalian, keterlambatan dan perpanjangan.
Menurut Singh (2014, 4) terdapat enam fungsi RFID di perpustakaan, antara lain sebagai berikut:
1. Self Check-Out Station
Stasiun ini membantu pengguna meminjam buku secara mandiri tanpa bantuan staf perpustakaan. Semua pengguna dapat melihat nomor item secara bersamaan. Stasiun ini pada dasarnya adalah komputer yang memiliki sistem mirip seperti mesin ATM yang membimbing pengguna melakukan pemeriksaan. Setelah mesin mengidentifikasi pengguna melalui ID Card perpustakaan untuk memilih buku, pilih pilihan check out dan letakkan buku di depan layar pembaca RFID untuk menampilkan detail dan ID Number buku. Tag dinonaktifkan dan secara otomatis database akan menyimpan dan menginformasikan rincian peminjaman dan tanggal pengembalian. Pengguna telah selesai melakukan proses check out.
Adapun indikator fungsi Self Check-Out Station yaitu : a. Mampu melakukan peminjaman mandiri
b. Dapat memproses peminjaman secara banyak sekaligus c. Pengoperasian dengan layar sentuh
d. Pilihan fleksibel dengan 4 bahasa standart
2. Check In Station (Book Drop Station)
Sistem check in otomatis atau disebut Book Drop Station digunakan untuk mengembalikan buku yang telah dipinjam selama 24 jam perhari melalui kotak drop internal dan eksternal. Buku-buku tersebut secara otomatis diidentifikasi dalam database perpustakaan dan segera mengupdaterecord pengguna bahwa mereka telah melakukan pengembalian bahan pustaka dan mengaktifkan tag keamanan pada saat bersamaan. Pengembalian buku secara otomatis memberikan manfaat baik bagi pengguna maupun staf perpustakaan. Bagi pengguna, sistem ini menawarkan fleksibilitas yang besar dalam mengembalikan bahan pustaka secara real time. Dan bagi staf perpustakaan, hal ini dapat menghemat waktu dengan menghindari beberapa pekerjaan yang repetitif karena beberapa item dapat dibaca/tulis pada saat bersamaan.
Adapun indikator dari fungsi Check In Station (Book Drop Station) yaitu:
a. Dapat melakukan pengembalian mandiri b. Akses 24 jam/7 hari dalam seminggu
c. Penempatan di luar pintu utama perpustakaan 3. Book Sorting Station
Setelah selesai melakukan proses check-in, buku tersebut akan diurutkan dengan kriteria yang telah ditentukan oleh perpustakaan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan program informasi sortir yang ada di dalam tag. Dalam proses sortir otomatis, buku yang tidak terdeteksi tag
RFID akan jatuh dan otomatis terpisah ke dalam bin yang berbeda. Secara signifikan hal ini dapat mengurangi waktu pustakawan dalam melakukan shelving ulang bahan pustaka.
Adapun indikator dari fungsi Book Sorting Station yaitu:
a. Dapat melakukan sortir buku < 1 menit
b. Akurat dalam membaca tag RFID sesuai dengan Call Number c. Kesalahan buku jatuh pada kabin rendah
4. Inventory Control
Sistem RFID berfungsi untuk melakukan pemindaian buku di rak melalui portable scanner tanpa mengeluarkan dan memindahkannya.
Pembaca mentransmisikan nomor identifikasi ke server, kemudian dikirim kembali ke perangkat lunak manajemen perpustakaan pada saat bersamaan. Informasi dapat didownload dengan perangkat lunak perpustakaan untuk mengendalikan persediaan bahan pustaka.
Dalam proses pemeriksaan persediaan tidak hanya untuk membuat atau mengupdate inventarisasi, tetapi untuk mengidentifikasi buku yang keluar dari urutan yang benar. Hal ini juga membantu perpustakaan untuk memeriksa transaksi dan mendeteksi semua koleksi seperti buku diletakkan di rak yang salah.
Adapun indikator dari fungsi Inventory Control yaitu:
a. Melacak ketersediaan koleksi di rak
b. Mampu membaca sendiri, shelving, pengurutan, pencarian dan penyiangan koleksi di rak
c. Alarm berbunyi jika letak Call Number salah d. Desain mudah, tanpa kabel dan ergonomis 5. Anti-theft detection station/ Sensor Gate
Sensor Gate atau gerbang sensor dirancang untuk mendeteksi dan membaca informasi dari tag RFID. Gerbang sensor digunakan untuk menghindari pencurian di perpustakaan. Untuk mendeteksi pencuri, security gate atau gerbang keamanan akan mengeluarkan suara seperti alarm jika ada tag yang tidak dinonaktifkan dan melewatinya. Sistem keamanan tidak memerlukan link ke database pusat.
Adapun indikator dari fungsi Anti-theft detection station/ Sensor Gate yaitu:
a. Mendeteksi buku yang dibawa keluar
b. Meminimalkan pencurian koleksi perpustakaan
c. Mengaktifkan alarm sensor jika tag pada buku tidak dinonaktifkan d. Mendeteksi buku dari jarak ±1 meter
6. Staff Work Station
Staff Work Station merupakan tempat yang digunakan staf untuk mengisi dan mengosongkan tag pada buku, membuat rekod buku baru, menyortir buku dan lain-lain. Untuk melakukan pekerjaan ini dibutuhkan alat seperti pembaca dan PC. Kegiatan penandaan/pemrograman buku baru diawali dengan buku dimasukkan ke pembaca, nomor akses dokumen dibaca dengan bantuan pemindai kode batang kemudian data diunduh dari sistem manajemen perpustakaan.
Adapun indikator dari fungsi Staff Work Stationyaitu:
a. Melakukan programming (entri data pada buku baru) b. Mengedit tag buku
c. Tidak memerlukan koneksi ke sistem sirkulasi otomasi d. Konversi ID dari barcode ke label RFID
Selanjutnya Kern dan Nauer (2004, 3) menyatakan bahwa ada tujuh fungsi RFID di perpustakaan, diantaranya:
1. Counter
Counter merupakan tempat untuk mengawasi keluar masuknya bahan pustaka. Counter biasanya terletak di dekat pintu masuk yang berfungsi untuk mengendalikan keamanan (sensor gates) pada saat pengguna selesai melakukan peminjaman mandiri.
Adapun indikator dari fungsi Counteryaitu:
a. Dekat dengan pintu masuk/keluar
b. Berukuran kecil karena kurang banyak fungsi yang dibutuhkan c. Tidak ada plat logam di meja agar tidak mempengaruhi kinerja RIFD d. Ada jarak antar antena keyboard dan reader dari staff station
e. Ruang yang cukup untuk penempatan barang yang tidak diproses atau diolah selain antena.
2. Self Check Out Station
Terdapat sejumlah parameter yang harus diperhitungkan saat membuat desain pada meja kerja stasiun ini, yaitu seperti penanganan dan distribusi khusus gelombang elektromagnetik.
Adapun indikator dari fungsi Self Check Out Stationyaitu:
a. Dekat dengan counter untuk membantu pengunjung jika mereka memiliki masalah
b. Merpertimbangkan area privasi di sekitar (konten di layar tidak boleh terlihatdari pengunjung yang menunggu)
c. Jarak minimal 2 m antara Self Check Out Station d. Jarak minimal 4 m ke antena Sensor Gate
e. Dapat digunakan untuk menempatkan barang olahan di samping f. Stasiun cek mandiri tambahan dapat ditempatkan di bagian khusus
perpustakaan
g. Anak-anak dan orang cacat membutuhkan stasiun yang lebih rendah 3. Security/Sensor Gates
Untuk fungsi yang optimal, antena dipasang pada jarak 90 cm. Dapat menggunakan 2 atau 3 antena secara berurut. Cakupan pintu masuk harus lebih lebar (> 2 x 0,90 m) yang membutuhkan konfigurasi antena khusus.
Antena dapat mendeteksi barang-barang yang dibawa sedalam 35 cm.
Adapun indikator dari fungsi Security/Sensor Gatesyaitu:
a. Dekat dengan counter untuk akses langsung b. Terkoneksi untuk koleksi video
c. Jarak ke pintu 0,5 m d. Jarak ke rak min. 4 m
e. Tidak ada logam di sekitarnya f. Lebar 90 cm (atau 2 x 90 cm)
g. Pertimbangkan tanaman untuk diletakkan di samping jika pintu lebih lebar
h. Tidak ada sistem pemanas lantai di area dekat antena gerbang
i. Beberapa tempat untuk modul pembaca RFID harus diberikan jarak 6 m dari antena
j. Kabel data langsung ke penghitung untuk melacak nomor item 4. Book Return Station
Semua stasiun pengembalian buku dipasang di ruang lobi. Stasiun ini menawarkan akses 24 jam sekaligus pengendalian pengguna. Pengguna harus mengidentifikasi data diri dalam ruang lobi sama seperti penggunaan mesin ATM. Hal ini mengurangi kemungkinan kerusakan dan vandalism ke stasiun. Stasiun pengembalian buku terletak di luar bangunan dan membutuhkan desain yang lebih kasar.
Perhatian khusus harus diberikan ke ruangan di belakang stasiun, antara lain:
a. Jika tidak ada unit penyortir, setidaknya ada cukup ruang untuk wadah yang lebih besar dan ruang logistik
b. Jumlah item yang dikembalikan pada akhir pekan menentukan ukuran wadah
Selama buku dikembalikan secara otomatis, pendeteksian kelengkapan atau kerusakan dilakukan di ruangan lain sebelum kembali ke rak.
Adapun indikator dari fungsi Book Return Stationyaitu:
a. Dibangun ke dinding atau berdiri sendiri
b. Dengan atau tanpa menyortir, ruang untuk perpanjangan harus dipertimbangkan
c. Bisa diakses pada jam tutup perpustakaan, idealnya di ruang lobi perpustakaan yang bisaditutup menuju ruang perpustakaan utama (mirip dengan bank)
d. Dapat diakses dari luar
e. Dapat diakses di lokasi yang berbeda (jauh dari perpustakaan) 5. Access Control
Pintu ke stasiun pengembalian buku otomatis harus dilengkapi dengan sistem kontrol akses. Hal ini dapat dilakukan dengan kartu magnetik pengguna. Letak antena pembaca kartu RFID harus dekat dengan pintu masuk peminjaman mandiri. Kontrol akses ini berfungsi untuk mengatur pengembalian mandiri dan menyesuaikan antara kartu pengguna dengan kode dalam tag buku.
Adapun indikator dari fungsi Access Control yaitu:
a. Dapat mengidentifikasi kartu pengguna RFID b. Letak antena (reader) di samping pintu
c. Tidak ada logam yang berjarak 25 cm dari antena 6. Payment Station
Stasiun ini berfungsi melakukan identifikasi keterlambatan pengembalian bahan pustaka melalui kartu pengguna. Terletak di dekat Counter dan
dapat diakses selama 24 jam. Mesin pada stasiun ini mirip dengan mesin pembayaran parkir yang berdiri sendiri dan terintegrasi ke dinding.
Adapun indikator dari fungsi Payment Station yaitu:
a. Terletak di lobi
b. Dapat mengidentifikasi kartu pengguna RFID 7. Inventory Wand
Poin yang harus dipertimbangkan untuk stasiun ini, yaitu:
1) Alokasi kabel dalam buku: untuk mencapai jarak terdekat antara label dan antena pembaca dan jarak maksimum antara rak logam, label harus diletakkan ditengah sampul buku (konsiste di depan atau belakang) dekat dengan tulang belakang.
2) Rak yang ideal terbuat dari logam.
Adapun indikator dari fungsi Inventory Wandyaitu:
a. Memeriksa posisi label yang benar dalam buku b. Hindari rak logam
Berdasarkan kedua pendapat di atas, dapat diketahui bahwa fungsi-fungsi RFID di perpustakaan terletak pada bagian Counter, Self Check-Out Station, Check In Station (Book Drop Station), Book Sorting Station, Inventory Control, Anti-theft detection station/ Sensor Gate, Staff Work Station, Access Control dan Payment Station.