• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fungsi, Tugas, dan Syarat Koperasi Primer

136 Pasal 5

31/45/KEP/DIR/

1998

Koperasi Primer berfungsi sebagai:

a. Pelaksana pemberian KKPA (executing agent); atau b. Penyalur KKPA (channeling agent).

137 Pasal 6

31/45/KEP/DIR/

1998

(1) Dalam hal Koperasi Primer berfungsi sebagai Pelaksana pemberian KKPA, maka tugas Koperasi Primer adalah melakukan:

a. Pengajuan usulan proyek yang akan dibiayai;

b. Seleksi anggota yang layak dibiayai;

c. Penyaluran KKPA kepada anggota;

d. Pengawasan penggunaan KKPA;

e. Pembinaan kepada anggota;

f. Penagihan angsuran KKPA; dan g. Administrasi pemberian KKPA.

(2) Koperasi Primer bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan atas risiko pengembalian KKPA secara penuh.

(3) Penandatanganan akad kredit dilakukan oleh pengurus Koperasi Primer dan Bank.

138 Pasal 7

31/45/KEP/DIR/

1998

(1) Dalam hal Koperasi Primer berfungsi sebagai Penyalur KKPA, maka tugas Koperasi Primer adalah melakukan:

a. Pengajuan usulan proyek yang akan dibiayai;

b. Seleksi anggota yang layak dibiayai;

c. Koordinasi penyaluran KKPA kepada anggota;

d. Pengawasan penggunaan KKPA;

e. Pembinaan kepada anggota;

f. Penagihan angsuran KKPA; dan g. Administrasi penyaluran KKPA.

(2) Koperasi Primer bertanggung jawab atas pelaksanaan tuga sebagaimana dimaksud pada ayt (1).

(3) Penandatanganan akad kredit dapat dilakukan oleh Bank dengan:

a. Masing-masing anggota Koperasi Primer, yang harus diketahui oleh pengurus Koperasi Primer; atau

b. Koperasi Primer yang bertindak atas nama masing-masing anggota

62

Paragraf Sumber Regulasi Ketentuan

Koperasi Primer berdasarkan surat kuasa anggota kepada Koperasi Primer. Contoh surat kuasa sebagaimana terlampir dalam Lampiran 1 Surat Keputusan ini (Lampiran 23 dalam kodifikasi ini).

139 Pasal 8

31/45/KEP/DIR/

1998

(1) Koperasi Primer yang dapat melaksanakan pemberian atau menyalurkan KKPA adalah Koperasi primer yang sudah menjadi badan hukum dan bukan merupakan Koperasi Karyawan.

(2) Koperasi Karyawan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), adalah Koperasi yang seluruh atau sebagian anggotanya merupakan karyawan suatu perusahaan, instansi, atau badan hukum lain yang dipersamakan dengan itu.

BAB V

Syarat-Syarat KKPA

140 Pasal 9

31/45/KEP/DIR/

1998

(1) Jumlah KKPA yang dapat diberikan kepada masing-maisng anggota Koperasi Primer disesuaikan dangen kebutuhan dan kemampuan megembalikan KKPA (dengan jumlah maksimum sebesar Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

(2) Khusus untuk pembiayaan modal kerja di sektor perdagangan dan jasa sebagaimana disebut dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b (Paragraf 134 ayat (1) huruf b dalam kodifikasi ini), jumlah KKPA yang dapat diberikan maksimum sebesar Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) per anggota.

(3) Untuk pemberian KKPA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), Bank mensyaratkan adanya pemupukan tabungan anggota Koperasi Primer, atau tabungan Koperasi Primer dan anggota Koperasi Primer.

141 Pasal 3 PBI 6/26/2004 Ayat (1)a.1

Pasal 10

31/45/KEP/DIR/

1998 Ayat (2) – (4)

(1) Suku bunga kredit dari Bank kepada debitur, ditetapkan sebesar 14%

(empat belas persen) setahun.

Suku bunga dimaksud tidak dikenakan secara bunga berbunga.

(2) Dalam suku bunga sebagaimana dimaksudpada ayat (1) termasuk imbalan sebesar 2% (dua perseratus) setahun bagi Koperasi Primer dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Dalam hal Koperasi Primer bertindak sebagai Pelaksana pemberian KKPA, maka seluruh imbalan diberikan kepada Koperasi Primer dan pembayaran dilakukan sebagai berikut:

1) Sebesar 50% (lima puluh perseratus) dari imbalan dibayarkan kepada Koperasi Primer atas dasar realisasi pembayaran angsuran pokok dan bunga oleh anggota Koperasi Primer; dan

2) Sisanya disimpan dalam bentuk tabungan beku pada Bank dan dikembalikan setelah diperhitungkan dengan tunggakan yang timbul pada saat KKPA jatuh tempo. Tabungan tersebut diberi bunga sebesar suku bunga yang berlaku oada Bank yang bersangkutan.

b. Dalam Hal Koperasi Primer bertindak sebagai Penyalur KKPA, maka 50%

(lima puluh perseratus) dari imbalan diberikan kepada Koperasi Primer atas dasar realisasi pembayaran angsuran pokok dan bunga oleh anggota Koperasi Primer, dan sisanya menjadi bagian penerimaan Bank.

Contoh perhitungan imbalan bagi Koperasi Primer sebagaimana terlampir dalam Lampiran 2.a dan 2.b Surat Keputusan ini (Lampiran 24 dan 25 dalam kodifikasi ini).

(3) Imbalan bagi Koperasi Primer selama masa tenggang tidak diberikan,

63

Paragraf Sumber Regulasi Ketentuan

sehingga suku bunga yang dibayarkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berkurang dengan 2% (dua perseratus) setahun.

(4) Bunga KKPA selama masa tenggang dapat dikapitalisasikan menjadi pokok pinjaman.

142 Pasal 11

31/45/KEP/DIR/

1998

(1) Suku bunga KKPA dan imbalan sebagaimana dimaksud pada Pasal 10 (Paragraf 141 dalam kodifikasi ini) bersifat tidak tetap dan dapat ditinjau kembali.

(2) Perubahan suku bunga KKPA dan atau imbalan bersifat otomatis walaupun jangka waktu KKPA belum berakhir.

(3) Tata cara perubahan suku bunga dan imbalan akan diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia.

143 Pasal 12

31/45/KEP/DIR/

1998

Jangka waktu KKPA didasarkan pada kemampuan anggota Koperasi Primer untuk membayar kembali KKPA dari Usaha Produktif yang dibiayai, dengan ketentuan:

a. Jangka waktu KKPA untuk pembiayaan investasi disesuaikan dengan kemampuan nyata Usaha Produktif yang dibiayai, dengan maksimum 15 (lima belas) tahun;

b. Jangka waktu KKPA untuk pembiayaan modal kerja adalam maksimum 1 (satu) tahun;

c. Jangka waktu KKPA untuk pembiayaan modal kerja bagi pembiayaan tanaman musiman tertentu dimungkinkan lebih dari 1 (satu) tahun;

d. Jangka waktu KKPA untuk pembiayaan modal kerja yang terkait dengan investasi sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah maksimum 5 (lima) tahun;

e. Jangka waktu KKPA untuk pembiayaan investasi dan pembiayaan modal kerja sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf d, termasuk masa tenggang uang lamanya disesuaikan dengan kemampian nyata Usaha Produktif yang dibiayai.

144 Pasal 13

31/45/KEP/DIR/

1998

Commitment fee, provisi kredit, dan biaya lainnya tidak dipungut.

145 Pasal 14

31/45/KEP/DIR/

1998

Jaminan kredit ditetapkan sesuai ketentuan dalam Pasal 8 Undang-undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan.

146 Pasal 15

31/45/KEP/DIR/

1998

(1) Sumber pembiayaan KKPA berasal dari kredit likuiditas Bank Indonesia sebesar 100% (seratus perserauts).

(2) Risiko atas kredit likuiditas KKPA ditanggung sepenuhnya oleh Bank.

147 Pasal 3 PBI 6/26/2004 Ayat (1)a.2

Pasal 16

31/45/KEP/DIR/

1998

(1) Suku bunga KLBI dari Bank Indonesia atau BUMN Kordinator kepada Bank, ditetapkan sebesar 7% (tujuh persen) setahun.

Suku bunga dimaksud tidak dikenakan secara bunga berbunga.

(2) Suku bunga kredit KKPA dihitung dan dibebankan setiap bulan.

(3) Perubahan suku bunga kredit likuiditas KKPA sebagaimanadimaksud pada ayat (1) akan diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia.

64

Paragraf Sumber Regulasi Ketentuan

148 Pasal 17

31/45/KEP/DIR/

1998

Jangka waktu kredit likuiditas KKPA diatur sebagai berikut:

a. Untuk Plafon Induk ditentukan maksimum 16 (enam belas( tahun bagi pembiayaan investasi dan 6 tahun bagi pembiayaan modal kerja;

b. Untuk plafon individual ditentukan sama dengan jangka waktu KKPA yang dihitung sejak tanggal Surat Persetujuan Kredit Likuiditas Individual (SPK Individual).