159 Pasal 28
31/45/KEP/DIR/
1998
(1) Atas dasar penyediaan kredit likuiditas KKPA sebagaimana dimaksud pada Pasal 26 (Paragraf 157 dalam kodifikasi ini), Bank wajib mengajukan rencana penarikan kredit likuiditas KKPA kepada Bank Indonesia dengan ketntuan sebagai berikut:
a. Untuk proyek tidak bertahap, rencana penarikan kredit likuiditas sesuai kebutuhan proyek; dan
b. Untuk proyek bertahap, rencana penarikan kredit likuiditas KKPA sebagaimana terlampir dalam Lampiran 4 Surat Keputusan ini (Lampiran 28 dalam kodifikasi ini).
66
Paragraf Sumber Regulasi Ketentuan
(2) Dalam hal Bank Indonesia menyetujui permohonan penarikan kredit likuiditas KKPA dan Bank telah memenuhi persyaratan penarikan kredit likuiditas KKPA, maka pelimpahan kredit likuiditas KKPA dapat dilaksanakan.
(3) Pelimpahan kredit likuiditas KKPA sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dilakukan dengan cara pemindahbukuan dengan memperhatikan rencana penarikan kredit likuiditas KKPA yang telah disampaikan sebelumnya dan telah disetujui oleh Bank Indonesia.
(4) Dalam hal terjadi perubahan jadwal penarikan kredit likuiditas, maka Bank wajib menyampaikan perubahannya untuk mendapat persetujuan kembali dari Bank Indonesia.
160 Pasal 29
31/45/KEP/DIR/
1998
Dalam hal membiayai proyek bertahap (multi years), maka Bank wajib mengajukan permohonan alokasi Plafon Individual yang telah disetujui atas beban Plafon Induk tahun anggaran yang bersangkutan.
161 Pasal 30
31/45/KEP/DIR/
1998
(1) Pelimpahan kredit likuiditas KKPA untuk proyek dengan masa pembangunan bertahap, dilakukan sebagai berikut:
a. Untuk triwulan I dan triwulan II dapat dilimpahkan seluruhnya sesuai dengan rencana penarikan kredit likuiditas KKPA yang telah disetujui oleh Bank Indonesia;
b. Untuk triwulan III dilakukan dengan memperhatikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) triwulan I atas penggunaan kredit yang telah ditarik pertama kali;
c. Untuk triwulan IV dilakukan dengan memperhatikan LPJ triwulan II; dan d. Untuk triwulan selanjutnya dengan cara yang sama.
(2) Pelimpahan kredit likuiditas KKPA untuk triwulan III dan seterusnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, huruf c, dan huruf d, dilakukan sesuai dengan rencana penarikan triwulan yang bersangkutan, setelah diperhitungkan dengan kelebihan/kekurangan pelimpahan kredit likuiditas KKPA.
(3) Pelimpahan kredit likuiditas KKPA untuk pertama kali dapat dilakukan pada triwulan ke-1, triwulan ke-2, triwulan ke-3 atau triwulan ke-4 tahun anggaran.
162 Pasal 31
31/45/KEP/DIR/
1998
(1) LPJ sebagaimana dimaksud pada Pasal 30 ayat (1) huruf b (Paragraf 161 ayat (1) huruf b dalam kodifikasi ini) dibuat oleh Perusahaan Inti dan telah disahkan oleh Bank, yang terdiri atas Laporan Perkembangan Proyek dan Laporan Realisasi Kredit. Bentuk LPJ sebagaimana terlampir dalam Lampiran 5 Surat Keputusan ini (Lampiran 29 dalam kodifikasi ini.
(2) LPJ harus sudah diterima oleh Bank Indonesia selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja awal dua triwulan berikutnya, yaitu LPJ triwulan I telah diterima pada 7 (tujuh) hari kerja awal triwulan III, LPJ triwulan II telah diterima pada 7 (tujuh) hari kerja awal triwulan IV, dan seterusnya.
(3) Dalam hal LPJ diterima oleh Bank Indonesia melebihi batas waktu sebagaimana ditetapkan pada ayat (2), maka penyampaian LPJ tersebut akan dikenakan sanksi sebagai berikut:
a. Untuk keterlambatan sampai dengan 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal batas waktu penyampaian LPJ, Bank dikenakan kewajiban membayar sebesar Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah); dan
b. Untuk keterlambatan lebih dari 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal batas
67
Paragraf Sumber Regulasi Ketentuan
waktu penyampaian LPJ, Bank dikenakan kewajiban membayar sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah).
(4) Kewajiban membayar sebagaimana dimaksud pada ayat (3), akan dibebankan kepada rekening giro Bank pada Bank Indonesia.
(5) Sanksi keterlambatan penyampaian LPJ sebagaimana dimaksud pada ayat (3), tidak dapat dibebankan kepada proyek atau menjadi beban KKPA.
163 Pasal 32
31/45/KEP/DIR/
1998
(1) Kredit likuiditas KKPA yang telah ditarik oleh Bank wajib direalisasikan kepada Koperasi Primer dalam jangka waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak kredit likuiditas KKPA dilimpahkan.
(2) Bank wajib menyampaikan bukti realisasi kredit kepada Koperasi Primer.
Bukti tersebut selambat-lambatnya diterima oleh Bank Indonesia 15 (lima belas) hari sejak kredit likuiditas KKPA dilimpahkan.
(3) Dalam hal kredit likuiditas KKPA tidak direalisasikan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka kepada Bank akan dikenakan suku bunga berbeda sebesar suku bunga deposito 1 (satu) bulan yang berlaku pada Bank yang bersangkutan pada saat kredit likuiditas KKPA dilimpahkan.
(4) Pengenaan suku bunga sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dihitung sejak tanggal pelimpahan kredit likuiditas KKPA sampai tanggal realisasi KKPA kepada nasabah.
(5) Suku bunga berbeda sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikenakan atas jumlah kredit likuiditas KKPA yang terlambat direalisasikan
164 Pasal 33
31/45/KEP/DIR/
1998
(1) Angsuran atau pelunsasan kredit likuiditas KKPA ditetapkan oleh Bank Indonesia atas dasar usulan dari Bank dengan memperhatikan kondisi proyek dan kemampuan membayar kembali anggota Koperasi Primer.
(2) Dalam hal Bank Indonesia tidak menerima surat permohonan perpanjangan jangka waktu kredit likuiditas KKPA selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum jadwal atau pelunasan kredit likuiditas KKPA berakhir, maka Bank Indonesia akan menarik kredit likuiditas KKPA dimaksud.
BAB IX
Laporan
165 Pasal 34
31/45/KEP/DIR/
1998
(1) Kantor Bank yang wajib menyampaikan laporan adalh kantor Bank yang menerima penyediaan Plafon Individual.
(2) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), adalah:
a. Untuk proyek bertahap:
1. Laporan Keuangan Proyek yang dibiayai KKPA, yang disampaikan setiap akhir tahun takwim sampai dengan kredit lunas;
2. Laporan Penyelesaian Proyek yang disusun oleh Konsultan Independen, yang disampaikan pada akhir tahun terakhir masa tenggang; dan
3. LPJ, yang disampaikan setiap triwulan selama masa pembangunan;
b. Untuk proyek tidak bertahap:
1. Laporan Keuangan Proyek yang dibiayai KKPA, yang disampaikan setiap akhir tahun takwim sampai dengan kredit lunas; dan
2. Laporan Perkembangan Proyek (LPP), yang disampaikan setiap akhir tahun takwim sampai dengan jangka waktu KKPA berakhir; dan Bentuk LPP sebagaimana terlampir dalam Lampiran 6 Surat Keputusan ini (Lampiran 30 dalam kodifikasi ini).
68
Paragraf Sumber Regulasi Ketentuan
c. Laporan perkembangan kredit dengan menggunakan formulir KKA, KKB, dan KKC, yaitu:
1. Formulir KKA digunakan oleh Bank untuk melaporkan tentang adanya pemberian KKPA baru, yang merupakan data dasar tentang kredit yang telah diberikan Bank, mencakup antara lain jenis kredit, plafon kredit, suku bunga, dan sektor ekonomi;
2. Formulir KKB digunakan oleh Bank untuk melaporkan adanya perubahan atau koreksi atas data yang sebelumnya disampaikan dengan menggunakan formulir KKA; dan
3. Formulir KKC adalah formulir yang digunakan oleh Bank untuk melaporkan posisi baki debet dan tunggakan kredit nasabahnya setiap bulan.
Contoh formulir KKA, KKB, dan KKC sebagaimana terlampir dalam Lampiran 7.a, 7.b, dan 7.c Surat Keputusan ini (Lampiran 31, 32, dan 33.
Dalam kodifikasi ini.
(3) Laporan sebagaimana dimaksud pada aya (2) huruf c, harus sudah diterima Bank Indonesia selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya.
BAB X
Ketentuan Peralihan
166 Pasal 35
31/45/KEP/DIR/
1998
(1) Ketentuan dalam Surat Keputusan ini berlaku bagi KKPA yang Plafon Indiviualnya disetujui Bank Indonesia atas beban Plafon Induk sejak tahun anggaran 1998/99, kecuali ditentukan lain oleh Direksi Bank Indonesia.
(2) Pembiayaan Plafon Individual untuk proyek bertahap (multi years) atas beban Plafon Induk sebelum tahun anggaran 1998/99 tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam SPK Plafon Individual masing-masing proyek.
(3) Untuk pelaporan KKPA yang Plafon Individualnya disetujui Bank Indonesia atas beban Plafon Induk sebelum tahun anggaran 1998/99, berlaku ketentuan pelaporan sebagaimana diatur pada Pasal 34 (Paragraf 165 dalam kodifikasi ini).