Bab II. Materi Teknik Bangunan
A. Gambar, Autocad, dan Struktur Bangunan
1. Membedakan Gambar Denah, Tampak, dan Potongan
Gambar denah, tampak dan potongan bersifat ortagonis: arah penglihatan orang yang melihat gambar tersebut dianggap tegak lurus terhadap bidang gambar maupun permukaan bangunanyang dilihatnya. Dengan demikian permukaan bidang gambar selalu sejajar dengan permukaan utama dari bangunan.
Gambar 1.1 Contoh Gambar Ortagonis
Dalam menggunakan gambar-gambar denah, tampak dan potongan untuk menunjukkan karya gambar bangunan, Sebenarnya kita menggunakan cara yang abstrak untuk menunjukkan sesuatu yang nyata.
Gambar 1.2 Hubungan Gambar Denah, Potongan, dan Tampak
Walaupun keempat objek ini mempunyai bentuk yang berbeda-beda, semua gambar denahnya (pandangan dan atas) tampak sama. Oleh karena itu, hubungan antara gambar denah, potongan dan tampak sangat erat untuk menjelaskan arti dari apa yang kita gambar. Jika gambar-gambar denah, tampak dan potongan dipakai untuk menjelaskan sebuang gambar, kita harus melihatnya sebagai suatu rangkaian beberapa arah pandangan yang satu dengan yang lain mempunyai kaitan yang sangat erat yang menjelaskan apa yang kita gambar.
Gambar 1.3
Gambar Denah, Potongan, dan Tampak
Denah dan potongan bangunan keduanya merupakan potongan atau irisan: denah terpotong menurut arah horizontal; potongan merupakan irisan arah vertikal. Di dalam gambar-gambar kerja (untuk pelaksanaan denah dan potongan) menunjukkan bagaimana bangunan tersebut dirangkai, di dalam gambar-gambar perencanaan atau penyajian tujuannya adalah untuk menunjukkan bentuk dai hubungan ruang-ruangnya maupun sifat-sifat unsur dai permukaan bidang yang membentuk ruang- ruang tersebut.
Gambar denah adalah pandangan dari atas potongan horizontal suatu bangunan di mana bagian atas dari bangunan yang terpotong dihilangkan.
Potongan horisontal biasanya melewati semua unsur-unsur vertikal dan semua pintu maupun
jendela. Umumnya potongan ini terletak 4’(1 meter)
di atas lantai, tetapi ini bisa sedikit bergeser tergantung dan apa yang akan ditunjukkan.
Gambar denah biasanya dibuat dengan skala 1:100 tetapi untuk bangunan-bangunan yang besar dan
komplek-kompleks bangunan, skalanya bisa lebih kecil lagi. Semakin besar skala denahnya, semakin detail yang harus ditunjukkan supaya gambarnya lebih berarti dan terpercaya.
Gambar 1.4
Denah Sebagai Irisan Bangunan
2. Membedakan Gambar Proyeksi
Dalam gambar teknikbentuk suatu benda atau obyek selalu digambarkan dalam suatu gambar proyeksi. Pada hakekatnya gambar proyeksi ini dibagi dalam 3 (tiga) bagian yaitu:
- Proyeksi Ortogonal - Proyeksi Piktorial dan
- Proyeksi Perspektif / Gambar Perspektif
Pada proyeksi ortogonal benda atau obyek dapat dilihat dalam satu arah bidang saja, misalnya dari arah muka, samping atau atas, dan seterusnya. Sedangkan pada proyeksi piktorial benda atau obyek dapat dilihat langsung dalam tiga arah bidang pandangan dari arah depan, samping dan atas, sehingga memberikan kesan gambaran yang lebih nyata pada benda atau obyek tersebut, dan pada proyeksi perspektif / gambar perspektif serupa dengan gambar proyeksi piktorial, namun pada gambar ini mempunyai kekhususan dalam tarikan garisnya selalu menuju pada satu titik yang dinamakan titik hilang, dan sering digunakan dalam gambar arsitektur, dari ketiga bagian ini sering dilakukan pada proyek / pekerjaan dibidang teknik sipil terutama pada pembangunan gedung.
3. Proyeksi Ortogonal
Gambar proyeksi ortogonal dipergunakan untuk memberikan informasi yang lengkap dan tepat dari suatu benda tiga dimensi dengan meletakan benda dan bidang-bidangnya sejajar dengan bidang proyeksi terutama bidang yang penting diletakkan sejajar dengan bidang proyeksi vertikal.
Proyeksi ortogonal memberi gambaran lengkap dari benda dalam beberapa bidang proyeksi. dengan menggabungkan gambar proyeksi dari beberapa bidang proyeksi tersebut dapat diperoleh gambaran yang jelas dari benda yang dimaksud.
Karena proyeksi ortogonal memberikan gambaran dari benda dalam beberapa bidang proyeksi maka cara proyeksi ini juga dikenal dengan istilah gambar pandangan majemuk.
Cara menggambar proyeksi ortogonal ada dua cara yaitu : a. Proyeksi Eropa (Kuadran I)
Cara Eropa, memberikan bentuk pandangan yang dilihat dari bidang yang dibekangnya/ baliknya sehingga bila dibandingkan dengan cara Amerika pandangannya berlawanan, tetapi untuk pandangan depan tetap ditengah cara ini banyak dipakai negara Eropa kecuali Belanda.
b. Proyeksi Amerika (Kuadran III )
Cara Amerika, memberikan bentuk pandangan proyeksi dari bidang yang dilihat, jadi misalnya pandangan sisi kiri harus ditempatkan pada sisi tersebut. begitu pula pada pandangan yang lain, misalnya pandangan atas, harus diatas dan seterusnya kecuali pandangan depan tetap ditengah, cara ini banyak dipakai di negara- negara Pantai Laut Pasifik misalnya USA, Kanada Jepang. Korea-Australia dan bagaimana dengan Indonesia ?
Gambar 1.5 Proyeksi Eropa
Gambar 1.6 Proyeksi Amerika 4. Sistem Kuadran
Kemudian pada tata letak menggambarnya proyeksi ortogonal ada 4 (empat) model dalam satuan sistem kuadran yaitu :
a. Kuadran I (biasa disebut sebagai cara proyeksi Eropa/Gambar 1.7 dan 1.8) b. Kuadran II
c. Kuadran III (biasa disebut sebagai cara proyeksi Amerika) d. Kuadran IV.
5. Menggunakan Program Autocad
CADD merupakan sistem komputer yang memberikan kemudahan dalam proses penggambaran melalui otomatisasi yang dimilikinya. CADD juga menggantikan tugas-tugasyang membosankan dan memakan waktu lama, misalnya pengulangan gambar dalam jumlah besar. CADD juga menawarkan kecermatan dan ketepatan gambar yang tinggi, kemampuan memperbesar (zooming) yangtidak terbatas, sehingga memudahkan kita melihat bagian-bagian gambar dengan cepat dan tepat. Salah satu software CADD dikeluarkan perusahaan Autodesk bernama AutoCAD.
Gambar 1.7
Bidang Koordinat Utama Pada Sistem Kuadran
Gambar 1.8 Bukaan Sistem Kuadran
Untuk menjalankan AutoCAD, mula-mula klik tombol ‘Start’ pada sudut kiri bawah tampilan
Windows, kemudian arahkan kursor pada item ‘All Programs’ dan pilihlah Autodesk → AutoCAD.
Tampilan AutoCAD yang pertama kali atau disebut AutoCAD Screen akan muncul seperti pada Gambar 1.9 baik pada saat memulai suatu file baru maupun membuka file yang telah ada.
Gambar 1.9 Tampilan Awal AutoCAD Keterangan :
- Command Window / Command Line, adalah tempat memasukkan perintah melalui keyboard
dan melihat pesan-pesan atau penuntun tiap perintah yang diberikan oleh AutoCAD. Command Line ini dapat diubah ukuran dan letaknya sesuai dengan kemauan kita.
- Status Bar, selalu terletak di sebelah bawah dari menu AutoCAD, menunjukkan informasi
koordinat dan setting yang bekerja pada saat kita menggambar seperti grid, snap, dan model/paperspace
- Drawing Area, merupakan area tempat kita menggambar atau mengedit gambar - Scrollbars, untuk menggeser tampilan, baik secara vertikal maupu horisontal
- Menu Bar, berisi pull-down menus, yang dapat diaktifkan dengan menggerakkan kursor menuju
menu bar dan menentukan pilihan dengan menekan tombol kiri mouse. Ketika anda memilih salah satu menu, menu tersebut akan memperlihatkan berbagai pilihan dimana anda dapat memilih satu dari berbagai pilihan tersebut.
- Floating Toolbar, merupakan menu atau perintah yang berbentuk gambar. Ketika ursor
terletak di atas gambar, akan tampil keterangan perintah dari gambar tersebut. Jika pada gambar tersebut terdapat tanda segitiga di sebelah kanan bawah (flyout indicator), hal itu menandakan gambar tersebut mempunyai gambar atau perintah berikutnya (sub-command).
- Cursor Menu, merupakan menu yang tampil jika kita menggabungkan tombol keyboard dengan
tombol mouse, misalnya Shift + tombol kanan mouse untuk menampilkan Object Snap Mode dan Filters Menu
- Dialogue Boxes, merupakan tampilan pendukung perintah yang kita masukkan melalui
keyboard atau melalui menu pick
- Crosshairs Cursor, merupakan alat gambar dan alat pemilih objek - UCS Icon, merupakan tanda letak bidang gambar
6. Skala Gambar Satuan Sistem Internasional (SI)
Sistem metrik secara resmi dipergunakan di Perancis pada tahun 1866. Sistem ini dibagi dalam dua kelompok/bagian:
- Sistem MKS (meter- kilogram – sekon) - Sistem CGS (centimeter – gram – sekon)
a. Sistem MKS dan CGS
Pada tahun 1960 Conference Generale des Poids st Measures (CGPM) meresmikan suatu sitem
satuan yang dikenal sebagai System Internationale d’United disingkat SI.SI adalah suatu satuan
yang koheren bila hasil kali atau hasil bagi antara dua satuan besaran dalam suatu sistem akan menghasilkan satuan besaran lainnya. Setiap sistem koheran satuan luas dihasilkan bila satuan panjang dikalikan dengan satuan lebar, kecepatan bila satuan jarak dibagi dengan satuan waktu dan satuan gaya dihasilkan dari satuan massa dikalikan dengan satuan percepatan.Dalam Si ini terdapat tujuh besaran pokok berdimensi dan dua buah besaran tambahan tak berdimensi. Simensi adalah suatu besaran yang tersusun oleh besaran pokok.
Tabel 1.1 Besar Pokok Dalam SI
Tabel 1.2 Besaran Tambahan
b. Besaran turunan
Besaran turunan adalah besaran-besaran yang terbentuk dari besaran-besaran pokok. Bila besaran pokok kita gunakan dalam pengukuran besaran-besaran turunan maka akan diperoleh:
Tabel 1.3 Besaran Turunan
7. Skala Gambar
Untuk menggambarkan benda dalam kertas gambar agar dapat dilihat dengan jelas maka perlu adanya pengaturan letak gambar dan besar kecilnya gambar.Dengan penampilan gambar sesuai dengan proporsi dan ketentuan dalam penggambaran maka gambar akan terlihat menjadi baik.Skala adalah perbandingan antara obyek aslinya turunan pandangan, baik perbandingan diperbesar ataupun perbandingannya diperkecil dari bentuk aslinya.Pada prinsipnya penggunaan skala dapat dibagi menjadi:
- skala mendatar (horisontal) - skala tegak (vertikal) - skala kemiringan - skala balok
a. Cara Perhitungan Besaran Skala
Sebagai contoh kita mau menggunakan skala 1 : 100, sedangkan yang akan digunakan dalam penggambaran dalam milimeter (mm), dan obyek aslinya menggunakan meter (m), maka 1 m → 1000 mm. Jadi penggambaran skala 1 : 100 menjadi 1000 mm : 100 = 10 mm = 1 cm untuk setiap 1 meter (obyek asli).
b. Skala Mendatar (Horisontal)
Skala yang menyatakan arah perbandingan ukurannya mendatar
Gambar 1.10 Skala Mendatar
c. Skala Tegak (Vertikal)
Skala yang menyatakan arah perhitungan perbandingan ukurannya tegak. Penggambaran ini biasanya dipergunakan untuk menyatakan ketinggian bangunan yaitu yang terlihat dalam gambar potongan
Gambar 1.11 Skala Tegak
d. Skala Kemiringan
Skala yang menyatakan perbandingan antara sisi tegak dan sisi mendatar, sehingga mendapatkan hasil kemiringan suatu lereng atau kemiringan dataran. Dan dapat juga dipakai pedoman dalam menentukan kemiringan saluran untuk arah pengaliran.
Gambar 1.12 Skala Kemiringan
e. Skala Balok
Skala yang menyatakan perbandingan antara ukuran gambar yang diperkecil atau diperbesar tidak sesuai aturan. Gambar balok sudah diukur berdasarkan skala awal. Jadi skala yang dibuat mengikuti perbandingan panjang balok, karena bila diperhitungkanakan mengalami kesulitan dalam perkaliannya.
Gambar 1.13 Skala Balok
8. Jenis dan Garis Gambar
Sebuah garis dalam sebuah gambar bangunan mempunyai makna atau arti tersendiri.
Jenis – Jenis Garis :
garislurus tegas/potongan/garis profit garis lurus halusgaris-garis tampak
garis putus-putus/untuk garnbar bagian di atas potongan garis putus-putus/untuk gambar di bawah garis potongan
garis tengah: garis yang panjang harus benar-benar lama panjangnya..
garis-garis grid/grid garis tengah
biasanya dipakai untuk menunjukkan modul atau sistem struktur
batas atau Batas dan tapak/kapling garis kabel telepon
garis utilitas • potongan/profit/belahan ruang • tampak/sudut- sudut/perpotongan bidang- bidang • konstruksi/rencana/garis-garis di
Perhatikan proporsi antara masing-masing garis dan jarak antaranya, buat sedekat mungkin supaya kontinuitas garisnya lebih baik
Mutu garis berkaitan dengan tajam dan jelasnya garis hitam dan kepekatan, dan tebalnya yang sesuai.Jika garis yang dibuat dengan tinta hanya berbeda lebarnya (kecuali jika tintanya diencerkan) maka garis yang dibuat dengan pensil dapat berbeda baik dari lebar maupun tingkat kehitamannya. Jadi garis yang dibuat dengan pensil ditentukan oleh tingkat pekatnya isi pensil (yang ditentukan oleh jenis pensil, permukaan kertas gambar, kelembaban) maupun tekanan tangan pada waktu mengambar.Perlu Anda mengerti arti setiap garis yang Anda gambar, apakah itu gambar sudut, perpotongan dua buah bidang, atau sekedar perubahan bahan atau tekstur.Semua garis harus dimulai dan diakhiri dengan tegas, ujungnya harus bertemu, selalu mempunyai kaitan yang logis dengan garis-garis lainnya dari permulaan sampai akhir.
Garis yang menipis tampak tak terkendali
Garis yang sedikit berlebih tampak lebih tegas pengakhirannya
Jika dua garis yang membentuk sudut tidak bertemu, sudutnya tampak tumpul.
benar
Garis yang dibuat dengan sekali tarik jadi selalu lebih baik.
Kelebihan yang terlalu panjang pada gambar sudut tampak kurang serasi untuk ukuran gambar tertentu.
Gambar sudut harus diperhatikan. Garis garisnya harus bersinggungan dengan tepat.
Urutan yang harus Anda ikuti dalam menggambar adalah sebagai berikut:
1. Buatlah kerangka gambar yang terdiri dari garis-garis vertikal dan horizontal tipistipis.
2. Gambarkan garis-garis sekundernya.
3. Tebalkan garis-garis yang sudah benar, ingat ketebalan yang sesuai untuk masing-masing garis
Jangan membuat garis dengan menggosok berulang-ulang: coba buat supaya sekali jadi.
9. Simbol dalam Gambar Konstruksi
Simbol yang biasanya digunakan dalam gambar konstruksi selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 1.4
Simbol Gambar Konstruksi
10. Menggambar Konstruksi Lantai dari Keramik/Ubin/Parket
Pemasangan keramik/ubin/parket tergantung dari bentuk ruangan dan tata letak lubang pintunya. Untuk mendapatkan pemasangan ubin yang baik harus diperhatikan perencanaan secara menyeluruh untuk pasangan ubin semua ruangan yang berkaitan.
Dibuat demikian untuk mendapatkan kesan bahwa setiap ruangan seolah-olah tidak berdiri sendiri.
Dan kebiasaannya perencanaan pemasangan keramik atau ubin berpedoman pada pintu utama. Dan bila mana rumah bertingkat maka pemasangannya selain berpedoman pintu utama juga harus memperhatikan arah yang ke anak tangga, karena akan berkaitan dengan pemasangan lantai atas.
Gambar 1.14
Pemasangan Keramik/Ubin Satu Ruangan
Gambar 1.15
Pemasangan Keramik/Ubin Seluruh Ruangan Sumber: Petunjuk Praktek Batu dan Beton, DPMK, jakarta
11.Menentukan Pasangan Dinding Batu Bata
Menggambar susunan batu bata harus mengingat teori susunan batu bata dalam ilmu bangunan, antara lain:
a. Ukuran batu bata belum distandarisasi
Untuk tebal (t) 5 cmdebar (b) = 10 cm, panjang ( 1) = 21 cm
Untuk tebal (t) 5’/7 cm, lebar (b) = 11 cm, panjang (1) = 23 cm
Ukuran secara umum untuk tebal (t ), lebar (b) = 2 t, dan panjang (l ) = 2b + 1 cm b. Siar
Siar merupakan bagian paling lemah dari susunan batu bata, oleh sebab itu antara dua lapisan dalam susunan batu bata siar tegak tidak boleh segaris. Tebal siar 1 cm s/d 1 ½ .Menggambar siar dapat dibuat satu garis atau dua garis, bergantung dari skala gambar detail. Bila detail susunan batu bata diperbesar siar dapat digambar dua garis, sedangkan bila gambar kecil (skala 1:50 / 1 : 20 / 1 : 10) siar digambar satu garis.
c. Simbol/tanda batu bata dibedakan:
Bata utuh/streek
Bata
Bata ½
Penampang bata disebut kop (kepala)
Berikut ini contoh-contoh gambar susunan batu bata dapat digambar dengan Skala 1 : 5.
Gambar 1.16
Susunan Bata Serong ½ Bata
Gambar 1.17 Susunan Bata Silang Tegak
12.Menggambar Pondasi Batu Kali
Seperti halnya menggambar pondasi batu bata, pondasi batu kali memerlukan garis-garis bantu, seperti garis sumbu, garis lantai, batas kedalaman tanah galian, dan garis alas pondasi, serta garis muka tanah (MT).
Penting untuk diperhatikan, bahwa balok sloof selalu berada di bawah garis lantai. Agar pasangan pondasi mantap di atas pasir maka sebelum dilakukan pasangan pondasi ditata pasangan batu kosong satu lapis yang disebut aanstamping. Kemiringan garis galian dapat digambar tegak bila tanah keras, tetapi lebih aman digambar miring 1 : 5.
Selanjutnya, ikuti langkah kerja cara menggambar pondasi batu kali seperti di bawah ini: a. Buat garis bantu vertikal, garis lantai, garis muka` tanah asli, garis dasar pondasi, dan garis
kedalaman galian tanah. Pasir urug minimal tebal 10 cm. b. Tetapkan tebal tembok.
c. Gambarkan balok sloof beton bertulang di bawah garis lantai. Garis lantai minimal 30 cm dari permukaan tanah (MT).
d. Ukuran kedalaman galian tidak sama pada setiap tempat, tetapi secara umum dapat diambil ukuran 80 cm sampai dengan 120 cm.
e. Selanjutnya, ikuti seperti contoh. Bentuk ideal pondasi, merupakan trapesium dengan lebar bawah alas kurang lebih 2,5 kali lebar atas.
Contoh tahapan ini menggambar pondasi batu kali skala 1 : 10. Gambar ini belum selesai, dan harus disclesaikan dengan memperhatikan gambar berikut.
Gambar 1.18 Gambar Pondasi Batu Kali
13.Perangkat Lunak untuk Menggambar Bangunan
Teknologi komputer teraplikasi dalam semua bidang kehidupan manusia. Pada prinsipnya komputer digunakan untuk mengolah data hingga menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Untuk itu sistem komputer terdiri dari satu kesatuan elemen:
- Hardwareatau perangkat keras, merupakan seperangkat komponen yang berfungsi untuk
mengoperasikan proses pengolahan data. Personal Komputer (PC) dan Laptop merupakan jenis yang paling umum digunakan.
- Softwareatau perangkat lunak, merupakan program yang berisi instruksi untuk mengolah data.
Perkembangan program pada saat ini telah berkembang dengan pesat untuk semua bidang kehidupan.
- Brainware atau pengguna, merupakan orang yang mengoperasikan dan menjalankan program
komputer tersebut.
Dalam bidang teknik bangunan teknologi komputer memegang peranan penting baik pada aspek pelaksanaan, penelitian, maupun pendidikan. Program-program aplikasi komputer berkembang dengan cepat.
Bahasa program tersebut berkembang dari berbagai variasi pendukung yang dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori. Kategori pertama adalah komponen program utama seperti manajemen database, gambar, permodelan geometri yang biasa digunakan oleh para programer atau pembuat program dan kategori kedua adalah program aplikasi pendukung yang biasa digunakan oleh umum (non-programer) seperti misalnya pengolahan data, pengolahan kata dan lain-lain.
Berbagai variasi aplikasi program komputer yang saat ini digunakan pada teknik bangunan dapat dikategorikan dalam kelompok:
- Pengolahan data (data capture) - Desain konseptual (conceptual design) - Desain detail (detail design)
- Interpertasi model dan pemodelan (modeling and model interpretation)
- Analisa (analysis)
- Evaluasi kinerja (performance evaluation)
- Mendesain ulang dan optimasi (redesign and optimization)
- Gabungan dengan disiplin ilmu lain (integration with other disciplines) - Pembuatan dokumen (preparation of design document)
Aplikasi program komputer di bidang bangunan merupakan upaya penyelesaian permasalahan yang muncul sebagai hambatan atau tantangan dalam mendesain pengerjaan serta koreksi terhadap kerja yang telah dicanangkan. Misalnya seperti permasalahan pengujian kekuatan sebuah struktur dengan material baru, pemodelan aliran air sungai, penyebaran limbah dalam tanah hingga tantangan untuk proyek yang dapat membahayakan jiwa seperti pemodelan pembangunan reaktor nuklir dan bendungan dilengkapi dengan faktor bahaya yang mungkin terjadi seperti gempa bumi dan banjir badang. Pada awalnya banyak digunakan tenaga ilmuwan informatika secara murni untuk terjun didalamnya, tapi karena keunikan proyek bangunan dan permasalahannya maka diperlukan aplikasiaplikasi program komputer yang berkaitan dengan permasalahan keilmuan khas teknik bangunan.
Beberapa pengetahuan dasar yang harus dipunyai dalam menggunakan program-program aplikasi komputer di bidang teknik bangunan antara lain:
- Konsep dasar dari Finite Element Method, Finite Differential Method atau Finite Volume Method,
yang biasanya dibutuhkan untuk menyelidiki kemampuan suatu materi dengan dibagi material tersebut dalam beberapa segmen pengukuran. Setiap segmen pengukuran akan menghasilkan nilai nilai. Kumpulan dari hasil nilai tersebut didapatkan nilai optimum analisa tersebut.
- Beberapa jenis bahasa pemrograman komputer diperlukan mengingat setiap bahasa
pemrograman mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing masing. Minimal seorang ahli dibidang teknik menguasai bahasa pemrograman C++ dan Java.
- ComputerAided Design (CAD), yakni kemampuan mengerti konsep dan cara komputer bekerja
dalam permasalahan desain baik secara 2 dimensi hingga 3 dimensi. Pada beberapa institusi pendidikan bahkan diajarkan penggunaan library khusus untuk menambah atau menyesuaikan program CAD tersebut dengan kekhususan pada sebuah proyek bangunan.
- Pada ahli teknik sipil yang berkecimpung di bidang penelitian, misalnya tentang kekuatan material
atau pada bidang hidrologi, sering mendapatkan permasalahan yang rumit berkaitan dengan jumlah data yang berjalan terus menerus ("real time"). Untuk menyelesaikan sebuah permasalahan tersebut, sering digunakan beberapa komputer yang disatukan ini. Oleh karena itu perlu juga dikuasai kemampuan bekerja secara paralel dengan komputer pada tingkat dasar.
Contoh-contoh program aplikasi komputer dalam bidang bangunan yang banyak digunakan di Indonesia terbagi atas :
- Administrasi proyek: MS Office (Word, Excel, Power Point) - Manajemen proyek: MS Project, Primavera
- Program analisis struktur: SAP 2000, STAAD Pro
- Desain dan penggambaran: Autocad, Architectural Desktop, Archicad, Autodesk Building Revit, 3D
Home Designer.
14.Bahan untuk Perabot
Pemilihan dan penggunaan kayu untuk sesuatu tujuan pemakaian,memerlukan pengetahuan sifat-sifat kayu yang bersangkutan, terutama:berat jenis, kelas awet, dan kelas kuat. Sifat-sifat ini penting sekali untukdiketahui setiap orang yang bergerak pada bidang industri danpengolahan kayu, sebab dari pengetahuan sifat-sifat tersebut tidak sajadapat dipilih jenis kayu yang tepat serta macam penggunaan yangmemungkinkan, akan tetapi juga dapat ditentukan kemungkinanpengisian oleh jenis kayu yang lainnya, apabila jenis yang bersangkutansulit didapat secara terus-menerus atau terlalu mahal.
Seringkali terjadi pemilihan dan penggunaan sesuatu jenis kayu yang tidak tepat karena tidak sesuai dengan sifat-sifatnya. Tentu saja dalam hal ini hasilnya tidak akan memuaskan. Bahan, biaya tenaga dan waktu banyak terbuang sehingga merugikan perusahaan.
Hutan Indonesia memiliki potensi ± 4000 jenis pohon berkayu yang tersebar di seluruh nusantara. Dari jumlah tersebut baru sebagian kecil saja yang telah diketahui sifat-sifatnya.
Untuk mengenal nama kayu bisa dari nama umum dalam perdagangan atau nama botanik dalam system klasifikasi tumbuh-tumbuhan (nama ilmiah), yaitu: SPECIES (jenis) dan FAMILIA (suku). Nama ilmiah untuk jenis (species) terdiri dari 2 kata. Kata pertama menunjukan nama marga (genus), sedangkan kata kedua menunjukkan jenis tersebut. Umumnya nama ilmiah yang lengkap disertai