Dari jumlah Madin 68.471 tersedia ruang kelas 163.671 bisa dipastikan hampir setiap Madin mempunyai ruang kelas antara 2-3 kelas. Hal ini dirasakan masih mencukupi dengan pengaturan kelas pagi/siang/sore. Namun pada kenyataan hampir dari 30% dalam kondisi rusak, baik rusak ringan maupun rusak berat. Oleh karena itu perlu adanya program penambahan dan rehabilitasi terhadap ruang belajar pada Madin.
Grafik pada Gambar 2.24 menampilkan jumlah ruang guru dan jumlah ruang perpustakaan berdasarkan kondisinya. Dari seluruh Madrasah Diniyah di Indonesia terdapat 18.148 unit ruang guru. Dari seluruh unit ruang guru tersebut terdapat 8.811 unit (48,55%)
dalam kondisi baik, 6.522 unit (35,94%) dalam kondisi rusak ringan,
98
Gambar 2.24. Jumlah Ruang Guru dan Ruang Perpustakaan Berdasarkan Kondisinya Ruang perpustakaan di seluruh Madrasah Diniyah berjumlah 8.199 unit. Ruang perpustakaan dalam kondisi baik berjumlah 2.561
unit (31,24%), ruang perpustakaan dalam kondisi rusak ringan
berjumlah 2.698 unit (32,91%), dan ruang perpustakaan dalam
kondisi rusak berat berjumlah 2.940 unit (35,86%).
Demikian pula terhadap sarana dan prasarana lainnya yaitu ruang guru dan perpustakaan. Ruang guru baru ada sekitar 26,50% dari jumlah Madin (bila disyaratkan ruang guru ada 1 untuk setiap Madin), sedangkan ruang perpustakaan baru ada sekitar 11,97% dari jumlah Madin (bila disyaratkan ruang perpustakaan ada 1 untuk setiap Madin). Jadi untuk ruang guru dan ruang perpustakaan masih perlu ditingkatkan program pembangunannnya, dan untuk ruang guru dan ruang perpustakaan yang rusak perlu dilakukan perbaikan atau rehabilitasi.
99
c. Taman Pendidikan Qur’an (TPQ)
Lembaga Taman Pendidikan Qurán (TPQ) adalah lembaga pendidikan yang mendidik santrinya untuk terampil dan cakap dalam baca tulis Al Qurán, ilmu dan praktek ibadah, serta menanamkan akhlakul karimah.
Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi telah berhasil menyusun data Taman Pendidikan Qurán (TPQ) untuk Tahun Pelajaran 2011-2012 secara nasional yang terdiri dari jumlah lembaga, jumlah Rombel, jumlah santri berdasarkan jenis kelamin dan berdasarkan pendidikan formal yang diikuti, dan jumlah tenaga pengajar berdasarkan jenis kelamin dan Latar belakang pendidikan.
Berikut data beserta analisis hasil pendataan TPQ Tahun Pelajaran 2011-2012.
1. Lembaga
Berdasarkan data pada Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi Tahun Pelajaran 2011-2012, secara nasional terdapat 136.333 lembaga Taman Pendidikan Qurán dengan jumlah Rombongan Belajar sebanyak 346.518. Rasio lembaga : Rombel 3, ini berarti bahwa rata-rata setiap TPQ mempunyai 3 rombongan belajar. Ini dapat diartikan bahwa minat masyarakat untuk menyekolah anaknya ke TPQ cukup baik.
2. Santri
Santri Taman Pendidikan Qurán (TPQ) secara keseluruhan berjumlah 8.256.127 orang santri, yang terdiri dari 3.727.445 orang
100
santri (45,15%) laki-laki dan 4.528.682 orang santri (54,85%)
perempuan (Gambar 2.25).
Santri-santri tersebut, selain belajar di TPQ, ada juga yang mengikuti pendidikan formal di tingkat RA, MI dan MTs. Berikut grafik yang menggambarkan jumlah santri laki-laki dan jumlah santri perempuan Taman Pendidikan Qurán (TPQ).
Gambar 2.25. Jumlah Santri Taman TPQ Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa jumlah santri perempuan pada TPQ relatif lebih banyak dari jumlah santri laki-laki.
Santri perempuan sebanyak 54,85%, sedangkan santri laki-laki
sebanyak 45,15%. Hal ini mungkin pada tahapan umur anak TPQ
minat belajar lebih tinggi pada anak perempuan daripada pada anak laki-laki.
Rasio perbandingan antara jumlah rombongan belajar dengan jumlah santri adalah 24, yang artinya 1 rombongan belajar terdiri
101
dari 24 orang santri. Nilai ini menyatakan untuk rombel cukup baik atau ideal, walau memang nilai ideal rombel untuk anak usia di TPQ adalah 15. Tetapi ada rombel yang cukup besar pada provinsi Papua Barat 72, DKI 56, Sulut 43, dan Banten 37.
Adapun jumlah santri berdasarkan pendidikan formal yang diikuti, sebanyak 1.686.197 orang santri (20,42%) belajar pada
RA/TK, 5.718.682 orang santri (69,27%) belajar pada MI/SD,
651.024 orang (7,89%) belajar pada MTs/SMP dan yang tidak
mengikuti pendidikan formal sebanyak 200.224 orang santri
(2,43%).
Berikut grafik yang menggambarkan jumlah santri Taman Pendidikan Qurán (TPQ) berdasarkan pendidikan formal yang diikuti.
102
Dari grafik diatas, terlihat jumlah santri yang mengikuti pendidikan formal tingkat MI/SD lebih banyak dibandingkan yang
lainnya yaitu sebanyak 69,27%, diikuti dengan tingkat RA/SD
sebanyak 20,42%, kemudian tingkat MTs/SMP sebanyak 7,89%
dan yang paling sedikit adalah yang tidak mengikuti pendidikan formal yaitu sebanyak 2,43%. Berdasarkan presentase ini, kita dapat mengetahui bahwa ada sekitar 2,43% peserta didik yang benar-benar hanya mengikut pembelajaran di Taman Pendidikan Qurán (TPQ) dan tidak/belum mengikuti pendidikan formal baik itu di tingkat RA/TK, MI/SD ataupun MTs/SMP.
Adapun jumlah santri miskin secara keseluruhan pada TPQ sebanyak 1.794.870 orang santri atau 21,74% dari jumlah santri TPQ keseluruhan 8.256.127 orang santri. Dari jumlah santri miskin tersebut ada santri miskin laki-laki sebanyak 834.149 orang santri
(10,10%) dan ada sejumlah santri miskin perempuan sebanyak
960.721 orang santri (11,64%). Berikut grafik yang
menggambarkan jumlah santri miskin Taman Pendidikan Qurán (TPQ) berdasarkan jenis kelamin.
103
Gambar 2.27. Jumlah Santri Miskin
Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa jumlah santri miskin perempuan pada TPQ relatif lebih banyak dari jumlah santri miskin laki-laki. Jumlah ini selaras dengan total santri Taman Pendidikan Qurán (TPQ) yang total santri perempuan lebih banyak daripada santri laki-laki. Dan dapat pula disimpulkan bahwa dari peserta didik di TPQ bahwa hampir 1/3 nya adalah santri miskin, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan pada TPQ adalah sebagai salah satu pendidikan yang dapat diikuti oleh masyarakat miskin di Indonesia. Terlihat pada nilai persentase santri TPQ miskin pada beberapa provinsi yang cukup besar misal : Kepulauan Riau 81,20%, Kalimantan Timur 69,22%, dan NTT 67,98%, dan Banten 53,41%.
104
3. Tenaga Pengajar
Berdasarkan data yang masuk ke Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi pada Tahun Pelajaran 2011-2012, secara nasional jumlah Tenaga Pengajar Taman Pendidikan Qurán (TPQ) sebanyak 704.738 orang, yang terdiri dari Tenaga Pengajar laki-laki
sebanyak 393.982 orang (55,90%) dan Tenaga Pengajar
perempuan sebanyak 310.756 orang (44,10%). Berikut grafik yang
menggambarkan jumlah Tenaga Pengajar TPQ berdasarkan jenis kelamin.
Gambar 2.28. Jumlah Tenaga Pengajar TPQ Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan grafik tersebut terlihat bahwa jumlah Tenaga Pengajar laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan Tenaga
Pengajar perempuan, yaitu sebanyak 55,90%, sedangkan Tenaga
105
Adapun jumlah Tenaga Pengajar berdasarkan latar belakang
pendidikan berjumlah 167.079 (23,71%) orang dari Pondok
Pesantren, 320.143 orang (45,43%) ≤ SMA, 121.742 orang
(17,27%) dari tingkat Diploma, dan 95.774 (13,59%) orang ≥ S1.
Rasio perbandingan antara jumlah Tenaga Pengajar dengan jumlah santri adalah 12, yang artinya 1 tenaga pengajar membina 12 orang santri.
Berikut grafik yang menggambarkan jumlah Tenaga Pengajar berdasarkan latar belakang pendidikan.
Gambar 2.29. Jumlah Tenaga Pengajar TPQ
Dari grafik diatas, terlihat jumlah Tenaga Pengajar yang memiliki latar belakang pendidikan ≤SMA lebih banyak
dibandingkan yang lainnya yaitu sebanyak 45,43%, diikuti dengan
tingkat Pondok Pesantren sebanyak 23,71%, kemudian tingkat
Diploma sebanyak 13,59% dan yang paling sedikit adalah ≥ S1,
PP <=SMA Dipl. >=S1 167.079 23,71% 320.143 45,43% 121.742 17,27% 95.774 13,59%