• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar Rambu Perairan Daratan

Dalam dokumen PT. AVISTA PLANOTAMA KONSULTAN (Halaman 16-44)

Bab 2. Landasan Teori

2.4 Gambar Rambu Perairan Daratan

Rambu perairan daratan yang terbagi dalam empat jenis meliputi : (rambu larangan, rambu wajib, rambu peringtan bahaya dan rambu petunjuk/penuntun) dapat dilihat pada tabel gambar rambu berikut ini :

Tabel 2. 1 Rambu Larangan (Prohibitory Signs)

No Gambar Arti

A.1

Dilarang melewati dan mendahului (kapal di depanAnda) Do not overtake

A.2

Dilarang melewati (mendahului) bagi kapal-kapal yang sedang menggandeng/mendorong kapal lain. Tidak berlaku bila gandengannya adalah pendorong kapal (tug boat) yang panjangnya tidak lebih dari 110 meter dan lebarnya tidak lebih dari 12 m

Do not overtake in case ship is coupled to or pushed by another ship. This rule does not apply if the “coupled” ship is “pusher” not more than 110 meters long and 12 meters wide

A.3

Dilarang (saling) berpapasan dan melewati (mendahului) Meeting side by side and overtaking prohibited

A.4

Dilarang memasuki kapal Do not enter into ship Entering into prohibited

A.5

Dilarang merokok Smoking prohibited Do not smoke, please

A.6

Dilarang bertambat di pinggir jalan air, dimana rambu dipasang

Do not moor at side of waterways where a sign is put up

A.7

Dilarang membuang jangkar/berlabuh (tambat,) dimana rambu dipasang

Anchoring/mooring prohibited where a sign stands

A.8

Dilarang menambatkan kapal, dimana rambu dipasang Do not tie ship where a sign stands

A.9

Dilarang berlabuh (tambat) dalam jarak 25 meter dari rambu ini

Mooring prohibited within 25 meters from this sign

A.10

Dilarang berputar Turning prohibited

A.11

Dilarang berlayar dengan kecepatan penuh (full speed) untuk menghindari adanya pukulan gelombang

Sailing at full speed prohibited to avoid beating of the waves A.12

A.13

Dilarang menebang kayu, sepanjang angka (pada jarak) yang tertera di rambu tersebut (dalam km)

Cutting or telling trees prohibited within area indicated in sign (in kilometers)

A.14

Dilarang menguliti kayu

A.15

Dilarang membakar hutan Burning of forest prohibited

A.16

Dari tempat berlabuh, 30 m dihitung dari letak rambu harus dikosongkan dan tidak boleh dipergunakan untuk tempat berlabuh

30 meters space from sign should not used for mooring

A.17

Dari tempat berlabuh, 60 m dihitung dari letak rambu harus dikosongkan dan tidak boleh dipergunakan untuk tempat berlabuh

60 meters space from sign should be kept free and should not be used for mooring

A.18

Dilarang berlayar di luar batas rambu yang telah ditentukan

Do not sail outside limit indicated by signs

A.19

Dilarang masuk No entrance

Tabel 2. 2 Rambu Perintah (Compulsory/ Mandatory Signs)

No Gambar Arti

B.1 Kapal tetap berjalan mempertahankan haluannya pada sisi/arah panah yang bergaris tebal

Keep sailing in direction of thick lined arrow

B.2

B.3 Kapal harus berhenti untuk suatu keperluan yang ditujukan pada papan yang tertera di bawahnya

B.4 Kecepatan maksimum yang diizinkan menurut angka yang tertera pada rambu (dalam km)

The maximum speed is permitted as indicated on the this sign (in kilometers)

B.5 Supaya mengeluarkan tanda isyarat bunyi (peluit) Please sound signal

B.6 Supaya berlayar berhati-hati

Please sail cautiously (carefully)

B.7 Daerah yang diawasi. Keterangan ditulis di dalam gambar lingkaran (misal : kecepatan 5 km/jam; dilarang buang jangkar dll)

Controlled area. Caution is indicated in the circle (eg. 5 kph; no anchoring)

B.8 Bahaya. Keadaan yang membahayakan ditulis di dalam gambar belah ketupat (misal batu; rangka kapal; gosong dll)

Danger. The nature of danger may be indicated in side of the diamond shape (eg. Rock; wreck; sandbar etc)

B.9 Kapal harus menjauhi (menghindari). Keterangan ditulis di luar belah ketupat yang bersilang (misal : tempat pemandian; bendungan; penderasan/arus deras/riam dll) Boats keep out. Explanation may be placed outside the crossed diamond shape (eg. Swim area; dam; rapid etc)

B.10 Penerangan. Untuk menunjukkan suatu jarak, tempat dsb

Information. For displaying information such as distance, location etc.

B.11 Untuk menunjukkan tanda-tanda pengaturan bahaya-bahaya tetap (misal : tempat pemandian; bendungan; arus deras/riam dll)

To display regulatory markers (eg. Swim area; dam; rapid etc)

B.12 Kapal dilarang berlayar antara pelampung dan daratan yang terdekat

Boat should not pass between buoy and nearest shore

Tabel 2. 3 Rambu Peringatan (Warning Signs)

No Gambar Arti

C.1 Tinggi (ruang bebas udara) maksimum dari

permukaan air terbatas (angka tertera

menunjukkan maksimum dari permukaan air, ukuran dalam meter)

Maximum height from surface of water limited (figure in sign indicated maximum height from surface of water, in meters)

C.2 Dalam alur terbatas (angka yang tertera

menunjukkan dalamnya air, ukuran dalam meter)

of water, in meters)

C.3 Supaya memberikan semboyan bunyi

Please sound signal

C.4 Lebar perairan yang dapat dilayari terbatas (angka yang tertera menunjukkan lebar maksimum, ukuran dalam meter)

Width of sailable waters limited (figure on sign indicated maximum width of water, in meters)

C.5 Rambu untuk menempatkan suatu

pembatasan/peringatan pelayaran

Sign or pillar for indicating boundary/warning regarding sailing

C.6 Alur pelayaran sebelah kanan menyempit,

angka dalam rambu menunjukkan jarak dalam meter dengan maksud supaya kapal itu sendiri harus mengambil antara tepi tersebut

Right-hand side channel narrowing. Figure in sign indicated distance in meters that ship’s captain

C.7

Harus berlayar lebih dari 30 m dari tepi sungai, ada bahaya (batu, snag dsb)

Sail more than 30 meters away from side to avoid danger (stone, snag etc.)

C.7a

C.8 Pembatasan pelabuhan dangkal

Restriction shallow waters

C.9

Harus berlayar lebih dari 10 m dari tepi sungai, ada batu

C.9a stone

C.10

Harus berlayar lebih dari 20 m dari tepi sungai, ada batu

Sail more than 20 meters away from side, there is stone

C.10a

C.11 Arahkan haluan ke rambu ini dan segera

tinggalkan rambu ini dan arahkan haluan ke tanda berikutnya

Aim/fix direction towards this sign then leave this sign immediately and aim direction toward

C.11a next sign

C.12

Terus berlayar menyelusuri pinggiran sungai menurut arah panah

Sail ahead along side of river according to direction of arrow

C.12a

C.13

Berlayarlah di tengah-tengah alur pada arah panah

Sail in the middle according to direction of arrow C.13a

C.14

Selusuri tepi sungai pada arah panah Sail along side of river in direction of arrow

C.14a

C.15 Tahan kiri bagi kapal-kapal yang berlayar ke hulu. Tahan kanan, bagi kapal-kapal yang berlayar ke muara

Leave the signal on the left when sailing upstream. Leave the signal on the right when sailing downstream

C.16 Tahan kanan bagi kapal-kapal yang berlayar ke hulu. Tahan kiri, bagi kapal-kapal yang berlayar ke muara

Leave the signal on the right when sailing upstream. Leave the signal on the left when sailing downstreamTo display regulatory markers (eg. Swim area; dam; rapid etc)

C.17 Pusaran air Eddies

Tabel 2. 4 Rambu Petunjuk/Penuntun

No Gambar Arti

D.1

(Ikuti arah panah) Berlayarlah dalam arah panah

Follow direction of arrow D.1a

D.2

(Hati-hati, anda sedang) Melintasi saluran listrik dengan tekanan tinggi

D.2a high voltage/tension

D.3 Pada jarak 1500 m – di depan anda - (angka di rambu menunjukkan jarak dalam meter), ada - lintasan - penyeberangan ferry

At 1500 m (figure indicates distance in meters), there is a ferry crossing

D.4

Diijinkan untuk berlabuh (buang jangkar) di pinggiran dalam perairan dimana rambu dipasang

Anchoring/mooring allowed here

D.5 Diijinkan berlabuh (buang jangkar) di pinggir jalan perairan dimana rambu dipasang

Anchoring/mooring at side of these waterways allowed

D.6 Diijinkan bertambat pada tepi jalan perairan dimana rambu dipasang

Ship allowed to tie up at side of these waterways

D.7 Petunjuk dan tempat berputar

Sign and place for turning

D.8 Lebar dari tempat berlabuh (dalam meter) -

yang bisa - digunakan untuk berlabuh Area for anchoring/mooring (in meters)

D.9 Alur pelayaran bercabang dan dapat dilayari. Alur utama/penting digambarkan lebih lebar (tebal)

Sailable channel and subdivisions.

D.10 Alur pelayaran bercabang dan dapat dilayari. Alur utama/penting digambarkan lebih lebar (tebal)

Sailable channel and subdivisions.

Main/important channel painted wider in picture D.11 Alur pelayaran bercabang dan dapat dilayari.

Alur utama/penting digambarkan lebih lebar (tebal)

Sailable channel and subdivisions.

Main/important channel painted wider in picture

D.12 Perairan yang dipergunakan (juga) berlaku

sebagai samping jalan (jalan pintas/alternatif) pelayaran yang menuju ke muara

Waterways used also serve as by-pass leading to estaury/mouth of river/sea

D.13 Perairan yang dipergunakan (juga) berlaku

sebagai samping jalan (jalan pintas/alternatif) pelayaran yang menuju ke muara

Waterways used also serve as by-pass leading to estaury/mouth of river/sea

D.14

Berlayarlah dalam batas rambu Sail within limit of sign

D.15 Penerangan (informasi). Untuk menunjukkan

arah suatu tempat, menunjukkan jarak dan sebagainya

Information.For displaying information such as distance, location etc

D.16 Angka yang tertera dalam rambu tersebut

menunjukkan jarak untuk mencapai kota yang tertera dalam rambu tersebut (dalam km) Figure in sign indicate distance in kilometers to town named on sign

D.17 Pada arah (yang ditunjukkan oleh) bagian

merah/hitam dari papan/tanda (rambu) ini akan terdapat rambu merah atau hitam

In the direction of red/black of this board/sign is found a red or black sign

D.18

Menunjukkan adanya rambu yang hanya dapat dilihat satu jurusan

Indication the existence of a sign which is visible from one direction only

D.18 a

D.19 Menunjukkan garis/bagian alur yang aman

untuk dilayari. Garis ini ditunjukkan oleh garis lurus yang ditarik dari kedua titik tertinggi dari segitiga

Indicates a line/part of the channel safe for sailing. This part is shown by a straight line drawn from two extreme heights of triangles D.20

Supaya mendekati tikungan/belokan sungai pada jarak kurang lebih ⅓ (sepertiga) dari lebar sungai tersebut dan langsung menuju

D.20 a

tanda/rambu berikutnya

Start to approach the curves/turns of river from a distance of approximately ⅓ (a third) the width of the river and sail directly towards the next sign

D.21 Tikungan ke kiri

Left bend

D.22 Tikungan ke kanan

Right bend

D.23 Tikungan tajam (dan berbahaya) ke kiri

D.24 Tikungan tajam (dan berbahaya) ke kanan Dangerous right bend

D.25 Banyak tikungan Many bends D.26 Banyak tikungan Many bends D.27 Banyak tikungan Many bends

D.28 Banyak tikungan Many bends

D.29 Penyempitan kiri-kanan

Channel ahead is narrower

D.30 Penyempitan kiri

Left channel ahead is narrower

D.31 Penyempitan kanan

D.32 Jembatan angkat Swing (movable) bridge

D.33 Persimpangan. Alur utama/penting

digambarkan lebih lebar (tebal)

Sailable channel and subdivisions (forks).

Main/important channel painted wider in picture

D.34 Persimpangan. Alur utama/penting

digambarkan lebih lebar (tebal)

Sailable channel and subdivisions (forks).

Main/important channel painted wider in picture

D.35 Persimpangan. Alur utama/penting

digambarkan lebih lebar (tebal)

Sailable channel and subdivisions (forks).

D.36 Persimpangan. Alur utama/penting digambarkan lebih lebar (tebal)

Sailable channel and subdivisions (forks).

Main/important channel painted wider in picture

D.37 Persimpangan. Alur utama/penting

digambarkan lebih lebar (tebal)

Sailable channel and subdivisions (forks).

Main/important channel painted wider in picture

Dari gambar rambu perairan daratan di atas dan dari ukuran rambu perairan daratan serta ketentuan tentang tata cara penempatan rambu peraiaran daratan dapat kita bedakan antara rambu yang berlaku di jalan dengan rambu untuk perairan daratan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table beda rambu perairan daratan dengan rambu di jalan :

Tabel 2. 5 Perbedaan Antara Rambu Sungai Dan Rambu Jalan

No Uraian Rambu Jalan Rambu Sungai

1 Ukuran Lebih kecil Lebih besar (rata-rata 140 x 100 cm)

3 Rambu pelampung Tidak ada Ada

4 Rambu cahaya Tidak ada Ada

5 Rambu S Stop Sinyal suara

6 Letak Pinggir kiri Pinggir kanan

7 Bahan Lebih tipis Lebih tebal

8 Rangka Silang (+) Persegi panjang

9 Jenis Lebih banyak Lebih sedikit

2.5 Penempatan Rambu Sungai

 Jarak Penempatan Rambu

Rambu sedapat mungkin ditempatkan dekat pada alur pelayaran, pada sisi kiri dan/atau sisi kanan apabila kapal bergerak menuju arah muka rambu. Penempatan rambu harus diatur sedemikian rupa dengan memperhatikan kondisi tepi sungai sehingga keberadaannya aman dari gangguan alam. Rambu harus bebas dari daun dan/atau ranting pepohonan atau benda-benda lain yang menghalangi pandangan dari setiap titik di sepanjang alur yang berada pada jarak sampai dengan 200 m di depannya.

 Ketinggian Penempatan Daun Rambu

Daun rambu dipasang pada ketinggian 350 cm diukur dari permukaan tanah sampai sisi daun rambu bagian bawah. Ketinggian penempatan

pohon kayu dengan ketinggian disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Penempatan Rambu larangan

Rambu larangan ditempatkan sebelum tempat yang dimaksud atau pada awal bagian alur dimana larangan itu dimulai dengan jarak maksimum 30 m. Rambu larangan ditempatkan pada sisi sebelah kanan sebelum tempat yang dimaksud dengan jarak 2 m dari tepi sungai dimana berlakunya rambu tersebut. Penempatan daun rambu tegak lurus terhadap alur dan dapat kelihatan dengan jelas dari jarak 200 m

 Penempatan Rambu Wajib

Rambu wajib ditempatkan sedekat mungkin dimana rambu tersebut berlaku dengan jarak maksimum 20 m. Rambu wajib pelampung ditempatkan pada jarak 100 m di depan lokasi sebelum berlakunya rambu tersebut.

 Penempatan Rambu Peringatan

Rumbu peringatan ditempatkan pada sisi kanan pada Jarak 100 m sebelum tempat atau lokasi yang dinyatakan berbahaya. Apabila diperlukan penegasan atau pengulangan rambu peringatan ini dapat digunakan papan tambahan yang menyatakan Jarak.

 Penempatan Rambu Petunjuk/Penuntun

Rambu petunjuk/penuntun ditempatkan pada sisi kanan dengan Jarak minimum 100 m sebelum tempat atau lokasi yang ditunjuk. Rambu Petunjuk dapat ditambah dengan papan tambahan yang menyatakan jarak lokasi.

makaimum 2 baris ke bawah dengan jarak satu sama lain 10 cm. Pesan yang termuat dalam papan tambahan harus bersifat khusus. Singkat, jelas dan mudah serta cepat dimengerti oleh pemakai alur dengan tinggi huruf 20 cm, tebal 5 cm dan banyak huruf maksimum 12 huruf.

Papan Nama Daerah dan Patok Kilometer

Papan nama daerah dapat dipasang pada lokasi tertentu untuk mengetahui nama daerah yang dilalui. Patok kilometer ditempatkan pada sisi kiri apabila posisi pandangan menghadap ke arah kearah hilir Perhitungan jarak kilometer dimulai dari muara sungai ke arah hulu. Papan nama daerah dan patok kilometer dibuat dengan lembaran plat aluminium tebal mininum 2 mm atau plat besi galvania tebal minimum 2 mm dengan ukuran 100 x 40 cm. Cara pemasangan / penempatan papan nama daerah dan patok kilometer sama dengan pemasangan / penempatan rambu pada umumnya.

Dalam dokumen PT. AVISTA PLANOTAMA KONSULTAN (Halaman 16-44)

Dokumen terkait