• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2. Pergerakan Aliran Udara

4.2.1. Gambaran Arah Aliran Angin

4.2.1.1. Sirkulasi dengan Pintu Terbuka.

a. Ruko Jalan Yos Sudarso no. 150, Pulo Brayan, Medan.

• Lantai 1 dan Lantai 2 (mencakup Kamar Tidur 1, Ruang Tamu, dan Dapur)

Gambar 4.7. Gambaran Aliran Udara dengan Pintu Terbuka pada Lantai 1 (kiri) dan Lantai 2 (kanan) Ruko Jalan Yos Sudarso no. 150, Pulo Brayan, Medan.

Pada Lantai 1, aliran udara yang masuk dari bukaan pintu

yang lebih besar, disalurkan menuju bukaan jendela dan pintu di

belakang bangunan. Dalam kondisi bukaan outlet yang lebih

kecil, kecepatan udara di dalam ruangan menurun, dan pada

ruangan dekat pintu masuk, sirkulasi udara tidak maksimal

dikarenakan pembatas ruangan tersebut dan ruangan menuju

tangga sangat sempit.

• Lantai 3 (mencakup Kamar Tidur 2 dan Ruang Keluarga)

Gambar 4.8. Gambaran Aliran Udara dengan Pintu Terbuka pada Lantai 3 Ruko Jalan Yos Sudarso no. 150, Pulo Brayan, Medan.

Pada sirkulasi udara pada lantai 3, kamar tidur 2 adalah

ruangan pengap, yaitu ruangan yang sirkulasi udaranya mati. Pada

koridor pendek di depan pintu kamar utama, terjadi aliran udara yang

sangat besar dikarenakan oleh efek Tabung Venturi, dimana aliran

udara yang masuk dari inlet jendela kamar tidur 1 dipaksa untuk

melewati koridor tersebut, sehingga pada saat memasuki area dapur,

b. Ruko Jalan Cemara no. 1d, Depan Asrama Militer, Pulo

Brayan, Medan.

• Lantai 1 dan Lantai 2 (mencakup Dapur dan Ruang Tamu)

Gambar 4.9. Gambaran Aliran Udara dengan Pintu Terbuka pada Lantai 1 (kiri) dan Lantai 2 (kanan) Ruko Jalan Cemara no. 1d, Depan Asrama Militer, Pulo Brayan,

Medan.

Pada Lantai 1, sirkulasi udara cukup maksimal,

hanya saja di area sekitar tangga, udara tidak mengalir

dikarenakan tekanan udara dari analogi botol, udara tidak

dapat mengalir.

• Lantai 3 (mencakup Kamar Tidur 1, Kamar Tidur 2, dan Ruang Keluarga)

Gambar 4.10. Gambaran Aliran Udara dengan Pintu Terbuka pada Lantai 3 Ruko Jalan Cemara no. 1d, Depan Asrama Militer, Pulo Brayan, Medan.

Ruangan Kamar Tidur 2 adalah ruangan pengab,

disebabkan bukaannya hanya 1 pada bagian pintu, dan

tidak memiliki outlet sama sekali. Aliran udara yang

berasal dari kamar tidur udara mengalami efek tabung

Venturi, sehingga percepatan udara setelah keluar dari

c. Ruko Jalan Setia Jadi no. 7A, Medan.

• Lantai 1 dan Lantai 2 (mencakup Dapur, Ruang Tamu, dan Ruang Keluarga)

Gambar 4.11. Gambaran Aliran Udara dengan Pintu Terbuka pada Lantai 1 dan Lantai 2 Ruko Jalan Setia Jadi no. 7A, Medan.

• Lantai 3 (Mencakup Kamar Tidur 1 dan Kamar Tidur 2)

Gambar 4.12. Gambaran Aliran Udara dengan Pintu Terbuka pada Lantai 3 Ruko Jalan Setia Jadi no. 7A, Medan.

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Pada Lantai 1, 2, dan 3 Ruko jalan Setia Jadi,

pergerakan aliran udara yang terjadi sangat maksimum,

membuat ruangan-ruangannya tidak pengap (sirkulasi

udara tidak mati).

4.2.1.3. Sirkulasi dengan Pintu Tertutup

a. Ruko Jalan Yos Sudarso no. 150, Pulo Brayan, Medan.

• Lantai 1 dan Lantai 2 (mencakup Kamar Tidur 1, Ruang Tamu, dan Dapur)

Gambar 4.13. Gambaran Aliran Udara dengan Pintu Tertutup pada Lantai 1 (kiri) dan Lantai 2 (kanan) Ruko Jalan Yos Sudarso no. 150, Pulo Brayan, Medan.

Lantai 2 adalah ruangan pengap, disebabkan

satu-satunya bukaan yang menuju ke area ruang tamu adalah

pintu kamar utama, dimana kamar utama bersifat privat

dan pintu tidak selalu terbuka.

• Lantai 3 (mencakup Kamar Tidur 2 dan Ruang Keluarga)

Gambar 4.14. Gambaran Aliran Udara dengan Pintu Tertutup Lantai 3 Ruko Jalan Yos Sudarso no. 150, Pulo Brayan, Medan.

Pada Lantai 3, kamar tidur 2 adalah ruangan

pengab. Ruang keluarga mendapatkan sirkulasi udara yang

maksimum dikarenakan inletnya (pintu masuk di bawah kamar 2)

sangat kecil, dan hal itu tetap akan berlangsung apabila pintu

kamar yang berada di bawah kamar 2 tetap terbuka, mengingat

sifat ruangan kamar adalah privat, tidak memungkinkan adanya

b. Ruko Jalan Cemara no. 1d, Depan Asrama Militer, Pulo

Brayan, Medan.

• Lantai 1 dan Lantai 2 (mencakup Dapur dan Ruang Tamu)

Gambar 4.15. Gambaran Aliran Udara dengan Pintu Tertutup Lantai 1 (kiri) dan Lantai 2 (kanan) Ruko Jalan Cemara no. 1d, Depan Asrama Militer, Pulo Brayan, Medan.

Pada Lantai 2 bangunan, Kamar yang berada di

koridor merupakan bangunan pengap, disebabkan tidak

adanya bukaan sama sekali kecuali pintu kamar yang

cenderung terus tertutup. Untuk ruang tamu, juga karena

disebabkan outlet yang kecil di dapur, kecepatan udaranya

menurun, dan sirkulasi udara di ruang tamu tidak

maksimal, begitu halnya juga pada dapur.

• Lantai 3 (mencakup Kamar Tidur 1, Kamar Tidur 2, dan Ruang Keluarga)

Gambar 4.16. Gambaran Aliran Udara dengan Pintu Tertutup Lantai 3 Ruko Jalan Cemara no. 1d, Depan Asrama Militer, Pulo Brayan, Medan.

Kamar tidur 1 dan 2 pada lantai 3, pada dasarnya

adalah ruangan pengap, karena bukaan pada ruangan

hanya 1, tetapi apabila pintu kamar di buka, akan terjadi

pergerakan udara pada kamar ini, meskipun pergerakan

udara tidak maksimal disebabkan ukuran pintu kamar

c. Ruko Jalan Setia Jadi no. 7A, Medan.

• Lantai 1 dan Lantai 2 (mencakup Dapur, Ruang Tamu, dan Ruang Keluarga)

Gambar 4.17. Gambaran Aliran Udara dengan Pintu Tertutup Lantai 1 dan Lantai 2 Ruko Jalan Setia Jadi no. 7A, Medan.

Sirkulasi udara pada lantai 1 dan lantai dua adalah

maksimal, dapat kita lihat dari garis-garis udara yang

memenuhu bukaan yang hampir sama (bukaan-bukaan

inlet dan outlet besarnya sama) memungkinkan sirkulasi

udara maksimal pada ruangan. Ruangan-ruangan pada

lantai 2 tidak memiliki sekat, dan pada bagian Barat

bangunan ada bukaan-bukaan berupa jendela.

• Lantai 3 (Mencakup Kamar Tidur 1 dan Kamar Tidur 2)

Gambar 4.18. Gambaran Aliran Udara dengan Pintu Tertutup Lantai 3 Ruko Jalan Setia Jadi no. 7A, Medan. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Pada lantai 3 Ruko Jalan Setia Jadi ini, seluruh

lantai 3 adalah ruangan pengap. Sama sekali tidak

memiliki bukaan pada bagian Selatan bangunan yang

memungkinkan angin untuk masuk. Ciri khas ruko seperti

inilah yang membuat sirkulasi udara pada bangunan ruko

itu buruk.

Dokumen terkait