• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. DESKRIPSI WILAYAH DAN OBJEK PENELITIAN

4.2. Gambaran dan Profil PT. Alami Agro Industry

Pabrik pengolahan nenas PT. Alami Agro Industry ( PT.AAI ) terletak di Km 6,5 antara Siborong-borong dengan Balige, atau tepatnya di Desa Silangit, Kecamatan Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara.

P.T. Alami Agro Industry berdiri pada tahun 2005. P.T. Alami Agro Industry adalah perusahaan yang bergerak di bidang usaha agribisnis yang sejarahnya bermula dari gagasan program Martabe ( Marsipature Huta Nabe ) yang artinya

Pulang Membangun Kampung Halaman. Atas dasar itu, maka perusahaan

berfilosofi pada program Martabe, dimana peran serta masyarakat, aparat pemerintah, investor bersama-sama bahu-membahu untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

P.T. Alami Agro Industry adalah sebuah usaha yang mengolah buah nenas yang menjadi konsentrat, buah kaleng, dan juice. Namun dalam tahap awal produksinya, hanya dilakukan pengolahan buah nenas menjadi konsentrat. Seperti telah disebutkan bahwa perusahaan ini berawal dari gagasan Martabe, sehingga sangat memperhatikan nasib petani. Hal ini terlihat dari sistem pembelian yang ditetapkan dengan harga Rp.600,00/Kg ditingkat petani tanpa melibatkan para pedagang pengumpul sebagai perantaranya.

Pabrik pengolahan nenas ini dibangun di atas areal seluas 20 Ha dengan kapasitas olah 10 Ton jam (Press). Namun dalam tahap awal produksinya, perusahaan ini hanya mengolah 30 Ton nenas segar setiap harinya. Perusahaan ini adalah salah satu perusahaan industri pengolahan nenas yang juga merupakan cikal bakal kegiatan industri ideal dimasa yang akan datang. Hal ini terlihat dari program kerja maupun standar proses pengolahan yang mengacu kepada program industri maju yang ramah lingkungan, dan mampu menyerap potensi tenaga kerja serta meningkatkan taraf kehidupan masyarakat di Tapanuli Utara pada khususnya.

Aplikasi terhadap kegiatan industrinya senantiasa mengacu kepada ketahanan penyediaan bahan baku serta program pengembangan pemanfaatan areal perkebunan nenas, baik yang dimiliki sendiri ataupun juga yang berasal dari perkebunan nenas rakyat, yang kemudiaan terangkum dalam rencana kerja kemitraan jangka panjang antara PT. AAI dengan masyarakat sebagai

stakeholder/ plasma pendukung.

Sejak tahun 2002 PT.AAI telah memulai langkah awal dengan melaksanakan sosialisasi program pemanfaatan areal perkebunan nenas kepada masyarakat dengan penyuluhan-penyuluhan lapangan secara periodik, dalam tingkat pertemuan yang bersifat pertemuan yang bersifat khusus di samping kunjungan langsung secara dialogis dengan kelompok tani.

PT. AAI mengambil peranan aktif dengan memberikan bibit tanaman bermutu (crown) hasil budidaya bioteknologi pusat kajian tanaman dan pengembangan PT. AAI kepada petani selaku mitra kerja dimana untuk mendapatkan bibit ini, maka petani dapat membeli bibit ini pada divisi Plantation

PT. Alami Agro Industry. Upaya ini ditempuh untuk memastikan agar program pola pembinaan yang direncanakan dapat diaplikasikan berdasarkan pola serta sistem tanam yang terjadwal melalui dukungan pengadaan bibit tanaman yang berkualitas, sehingga faktor resiko kematian dan kerusakan pada tanaman muda dapat ditekan semaksimal mungkin.

Pada awal produksinya, PT. AAI hanya akan memproduksi Buah Kaleng dengan bahan baku nenas varietas Smooth Cayenne dan dengan nama “ Silangit “.

Berdasarkan sistem kerja yang melibatkan masyarakat/ petani sebagai

stakeholder, maka industri ini sangat memperhatikan kesejahteraan petani sebagai

pihak produsen bahan baku nenas segar yang dibutuhkan industri ini. Bahan baku diperoleh dari Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara yang merupakan daerah sentra produksi nenas.

PT. Alami Agro Industry ini juga akan terus mengembangkan pertanaman nenas di Kabupaten Tapanuli Utara, karena ketersediaan bahan baku nenas segar merupakan satu hal yang paling penting dalam menentukan maju tidaknya industri pengolahan nenas ini. Jadi keberhasilan PT. Alami Agro Industry dalam melakukan kemitraan dengan petani dan juga dalam membina petani untuk meningkatkan produksinya, merupakan penentu keberhasilan dan kelayakan usaha ini.

Dengan pola kemitraan yang dilaksanakan antara PT. Alami Agro Industry dengan para petani dan juga dengan bibit unggul yang dihasilkan oleh perusahaan ini, ternyata telah menunjukkan perkembangan positif sebagai jaminan bagi PT. Alami Agro Industry, bahwa kualitas dan kuantitas buah nenas yang dibutuhkan

akan mampu memenuhi kapasitas pengolahan pabrik PT. Alami Agro Industry sepanjang tahun.

Pola kemitraan antara PT. Alami Agro Industry dengan petani menyangkut pembeliaan bahan baku nenas dengan sistem kontrak, dimana begitu kontrak ditandatangani, maka PT. Alami Agro Industry dapat membeli nenas dari petani tersebut. Dalam kontrak ini disebutkan berapa harga beli yang disetujui kedua belah pihak dan jangka waktu kerjasama pembelian buah oleh PT. Alami Agro Industry kepada petani. Jadi dalam jangka waktu tersebut, petani wajib menjual kepada PT. AAI, dan PT. AAI wajib membeli dengan harga yang telah disepakati kedua belah pihak.

Kemampuan usaha pengolahan nenas menyerap tenaga kerja diukur dari seberapa banyak tenaga kerja yang digunakan oleh usaha pengolahan untuk menghasilkan sejumlah produk dalam waktu tertentu. Dari hasil penelitian, dapat diketahui jumlah tenaga kerja yang digunakan oleh Perusahaan berjumlah 37 orang ( Karyawan Tetap), 23 orang laki-laki dan 14 orang wanita. Buruh Harian Lepas 120 orang, laki-laki 56 orang dan wanita 64 orang. Karyawan- karyawan ini berasal dari Desa Siborong-borong, Desa Tarutung, Balige yang semuanya berlokasi di Tapanuli Utara.

Dalam penerimaan karyawan, perusahaan melakukan tahapan-tahapan sebagai berikut :

a. Penyaringan b. Seleksi

1. Wawancara Pendahuluan 2. Pengisian Formulir 3. Pemeriksaan Referensi 4. Tes Psikologi 5. Wawancara Akhir 6. Testing 7. Kesepakatan

Untuk setiap karyawan berlaku masa percobaan selama tiga bulan. Perusahaan berhak memutuskan hubungan kerja dalam masa percobaan tersebut tanpa perlu mendapat persetujuan dari Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah ( P4D ) maupun dari Panitia Perselisihan Perburuhan Pusat ( P4P ).

Penghasilan karyawan meliputi gaji pokok dan berbagai tunjangan sakit dan tunjangan nikah. Terdapat perbedaan cara pemberiaan gaji untuk karyawan laki-laki dan karyawan wanita. Karyawan laki-laki menerima gaji tiap minggu, sedangkan karyawan wanita menerima gaji tiap dua minggu, penghasilan karyawan tidak mencakup uang makan.

Kepada karyawan dipinjamkan peralatan kerja yaitu sarung tangan, hairned, masker, dan sepatu. Karyawan mulai bekerja jam 08.00 WIB sampai jam 17.00 WIB dengan waktu istirahat dari jam 12.00 WIB sampai jam 12.30 WIB. Pada kondisi-kondisi tertentu karyawan, diwajibkan lembur sampai jam 23.00 WIB terutama pada saat musim panen. Dalam melaksanakan tugas karyawan dibagi dalam beberapa shift dengan tujuan untuk memelihara kelancaran kerja.

Promosi karyawan dilakukan berdasarkan prestasi kerja, formasi tersedia, pengembangan kegiatan organisasi dan senioritas. Pemantauan prestasi kerja

dilakukan setahun sekali. Kenaikan upah gaji dilakukan tiga bulan sekali, hal ini tidak terlepas dari prestasi kerja yang dicapai.

Karyawan perusahaan bergabung dalam wadah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Wadah ini merupakan mitra perusahaan dalam mengurus kesejahteraan pekerja dan masalah-masalah lainnya. Selain itu juga terdapat Panitia Keselamatan Kerja (PKK) yang mengurus bila ada karyawan yang cidera dalam melakukan tugasnya.

Dalam hal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) perusahaan berusaha mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku, terutama dalam UU No.12 tahun 1964 tentang PHK di Perusahaan swasta. Karyawan yang terkena PHK diberikan uang pesangon, uang jasa dan ganti kerugian sesuai dengan Peraturan Menteri Perburuhan No. 9 tahun 1964.

[

Struktur Organisasi

Sesuai dengan bentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT), maka kekuasaan tertinggi perusahaan ini terletak ditangan Presiden Direktur. Presiden Direktur mempunyai tugas pokok antara lain :

1. Menentukan arah dan kebijaksanaan perusahaan. 2. Mengawasi jalannya perusahaan.

3. Berhak untuk memeriksa pembukuan dan pekerja perusahaan.

4. Berhak meminta diadakannya rapat pemegang saham baik tahunan

maupun rapat-rapat lainnya yang dianggap perlu.

Di bawah Presiden Direktur terdapat Direktur Operasional yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dan maju mundurnya perusahaan. Di bawah Direktur Operasional terdapat tiga manager antara lain :

1. Finannce and Accounting Manager 2. Plant Manager

3. Commercial Manager

Untuk memperlancar jalannya perusahaan maka perusahaan ini dibagi dalam tujuh departemen dimana tiap departemen dipimpin oleh seorang manager :

Dokumen terkait