• Tidak ada hasil yang ditemukan

A.KETENTUAN

Ketentuan Umum

1. Perusahaan adalah Setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis

usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan yang didirikan,

bekerja serta berkedudukan dalam wilayah RI untuk tujuan

memperoleh keuntungan dan atau laba.

2. Pemungutan adalah Suatu rangkaian kegiatan mulai dari

penghimpunan data objek dan subjek retribusi, penentuan besarnya

retribusi yang terutang sampai kegiatan penagihan retribusi kepada

Wajib Retribusi sampai pengawasan penyetorannya;

3. Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) adalah Surat Keputusan

yang menentukan besarnya jumlah Retribusi yang terutang;

4. Surat Tagihan Retribusi (STRD) adalah Suarat untuk melakukan

tagihan Retribusi dan atau sanksi administrasi berupa Bunga dan atau

denda;

5. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Jabatan yang selanjutnya disebut

SKRD Jabatan adalah Surat Ketetapan Retribusi Daerah yang

dikenakan karena jabatan akibat tidak menyampaikan permohonan

surat izin;

KetentuanPenggolongan

Dalam Pembuatan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) Terdapat 4 Golongan,

1. SITU golongan A (Perusahaan Besar), yaitu modal diluar tanah dan

bangunan berjumlah diatas Rp 500.000.000, seperti Bank, HPH,

Perusahaan Ekspor/Impor dan Perusahaan yang biasa dipersamakan

dengan klasifikasi ini.

2. SITU golongan B (Perusahaan Menengah) yaitu modal diluar tanah

dan bangunan berjumlah Rp 200.000.000 - Rp 500.000.000, seperti

Pedagang-pedagang perantara baik grosir maupun eceran, Toko-toko,

Rumah Sakit Swasta/Klinik Swasta, Pergudngan, Wartel Tipe A, dan

Perusahaan lain yang dipersamakan dengan klasifikasi ini.

3. SITU golongan C (Perusahaan Sedang) yaitu modal diluar tanah dan

bangunan berjumlah Rp 150.000.000 – Rp 200.000.000, seperti

Kios-kios, Praktek Dokter, Notaris, Pengacara, Biro Jasa, Perusahaan

Ekspedisi, Salon Kecantikan, Wisma Pangkas, Kursus-Kursus, Usaha

RentaL CD, Wartel tipe B, Usaha Playstation. Rumah Makan,

Restoran, Perbengkelan Roda dua dan empat, Kantor Perusahaan

Angkutan, Kontraktor dan usaha lain yang bisa dipersamakan dengan

klasifikasi ini.

4. SITU golongan D yaitu modal diluar tanah dan bangunan berjumlah

Rp 100.000.000 – Rp 150.000.000 warung-warung kecil dan usaha

lain yang bisa dipersamakan dengan klasifikasi ini.

5. SITU golongan E yaitu modal diluar tanah dan bangunan berjumlah

Rp 50.000.000 – Rp 100.000.000.

1. Setiap orang atau Badan Hukum baik BUMN, BUMD maupun Swasta

yang mendirikan, membuka dan menjalankan kegiatan usaha baik

perdagangan maupun jasa wajib memperoleh Izin Tempat Usaha dari

Kepala Daerah kecuali bagi usaha yang memiliki Izin Gangguan (HO).

2. Surat Izin Tempat Usaha diterbitkan berdasarkan tempat kedudukan

(domisili) perusahaan.

3. Formulir surat permohonan untuk medapatkan SITU disediakan oleh

Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal dan diisi serta

ditandatangani oleh pemohon pada Kantor Pelayanan Terpadu Satu

Pintu

4. Dokumen yang diperlukan untuk melengkapi permohonan atau untuk

mengetahui identitas pemohon, status legal/tidaknya Kegiatan Usaha

dan Hak Atas Tempat Usaha yang digunakan:

a. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk sebanyak 1 lembar

b. FotocopyKartu Keluarga sebanyak 1 lembar

c. Pasfoto ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar

d. Fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebanyak 1 lembar

e. Fotocopy Akta Pendirian Perusahaan/Perubahan Akta sebanyak 1

lembar

f. Fotocopy Bukti Penguasaan Tanah sebanyak 1 lembar

5. Surat Izin Tempat Usaha berlaku selama 5 (lima) Tahun dan wajib

didaftar ulang sekaligus membayar Retribusinya sekali dalam 1 (satu)

tahun.

Ketentuan Yang Wajib Dipatuhi

1. Pengusaha pemegang Surat Izin Tempat Usaha (SITU) ini wajib

mematuhi segala ketentuan peraturan yang berlaku atas pengusahaan

perusahaan tersebut.

2. Surat Izin Tempat Usaha ini berlaku untuk dan atas nama perusahaan

tersebut dan tidak dapat dipindahtangankan kepada pihak lain untuk

mencari keuntungan.

3. Surat Izin Tempat Usaha ini dapat dicabut apabila:

a. Terjadi perubahan nama/merk usaha, nama pengusaha (pimpinan

perusahaan), alamat tempat/lokasi usaha, luas tempat usaha,

golongan perusahaan dan jenis kegiatan usaha.

b. Lokasi tempat usaha tersebut tidak sesuai lagi dengan

perkembangan penataan lingkungan dan atau berdasarkan

pertimbangan lain menurut Pemerintah Kabupaten Mandailing

Natal.

Apabila Wajib retribusi tidak melaksanakan kewajibannya

sehingga merugikan daerah diancam pidana kurungan paling lama

6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya 4 (empat) kali

B.Objek dan Subjek

Objek Retribusi Izin Tempat Usaha adalah Pemberian izin kepada orang

atau Badan Usaha di lokasi tertentu untuk melakukan aktifitas perdagangan.

Subjek Retribusi Izin Tempat Usaha adalah Setiap Orang atau Badan

hukum yang memperoleh dan atau mendapatkan Surat Izin Tempat Usaha. Yang

artinya Setiap Orang atau perorangan yang melakukan usaha, sedangkan

pengertian Badan adalah Suatu bentuk usaha yang meliputi Perseroan Terbatas

(PT), Comanditer Venoottschap (CV), BUMN atau BUMD dengan nama dan

bentuk apapun, Firma, Koperasi, Yayasan atau organisasi sejenisnya dan lain-lain.

Permohonan Izin tersebut dilengkapi dengan syarat:

1. Mengisi formulir permohonan bermaterai Rp.6000 yang ditandatangani

pemilik atau direktur utama atau penanggungjawab perusahaan.

2. Bagi Usaha Perseorangan melampirkan Surat Keterangan dari Kepala

Desa/Kelurahan Tempat Usaha dan Keterangan tersebut dibenarkan Camat

setempat.

3. Bagi Usaha yang berbadan hukum melampirkan akte pendirian

perusahaan.

4. Pasfoto ukuran 4X 6 sebanyak 3 (tiga) lembar

Penetapan besarnya tarif retribusi dimaksudkan untuk menutupi biaya

penyelenggaraan pemberian izin tempat usaha dengan mempertimbangkan aspek

kemampuan dan aspek keadilan.

Biaya sebagaimana dimaksudkan adalah biaya survey ke lapangan/lokasi

tempat usaha, biaya transportasi dan biaya pendataan.

Struktur besarnya tarif retribusi atas Surat Izin Tempat Usaha yang baru

dihitung berdasarkan kelas jenis usaha, sebagai berikut:

1. SITU Golongan A Rp. 1.500.000

2. SITU Golongan B Rp. 500.000

3. SITU Golongan C Rp. 150.000

4. SITU Golongan D Rp. 100.000

5. SITU Golongan E Rp 50.000

6. Usaha Jasa Kontruksi

• Golongan B Rp. 1.000.000 • Golongan M1 Rp. 750.000 • Golongan M 2 Rp. 500.000 • Golongan K 1 Rp. 300.000 • Golongan K 2 Rp. 200.000 • Golongan K 3 Rp. 100.000

Penetapan atas besarnya retribusi terhutang dihitung berdasarkan atas kelas

jenis usaha.Penetapan ini didasarkan atas permohonan yang diajukan oleh wajib

Guna pendataan, pengawasan pembinaan dan pengendalian izin wajib

didaftar ulang setiap tahun.Pendaftaran ulang Izin ini dikenakan biaya retribusi

sebesar 50% dari jumlah retribusi yang dipungut waktu penerbitan Surat Izin atau

pembayaran retribusi pertama.

D. Tata Cara Pemungutan Retribusi Izin Tempat Usaha

PENDAFTARAN

Setiap wajib retribusi wajib mengisi Surat Pendaftaran Objek Retribusi

daerah (SPORD). SPORD harus diisi dengan benar dan lengkap serta

ditandatangani oleh wajib retribusi atau kuasanya. Berdasarkan SPORD retribusi

terhutang ditetapkan dengan menerbitkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah

(SKRD) atau dokumen lain yang dipersamakan.

Diwilayah Daerah Kabupaten Mandailing Natal setiap Wajib Retribusi baik

yang berdomisili di Kabupaten Mandailing Natal maupun yang berdomisili diluar

wilayah Kabupaten Mandailing Natal dan memiliki objek retribusi diwilayah

Daerah Kabupaten Mandailing Natalwajib menyampaikan data objek dan subjek

retribusi. Data ini akan digunakan sebagai bahan pendataan bagi unit pemungut

retribusi.

Pemohon mendapatkan nilai tarif sebelum permohonan di proses. Penetapan

atas besarnya tarif retribusi terhutang dihitung berdasarkan atas kelas jenis

usaha..Penetapan ini didasarkan atas permohonan yang diajukan oleh Wajib

Retribusi.Setelah disepakati besarnya retribusi maka akan diterbitkan Surat

Penandatanganan perizinan di lakukan Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu

Pintu kecuali untuk izin lokasi ditandatangani oleh Bupati.

Dokumen terkait