BAB IV HASIL PENELITIAN
D. Hasil Penelitian
4. Uji Hipotesis
a. Uji t (uji persial)
Untuk melihat signifikan atau tidak, digunakan rumus T-test sebagai berikut:
√
√
Keterangan:
t : T-test
r : Koefisien korelasi
r² : Determinan n : Jumlah sampel
Melalui uji t dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut.
H0 :Secara persial tidak terdapat pengaruh signifikan dari variabel dependen
H1 :Secara persial terdapat pengaruh signifikan dari variabel indenpenden terhadap variabel dependen.
Kriteria pengambilan keputusan :
H0 diterima apabila t hitung < t tabel pada α = 5%
H1 diterima apabila t hitung > t tabel pada α = 5%
Dasar pengambilan keputusan uji t adalah sebagai berikut :
a. Jika nilai t hitung lebih besar > dari t tabel maka ada pengaru faktor-faktor minat (X) terhadap minat pengusah konveksi menjadi nasabah bank (Y).
b. Sebaliknya, jika nilai t hitung lebih kecil < dari t tabel maka tidak ada pengaruh faktor-faktor minat (Y) minat pengusaha konveksi menjadi nasabah bank (Y).
b. Uji – F (uji serentak)
Uji – f (uji serentak) adalah untuk melihat apakah variabel indenpenden secara bersama-sama (serentak) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel dependen.
Untuk mendapatkan nilai dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
√
Keterangan :
n : jumlah responden
m : jumlah variabel bebas
melalui uji – t (uji persial) dengan menggunakan langkah sebagai berikut:
H0 : Secara bersama-sama (serentak) berpengaruh yang positif dan signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.
H1 : secara bersama-sama (serentak) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.
5. Koefisien Determinan (r²)
Koefisien determinan digunakan untuk melihat besarnya kontribusi variabel X terhadap variabel Y. Nilai koefisien determinan antara 0 sampai 1. Semakin besar nilai koefisien determinasi.maka semakin baik kemampuan variabl independen menerangkan variabel dependen. Jika di determina (R²) semakin besar (mendekati satu), bahwa dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel independen adalah besar terhadap variabel dependen. Hal ini berarti, model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel indenpenden yang diteliti terhadap variabel dependen.
Sebaliknya jik diterminan koefisien (R²) semakin kecil (mendekati nol), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh
variabel independen terhadap variabel dependen semakin kecil.
Dengan demikian baik atau buruknya suatu persamaan regresi ditentukan oleh R².
BAB IV
HASIL PENELITIAN A. Monografi Nagari Sungai Pua
Nagari sungai pua merupakan salah satu nagari yang terletak di kecamatan sungai pua, kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat.41
1. Kondisi Geografis
a. Letak dan Batas Administrasi Wilayah
Secara geografis Nagari Sungai Pua terletak pada posisi yang secara administratif berbatasan dengan:
Sebelah Utara : Berbatasan dengan Nagari Kubang Putiah
Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Nagari Sariak
Sebelah Timur : Berbatasan dengan Nagari Bukit Batabuah
Sebelah Barat : Berbatasan dengan Nagari Cingkariang Nagari Sungai Pua terletak di kecematan Sungai Pua yang terdiri dari 5 jorong dengan luas 1.213,9 Ha. Dengan uraian sebagai berikut
Tabel 4.1
Luas Nagari Sungai Pua Perjorong
No Jorong Luas (Ha)
1 Kapalo Koto 217
2 Limo Kampung 206
41 Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Wali Nagari Tahun 2015
3 Tangah Koto 191
4 Limo Suku 399
5 Galuang 200,9
Jumlah 1213,9
Sumber : Kecematan Sungai Pua
Berdasarkan tabel 4.1 diatas, dapat disimpulkan bahwa jorong Tangah Koto merupakan jorong yang memiliki luas paling kecil yaitu sebesar 191 Ha diantara jorong-jorong yang ada di Nagari Sungai Pua, sedangkan Jorong Limo Suku Merupakan Jorong paling luas di antara jorong lainnya yaitu sebesar 399 Ha.
b. Kondisi Topografi
Nagari Sungai Pua mempunyai topografi yaitu kemiringan, ketinggian dan morfologi daratan, wilayah pegunungan, dataran tinggi dan dataran rendah. Nagari Sungai pua terletak pada daerah relatif yang bergelombang dan berbukit yang memiliki kemiringan tanah yang berkisar antara 5-40% bahkan ada yang lebih dari 40%
(lebih dominan) yang dikelompokkan dalam:
a. Lahan dengan kemiringan 15-40% terdapat pada bagian utara dan barat dari Nagari Sungai Pua (Jorong Limo Suku, Galuang, Kapalo Koto, dan sebagian Jorong Tangah Koto).
b. Kemiringan 74% terdapat dibagian Selatan dan Timur Nagari Sungai Pua (Jorong Limo Kampuang sebagian Jorong Kapalo Koto)
Nagari Sungai Pua terletak pada ketinggian 963-1.000 M di atas permukaan laut.
2. Gambaran Demografi
a. Jumlah Penyebaran Penduduk
Jumlah penduduk Nagari Sungai Pua menurut pemutakhiran data penduduk tahun 2015 14.040 jiwa dengan 3.360 kepala keluarga yang penyebarannya tidak merta.
Penambahan jumlah penduduk tahun ini yaitu 84 jiwa dan 77 keluarga baru. Jumlah penduduk terbesar terdapat di Jorong Limo Suku dengan jumlah penduduk 6.042 (43.03%) dari seluruh jumlah penduduk nagari Sungai Pua. Jumlah penduduk terendah terdapat di Jorong Galuang dengan jumlah penduduk 1.168 jiwa (8,32%).
Tabel 4.2
Sumber : Hasil Pemutakhiran Data kependudukan Tahun 2015
Hasil pendataan tahun 2015 berdasarkan jumlah penduduk Nagari Sungai Pua menurut jenis kelamin diketahui bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih besar dengan jimlah penduduk perempuan yaitu 7.015 jiwa.
Tabel 4.3
Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
NO Jorong Laki-Laki Perempuan Total
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
1 Limo Kampuang
1.210 17,2 1.191 17,0 2.401 17,10 2 Kapalo Koto 1.499 21,3 1.542 22,0 3.041 21,66 3 Tangah Koto 679 9,7 709 10,1 1.388 9,89 4 Limo Suku 3.076 43,8 2.966 42,3 6.042 43,03
5 Galuang 561 8,0 607 8,7 1.168 8,32
Total 7.025 100 7.015 100 14.040 100
Sumber : Hasil Pemutakhiran Data Kependudukan Tahun 2015
b. Penduduk Berdasarkan Pekerjaan
Penduduk Nagari Sungai pua menurut lapangan pekerjaan terdiri dari petani, konveksi, pedagang, pegawai negeri, pegawai swasta, industri kerajinan dll. Berdasarkan hasil pendapatan tahun 2015, penduduk Nagari Sungai Pua mayoritas bekerja di biagian koveksi (2.458 jiwa) dan petani (947 jiwa) sedangkan yang paling sedikit yaitu yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (136 jiwa).
Banyaknya penduduk Nagari Sungai pua yang bekerja di bidang konveksi karena banyaknya permintaan pasar di bidang konveksi baik itu pakaian anak-anak, baju seragam, jilbab dan lainnya. Sedangkan usaha pertanian karena didukung oleh kondisi tanah yang subur, iklim yang kondusif dan harga hasil pertanian yang stabil. Sedangkan bekerja di bidang perdagangan karena
sudah menjadi karakter dan wafat penduduk Nagari Sungai Pua.
Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel4.4
c. Penduduk Berdasarkan Pendidikan
Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dan harus mendapatkan perhatian dari semua pihak, keberhasilan dunia pendidikan bukan saja di tentukan oleh pemerintah dan guru saja, masyarakat juga mempunyai peran yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan.
Penduduk nagari Sungai Pua menurut pendidikan adalah Sumber: Hasil Pemutakhiran Data Kependudukan Tahun 2015
Berdasarkan tabel 4.5 di atas, dapat dilihat bahwa jumlah penduduk menurut pendidikannya di Nagari Sungai Pua yangterdiri dari lima jorong yaitu jorong Limo Kampung, Kapalo Koto, Tangah Koto, Limo Suku dan Galuang, rata-rata tingkat pendidikan yang paling banyak adalah tamatan SD yaitu sebanyak 3.765 oran dan SLTA 3.641 orang, sedangakan yang paling sedikit adalah StratanIII yaitu sebanyak 2 orang dan Strata II sebanyak 12 orang.
3. Agama
Penduduk Nagari Sungai Pua pada umumnya bersifat homogen bila dilihat dari pemeluk agama yait agama islam sebanyak 100% dari penduduk Nagari Sungai Pua.
Seiring dengan kebijakan pemerintah provinsi Sumatera Barat
“ Babaliak Ka Nagari” di era otonomi daerah, belum mampu diterjemahkan secara kongrit di tengah-tengah kehidupan masyarakat, sehingga muncul kekhawatiran makin luntur dan rendahnya pemahan agama bagi generasi muda. Maka untuk mengantisipasi hal tersebut, telah dilakukan berbagai langkah dan upaya bagi tokoh masyarakat di Nagari Sungai Pua untuk membangun Mesjid, Mushalla dan melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan dengan penyediaan saranadan prasarana ibadah serta pengembangan kegiatan keagamaan.
4. Kondisi Ekonomi
Nagari Sungai Pua terkenal dengan bidang ekonomi yang boleh dikatakan relatif maju sebab didukung oleh beberapa faktor yang sangat menunjang perekonomian masyarakat. Diantarannya adalah faktor alam (SDA), faktor manusia (SDM) dan faktor lingkungan sosial masyarakat.
Dari ketiga faktor tersebut memberikan berbagai peluang yang memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga memberikan keuntungan dari segi ekonomi, pemanfaatan sumber daya alam harus,
sesuai dengan konsep pembangunan berwawasan lingkungan, berikut barbagai potensi ekonomi Nagari Sungai Pua.
a. Sektor Pertanian dan Perkebunan
Luas Nagari Sungai Pua 1.213,9 m dari kondisi topografi yang ada berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi ekonomi masyarakat, ketersediaan lahan, penggunaan lahan di Nagari Sungai Pua didominan oleh area pertanian (sawah, ladang), dan terdapat area pertanian (lahan basah) 626 Ha lahan kering 109,40 Ha.
b. Sektor Industri
Industri yang berkembang di Nagari Sungai Pua pada umumnya adalah industri rumah tangga, konveksi, pandai besi, kuningan dan kerajinan perak, dilihat dari perkembangan masing-masing industri yang ada maka, melalui konstribusi yang diberikan Nagari Sungai Pua cukup mendukung untuk pengembangan industri pandai besi dan konveksi.
c. Sektor Perdagangan
Di Nagari Sungai Pua terdapat 2 pasar yaitu Balai Tampuruang yang berada di Jorong Limo Suku dan Pasar Balai Panjang yang ramai di kunjungi masyarakat (konsumen) baik yang berasal dari Nagari Sungai Pua maupun dari sekitar Sungai Pua,
yang dominan dipasarkan adalah hasil pertanian dan hasil industri lainnya.
5. Sejarah Industri Konveksi
Industri konveksi merupakan salah satu industri rumahan yang sudah lama dijalani oleh masyarakat Sungai Pua. Dari keterangan yang di dapat bahwa industri konveksi ini merupakan salah satu sektor perekonomian masyarakat Sungai Pua yang sudah turun temurun dilakukan, sehingga tidak dapat diketahui dengan jelas sejarah dari industri konveksi ini.
B. Karakteristik Responden
Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 80 orang yang merupakan pengusaha konveksi yang berada di Nagari Sungai Pua. Karakteristik responden didapat dari data diri responden yang berupa jenis kelamin, usia, lama menggunakan Bank Konvensional dan Alasan menjadi nasabah bank konvensional.
a. Jenis kelamin
Tabel 4.6
Jenis Kelamin Responden
Jenis Kelamin Jumlah Persentase
Laki-Laki 19 24%
Perempuan 61 76%
Jumlah 80 100%
Sumber : Data Primer di olah, 2018
Berdasarkan pada tabel 4.6 menunjukkan bahwa jumlah responden paling banyak adalah perempuan sebanyak 61 responden (76%) dan responden laki-laki sebanyak 19 responden (24%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas yang menjadi pengusaha konveksi di Nagari Sungai Pua adalah perempuan.
b. Usia
Sumber : Data Primer Diolah, 2018
Berdasarkan pada tabel 4.7 menunjukkan bahwa jumlah responden yang terkumpul berdasarkan usianya adalah berusia >60 tahun sebanyak 2 responden (2%), usia 24-60 tahun sebanyak 43 responden (54%), usia 19-23 tahun sebanyak 24 responden (30%), dan usia 13-18 tahun sebanyak 11 responden (14%) dan usia 6-12 tahun sebanyak 0 responden (0%). Hal ini menunujukkan bahwa mayoritas responden yang menjadi pengusaha konveksi di Nagari Sungai Pua adalah yang berusia 24-60 tahun.
c. Lama Menjadi Nasabah Bank
Tabel 4.8
Lama Menjadi Nasabah Bank
N0 Lama menjadi nasabah bank
Jumlah Presentase
1 <1 tahun 17 22%
2 2-3 tahun 38 47%
3 3-5 tahun 19 24%
4 >5 tahun 6 7%
Jumlah 80 100%
Sumber: Data Primel Diolah,2018
Berdasarkan pada tabel 4.8 menunjukkan bahwa jumlah responden yang terkumpul berdasarkan lama menjadi nasabah bank adalah <1 tahun sebanyak 17 responden (22%), 2-3 tahun sebanyak 38 responden (47%), 3-5 tahun sebanyak 19 responden (24%), dan >5 tahun sebanyak 6 responden (7%). Hal ini menunujukkan bahwa mayoritas responden yang menjadi pengusaha konveksi di Nagari Sungai Pua menjadi nasabah di bank konvensional selama 2-3 tahun.
d. Alasan Menjadi Nasabah Bank Konvensional
Tabel 4.9
Alasan Menjadi Nasabah Bank Konvensional No Alasan Menjadi Nasabah Bank
Konvensional
Jumlah Presentase
1 Prosedur cepat dan sederhana 18 22%
2 Pelayanannya Ramah 22 28%
3 Mudah Dijangkau 16 20%
4 Fasilitas Produknya Beragam 24 30%
5 Lainnya 0 0%
Jumlah 80 100%
Sumber: Data Primer Diolah,2018
Berdasarkan pada tabel 4.9 menunjukkan bahwa jumlah responden yang terkumpul berdasarkan alasan menjadi nasabah bank konvensional adalah prosedur cepat dan sederhana sebanyak 18 responden (22%), pelayanannya ramah sebanyak 22 responden (28%), mudah dijangkau sebanyak 16 responden (20%), fasilitas produknya beragam sebanyak 24 responden (30%), dan lainnya sebanyak 0 responden (0%). Hal ini menunujukkan bahwa mayoritas responden yang menjadi pengusaha konveksi di Nagari Sungai Pua
menjadi nasabah konvensional dengan alasan fasilitas produknya beragam.
C. Gambaran Distribusi Jawaban responden
Distribusi jawaban responden yang didapat dari hasil penyebaran kosioner Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat pengusaha konveksi menjadi nasabah bank konvensional adalah sebagai berikut:
1. Variabel X1 (Kebudayaan)
Tabel 4.10
Jawaban responden terhadap pernyataan tentang Kebudayaan
No Faktor kebudayaan SS S N TS STS Jlh
1 Saya memilih bank konvensiona karena bertentangan dengan agama yang saya anut
30 19 13 9 9 80
2 Saya memilih bank
konvensional karena bertentangan dengan budaya saya
11 29 25 8 7 80
3 Saya memilih bank
konvensional karena sesuai dengan kelas sosial atau golongan menengah kebawah
5 23 33 16 3 80
Sumber : Data Primer diolah, 2018
Berdasarkan jawaban responden pada tabel 4.10 datas dapat dilihat bahwa pernyataan pada butir pernyataan 1, 2, dan 3 responden yang memilih jawaban sangat setuju (SS) dari pernyataan pertama sebanyak 30 orang, pernyataan kedua sebanyak 11 orang dan pernyataan ke tiga sebanyak 5 orang, yang memilih setuju (S) dari pernyataan pertama sebanyak 19 orang, pernyataan kedua sebanyak 29 orang dan pernyataan ketiga sebanyak 23 orang, responden yang memilih jawaban Netral (N) dari pernyataan pertama sebanyak 13
orang,kedua sebanyak 25 orang, ketiga sebanyak 32 orang, responden yang memlih jawaban tidak setuju (TS) dari pernyataan pertama sebanyak 9 orang, kedua sebanyak 8 orang, ketiga sebanyak 16 orang, dan responden yang memilih jawaban sangat tidak setuju (STS) dari pernyataan pertama sebanyak 9 orang, kedua sebanyak 7 orang dan
karena dorongan dari kelompok referensi memiliki usaha konveksi atau usaha kecil menengah
11 18 26 16 9 80
Sumber : Data Primer diolah, 2018
Berdasarkan jawaban responden pada tabel 4.11 datas dapat dilihat bahwa pernyataan pada butir pernyataan 1, 2, 3 dan 4 responden yang memilih jawaban sangat setuju (SS) dari pernyataan pertama sebanyak 20 orang, pernyataan kedua sebanyak 11 orang dan pernyataan ke tiga sebanyak 19 orang, penyataan ke empat sebanyak 11 orang, yang memilih setuju (S) dari pernyataan pertama sebanyak 23 orang, pernyataan kedua sebanyak 22 orang dan pernyataan ketiga sebanyak 23 orang, ke empat sebanyak 18 orang, responden yang
memilih jawaban Netral (N) dari pernyataan pertama sebanyak 14 orang, kedua sebanyak 28 orang, ketiga sebanyak 18 orang, ke empat sebanyak 26 orang, responden yang memlih jawaban tidak setuju (TS) dari pernyataan pertama sebanyak 14 orang, kedua sebanyak 11 orang, ketiga sebanyak 11 orang, ke empat sebanyak 16 orang dan responden yang memilih jawaban sangat tidak setuju (STS) dari pernyataan pertama sebanyak 9 orang, kedua sebanyak 8 orang, ketiga sebanyak 9 orang dan ke empat sebanyak 9 orang.
3. Variabel X3 (Faktor Pribadi)
Tabel 4.12
Jawaban Responden Tentang Pribadi
No Faktor Pribadi SS S N TS STS Jumlah
1 Saya memilih bank konvensional karena sesuai dengan umur saya
25 22 6 10 12 80
2 Saya memilih bank konvensional karena sesuai dengan pekerjaan saya sebagai pengusaha konveksi
14 13 33 10 10 80
3 Saya memilih bank konvensional karena sesuai dengan gaya hidup dan aktivitas sya sehari-hari
15 24 20 17 4 80
4 Saya memilih bank konvensional karena sesuia dengan situasi ekonomi atau usaha yang saya lakukan
19 20 18 12 11 80
5 Saya memilih bank konvensional karena sesuai dengan kepribadian saya
17 23 26 12 2 80
Sumber : Data Primer diolah, 2018
Berdasarkan jawaban responden pada tabel 4.12 diatas dapat dilihat bahwa pernyataan pada butir pernyataan 1, 2, 3, 4,dan 5 responden yang memilih jawaban sangat setuju (SS) dari pernyataan pertama sebanyak 25 orang, pernyataan kedua sebanyak 14 orang dan pernyataan ke tiga sebanyak 15 orang, penyataan ke empat sebanyak
19 orang, ke lima sebanyak 17 orang, yang memilih setuju (S) dari pernyataan pertama sebanyak 22 orang, pernyataan kedua sebanyak orang 13 dan pernyataan ketiga sebanyak 24 orang, ke empat sebanyak 20 orang, ke lima sebanyak 23 orang, responden yang memilih jawaban Netral (N) dari pernyataan pertama sebanyak 6 orang, kedua sebanyak 33 orang, ketiga sebanyak 20 orang, ke empat sebanyak 18 orang, kelima sebanyak 26, responden yang memlih jawaban tidak setuju (TS) dari pernyataan pertama sebanyak 10 orang, kedua sebanyak 10 orang, ketiga sebanyak 17 orang, ke empat sebanyak 12 orang, kelimasebanyak 12 orang dan responden yang memilih jawaban sangat tidak setuju (STS) dari pernyataan pertama sebanyak 17 orang, kedua sebanyak 10 orang, ketiga sebanyak 4 orang, ke empat sebanyak 11 orang dan kelima sebanyak 2 orang.
4. Variabel X4 (Faktor Psikologi)
Tabel 4.13
Jawaban Responden Tentang Psikologi
No Faktor Psikologi SS S N TS STS Jumlah
1 Saya memilih bank konvensional sesuai dengan motifasi atau dorongan dari diri saya
20 30 18 7 5 80
2 Saya memilih bank konvensional karena sesuai dengan persepsi atau pendapat saya tentang bank konvensional
10 19 33 12 6 80
3 Saya memilih bank konvensional karena saya
sudah mempunyai
pengalaman yang baik dengan bank konvensional
13 20 24 15 8 80
4 Saya memilih bank konvensional karena saya yakin bank konvensional cocok untuk orang yang
16 23 19 9 13 80
memiliki usaha seperti saya Sumber : Data Primer diolah, 2018
Berdasarkan jawaban responden pada tabel 4.13 datas dapat dilihat bahwa pernyataan pada butir pernyataan 1, 2, 3 dan 4 responden yang memilih jawaban sangat setuju (SS) dari pernyataan pertama sebanyak 20 orang, pernyataan kedua sebanyak 10 orang dan pernyataan ke tiga sebanyak 13 orang, penyataan ke empat sebanyak 16 orang, yang memilih setuju (S) dari pernyataan pertama sebanyak 30 orang, pernyataan kedua sebanyak 19 orang dan pernyataan ketiga sebanyak 20 orang, ke empat sebanyak 23 orang, responden yang memilih jawaban Netral (N) dari pernyataan pertama sebanyak 18 orang, kedua sebanyak 33 orang, ketiga sebanyak 24 orang, ke empat sebanyak 19 orang, responden yang memlih jawaban tidak setuju (TS) dari pernyataan pertama sebanyak 7 orang, kedua sebanyak 12 orang, ketiga sebanyak 15 orang, ke empat sebanyak 9 orang dan responden yang memilih jawaban sangat tidak setuju (STS) dari pernyataan pertama sebanyak 5 orang, kedua sebanyak 6 orang, ketiga sebanyak 8 orang dan ke empat sebanyak 13 orang.
5. Minat Menjadi Nasabah Bank Konvensional (Y)
Distribusi jawaban responden berdasarkan variabel minat menjadi nasabah bank konvensional dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.14
Jawaban Responden Tentang Minat Menjadi Nasabah Bank
No Minat Menjadi Nasabah Bank SS S N TS STS Jumlah 1 Saya menjadi nasabah bank
konvensional karena mudah mendapatkan modal
5 3 45 19 8 80
2 Keputusan menjadi nasabah bank konvensional adalah pilihan yang tepat
5 38 24 12 1 80
3 Saya memilih bank
konvensional karena saya suka dengan sistem operasionalnya
11 30 17 22 0 80
4 Saya memilih bank
konvensional karena fasilitas produknya beragam
17 20 30 13 0 80
5 Saya menjadi nasabah bank konvensional karena karyawannya ramah dalam memberikan pelayanan
22 25 31 2 0 80
6 Saya akan tetap menjadi nasabah di perbankan konvensional
9 26 21 15 10 80
Sumber : Data Primer diolah, 2018
Berdasarkan jawaban responden pada tabel 4.14 datas dapat dilihat bahwa pernyataan pada butir pernyataan 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 responden yang memilih jawaban sangat setuju (SS) dari pernyataan pertama sebanyak 5 orang, kedua sebanyak 5 orang ,ketiga sebanyak 11 orang, keempat sebanyak 17 orang, kelima sebanyak 22 orang, keenam sebanyak 9 orang, yang memilih setuju (S) dari pernyataan pertama sebanyak 3 orang, kedua sebanyak orang 38 , ketiga sebanyak 30 orang, ke empat sebanyak 20 orang, ke lima sebanyak 25 orang, ke enam sebanyak 26 orang, responden yang memilih jawaban Netral (N) dari pernyataan pertama sebanyak 45 orang, kedua sebanyak 24 orang, ketiga sebanyak 17 orang, ke empat sebanyak 30 orang, kelima sebanyak 31, ke enam sebanyak 21, responden yang
memlih jawaban tidak setuju (TS) dari pernyataan pertama sebanyak 19 orang, kedua sebanyak 12 orang, ketiga sebanyak 22 orang, ke empat sebanyak 13 orang, kelimasebanyak 2 orang, ke enam sebanyak 15 orang, dan responden yang memilih jawaban sangat tidak setuju (STS) dari pernyataan pertama sebanyak 8 orang, kedua sebanyak 1 orang, ketiga tidak ada, ke empat tidak ada, kelima tidak ada dan ke enam sebanyak 10 orang.
D. Hasil Penelitian 1. Uji Pra Penelitian
a. Uji Validitas
Analisis validitas berfungsi untuk menentukan seberapa valid suatu item valid jika pernyataan/pertanyaan pada kuisioner tersebut mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner itu sendiri. Uji signifikan dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan nilai rtabel.
Hasil analisis program SPSS ditunjukan dengan membandingkan Product Moment. Jika nilai korelasi antar item >
0,217 maka item tersebut dianggap valid. Uji validitas dapat dilakukan dengan menggunakan program SPSS terdapat pada tabel 4.10 berikut ini :
Tabel 4.15
Hasil Uji Validitas untuk Variabel X No
Item Nilai r Hitung Nilai r Tabel Keterangan
1 0.646 0.217 VALID
Sumber: Hasil Penelitian Lapangan 2018 (data diolah).
Berdasarkan tabel 4.15 di atas, pengujian validitas dimulai 16 item pernyataan yang ada, ditemukan semua item pernyataan dari item 1 sampai item 16 valid. Dari hasil uji validitas diperoleh semua nilai korelasi masing-masing lebih besar dari nilai korelasi kritis atau 0,217. Dengan demikian semua item pernyataan dapat digunakan untuk pengujian lebih lanjut.
Tabel 4.16
Hasil Uji Validitas untuk Variabel Y No
Sumber: Hasil Penelitian Lapangan 2018 (data diolah).
Berdasarkan tabel 4.16 di atas, pengujian validitas dimulai 6 item pernyataan yang ada, ditemukan semua item pernyataan dari item 1 sampai item 6 valid. Dari hasil uji validitas diperoleh semua nilai korelasi masing-masing lebih besar dari nilai korelasi kritis atau 0,217. Dengan demikian semua item pernyataan dapat digunakan untuk pengujian lebih lanjut.
b. Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi alat ukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukurannya diulang. Penelitian ini melakukan uji reliabilitas menggunakan metode Cronbanch’s Alpha, dengan kriteria bahwa tingkat alpha dihitung lebih besar dari koefisien Cronbanch’s Alpha 0.60 maka data yang diujikan memiliki tingkat reliabilitas yang baik. Adapun hasil dari perhitungan dapat dilihat pada tabel output SPSS dibawah ini:
Tabel 4.17 Uji Reabilitas
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.732 27
Sumber : Data Primer Diolah, 2018
Berdasarkan tabel 4.17 diatas, Cronbanchalpha untuk semua item pernyataan sebesar 0,732 nilai > 0,60 , maka dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian tersebut reliabel.
2. Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk membuktikan bahwa data yang dipergunakan berdistribusi normal. Hasil analisis kemudian dibandingkan dengan nilai kritisnya. Dasar pengambilan keputusan dapat dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymp. Sig), yaitu:
c) Jika probabilitas > 0,05 maka populasi berdistribusi normal.
d) Jika probabilitas < 0,05 maka populasi tidak berdistribusi normal.
Tabel 4.18
Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual
N 80
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation 1.74229050
Most Extreme Differences Absolute .122
Positive .072
Negative -.122
Kolmogorov-Smirnov Z 1.095
Asymp. Sig. (2-tailed) .182
a. Test distribution is Normal.
Dari data di atas di ketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0.182 lebih besar dari 0.05, sehingga dapat di simpulkan bahwa data yang kita uji berdistribusi normal
b. Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel independen. Jika ada korelasi yang tinggi antara variabel independen tersebut, maka hubungan antara variabel independen dan variabel dependen menjadi terganggu. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi multikolinieritas. Multikolinieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor).
Untuk bebas dari masalah multikolinieritas, nilai tolerance harus <
0,10 dan nilai VIF > 10.
Tabel 4.18 Uji Multikolinieritas
Sumber : Data Primer Diolah, 2018
Berdasarkan tabel 4.18 diatas, bdiketahui bahwa nilai
Berdasarkan tabel 4.18 diatas, bdiketahui bahwa nilai