BAB V HASIL
E. Gambaran Konsekuensi di Unit Wheel dan Brake
Konsekuensi dalam penelitian ini adalah gambaran hasil perilaku yang mempengaruhi kemungkinan bahwa perilaku akan diulang. Gambaran konsekuensi dalam penelitian ini antara lain penghargaan yang dapat meningkatkan terjadinya perilaku terulang, sementara hukuman mengurangi kemungkinan perilaku terulang. Berikut merupakan gambaran konsekuensi yang ada di unit wheel dan brake:
1. Hukuman
Hukuman atau punishment dalam penelitian ini yaitu pemberian sanksi
(punishment) yang diberikan terkait dengan perilaku keselamatan kerja jika
pekerja mekanik tidak berperilaku aman selama bekerja. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hukuman terkait dengan perilaku pekerja di unit
wheel dan brake adalah berupa peneguran dari leader (senior), manager, dan
dilakukan tetapi pekerja tetap melakukannya, maka pekerja mendapatkan surat peringatan. Hal ini didukung oleh hasil wawancara dengan informan terkait hukuman yang diberikan jika pekerja berperilaku tidak aman sebagai berikut:
“Paling sanksi nya lebih keteguran aja ya mba, tapi biasanya kalau
emang itu kena SP mba” (Informan IU6)
“Sanksi saya hanya berupa lisan. Kalau sekali ngga kena, dua kali ngga kena kalau tiga kali, ya kena surat peringatan kalau pegawai. Kalau yang hier surat peringatan ngga bisa kita pulangin ke PT nya, ngga bisa diatur gitu kan. Karena kalau berkaitan dengan keselamatan, ada yang celaka satu orang yang jelek GMF. Tapi sampai saat ini saya alhamdulillah belum pernah ngasih” (Informan IK2)
Selain itu, berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ketentuan pemberian hukuman secara corporate jika pekerja melanggar atau berperilaku tidak aman, sudah ditetapkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Ketentuan ini tertuang dalam pembahasan mengenai disiplin pegawai bahwa setiap pekerja akan mendapatkan hukuman berdasarkan berat ringannya pelanggaran.
Bentuk- bentuk jenis pelanggaran ringan, hukumannya berupa peringatan lisan dan surat peringatan tertulis. Jenis pelanggaran sedang, hukumannya berupa penurunan base salary 10% selama 4 bulan dan pembebasan dari jabatan struktural dan dapat diangkat kembali menjadi pejabat struktural namun tidak pada posisi jabatan yang sama. Sedangkan untuk jenis pelanggaran berat, hukumannya berupa penurunan base salary sebesar 10% selama 12 bulan, pembebasan dari jabatan struktural dan setelah 3 tahun dapat diangkat kembali menjadi pejabat struktural namun tidak pada posisi jabatan yang sama, dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini didukung oleh hasil wawancara dengan informan sebagai berikut:
“Sejauh ini sih cuma berupa teguran ya, teguran dari atasannya biasanya, misalnya teguran bila ngga pakai APD, berperilaku tidak aman
membahayakan orang lain, tapi kalau untuk corporate masuk ke dalam PKB (Perjanjian kerja bersama) disitu kalau tidak pakai APD dia
termasuk dalam pelanggaran disiplin sedang, disitu ada sanksinya”
(Informan IP1)
“Kalau sebenarnya di PKB udah ada, kalau misalkan dia melanggar, melanggar apa misalnya ketentuan K3 pake APD atau apa ada surat
peringatan, misalnya ada sampai penurunan jabatan, sampai
menghilangkan istilahnya benefit, salary kayak gitu, cuma belum jalan, sekarang cuma baru ke arah, kaya tadi surat peringatan, terus surat teguran, terus kadang-kadang, apa namanya, sanksinya itu sampai yang
sanksi sosial aja sih, malu”(Informan IP2)
2. Penghargaan
Penghargaan atau reward dalam penelitian ini yaitu pemberian penghargaan kepada pekerja mekanik bila pekerja mekanik berperilaku aman ketika bekerja. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penghargaan secara terpusat di PT GMF AeroAsia kepada pekerja sudah tersedia. Ketersediaan penghargaan dijelaskan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB), yang diketahui bahwa penghargaan di perusahaan berupa prestasi pegawai, yang bentuk penghargaannya diatur perusahaan.
Penghargaan yang diketahui diberikan oleh perusahaan adalah pemberian hadiah kepada pekerja pemberi IOR terbaik setiap bulannya yang diumumkan di majalah Penity, yaitu berupa pelaporan bahaya dan pelaporan jika ada pekerja berperilaku tidak sesuai peraturan. Bentuk penghargaan lainnya yaitu the best
employee kepada pekerja, penghargaan ini dinilai berdasarkan beberapa aspek
kriteria penilaian yang sudah ditentukan seperti absen pekerja, kinerja pekerja bagus, memenuhi target jam kerja aman, mengikuti prosedur dengan baik, disiplin dalam melakukan pekerjaan, dan beberapa aspek lainnya. Selain itu, ada
juga penghargaan Keep Performance Indicator (KPI) bila pekerja memenuhi target pencapaian penilaian kinerja yang telah ditentukan perusahaan. Hal ini didukung oleh hasil wawancara sebagai berikut:
“Oh kalau berperilaku aman sih belum, adanya ini the best employee,
mungkin bisa termasuk amannya, aktifnya dia bekerja” (Informan IU7)
“Kita hanya berikan reward secara global. Maksudnya gini, dia kinerja bagus, tapi kalau dia melanggar apa, melalaikan sesuatu misalnya tanpa APD dalam bekerja, tetap ngga sempurnakan, yang jelas menurut perusahaan harus menggunakan APD, kinerjanya bagus, itu rewardnya pas ada acara tertentu sih, kita ajukan. Selain itu, ada keep performance indicator, jadi nanti target-target itu masuk ke individu dan target sendiri
nanti masuk ke tcw ini.” (Informan IK2)
Namun, berdasarkan hasil wawancara dengan informan utama, sebagian besar pekerja mekanik belum mengetahui bahwa manajemen perusahaan sudah menerapkan penghargaan bagi setiap pekerja. Hal ini didukung dengan kutipan hasil wawancara informan utama sebagai berikut:
“Kalau itu kurang tahu saya. Eh, belum pernah tahu sih” (Informan IU2)
“Kalau setahu saya kalau terkait keselamatan itu ngga ada sih, diunit ini juga” (Informan IU4)”
“Kalau secara global di GMF saya ngga tahu ya, tapi setahu saya di unit
ini ngga ada” (Informan IU8)
Dari gambaran di atas, diketahui bahwa konsekuensi di unit wheel dan brake
sudah dilakukan melalui pemberian konsekuensi berupa penghargaan maupun hukuman. Gambaran konsekuensi ini tergambar dari hasil analisis sebagai berikut:
Bagan 5.6 Gambaran Konsekuensi di Unit Wheel dan Brake
Berdasarkan bagan 5.6 di atas, didapatkan fakta tentang konsekuensi bahwa pemberian hukuman sudah diberikan dengan menggolongkannya ke dalam jenis pelanggaran ringan, pelanggaran sedang, dan pelanggaran berat. Sedangkan pemberian penghargaan juga sudah tersedia berupa the best employee, pelaporan IOR terbaik, dan Keep Performance Indicator. Akan tetapi, penghargaan di perusahaan belum diketahui merata pekerja.
F. Gambaran Antecedent – Behavior – Consequence di Unit Wheel dan Brake