BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
3. Gambaran Konsumsi Zat Besi, Enhancer Zat Besi, dan Inhibitor
Hasil penelitian pada Tabel 6 dan Tabel 7 menyajikan gambaran konsumsi zat besi, enhancer zat besi, dan inhibitor zat besi. Tabel 6 merupakan gambaran konsumsi secara numerik yang diperoleh dari hasil pengolahan survei konsumsi makanan menggunakan aplikasi Nutrisurvey. Sementara Tabel 7 merupakan gambaran konsumsi enhancer dan inhibitor zat besi secara kategorik yang diperoleh dengan mengidentifikasi sumber pangan enhancer dan inhibitor zat besi. Identifikasi enhancer dan inhibitor zat besi menurut sumber pangannya didasari keterbatasan aplikasi Nutrisurvey untuk mengeluarkan secara keselurahan enhancer dan inhibitor zat besi.
Tabel 6. Gambaran Konsumsi Zat Besi, Enhancer Zat Besi, dan Inhibitor Zat Besi pada Ibu Hamil Berdasarkan Hasil Pengolahan Program Nutrisurvey
Variabel
Konsumsi Zat Gizi Tingkat Kecukupan
Median (min-max) Defisit Normal Lebih
n % n % n %
Zat Besi (mg) 8,2 (0-65) 620 96,27 13 2,02 11 1,71
Enhancer Zat Besi
Protein (gr) 55,2 (5,2-330) 419 65,06 93 14,44 132 20,5 Vitamin A (µg) 1313,55 (0-17572) 162 25,16 41 6,37 441 68,48 Vitamin C (mg) 36,55 (0-4023,2) 504 78,26 19 2,95 121 18,79 Zinc (mg) 5,3 (0,5-40,3) 603 93,63 17 2,64 24 3,73
Inhibitor Zat Besi
Kalsium (mg) 259,45 (13,1-8094,4) 594 92,24 9 1,4 41 6,37 Serat (gr) 8,2 (1,1-44,9) 637 98,91 5 0,78 2 0,31 (Sumber: Data Studi Diet Total, 2014)
54
Tabel 6 menyajikan gambaran konsumsi zat besi, protein, vitamin A, vitamin C, zinc, kalsium, dan serat. Pada tabel tersebut semua zat gizi yang dikonsumsi responden disajikan dalam median. Hal ini disebabkan data penelitian tidak terdistribusi normal.
Nilai median konsumsi zat besi ibu hamil menunjukkan angka 8,2 mg dengan rentang antara 0-65 mg/hari. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi tahun 2013, kebutuhan zat besi perempuan yang berada pada usia reproduktif sebesar 26 mg/hari. Pada kondisi hamil terjadi penambahan kebutuhan yang berkisar antara 9-13 mg/hari. Merujuk pada kebutuhan zat besi ibu hamil dalam tabel AKG, sebanyak 620 (96,27%) responden tidak memenuhi kebutuhan minimal yang direkomendasikan.
Enhancer zat besi yang dapat diolah menggunakan aplikasi Nutrisurvey adalah protein, vitamin A, vitamin C, dan zinc. Asupan protein berdasarkan hasil recall 24 jam menunjukkan nilai median 55,2 gr dengan range antara 5,2-330 gr. Nilai median tersebut masih lebih rendah dibandingkan nilai median kebutuhan perempuan pada usia reproduktif, yaitu 57,5 gr/hari (69-57). Kebutuhan protein ini akan meningkat dalam kondisi hamil sebanyak 20 gr pada tiap-tiap trimester kehamilan. Berbeda dengan protein, nilai median asupan vitamin A pada ibu hamil mencapai 1313,55 µg (0-17572), lebih tinggi dibandingkan kebutuhannya yang hanya berkisar 550 µg/hari (500-600). Hal ini berimplikasi pada terpenuhinya kebutuhan vitamin A responden sebanyak 482 orang (74,8%), bahkan dengan penambahan kebutuhan hingga 350 µg dalam trimester 3. Sementara itu, asupan vitamin C ibu hamil memiliki nilai median 36,55 mg (0-4023,2), lebih rendah dibandingkan nilai median kebutuhan dalam tabel AKG yang berada pada angka 75 mg/hari (65-75) dengan penambahan sebanyak 10 mg selama kehamilan.
Hasil plot konsumsi zinc dengan kebutuhan responden dalam tabel AKG menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil belum memenuhi asupan zinc harian. Dalam tabel AKG terjadi peningkatan kebutuhan seiring bertambahnya usia kehamilan, bahkan pada trimester ketiga mencapai 10 mg/hari. Nilai median kebutuhan zinc ibu hamil menunjukkan angka 10 mg/hari (10-16),
55
lebih tinggi dibandingkan nilai median asupan dalam penelitian ini yang berada pada angka 5,3 mg (0,5-40,3). Berdasarkan asumsi ini, hanya 41 (6,37%) responden yang mampu memenuhi kebutuhan zinc dalam kehamilannya. Hal penting lain yang ditemukan dalam penelitian ini adalah masih adanya kehamilan pada usia yang terlalu muda. Paling tidak terdapat 31 orang responden yang berada pada interval usia 13-18 tahun. Sementara kebutuhan zinc pada usia tersebut lebih tinggi, mencapai 14-16 mg/hari dengan kecenderungan terjadi penambahan sesuai periode kehamilan.
Aplikasi Nutrisurvey hanya mampu mengeluarkan dua jenis zat gizi yang berperan sebagai agen inhibitor zat besi, yaitu kalsium dan serat. Kebutuhan kalsium pada perempuan berbeda pada tiap-tiap kelompok umur dengan kecenderungan lebih besar pada usia yang lebih muda. Dalam keadaan hamil, terjadi peningkatan kebutuhan kalsium sebanyak 200 mg/hari. Nilai median asupan kalsium dalam penelitian ini adalah 259,45 mg (13,1-8094,4), jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan median kebutuhan kalsium perempuan 1150 mg/hari (1100-1200). Kondisi yang sama berlaku untuk serat dimana asupan sehari ibu hamil memiliki median 8,2 gr (1,1-44,9), lebih rendah jika dibandingkan dengan kebutuhannya yang mencapai 31 gr/hari (28-32) terlebih terjadi penambahan 3-4 gr asupan serat perhari selama kehamilan. Meskipun dalam tatanan penyerapan, kehadiran kalsium dan serat dapat menghambat penyerapan zat besi, namun tingkat kebutuhan kalsium dan serat sesuai rekomendasi harus tetap diupayakan terpenuhi.
Zat gizi lain yang secara teoritis berkontribusi dalam penyerapan zat besi tetap diidentifikasi. Foodlist dalam data Studi Diet Total (SDT) dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi enhancer dan inhibitor zat besi berdasarkan sumber pangannya. Proses coding data SDT dilakukan pada bahan pangan utama yang menjadi sumber enhancer dan inhibitor zat besi. Tabel 7 berikut menyajikan gambaran konsumsi enhancer dan inhibitor zat besi menurut sumber pangannya.
56
Tabel 7. Gambaran Konsumsi Enhancer dan Inhibitor Zat Besi pada Ibu Hamil Berdasarkan Food List
Variabel
Konsumsi Zat Gizi
Ya Tidak Total
n % n % n %
Enhancer Zat Besi 605 93,94 39 6,06 644 100% Asam Amino Sistein 605 93,94 39 6,06 644 100% Asam Malat 283 43,94 361 56,06 644 100% Asam Tartrat 283 43,94 361 56,06 644 100% Asam Sitrat 93 14,44 551 85,56 644 100%
Inhibitor Zat Besi 617 95,81 27 4,19 644 100% Asam Fitat 576 89,44 68 10,56 644 100% Polifenol 617 95,81 27 4,19 644 100% Asam Oksalat 581 90,22 63 9,78 644 100% Pektin 520 80,75 124 19,25 644 100% (Sumber: Data Studi Diet Total, 2014)
Berdasarkan hasil recall 24 jam terhadap asupan ibu hamil, bisa dipastikan kehadiran enhancer zat besi senantiasa disertai pula dengan kehadiran inhibitor zat besi. Dalam penelitian ini, enhancer zat besi yang dianalisis adalah asam amino sistein dan asam organik (asam malat, asam tartrat, dan asam sitrat). Sementara untuk agen utama inhibitor zat besi yang dianalisis adalah asam fitat, polifenol, asam oksalat, dan pektin. Asam amino sistein menjadi enhancer zat besi yang paling banyak dikonsumsi ibu hamil (93,94%) sedangkan polifenol menjadi inhibitor zat besi dengan persentase paling tinggi yang dikonsumsi oleh ibu hamil (95,81%). Dari hasil penelitian yang tersaji, terlihat bahwa konsumsi inhibitor zat besi berada di atas angka 80% untuk keempat parameter zat gizi yang digunakan dalam penelitian ini. Sementara untuk konsumsi enhancer zat besi hanya asam amino sistein yang menunjukkan persentase di atas angka 80%.
4. Hubungan Karakteristik Sosial Demografi dengan Konsumsi Zat Besi