• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.1 Gambaran lokasi pengambilan data

Pengambilan data (study kasus) dilakukan di Rumah Sakit Dr.

Moewardi Surakarta di Ruang Melati 1 melakukan Asuhan Keperawatan 2 kasus / klien pada Tn.W dan Tn.G dengan diagnosa medis Gagal Ginjal Kronik.

4.1.2 Pengkajian 1. Identitas klien

Identitas Klien Klien 1 Klien 2

Nama Tn.W Tn.G

Umur 61 Tahun 60 Tahun

Jenis kelamin Laki-laki Laki-laki

Agama Islam Islam

Pendidikan SD SD

Pekerjaan Buruh Buruh

Status Perkawinan Kawin Kawin

Alamat Saren, Kalijambe, Sragen Bonan, Karangjati, Masaran, Sragen

Diagnosa medis Gagal ginjal kronik Gagal ginjal kronik

Tanggal masuk 19 Mei 2017 23 Mei 2017

Tanggal pengkajian 22 Mei 2017 24 Mei 2017

2. Riwayat penyakit

Riwayat Penyakit Tn.W Tn.G

Keluhan utama Sesak nafas Sesak nafas

Riwayat penyakit sekarang

Tn.W datang ke IGD RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada tanggal 20 Mei 2017 jam 21.38 WIB oleh keluarganya dengan keluhan sesak nafas, nyeri dada dan dada terasa seperti terbakar, lemas dan rasa haus, pusing, edema tangan kiri, perut mengalami gagal ginjal kronik. Klien juga mengatakan sudah rutin cuci

Tn.W datang ke IGD RSUD berkurang, BAK sedikit sejak 3 bulan terakhir dari pemeriksaan klien mengalami gagal ginjal kronik. Klien juga mengatakan sudah rutin cuci darah / hemodialisa (HD)

darah / hemodialisa (HD)

Tn.W mengatakan ±11 tahun menderita hipertensi dan ±5 tahun menderita penyakit jantung. riwayat diabetes mellitus dan alergi tidak ada

Tn.G mengatakan ± 7 tahun yang lalu menderita hipertensi tidak pernah rutin kontrol dan 4 tahun menderita penyakit jantung. HbsAG positif, Dm dan alergi tidak ada

Riwayat penyakit keluarga

Tn.W mengatakan di dalam keluarganya tidak ada yang mempunyai penyakit yang sama seperti yang dirasakan klien.

Tn.G mengatakan di dalam keluarganya tidak ada yang mempunyai penyakit yang sama seperti yang dirasakan klien.

Riwayat kesehatan lingkungan

Tn.W mengatakan tinggal di lingkungan yang bersih dan sejuk jauh dari pembungan sampah dengan ventilasi memadai.

Tn.G mengatakan tinggal di lingkungan yang bersih dan sejuk dekat dengan persawahan.

3. Pengkajian Pola Kesehatan Fungsional

Pola kesehatan Tn.W Tn.G

Pola Persepsi dan Pemeliharaan

Kesehatan

Tn.W mengatakan sehat itu sangatlah penting dan berharga. Menurut klien sakit merupakan sesuatu yang tidak nyaman dan menggangu aktivitas, apabila ada anggota keluarga yang sakit segera diperiksa ke dokter.

Tn.G mengatakan sehat itu sangatlah penting dan berharga.

Menurut klien sakit merupakan sesuatu yang tidak nyaman dan menggangu aktivitas, apabila ada anggota keluarga yang sakit segera diperiksa ke dokter dan klinik / pukesmas terdekat.

Pola Nutrisi

Pola makan = sebelum sakit klien mengatakan makan 3x/hari dengan jenis makanan nasi, sayur, lauk pauk, air putih 1 porsi habis, dan tidak ada keluhan. Ketika sakit klien makan 3x/hari jenis makanan bubur kasar dan air putih, kadang habis 1 porsi & ½ porsi, keluhan tidak ada

Pola makan = sebelum sakit klien mengatakan makan 3x/hari dengan jenis makanan nasi, sayur, lauk pauk, air putih 1 porsi habis, dan tidak ada keluhan. Ketika sakit klien makan 3x/hari jenis makanan bubur kasar dan air putih, porsi 1-3 sendok, dengan keluhan mual muntah

Pola minum = sebelum sakit klien mengatakan minum 5-6x/hari jenis air putih, susu, 200-250ml/cc, tidak ada keluhan

Pola minum = sebelum sakit klien mengatakan minum 5-6x/hari jenis air putih, susu, teh dengan porsi 400-450ml/cc tidak ada keluhan. Ketika sakit klien minum 1-2 gelas aqua/hari jenis air putih & teh dengan porsi 200-250ml/cc, tidak ada keluhan

Pola Elimanasi

Eliminasi BAK = sebelum sakit frek.BAK 4-6x/hari bau urine khas, warna kuning jernih, tidak ada keluhan, total produksi urine 800-1200 ml/cc. Ketika sakit frek.BAK 1-2x/hari, bau urine khas,

Eliminasi BAK = sebelum sakit frek.BAK 4-6x/hari bau urine khas, warna kuning jernih, tidak ada keluhan, total produksi urine 800-1200 ml/cc. Ketika sakit frek.BAK 1-2x/hari, bau urine khas, warna kuning

warna kuning kecoklatan, keluhan kadang nyeri kadang tidak, total produksi urine 200-400 ml/cc

kecoklatan, tidak ada keluhan, total produksi urine 200-400 ml/cc

Eliminasi BAB= sebelum sakit frek.BAB 1-2x/hari konsistensi lunak, bau khas, warna kekuningan, tidak ada keluhan. Ketika sakit klien mengatakan belum bab sama sekali.

Eliminasi BAB= sebelum sakit frek.BAB 1-2x/hari konsistensi lunak, bau khas, warna kekuningan, tidak ada keluhan.

Ketika sakit frek.BAB 1x/hari konsistensi keras, bau khas warna hitam, tidak ada keluhan

Pola istirahat tidur tidur malam 4-5jam & siang 45 menit.

Pola Kognitif-Perseptual

Tn.W mengatakan kepala pusing dan nyeri dada. P :

Tn.G mengatakan kepala pusing dan nyeri kepala. P : mengatakan menyukai semua anggota tubuhnya

Gambaran diri : klien mengatakan menyukai semua anggota tubuhnya

Ideal diri : klien mengatakan ingin sembuh / sehat

Ideal diri : klien mengatakan ingin sembuh / sehat

Harga diri : klien mengatakan ia dihargai oleh keluarga dan lingkungan masyarakat

Harga diri : klien mengatakan ia dihargai oleh keluarga dan mengatakan seorang kepala keluarga dari 3 anaknya

Identitas diri : klien mengatakan seorang kepala keluarga dari 4 putrinya Pola Hubungan

Peran

Seb.sakit : hubungan dengan keluarganya harmonis dan baik dengan masyarakat.

Ketika sakit lebih diperhatikan oleh keluarganya.

Seb.sakit : hubungan dengan keluarganya harmonis dan baik dengan masyarakat. Ketika sakit lebih diperhatikan oleh keluarganya.

Pola Seksual Reproduksi

Sebelum dan sesudah sakit : klien mengatakan sudah mempunyai anak 3 yaitu, 2 perempuan, 1 laki-laki

Sebelum dan sesudah sakit : klien mengatakan sudah mempunyai anak 4 perempuan semuanya.

Pola Mekanisme Koping

Sebebelum sakit : klien mengatakan bila ada masalah berusaha diselesaikan secara musyawarah. Ketika sakit klien tidak ada masalah dengan keluarga maupun tim kesehatan

Sebebelum sakit : klien mengatakan bila ada masalah berusaha diselesaikan secara musyawarah. Ketika sakit klien tidak ada masalah dengan keluarga maupun tim kesehatan

Pola Nilai Keyakinan

Sebelum sakit dan sakit : klien

mengatakan tetap

mengerjakan shalat 5 waktu.

Sebelum sakit dan sakit : klien mengatakan tetap mengerjakan shalat 5 waktu.

Pengkajian keseimbangan cairan

Pengkajian cairan Tn.W Tn.G

Menghitung IWL dalam

Analisa keseimbangan cairan selama perawatan Klien 1 / Tn. W

Intake Output Analisa

Makan : 500 cc Urine : 280 cc Intake : 1.450cc Minum : 350 cc

Injeksi : 100 cc Feses - Output : 322,5cc

Infus : 500cc IWL : 42,5 cc

Total: 1.450cc Total : 322,5 cc Balance : +1.127,5cc Klien 2 / Tn. G

Intake Output Analisa

Makan : 320 cc Urine : 250 cc Intake : 1.124 cc Minum : 280 cc

Injeksi : 24 cc Feses : 100 cc Output : 337,5 cc Infus : 500 cc IWL : 27,5 cc

Total : 1.124 cc Total : 377,5 cc Balance : + 746,5 cc

4. Pemeriksaan Fisik

Observasi Tn.W Tn.G

Keadaan / penampilan umum a. Kesadaran Composmentis

GCS : E4M6V5

Irama Teratur Teratur

Pernafasan 26 x/menit 27 x/menit

Suhu 36.6 ºC 37ºC

c. Antropometri TB 172 cm BB 68kg TB150cm BB 44kg Pemeriksaan Head to Toe

a.Kepala

-bentuk Mesochepal Mesochepal

-rambut Hitam sedikit berubah putih, kusam

Hitam keputihan, bersih b.Mata

-palpebra Tidak edema Tidak edema

-konjungtiva Tidak anemis Anemis

-sclera Isokor Isokor

-pupil Tidak ikterik Ikterik

-diameter ka/ki 3m / 3m 3m / 3m terpasang O2 nasal kanul, NRM

NRM 3Lpm 3Lpm d.mulut Simetris, kotor, mukosa bibir

kering

Simetris, mukosa bibir kering / pucat

e.gigi Kurang bersih Bersih

f.telinga Ada serumen, normal Ada serumen, normal

g.leher Tidak ada pembesaran

kelenjar tyroid

Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid

Palpasi Ada nyeri dada di paru kanan, vocal premitus sama

vocal premitus kanan kiri sama

Perkusi Suara paru sonor Suara paru sonor

Auskultasi Suara nafas vesikuler, ronkhi negatif, whezzing negatif

Suara datar vesikuler, ronkhi negatif

- Jantung

Inspeksi Ictus cordis tidak tampak Ictus cordis tidak tampak Palpasi Ictus cordis teraba di SIC 4 &

5

-Inspeksi Simetris, asites Simetris, tidak asites -Auskultasi Bising usus 12 x/m Bising usus 10 x/m

-Perkusi Tympani Tympani, pekak alih

-palpasi Tidak ada nyeri tekan, hepar lien tidak teraba

Tidak ada nyeri tekan j.genetelia Tidak terpasang kateter Tidak terpasang kateter

k.rektum Tidak hemoroid Tidak hemoroid

l.ektremitas

Klien 1 / Tn.W

Keterangan Atas Bawah

Kekuatan otot ka/ ki 4 / 3 4 / 4

Akral Hangat Hangat

Pitting edema Sebelah kiri -

Capilary refile < 3 detik < 3 detik

Terpasang infus Tangan kanan -

Klien 2 / Tn.G

Kekuatan otot 4 / 5 4 / 5

Akral Hangat Hangat

Pittig edema Tidak ada Tungkai bawah

Capilary refile < 3 dtk < 3 dtk

Terpasang infus Kanan -

5. Data penunjang

a. Hasil Pemeriksaan Radiologi

Tn.W Tn.G

Foto Thorax : Tanggal 20 Mei 2017

Cor : besar dan bentuk kesan membesar Paru: tampak perihilar hazziness di kedua lapang paru

Sinus costophrenicus ka/ki anterior posterior tajam

Foto Thorax : Tanggal 23 Mei 2017 Cor : kesan membesar

Pulmo : perselubungan inhomogen dilapang paru kanan

Sinus costaphcenicus kanan tertutup perselubungan kiri tajam

Hemidiaphragma ka/ki normal Trakhea di tengah

Sistema tulang baik

Tampak terpasang HD cath dengan tip terproyeksi pada SIC 5 kanan

Kesimpulan :

Cardiomegaly dengan edema pulmo Terpasang HD cath dengan tip terproyeksi pada SIC 5 kanan

Hemidiaphragma kanan tertutup perselubungan kiri normal

oleh Dr. A adalah Sinus Rytem

Hasil rekaman EKG yang dibacakan oleh Dr. A adalah Sinus Rytem

c. Hasil Lembar Jawaban Konsultasi Gambaran Darah Tepi

Tn.W Tn.G

Tanggal : 21 mei 2017 Jawaban :

Eritrosit : normokrom, normosit sebagian mikrosit, ovalosit, burr sel, eritroblast (-)

Lekosit : jumlah meningkat, netrofillia, hipergranulasi neutrofi, sel muda (-)

Trombosit : jumlah batas normal, makrotrombosit, clumping (+) Kesimpulan : anemia normokromik normositik dengan nefrollia absolut susp ec proses kronik dd def besi disertai proses infeksi

Tidak ada pemeriksaaan

d. Hasil Pemeriksaan Laboratorium

Klien 1 / Tn. W Pemeriksaan tanggal : 20 Mei 2017

Pemeriksaan Hasil Satuan Rujukan

HEMATOLOGI

Albumin 2,8 g/dl 3,2 – 4,6

Pemeriksaan tanggal : 22 mei 2017 HEMATOLOGI

Pemeriksaan tanggal : 24 Mei 2017 HEMATOLOGI

Klien 2 / Tn.G Pemeriksaan tanggal : 23 Mei 2017

HEMATOLOGI

e. Pembacaan Analisa Gas Darah (AGD)

Klien 1 / Tn.W Klien 2 / Tn.G

PH naik mengarah ke Alkolosis karena kebanyakan oksigen (O2)

Alkolosis respiratory belum terkompensasi

6. Terapi medis

Jenis terapi obat

Dosis Manfaat / Kegunaan

Tn.W Tn.G

NaCl 0,9%

500mg

NaCl 0,9% 16tpm / 24jam

Menjaga keseimbangan elektrolit pada keadaan dehidrasi dan syok hipovolemik Inj.

Mengobati beberapa kondisi akibat infeksi Inj.Furosem

id

20ml /8jam

Mengurangi cairan berlebih dalam tubuh (edema)

EAS primer 500ml /

24jam

Untuk perawatan sembelit, kulit kering, sintesis Hb, dan kondisi lain

Inj.ketorol ax

1ml / 8jam

Anti (NSAID) Membantu mengurangi bengkak, nyeri, demam

Mengobati kekurangan asam folat dan beberapa jenis anemia

CaCO3 CaCO3 1tab / 8jam

Mengobati kadar kalsium darah yang rendah VIP

albumin

1caps /8jam

Meningkatkan daya tahan tubuh, kadar albumin dan Hb

4.1.3 Analisis Data

Analisis data Masalah Etiologi

Klien 1 / Tn.W DS :

Klien mengatakan sesak nafas DO :

1.K/u tampak lemah, 2.RR 26x/m

3.pemeriksaan AGD dengan NRM 3Lpm , PH 7.430, BE -3, PCO2 32,0, PO2 135,0 ,HCO3 22,7 Sat.O2 99%

4.Thorax AP (20/5/2017) : cardiomegaly dgn edema pulmo

Ketidakefektifan Pola Nafas

Keletihan dan Nyeri

DS :

Klien mengeluh pusing dan nyeri dada

P : nyeri ketika duduk Q : nyeri cekot-cekot

R : nyeri di area kepala dan dada S : skala nyeri 6

T : nyeri hilang timbul DO :

Agens cidera biologis (peningkatan tekanan darah)

DS :

Klien mengatakan BAK sedikit dan terasa nyeri, merasa haus

DO :

1.tampak asites pada perut 2.bengkak pada tangan kiri 3.mukosa bibir kering / pucat 4.TTV : TD 148/90mmHg, HR 90x/m, RR 26x/m, S 36,6 ºC

5.hasil lab (20/5/2017) : ureum 208, creatinin 13,3 ,albumin 2,8 ,natrium 124, kalium 6,0 ,kalsium 1,15

Kelebihan Volume Cairan

Penurunan Haluran Urine, Diet Berlebih, dan Retensi Cairan serta Natrium

DS :

Klien mengatakan lemas, lelah, pusing sehingga tidak dapat beraktivitas

DO : 1.k/u lemah

2.klien tampak bed rest & ADL dibantu oleh keluarga dab perawat 3.mukosa bibir kering

4.hasil lab (20/5/2017) : Hb 7,5 g/dl , HCT 22%

Intoleransi Aktivitas

Keletihan, Anemia dan retensi produk sampah dan prosedur dialisis

Klien 2 / Tn.G DS :

Klien mengatakan sesak nafas disertai batuk namun sulit mengeluarkan dahak

DO :

1.k/u lemah, bibir kering

2.tampak terpasang O2 nasal kanul 3.RR 27x/m

4.pemeriksaan AGD dengan NRM 3Lpm, PH 7.553, BE -1,1 ,PCO2 24,1 , PO2 94,5 ,HCO3 21,4 ,hmt 36 sat.O2 98%

5.Thorax AP (23/5/2017) : cardiomegaly, pnemonia, efusi pleura ka

Ketidakefektifan Pola Nafas

Dispnea dan perubahan kedalaman pernafasan

DS :

Klien mengeluh pusing P : nyeri ketika duduk Q : nyeri cekot-cekot

R : nyeri di area kepala dan dada S : skala nyeri 5

T : nyeri hilang timbul DO :

Agens cidera biologis (peningkatan tekanan darah)

DS :

Klien mengatakan BAK sedikit dan mengeluh haus

DO :

1.mukosa bibir kering / pucat 2.kulit tampak kering dan keriput 3.TTV: TD 150/80mmHg, HR

Penurunan Haluran Urine, Diet Berlebih, dan Retensi

Anoreksi, Mual Muntah, pembatasan diet dan perubahan mukosa mulut

4.1.4 Intervensi Keperawatan

Diagnosa

keperawatan Tujuan & Kriteria Hasil INTERVENSI Klien 1 / Tn.W

Ketidakefektifan Pola Nafas b.d keletihan dan nyeri

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4x24 jam, diharapkan klien menunjukkan : 1.irama nafas reguler

2.suara nafas bersih 3.tidak merasa tercekik 4.TTV dalam rentang normal 5.dapat bernafas dengan lega 6.tidak ada suara nafas abnormal

1.observasi pola nafas 2.berikan posisi semi fowler 3.ajarkan relaksasi nafas dalam

4.auskultasi suara nafas, catat adanya suara nafas

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4x24 jam, diharapkan klien menunjukkan : 1.nyeri yang dirasakan klien berkurang / hilang

2.klien melaporkan nyeri telah berkurang

3.klien tampak nyaman dan rileks

1.kaji nyeri PQRST

5.kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat analgetik

Kelebihan volume cairan b.d Penurunan Haluran Urine, Diet Berlebih, dan Retensi Cairan serta Natrium.

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4x24 jam, diharapkan klien menunjukkan : 1.edema berkurang

2.turgor kulit normal/baik 3.produksi urine > 600cc/hari 4.keseimbangan antara input dan output

5.BB stabil (tidak kelebihan cairan)

6.mukosa bibir lembab

1.Monitoring status cairan (BB harian, turgor kulit dan adanya edema, distensi vena leher, dan TTV)

2.Pencatatan volume intake dan output, dan kumulatif keseimbangan cairan 3.hitung balance cairan 4.batasi masukan cairan 5.anjurkan mengunyah permen karet dan mengulum es batu

6.tingkatkan dan dorong oral hygiene

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4x24jam, diharapkan klien menunjukkan : 1.berkurangnya keluhan lelah 2.peningkatan keterlibatan aktivitas

3.laporan perasaan berenergi 4.frekunsi jantung dalam rentag normal setelah penghentian aktivitas 5.ajarkan tekhnik relaksasi otot progresif

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan klien menunjukkan : 1.irama nafas reguler

2.suara nafas bersih

1.observasi pola nafas 2.berikan posisi semi fowler 3.ajarkan relaksasi nafas dalam

4.auskultasi suara nafas,

3.tidak merasa tercekik 4.TTV dalam rentang normal 5.dapat bernafas dengan lega 6.tidak ada suara nafas abnormal

catat adanya suara nafas

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4x24 jam, diharapkan klien menunjukkan : 1.nyeri yang dirasakan klien berkurang / hilang

2.klien melaporkan nyeri telah berkurang

3.klien tampak nyaman dan rileks

1.kaji nyeri PQRST

5.kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat analgetik

Kelebihan volume cairan b.d Penurunan Haluran Urine, Diet Berlebih, dan Retensi Cairan serta Natrium.

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan klien menunjukkan : 1.edema berkurang

2.turgor kulit normal/baik 3.produksi urine > 600 cc/hari

4.keseimbangan antara input dan output

5.BB stabil (tidak kelebihan cairan)

6.mukosa bibir lembab

1.Monitoring status cairan (BB harian, turgor kulit dan adanya edema, distensi vena leher, dan TTV)

2.Pencatatan volume intake dan output, dan kumulatif keseimbangan cairan 3.hitung balance cairan 4.batasi masukan cairan 5.anjurkan mengunyah permen karet dan mengulum es batu

6.tingkatkan dan dorong oral hygiene

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan klien menunjukkan : 1.tidak ada tanda-tanda malnutrisi 2.nafsu makan meningkat

3.tidak ada keluhan anoreksia, mual muntah

3.kaji adanya mual muntah 4.anjurkan cemilan tinggi kalori rendah protein rendah natrium

5.jelaskan pembatasan diet dan hubungannya dengan penyakit gagal ginjal 6.kolaborasi dengan ahli gizi

4.1.5 Implementasi Keperawatan

Implementasi Implementasi Implementasi

08.00 10.00 11.30 12.00

Melakukan pengkajian dan Observasi pada klien.

Monitoring vital sign ; TD 148/92 mmHg, RR 26x/m, HR 90x/m, S 36,6ºC

Mempertahankan O2 3Lpm nasal kanul

Memberikan injeksi furosemid 20mg

Melakukan auskultasi suara nafas : sonor (+), ronchi & whezing (-) Mengajarkan relaksasi nafas dalam

Memberikan posisi semi fowler.

08.00 10.00 11.30 12.00

Mengobservasi pola nafas klien Monitoring vital sign ; TD 150/80 mmHg, RR 24x/m, HR 80x/m, S 36,4ºC

Mempertahankan O2 3Lpm nasal kanul

Memberikan injeksi furosemid 20mg dan cefriaxon 20mg Melakukan auskultasi suara nafas : sonor (+)

Mengajarkan relaksasi nafas dalam

Memberikan posisi semi fowler.

08.00 10.00 11.30 12.00

Mengobservasi pola nafas klien Monitoring vital sign ; TD 143/76 mmHg, RR 23x/m, HR 76x/m, S 36ºC

Mempertahankan O2 3Lpm nasal kanul

Memberikan injeksi furosemid 20mg dan cefriaxon 20mg Melakukan auskultasi suara nafas : sonor (+)

Mengajarkan relaksasi relaksasi nafas dalam

Memberikan posisi semi fowler.

Diagnosa

Implementasi Implementasi Implementasi

08.00 10.00 11.30 12.00

Melakukan pengkajian nyeri PQRST dan observasi k/u

Monitoring vital sign ; TD 148/92 mmHg, RR 26x/m, HR 90x/m, S 36,6ºC

Mengajarkan mengontrol nyeri ; teknik relaksasi otot progresif Menciptakan lingkungan yang nyaman

Melakukan pengkajian nyeri PQRST dan observasi k/u

Monitoring vital sign ; TD 150/80 mmHg, RR 24x/m, HR 80x/m, S 36,4ºC Mengajarkan mengontrol nyeri ; teknik relaksasi otot progresif

Menciptakan lingkungan yang nyaman

Monitoring tekanan darah setelah diberikan terapi otot progresif ;

Melakukan pengkajian nyeri PQRST dan observasi k/u

Monitoring vital sign ; TD 143/76 mmHg, RR 23x/m, HR 76x/m, S 36ºC

Mengajarkan mengontrol nyeri ; teknik relaksasi otot progresif Menciptakan lingkungan yang nyaman

Monitoring tekanan darah setelah diberikan terapi otot progresif ; TD 130/76 mmHg, HR 80x/m

Diagnosa

Implementasi Implementasi Implementasi

08.00 10.00 11.30 13.20

Mengobservasi pada klien dan Mengkaji status cairan ; BB 68kg, asites pada perut, edema pada tangan kiri, ureum 208mg/dL, creatinin 13,3mg/dL

Monitoring vital sign ; TD 148/92 mmHg, RR 26x/m, HR 90x/m, S

Mencatat intake dan output ; Intake 1.450cc output 322,5cc Menghitung balance cairan ; +1.127,5 cc

08.00 10.00 11.30 12.00

Mengkaji status cairan ; BB 68kg, asites pada perut, edema pada tangan kiri, ureum 265mg/dL, creatinin 16,2mg/dL

Monitoring vital sign ; TD 150/80 mmHg, RR 24x/m, HR 80x/m, S

Mencatat intake dan output ; Intake 1.470cc output 332,5 cc Menghitung balance cairan ; + 1.137,5 cc Mengkaji status cairan ; BB 68kg, asites pada perut, edema pada tangan kiri, ureum 265mg/dL, creatinin 16,2mg/dL

Monitoring vital sign ; TD 143/76 mmHg, RR 23x/m, HR 76x/m, S

Mencatat intake dan output ; Intake 1.450cc output 332,5c Menghitung balance cairan ; + 1.117,5cc

Diagnosa

Implementasi Implementasi Implementasi

08.00 10.00 11.30 12.00

Mengkaji faktor yang menyebabkan keletihan

Monitoring vital sign ; TD 148/92 mmHg, RR 26x/m, HR 90x/m, S 36,6ºC

Memotivasi kemandirian aktivitas yang dapat ditoleransi klien Menganjurkan aktivitas efektif sambil istirahat

Mengajarkan relaksasi otot progresif

Mengkaji faktor yang menyebabkan keletihan

Monitoring vital sign ; TD 150/80 mmHg, RR 24x/m, HR 80x/m, S 36,4ºC

Menganjurkan aktivitas efektif sambil istirahat

Mengajarkan relaksasi otot progresif

Memotivasi kemandirian aktivitas yang dapat ditoleransi klien Menganjurkan untuk beristirahat

08.00 10.00 11.30 12.00

Mengkaji faktor yang menyebabkan keletihan

Monitoring vital sign ; TD 140/80 mmHg, RR 24x/m, HR 86x/m, S 36ºC

Menganjurkan aktivitas efektif sambil istirahat

Mengajarkan relaksasi otot progresif

Memotivasi kemandirian aktivitas yang dapat ditoleransi klien Menganjurkan untuk beristirahat setelah dialisa

Diagnosa

Implementasi Implementasi Implementasi

08.00 10.00 11.30 12.00

Melakukan pengkajian dan Observasi pada klien.

Monitoring vital sign ; TD 150/80 mmHg, RR 27x/m, HR 80x/m, S 37ºC

Mempertahankan O2 3Lpm nasal kanul

Memberikan injeksi cefriaxon 20ml dan ketorolax 1ml

Melakukan auskultasi suara nafas : sonor (+), ronchi & whezing (-) Mengajarkan relaksasi nafas dalam dan relaksasi otot progresif, Memberikan posisi semi fowler.

08.00 10.00 11.30 12.00

Mengobservasi pola nafas klien.

Monitoring vital sign ; TD 146/80 mmHg, RR 25x/m, HR 86x/m, S 36,8ºC

Memberikan injeksi cefriaxon 20ml dan ketorolax 1ml

Melakukan auskultasi suara nafas : sonor (+), ronchi & whezing (-) Mengajarkan relaksasi nafas dalam dan relaksasi otot progresif Memberikan posisi semi fowler.

08.00 10.00 11.30 12.00

Mengobservasi pola nafas klien.

Monitoring vital sign ; TD 140/90 mmHg, RR 24x/m, HR 86x/m, S 36,6ºC

Memberikan injeksi cefriaxon 20ml dan ketorolax 1ml

Melakukan auskultasi suara nafas : sonor (+), ronchi & whezing (-) Mengajarkan relaksasi nafas dalam dan relaksasi otot progresif Memberikan posisi semi fowler.

Diagnosa

Implementasi Implementasi Implementasi

08.00 10.00 11.30 12.00

Melakukan pengkajian nyeri PQRST dan observasi k/u

Monitoring vital sign ; TD 150/80 mmHg, RR 27x/m, HR 80x/m, S 37ºC

Mengajarkan mengontrol nyeri ; teknik relaksasi otot progresif Menciptakan lingkungan yang nyaman

Monitoring tekanan darah setelah diberikan terapi otot progresif ;

Melakukan pengkajian nyeri PQRST dan observasi k/u

Monitoring vital sign ; TD 146/80 mmHg, RR 25x/m, HR 86x/m, S 36,8ºC

Mengajarkan mengontrol nyeri ; teknik relaksasi otot progresif Menciptakan lingkungan yang nyaman

Monitoring tekanan darah setelah diberikan terapi otot progresif ;

Melakukan pengkajian nyeri PQRST dan observasi k/u

Monitoring vital sign ; TD 140/90 mmHg, RR 24x/m, HR 86x/m, S 36,6ºC

Mengajarkan mengontrol nyeri ; teknik relaksasi otot progresif Menciptakan lingkungan yang nyaman

Monitoring tekanan darah setelah diberikan terapi otot progresif ; TD 130/90 mmHg

Diagnosa

Implementasi Implementasi Implementasi

08.00 10.00 11.30 12.00

Mengobservasi pada klien dan Mengkaji status cairan ; BB 44kg, edema pada tungkai bawah, kulit kering & keriput, ureum 242mg/dL, creatinin 14,6mg/dL Monitoring vital sign ; TD 150/80 mmHg, RR 27x/m, HR 80x/m, S

Mencatat intake dan output ; Intake 1.124cc output 337,5cc Menghitung balance cairan ; + 746,5cc Mengkaji status cairan ; BB 44kg, edema pada tungkai bawah, kulit kering & keriput, ureum 242mg/dL

Monitoring vital sign ; TD 146/80 mmHg, RR 25x/m, HR 86x/m, S

Mencatat intake dan output ; Intake 1.124cc output 387,5cc Menghitung balance cairan ; + 746,5 cc Mengkaji status cairan ; BB 44kg, edema pada tungkai bawah, kulit kering & keriput, ureum 242mg/dL

Monitoring vital sign ; TD 140/90 mmHg, RR 24x/m, HR 86x/m, S

Mencatat intake dan output ; Intake 1.124 cc output 437,5 cc Menghitung balance cairan ; + 686,5 cc

Diagnosa

Implementasi Implementasi Implementasi

08.00 10.00 11.30 12.00

Mengobservasi keadaan umum klien ; klien tampak lemas, mukosa bibir kering, HB 9,0 g/dL Monitoring vital sign ; TD 150/80 mmHg, RR 27x/m, HR 80x/m, S 37ºC

Mengkaji adanya mual muntah ; anoreksia (+), mual (+), muntah (-)

Menganjurkan makan sedikit tapi sering ; tinggi kalori rendah protein rendah natrium

Mengawasi makanan / minuman klien

Menjelaskan pembatasan diet dan hubunganya dengan penyakit gagal ginjal dan peningkatan urea dan kadar kreatinin

Menjelaskan pembatasan diet dan hubunganya dengan penyakit gagal ginjal dan peningkatan urea dan kadar kreatinin

Dokumen terkait