• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

A. Gambaran Objek Penelitian

Sebelah Selatan : Kelurahan Slawu

Sebelah Barat : Kelurahan Banjarsengon

Dengan letak geografis yang sangat strategis tersebut, maka lebih memudahkan seluruh Stake Holder yang ada untuk melaksanakan tugas secara maksimal.

3. Lokasi RA Al Muslimun

Jalan : Rajawali Jumerto Lor Desa/Kelurahan : Jumerto

No telp /HP Guru : 081559640164 Kode Pos : 68114

4. Visi dan Misi a. Visi

Membentuk pola fikir dan mengembangkan imtek serta meningkatkan imtaq pada anak usia dini dan menjadi anak yang berakhlakul karimah.

b. Misi

Melaksanakan pendidikan berbasis Ilmu Pengetahuan Seni Ketrampilan, Berbahasa, Beragama, dan Fisik Motorik.

5. Tujuan Pendidikan a. Tujuan Umum

Meletakan dasar akhlak karimah, kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan dasar lebih lanjut.

1) Terwujudnya anak berlakhul karimah dan berbudi pekerti luhur sesuai Ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari melalui proses pembelajaran dan kegiatan pembiasaan;

2) Terwujudnya peningkatan perkembangan fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional dan seni melalui rangsangan pembelajaran di kelas dan di luar kelas sehingga mampu beradaptasi pada jenjang pendidikan dasar;

3) Terwujudnya penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTS) tiap tahun sesuai dengan regulasi pendidikan global.

4) Terwujudnya prestasi akademik maupun non-akademik dan lulusan dapat diterima pada lembaga favorit;

5) Terwujudnya sarana dan prasarana pendidikan melalui kerjasama dengan stake holder;

6) Terwujudnya kegiatan pembelajaran yang yang sesuai dengan tingkat perkembangan yang aman dan menyenagkan.

6. Fungsi dan Tugas

a. Fungsi Pendidikan Raudhatul Athfal Al Muslimun

Fungsi Raudhatul Athfal adalah membina, menumbuhkan dan mengembangkan seluruh potensi anak usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangan agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.

Secara khusus fungsi RA adalah memberikan pelayanan pendidikan untuk anak usia 4-6 tahun dalam rangka :

2) Mengenalkan anak dengan dunia sekitar 3) Mengenbangkan sosialisasi anak

4) Mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak

5) Memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui bermain 6) Memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya

b. Tugas Raudhatul Athfal Al Muslimun

1) Menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar Pendidikan Raudhatul Athfal untuk kelompok A usia 4-5 tahun dan kelompok B usia 5-6 tahun sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

2) Memberikan bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak yang mengalami kesulitan dan bagi orang tua yang memerlukannya.

7. Struktur Organisasi RA Al Muslimun (terlampir)

8. Potensi Pengembangan Pendidikan RA Al Muslimun a. Prasarana

1) Lokasi

Pendirian Raudhatul Athfal Al-Muslimun Yang berdiri tahun 2009 yang berlokasi di Kel. Jumerto Kec. Patrang Kab Jember ini telah memperhatikan dan memenuhi persyaratan lingkungan, yaitu : Faktor Keamanan, Kebersihan, Ketenangan, dekat dengan pemukiman penduduk yang relatif banyak anak usia dini Raudhatul Athfal, serta faktor kemudahan transportasi.

2) Luas Tanah

Kepemilikan tanah : Milik Wakaf

Tanah yang dipagari : - m2 Luas Tanah : 860 m2 Luas lapangan : 812 m2

Dengan luasnya gedung dan halaman tersebut, maka dapat memenuhi keperluan ruang gerak anak untuk belajar dengan nyaman dan menyenangkan.

3) Bangunan Gedung

Tabel 4.1

Data bangunan gedung RA NO JENIS RUANG Jumlah

Ruang

Ukuran Ruang M2

Kondisi

Baik Rusak Rusak berat 1 Kantor

2 Ruang Kepala

3 Ruang Kelas 2 24

4 Ruang Tata Usaha 5 Ruang Guru

b. Sarana

Perabot/Perlengkapan ruangan yang dimiliki oleh RA Al-Muslimun adalah sebagai berikut :

1) Ruang Kelas

Tabel 4.2 Data Inventaris RA

No. Nama Barang Jumlah

Keterangan(Baik/

Rusak/Rusak berat)

1 2 3 4

1. Meja Anak 18 Baik

2. Kursi Anak 36 Baik

3. Papan Tulis Besar 2 Baik

4. Spidol 3 Baik

5. Penghapus Papan Tulis 2 Baik

7. Lambang Negara RI 1 Baik

8. Gambar Presiden dan Wakil Presiden 2 Baik

9. Bendera Merah Putih dan Tiangnya 1 Baik

10 Papan Absen Anak 2 Baik

11 Rak Alat Pelajaran beserta kelengkapannya 2 Baik

12 Papan Planel 1 Baik

13 Jam Dinding 2 Baik

14 Celemek 2 Baik

15 Keset Kaki 2 Baik

16 Tempat Sampah 2 Baik

17 Bulu Ayam / Kemonceng 1 Baik

18 Kalender 2 Baik

19 Loker 1 Baik

20 Almari 1 Baik

21 Sapu 2 Baik

22 Lemari permainan 1 Baik

32 Cermin 1 Baik

2) Alat Permainan Edukatif

Gambar 4.3 APE Dalam Kelas

No. Nama Barang Jumlah Keterangan

1. Meja makan 1 Baik

2. Peralatan makan 5 Baik

3. Tangga Majemuk 1 Baik

4. Peralatan Masak 1 Baik

5. Papan Peluncur / Perosotan 1 Baik

6. Bak Cucian dan kelengakapannya 1 Baik

7. Serbet 2 Baik

8. Boneka 3 Baik

9. Balok Pembangunan 2 Baik

10 Mainan Konstruksi 2 Baik

9. Ketenagaan

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 13 tahun 2007 Tanggal 17 April 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah Raudhatul Athfal Al Muslimun. telah memenuhi Kualifikasi Umum dan Kualifikasi Khusus. Kualifikasi

Non Kependidikan pada Perguruan Tinggi yang Terakreditasi; (2) Pada waktu diangkat sebagai Kepala Sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun; (3) memiliki Pengalaman mengajar sekurang- kurangnta 3 (tiga) tahun di Raudhatul Athfal Al Muslimun

Adapun kualifikasi khusus kepala Raudhatul Athfal Al Muslimun meliputi : (1) Berstatus sebagai guru Raudhatul Athfal Al Muslimun (2) memiliki sertifikat pendidik sebagai guru Raudhatul Athfal Al Muslimun dan (3) memiliki Sertifikat kepala Raudhatul Athfal Al Muslimun .yang diterbitkan oleh Lembaga yang ditetapkan Pemerintah; (4) menunjukkan perilaku sebagai seorang muslim yang dekat dengan guru dan anak-anak serta dapat menjadi panutan bagi anak didik muslim. Hal ini berarti Kepala Raudhatul Athfal Al-Muslimun harus taat dan dapat diteladani dalam menjalankan ajaran dan nilai-nilai Islam yang diwujudkan dalam pola jiwa, pola pikir dan pola tindak yang Islami di lingkungannya; (5) menunjukkan Kepribadian sebagai seorang muslim yang terus belajar dan berkembang. Hal ini berarti Kepala Raudhatul Athfal memiliki kepribadian yang istiqomah, komitemen terhadap pendidikan anak dan memiliki etos belajar yang tinggi untuk mempelajari dan mengambangkan pendidikan anak sesuai dengan kaidah-kaidah ajaran Islam. Kepribadian sebagai seorang muslim bagi para Kepala Raudhatul Athfal menjadi core atau inti dan ruh dalam mewarnai kompetensi - kompetensi lainnya yang dibutuhkan dalama pengelolaan dan pelaksanaan pembelajaran Raudhatul Athfal Al Muslimun.

2019. Kegiatan motorik kasar di Raudhatul Athfal Al Muslimun merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari Sabtu. Kegiatan olah raga ini dilakukan di halaman raudhatul athfal Al Muslimun. Kegiatan olahraga dilakukan oleh semua kelas dan guru sebagai fasilitator. Guru membimbing kegiatan olahraga tersebut dengan berbagai olahraga fisik diantaranya adalah bermain perosotan dan lompat tali.

Pandangan guru mengenai bermain perosotan dan lompat tali dalam menstimulus motorik kasar bahawasannya sangat tepat sekali, karena dalam permainan perosotan dan lompat tali terdapat beberapa unsur koordinasi kegiatan kaki dan tangan, sensormotorik, keseimbangan, kelincahan, kelenturan dan keberanian sehingga kemampuan motorik kasar anak dapat meningkat dengan bermain perosotan dan lompat tali. Pada dasarnya kemampuan motorik kasar anak raudhatul athfal Al Muslimun sudah meningkat, terlihat dari anak-anak aktif dan termotifasi dalam bentuk-bentuk permainan di luar kelas dan disajikan dalam bentuk-bentuk permainan sehingga anak merasa senang45.

Sebelum permainan lompat tali dan perosotan di lakukan anak-anak diajak pemanasan terlebih dahulu dengan melakukan senam ringan atau permainan sederhana. Sebelum permainan dimulai anak-anak di beri kesempatan untuk memilih jenis permainan yang hendak mereka mainkan diantaranya permainan perosotan atau permainan lompat tali. Metode yang diterapkan dalam permainan ini adalah demokrasi dan pemberian tugas46.

Setelah penjabaran di atas maka, peneliti meneliti cara guru meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini dengan cara :

45Istiqomah, Wawancara , 20 Maret 2019

46 Fitriyah, Wawancara, 22 Maret 2019

Bermain merupakan tuntutan dan kebutuhan yang sangat penting bagi anak.

Melalui bermain anak akan dapat memuaskan tuntutan dan kebutuhan perkembangan dimensi motorik, kognitif, kreatifitas, bahasa emosional, sosial nilai dan sikap hidup. Melalui kegiatan bermain terutama bermain perosotan anak akan merasa senang. Dalam bermain perosotan dapat melatih motorik kasar anak, selain bermain perosotan untuk melatih otot anak juga untuk meningkatkan keberanian sekaligus kecakapan anak usia dini.

Bermain perosotan merupakan salah satu permainan yang hanya sebagian besar anak mau bermain perosotan. Bermain perosotan hanya bisa dilakukan secara individu. Pada pertemuan pertama peneliti dapat melihat hanya sebagian besar anak yang mau melakukan permainan ini. Setiap anak secara mandiri menaiki tangga perosotan dan meluncur dengan semangat, namun beda halnya dengan sebagian anak terutama perempuan mereka sama sekali tidak mau untuk bermain perosotan, hal ini terlihat anak perempuan lebih banyak diam dibawah daripada naik ke tangga untuk melaukan seluncur. 47

Pada pertemuan kedua guru mencoba untuk memberikan pengarahan dan semangat pada anak yang tidak mau untuk bermain, dengan senang guru membimbing anak untuk bermain bersama, terutama bermain perosotan. Dalam hal ini guru secara telaten membimbing dan mengulurkan tangan untuk memberikan pegangan pada anak agar mereka tidak takut lagi dalam bermain

47 Observasi, 20 Maret 2019

Selama peneliti melakukan penelitian, dapat di tarik kesimpulan anak usia dini kebanyakan takut akan bermain perosotan, hal ini juga di perkuat dengan penuturan guru kelompok A yang menyatakan :

“Bermain perosotan hanya dilakukan sebagian anak, anak-anak yang hanya sudah terbiasa dalam bermain perosotan, dan kebanyakan laki-laki. Untuk anak perempuan mereka lebih suka diam di bawah atau hanya sekedar melihat saja. Hal tersebut disebabkan dari rasa takut yang besar, atau trauma mereka pada saat bermain perosotan”

Bermain perosotan merupakan salah satu hal yang harus bisa dilakukan oleh anak usia dini, selain untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, bermain perosotan juga dapat meningkatkan keberanian anak.

2. Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Bermain Lompat Tali pada Kelompok A Di RA Al Muslimun

Bermain lompat tali merupakan salah satu permainan yang sangat kan mudah di lakukan dan tidak memerulakan banyak media. Bermain lompat tali dapat dilakukan secara individu maupun kelompok secara bervariasi. Pada pertemuan pertama bermain lompat tali secara sendiri. Setiap anak melakukan lompat tali dengan satu kaki. Setiap anak mendapatkan giliran untuk mencoba bermain lompat tali secara giliran untuk mencoba bermain lompat tali secara bergantian kemudia melakukan tiga anak untuk melatih kompetensi di antara mereka. Pada pertemuan kedua setelah di lakukan pemanasan lompat tali dilakukan secara berkelompok tetapi tetap menggunakan lompatan dengan satu

48 Observasi, 28 Maret 2019

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Raudhatul Athfal Al Muslimun setiap hari Sabtu bahwa guru sudah mempersiapkan pembelajaran yang akan dilakukan dan menyiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk meningkatkan motorik kasar anak usia dini.50

Permainan lompat tali adalah permainan tradisional yang banyak disukai anak tetapi pada akhirnya ini agak tersisihkan karena adnaya permainan modern dan kita sebagai guru ingin membangkitkan kembali permainan tersebut. Dalam permainan lompat tali tidak hanyak kemampuan fisik (koordinasi otot, koordinasi senso motorik anak) yang dapat dikembangkan tetapi juga kemampuan sosial emosional dan kemampuan kognitif anak juga dapat dikembangkan. Respon anak dalam permainan lompat tali ini sangat aktif dan antusias sekali meskipun permainan ini sedikit sulit mereka lakukan tapi mereka penasaran ingin melakukannya. 51

Selama peneliti melakukan penelitian, peneliti menemukan beberapa anak yang belum bias sempurna dan salah dalam bergerak dapat melakukan lompat tali tetapi guru tidak membantu anak untuk menyempurnakan gerakan lompat tali tersebut secara langsung dengan alasan agar anak tersebut mandiri dan berani untuk dapat belajar menyempurnakan gerakan melompat dengan melihat teman-temannya yang sudah berhasil dalam kegiatan ini.

Saat anak melakukan lompa tali dihalaman, anak tampak antusias dan aktif sekali mengikuti permainan dengan sabar mereka menunggu giliran bermain. 52

49 Fitriyah, Wawancara, Jember 06 April 2019.

50 Observasi, 30 Maret 2019

51 Observasi, 13 April 2019

52 Observasi, 20 April 2019

ini dapat dilihat dengan keberanian anak dalam melakukan setiap permainan yang ada di area raudhatul athfal. Karena bermain bisa melatih anak mendengarkan secara seksama artinya anak usia dini dapat dirangsang, dan mampu membentuk mental anak usia dini. Ada beberapa anak yang kadang usil dengan temannya karena belum mendapat giliran tetapi tidak terlalu masalah dalam pelaksanaan kegiatan lompat tali tetap lancar dan terkendali. Semua mengikuti permainan mulai awal sampai akhir.

Dalam pelaksanaan lompat tali media yang dipersiapkan dan digunakan guru adalah lompat tali dari bahan karet gelang dan lompat tali dari bahan jadi.

Bahan-bahan karet gelang dan lompat tali dari bahan jadi. Bahan tersebut mudah didapat dengan harga yang cukup murah sehingga anak mudah memiliki sendiri di rumah. Selain mudah didapat dan harga cukup terjangkau lompat tali dari karet gelang tersebut aman untuk dipakai anak tidak membahayakan dalam segi kesehatan, keamanan dan kenyamanan anak melakukan aktivitas melompat dengan penuh percaya diri tanpa ada rasa takut sakit maupun takut luka.53

Dokumen terkait