TINJAUAN PUSTAKA
A. Gambaran Obyek Penelitian 1. Sejarah Perusahaan
PT. Sari Warna Asli Unit IV merupakan alah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil dan merupakan salah satu unit dari PT. Sari Warna Asli TEX INDUSTRI GROUP yang berlokasi di desa Kemiri kecamatan Kebakramat kabupaten Karanganyar. PT. Sari Warna Asli Unit IV memulai usahanya dengan mengambil alih PT. Tubantia Kudus Spinning Mills pada tahun 1983 dan memulai usahanya dengan nama PT. Tubantia Kudus Spinning Mills.
PT. Tubantia Kudus Spinning Mills didirikan pada tahun 1974 dalam pelaksana undang-undang Penanaman Modal Asing (PMA) berdasarkan Akta Notaris Kartini, SH no 41 tanggal 8 Februari 1974. Berkedudukan di Besito Kudus Jawa Tengah diatas tanah seluas kurang lebih 56.958 dengan kapasitas produksi 8.408.615 LBS benang tenun, sesuai dengan surat persetujuan tetap sekretaris / Mentri Negara RI no. B 140 / PRES / 12 / 1973 tanggal 20 Desember 1974. Dan mendapatkan ijin usaha tetap dari Mentri Perindustrian no. 165 / DJAI / TUT / III / PMDN / 4 / 1988 tanggal 7 April 1988 dengan ijin pembaharuan no. 51 / DJAI / TUT / III / PMDN / II / 1988 tanggal 7 Februari 1991. Tahun 1983 PT.
41
Tubantia Kudus Spinning Mills diambil oleh PT. Sari Warna IV TEXTILE INDUSTRY yang berada dibawah undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berdasarkan akte notaris Misahdi Wilamirta, SH No. 37 tanggal 3 desember 1983 dengan bidang usaha yang diperluas menjadi textile terpadu. Pengalihan status “ PMA “ ke “ PMDN “ ini berdasrkn surat persetujuan perubahan status sekretaris atau Mentri Negara Republik Indonesia No. B. 2135 / MENSESNEG / 7 / 1983 tanggal 1September 1983.
Tahun 1984 PT. TKSM yang telah diambil oleh PT. Sari Warna Asli IV mengadakan perluasan di Boyolali tepatnya di desa Randu Sari, Teras, Boyolali dengan bidang weaving (pertenunan) perluasan di Boyolali ini dilakukan karena lokasi di daerah Kudus sudah tidak memungkinkan untuk diadakan perluasan. PT.TKSM di Boyolali menempati tanah seluas kurang lebih 70.000 dan sesuai dengan surat persetujuan perubahan dari BKPM No. 08 / 11 / PMDN / 1984 Tanggal 3 April 19854 dan memperoleh ijin usah tetap dari BKPM atas nama Mentri Perindustrian dan memulai produksi pada Januari 1986 dengan jumlah produksinya adalah sebanyak 30.000.000 meter kain tenun. Kemudian pada tahun 1987 mengadakan perluasan dengan menambah kapasitas produksi kain tenun menjadi 39.258.000 meter kain tenun dengan persetujuan BKPM No. 01 / 11 / PMDN / 1987.
Tahun 1991 PT. TKSM mengadakan perluasan di Karanganyar tepatnya di desa Kemiri, Kecamatan Kebakramat, Kabupaten
42
karanganyar dengan bidang usaha finishing. Perluasan dikarenakan lokasi di Boyolali tidak mungkin untuk diperluas. PT. TKSM di Karanganyar menempati tanah seluas kurang lebih 43.000 dengan produksi kain finishing sejumlah 53.528.00 meter kain sesuai dengan surat persetujuan BKPM No. 187 / 11 / PMDN / 1991 Tanggal 6 Februari 1992.
Pada tahun 2000 seiring dengan perkebangan zaman serta perkembangan dunia industri, khususnya di bidang textile PT. Tubantia Kudus Spinning Millls IV Karanganyar bergabung menjadi satu dengan PT. Sari Wana Asli Textile Industry di tandai berubahnya nama menjadi PT. Sari Warna Asli IV Karanganyar dan diresmikan oleh Mentri Perindustrian Bpk. Ir. Hartanto pada Tanggal 18 Februari 1993. PT. Sari Warna Asli IV ini didirikan dengan tujuan untuk memberikan kontribusi dalam industri textile guna memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
2. Bentuk perusahaan
PT. Sari Warna Unit I dibangun dengan status Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang berbadan hukum bentuk Perseroan Terbatas.
3. Lokasi Perusahaan
PT. Sari Warna Unit I terletak I desa Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, kurang lebih 15 km kearah Timur Laut kota Solo, 2 km dari jalan raya Palur. Lokasi pabrik dibatasi oleh :
43
Sebelah Selatan : Persawahan penduduk Sebelah Utara : Jalan Desa
Sebelah barat : Persawahan Penduduk
Sebelah Timur : PT. Indo Acidatama Chemical Industri Perusahaan ini didirikan diatas tanah seluas 43.000 dengan pembagian tanah dan pertimbangan lokasi sebagai berikut :
Pembagian bangunan dibagi atas beberapa bagian yaitu : a) Bangunana kantor berlantai dua
b) Bangunan penjaga satpam
c) Bangunan tempat mesin-mesin produksi d) Bangunan generator diesel
e) Bangunan tempat gudang f) Bangunan tempat makan g) Bangunan ruang dapur h) Bangunan tempat mushola i) Bangunan tempat parkir
j) Bangunan untuk kamar mandi, WC, dan lain-lain. 4. Visi dan Misi peusahaan
Visi dari PT. Sari Warna Asli Unit I adlah menjadi salah satu pemimpin pasar tekstile global yang sahamnya diminati Bursa International.
44
Sedangkan Misi yang dimiliki oleh PT. Sari Warna Asli Unit I adalah :
1) Mencapai target penjualan dan mengembalikan investasi sesuai target.
2) Meningkatkan kapasitas produksi di spinning menjadi 10.000 bale/bulan dan kain jadi 10 juta yard/bulan.
3) Mengurangi hasil produksi yang tidak sesuai standart menjadi maksimal 4% dan mengurangi keluhan pelanggan menjadi maksimal 0.5%.
4) Mencapai waktu ketepatan pengiriman ke pemesan 85%. 5) Menempatkan SDM sesuai kemempuannya pada posisi tepat. 5. Struktur Organisasi Perusahaan
Organisasi merupakan suatu bentuk tatanan kerja yang dilengkapi dengan fungsi masing-masing individu tersebut. Dalam setiap organisasi membutuhkan individu-induvidu untuk menjalankan organisasi tersebut. Dalam setiap perusahaan pasti selalu ada stuktur organisasi yang fungsinya untuk menciptakan hasil kerjasama yang baik antara pimpinan dan bawahannya dalam mencapai tujuan perusahaan.
Struktur organisasi PT. Sari Warna Asli Unit IV dapat dilihat pada bagan bagian-bagian dalam struktur organisasi yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dari tiap kegiatan sebagai berikut :
45 a. Direktur Utama
1) Sebagai koordinator dari para direktur 2) Penanggung jawab tertinggi dalam RUPS
3) Sebagai pengambil keputusan terakhir bila terdapat perbedaan pendapat antara manajer-manajer.
b. Plan Manager
Memimpin dan bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan operasional yang dijalankan oleh perusahaan agar tercapai internal control yang baik.
Adapun tugas lain Plan Manager :
1) Mengkoordinasi dan mengawasi tugas-tugas yang telah dibagikan dan dilaksanakan oleh kepala-kepala bagian dan kepala seksi.
2) Memimpin rapat yang diadakan secara berkala atau jika dipandang perlu membahas masalah-masalah yang timbul. 3) Mengadakan pengawasan tata kerja dan
peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. c. Manajer Produksi
1) Memimpin dan mengelola jalannya proses produksi mulai dari bahan mentah sampai barang jadi.
2) Merencanakan dan mengendalikan produksi agar didalam proses produksi dapat berjalan dengan baik.
3) Mengadakan produk testing terhadap produksi baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
46
4) Mengkoordinir semua aktivitas perusahaan dan bertanggung jawab terhadap produk yang telah dihasilkan.
Manajer produksi sendiri membawahi : d. Kepala bagian mekanik
1) Bertanggung jawab atas seluruh sasaran peralatan proses produksi.
2) Bertanggung jawab atas kelancaran mesin-mesin produksi. 3) Mengawasi dan segera mengambil tindakan pencegahan
timbulnya kerusakan atau bahaya lainnya.
4) Memperbharui, service, kebersihan mesin atau mekanis produksi.
5) Mengontrol secara rutin bagia-bagian mekanisme yang peka akan gangguan.
6) Meminta spare part yang diperlukan.
7) Melaporkan secara berkala investasi produksi. e. Kepala bagian Produksi
1) Bertanggung jawab terhadap seluruh proses produksi. 2) Bertanggung jawab terhadap kelancaran proses produksi. 3) Membuat laporan produksi.
4) Bekerja sama dengan bagian-bagian lain yang terkait. 5) Mengontrol secara rutin bagian-bagian produksi. f. Kepala bagian PPC
1) Menyusun dokumen mutu terpadu pada semua lini produksi dan menata seluruh dokumen yang berlaku.
47
2) Pengendali dokumen mutu atau produksi dengan mengkreasikan suatu sistem audit mutu internal terpadu dan berkesinambungan
3) Pengendali eksternal mutu produksi sebelum hasil produksi dari suatu departement produksi yang diserahkan kepada bagian lain atau konsumen selanjutnya.
4) Mengevaluasi sumber dan penggunaan bahan baku produksi dan hasil produksi serta menilai kinerja departement produksi dengan data-data yang tersedia secara tertulis. g. Kepala bagian QC
1) Pengendali dokumen persediaan dengan menerapkan sistem inventory yang terpadu. Pengendali sistem pemesanan bahan baku, bahan penolong dan spare part. 2) Pengendali dan pengawas sistem penerimaan dan
pengiriman barang dan semua unit penyimpanan.
3) Menganalisa kebutuhan bahan dengan mempertimbangkan batas minimal keamanan ketersediaan barang yang ada di gudang.
h. Kabag Akuntansi
1) Melakukan pencatatan dan pengawasan terhadap kekayaan dan kewajiban-kewajiban perusahaan.
2) Menyusunlaporan laporan keuangan baik yang berkala maupun uncidental.
48 i. Kabag Keuangan
1) Menyusun prosedur dan pengumpulan rancangan anggaran devisa keuangan.
2) Mengumpulkan penerimaan dan pengeluaran perusahaan secara efektif dan efisien.
j. Kabag Personalia dan Umum
1) Mengatur dan mengurus keamanan perusahaan.
2) Mengatur dan mengurus urusan intern perusahaaan dan urusan yang berhubungan dengan masyarakat luas.
3) Mengurus dan melaksanakan administrasi kepegawaian. 4) Mengurus dan menangani masalah perburuhan.
6. Aspek Sumber Daya Manusia (Personalia)
Fungsi personalia PT. Sari Warna Asli Unit I Karanganyar memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan perkembangan serta keberhasilan suatu perusahaan, bahwa fungsi tersebut bertanggung jawab dalam mengadakan seleksi calon karyawan dan training. Sumber daya manusia berperan sebagai komponen tenaga kerja (karyawan) dan aset yang sangat penting bagi perusahaan, oleh karena itu tujuan diadakan seleksi adalah untuk mendapatkan calon karyawan yang sesuai dengan pekerjaan yang diharapkan perusahaan Dalam melakukan seleksi ada beberapa kualifikasi dasar yaitu :
a. Keahlian : keahlian merupakan faktor utama dalam proses seleksi karyawan baru.
49
b. Pendidikan : sekarang ini pendidikan dijdikan sebagai tolak ukur akan kemampuan seseorang karyawan.
c. Pengalaman : karyawan yang telah berpengalaman akan menguntungkan perusahaan karena dapat menghemat waktu pelatihan (training), biaya dan mempercepat penyesuaian kerja. Perusahaan menyeleksi karyawan biasanya lebih memperhatikan pengalaman kerja.
PT. Sari Warna Asli I pada saat ini memiliki karyawan untuk day shift orang yang terdiri dari 620. Dengan pembagian shift A 180 karyawan, shift B 73 karyawan dan shift C 79 karyawan. Jadi total karyawan berjumlah 852 karyawan.
Untuk memperlancar kinerja karyawan, ada beberapa ketentuan yang harus dijalankan oleh karyawan yaitu :
1. Pengaturan jam kerja karyawan a. Karyawan yang masuk day shift
Hari Senin sampai Jumat Jam kerja : 08.00 – 16.00 Istirahat : 1 jam
Hari Sabtu
Jam kerja : 08.00 – 13.00 Istirahat : 1 jam
50 b. Karyawan yang masuk shift
Setiap hari dan tidak ada hari libur Shift I Jam kerja : 07.00 – 15.00 Istiahat : 1 jam Shift II Jam kerja : 15.00 – 23.00 Istirahat : 1 jam Shift III Jam kerja : 23.00 – 07.00 Istirahat : 1 jam
7. Aspek Pemasaran dan Distribusi
Dalam meningkatkan hasil produksi setiap tahun, maka perusahaan juga giat dalam memasarkan produknya karena pemasaran dapat mempengaruhi maju mundurnya perusahaan, sebab walaupun perusahaan akan mengalami kemacetan. Dengan keuletan dan ketekunan pimpinan perusahaan, manajer perusahaan, serta staffnya didalam memasarkan hasil produknya, maka dalam waktu relatif singkat PT. Sari Warna Asli Unit I dapat merebut pasaran seluruh wilayah Indonesia maupun luar negeri.
Dalam memenuhi pasar luar negeri PT. Sari Warna Asli mempunyai strategi khusus didalam melakukan ekspor produknya yaitu strategi pasar ekspor yang berpusat pada pelayanan pasar dunia melalui :
51
a. Ekspor produksi tekstil yang berkualitas secara langsung kepada pelanggan di luar negeri.
b. Menjual produk tekstil yang berkualitas kepada perusahaan garment di Indonesia sehingga dapat bersaing di pasar internasional secara baik.
Produk-produk yang dihasilkan oleh PT. Sari Warna Asli mendapatkan sambutan yang baik dari diberbagai Negara, diantaranya Amerika, Inggris, jerman, Kanada, Cina, dan lain sebagainya.
PT. Sari Warna Unit I juga memproduksi produknya berdasarkan segmentasi pasar yaitu berdasarkan jenis kelamin dan tingkat pendapatan. Berdasarkan jenis kelamin PT. Sari Warna Asli memproduksi kain menurut pria dan wanita dengan wanita dengan motif dan corak berbeda-beda sedangkan menurut tingkat pendapatan memproduksi kain dengan beberapa tingkatan harga agar dapat dijangkau seluruh lapisan msyarakat.
Saluran distribusi yang digunakan PT. sari Warna Asli Unit I adalah sebagai berikut :
1) Untuk wilayah Jawa Barat
Dari produsen kemudian masuk ke agen selanjutnya masuk ke pengecer baru ke konsumen.
2) Untuk wilayah Jawa Tengah
Dari produsen masuk ke agen kemudian masuk ke pengecer baru ke konsumen.
52
3) Untuk wilayah Jatwa Timur dan Indonesia bagian Tengah dan Timur, ada 2 macam saluran distribusi yaitu :
a. Dari produsen masuk ke agen kemudian ke pengecer baru ke konsumen.
b. Dari produsen masuk ke pedagang besar kemudian ke agen selanjutnya masuk ke pengecer baru ke konsumen.
4) Untuk wilayah Jakarta
Dari produsen masuk ke pedagang besar kemudian ke agen selanjutnya masuk ke pengecer baru ke konsumen. 8. Pengendalian Kualitas
Jaminan kualitas merupakan faktor yang harus diperhatikan bagi perusahaan besar, baik dari kualitas bahan, kualitas proses maupun kualitas pada hasil produksi. Untuk mengatasi masalah tersebut PT. Sari Warna Asli menerapkan pengendalian kualitas pada keseluruhan kegiatannya dengan pembentukan departemen Quality Control dengan tujuan menangani semua masalah tersebut adapun upaya yang dilakukan untuk pengandalian kualitas adalah :
a. Pengendalian kualitas pada bahan baku
Pengendalian kualitas bahan baku dilakukan dengan pemilihan kain grey yang baik yang disertai dokumen resmi. Bahan baku tersebut dari Boyolali berupa kain grey. Pengecekan kain dilakukan oleh bagian logistik dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
53
b. Pengendalian kulitas pada proses produksi
Pengendalian kualitas pada tahap proses produksi merupakan hal yang paling penting, karena bagian ini penentu baik buruknya kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Pada bagian proses produksi PT. Sari Warna Asli memilih karyawan yang menguasai kualitas lapangan sehingga sangat membantu dalam penentuan kualitas hasil serta menjaga hasil produksi agar kualitasnya tetap terjaga.
c. Pengendalian kualitas pada hasil produksi
Pada bagian ini karyawan yang cekatan sangat dibutuhkan oleh PT. Sari Warna Asli karena karyawan harus dapat memilih hasil produksi dengan baik. Pengendalian kualitas pada bagian ini yaitu memilih kain mana yang cocok untuk dikirim ke pemesanan dan produk cacat ( BS ) serta kain kecil. Biasanya produk cacat kain finishing masih ada yang memesan, sedangkan kain kecil juga diinginkan pedagang kain untuk dijual eceran ataupun meteran
B. Laporan Magang Kerja 1. Pengertian Magang Kerja
Magang kerja adalah kegiatan intrakulikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa secara berkelompok dengan terjun
54
ke masyarakat atau dunia kerja. Sasaran tempat pelaksanaan kegiatan magang adalah macam-macam untuk kegiatan menengah, koperasi, instansi pemerintah atau swasta dan kelompok masyarakat umum. Adapun bentuk-bentuk kegiatan magang meliputi praktik kerja, pendampingan, pelatihan, penyuluhan, pelaporan dan lain-lain. Sebelum melaksanakan kegiatan magang kerja, mahasiswa terlebih dahulu dibekali dengan berbagai pengetahuan praktis, disamping keahliannya dalam konsentrasi industri masing-masing.
2. Tujuan dari Magang Kerja
Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan magang kerja adalah :
a. Agar setiap mahasiswa dapat lebih mendalami dan menguasai materi-materi perkuliahan yang didapat saat menempuh dibangku kuliah.
b. Agar mahasiswa mendapat pengalaman langsung dan pengetahuan tentang aktivitas dalam dunia usaha.
c. Agar mahasiswa dapat memahami dan menghayati permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam dunia usaha atau bisnis.
55 3. Manfaat Magang Kerja
Magang kerja dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak yaitu :
a. Bagi Mahasiswa
1. Agar mahasiswa dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang sudah didapat selama menempuh pendidikan.
2. Agar setelah lulus mahasiswa dapat menghadapi masalah yang akan timbul dalam dunia kerja.
b. Bagi Perusahaan
1. Perusahaan akan mendapat sumber daya manusia yang berkualitas di masa yang akan datang.
2. Hasil penelitian mahasiswa selama magang kerja dapat dijadikan masukan dalam menentukan kebijakan-kebijakan dalam perusahaan.
4. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Magang Kerja
Kegiatan magang kerja dilaksanakan di PT. Sari Warna Asli Unit I yang beralamatkan di Desa Kemiri Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar. Magang ini dilaksanakan selama satu bulan yaitu mulai tanggal 1 Februari 2010 sampai dengan tanggal 2010. Selama kegiatan magang perusahaan menentukan beberapa
56
ketentuan yang harus ditaati oleh mahasiswa. Ketentuan tersebut antara lain :
a. Masuk hari Senin sampai hari Sabtu pukul 08.00 – 16.00. Dan hari sabtu masuk jam 08.00 – 12.00.
b. Selama magang mahasiswa diwajibkan memakai seragam yaitu atasan kemeja berwarna putih dan bawahan celana panjang warna hitam serta memakai co-card yang wajib dikenakan di lingkungan perusahaan sebagai tanda pengenal.
c. Apabila ingin meninggalkan perusahaan pada waktu jam magang, mahasiswa harus meminta ijin terlebih dahulu kepada kepala bagian department kemudian ke pos satpam.
d. Selama magang mahasiswa harus menaati peraturan yang berlaku di PT. Sari Warna Asli Unit I.
5. Kegiatan Magang Kerja adalah sebagai berikut : a. Minggu pertama tanggal 1 – 6 Februari 2010
1) Perkenalan kepada staff, pembimbing magang, karyawan terutama pada line 1 dan lingkungan yang ada pada perusahaan.
57
2) Menerima penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan.
3) Orientasi tempat magang kerja.
b. Minggu kedua tanggal 8 – 13 Februari 2010
1) Melakukan pengamatan di bagian produksi line I mengenai proses produksi kain dan dijelaskan tentang peralatan yang digunakan dalam proses produksi.
2) Membantu sebagian karyawan dalam menyelesaikan tugas di bagian PPC.
c. Minggu ketiga tanggal 15 – 20 Februari 2010
1) Mencari data di bagian personalia mengenai jumlah karyawan yang bekerja.
2) Melakukan penelitian tentang produktifitas kerja. d. Minggu keempat tanggal 22 – 27 Februari 2010
1) Melakukan pengecekan terhadap semua data yang diperoleh selama magang dan melengkapi data yang kurang.
Demikian laporan magang kerja yang telah dilaksanakan pada tanggal 1 Februari sampai dengan 28 Februari 2010. Dalam rangka penulisan tugas akhir.
58 C. Proses Produksi
1) Proses Produksi Kain Erro W/I TC 45 TC 45 108 68 48
a. BBKR
Proses pembakaran bulu yang bertujuan menghilangkan bulu-bulu yang timbul pada permukaan kain sehingga dapat memperbaiki kenampakan kain.
b. SCOURING BLEACHING
Kain yang sudah di BBKR dicuci dengan proses pencucian awal untuk melepaskan rantai kanji dengan oksidator dalam serat. Setelah itu melalui proses pemberian obat scouring yang bertujuan mengubah pigmen grey menjadi putih.
SCOURING BLEACHING dengan Indikator
Zat pengokzid dapat memutuskan ikatan kanji dengan serat tetapi juga dapat memutuskan ikatan dalam serat sehingga melemahkan serat.
c. WI + RF
Proses pemberian warna putih pada kain disertai pemberian resin finish (RF) agar warna kain tidak mudah luntur.
d. SANFORIZE
Adalah proses pemadatan kain yang tujuannya agar elastisitas kain setelah dicuci tidak lebih dari 1% atau kai tidak mengalami penyusutan seelah dicuci.
59 2) Alat Produksi atau Mesin Produksi :
a. Shearing
Merupakan mesin yang digunakan untuk memotong bulu pada grey.
b. Gas Singing (GS)
Merupakan mesin yang digunakan proses BBHK. Mesin ini digunakan untuk produk WI (putih)
c. HK
Merupakan mesin yang digunakan untuk menghilangkan serat kanji yang masih menempel pada serat kain, hanya proses dyeing.
d. Continous Bleaching (CB)
Mesin ini memiliki fungsi ganda yaitu, dapat digunakan sebagai scouring bleaching, dan juga dapat digunakan sebagai bleaching saja.
e. Stenter
Mesin yang memiliki fungsi untuk proses resi finish dan set.
f. CPB II
Merupakan mesin yang berperan sebagai costic warna untuk menyerap warna lebih baik, sehingga warna kain yang dihasilkan tidak luntur.
60 g. Sueding
Merupakan mesin yang digunakan untuk menmbulkan serat bulu pada produk kain tertentu. Dengan kapasitas mesin.
h. Jet Dyeing
Merupakan mesin yang digunakan untuk proses pewarnaan dimana kain akan melewati proses pemberian warna.
i. CPB Dyeing
Alat ini dikelompokkan menjadi dua CPB Barat untuk kain lebar dan CPB Timur digunakan untuk kain pendek.
j. Curing
Merupakan mesin yang digunakan untuk membantu proses terjadinya fiksasi sehingga warna yang dihasilkan lebih cemerlang.
k. Comfeed
Merupakan mesin yang digunakan untuk membantu melenturkan kain full polyster dengan kapasitas mesin.
l. Callender
Merupakan mesin yang memiliki fungsi untuk proses kain agar lebih mengkilap dengan kapasitas mesin.
61 D. Pembahasan Masalah
Berdasarkan data yang diperoleh dari PT. Sari Warna Asli Unit I maka dilakukan pembahasan mengenai pengendalian kualitas dengan mengguanakan analisis c-chart.
Analisis ini digunakan untuk mengetahuai dan menentukan apakah kerusakan pada produk kain erro yang terjadi dalam proses produksi masih dalam batas kendali atau tidak. Dalam analisis ini disertakan diagram sebab akibat (fish bone) dan diagram pareto untuk mengetahui jenis kerusakan serta penyebabnya.
1. Analisis C – Chart
Bagan pengendalian c-chart digunakan untuk mengadakan pengujian terhadap kualitas proses produksi yang mengetahui banyaknya jumlah produk yag rusak dan untuk mengetahui apakah ada kerusakan produksi yang masih dalam batas kendali apa tidak. Untuk mengetahui hal tersebut pnulis mengadakan perhitungan yaitu dengan metode c-chart. Metode tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat kerusakan produk yang terjadi.
62
TABEL 3.1
Data Kerusakan Produk Kain Erro Di PT. Sari Warna Asli Unit I Karanganyar
Tahun.2009
BULAN JUMLAH PRODUKSI
(dalam yar) TOTAL PRODUK