3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan
Fungsi Pelayanan
alam upaya mewujudkan program unggulan misi Waikota Tegal, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Tegal melaksanakan pencapaian misi Walikota Tegal tahun 2019 - 2024 yang ke-1 yaitu
“Mewujudkan Pemerintah yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi” Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan
Daerah Kota Tegal berupaya untuk mewujudkan misi tersebut dengan menyusun Rencana Strategis tahun 2019 - 2024 dimana tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan kualitas dan kapasitas aparatur yang amanah serta dengan sasaran meningkatnya kualitas dan pendidikan aparatur.
Hadirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, mengubah paradigma manajemen kepegawaian, dari administrasi pegawai ke manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Administrasi ASN sekedar merupakan rangkaian aktivitas penyusunan dan pencatatan data serta informasi (drafting and
recording data plus information) pegawai secara sistematis dengan tujuan untuk
menyediakan keterangan ASN. Sementara Manajemen ASN adalah rangkaian aktivitas menilai ASN sebagai sumberdaya, aset, faktor determinan dalam sukses/ gagalnya program-program pembangunan pemerintah, sehingga dalam manajemen ASN, program dan kegiatan terstruktur serta transparan dalam pengelolaan human capital ASN. Pemerintah Kota Tegal perlu bergegas menjadi pioneer dalam mendesain dan mengimplementasikan paradigma baru manajemen ASN di lingkup Pemerintah Daerah.
Paradigma baru manajemen ASN memandang perlu ada perubahan dalam pengelolaan ASN, dari perspektif lama manajemen kepegawaian yang menekankan pada hak dan kewajiban individual pegawai menuju pespektif baru yang menekankan pada manajemen pengembangan SDM secara strategis (strategic human resource
management).
D
23
BAB III Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2019 - 2024
Jumlah aparatur pemerintah Kota Tegal sampai dengan akhir tahun 2018 sebanyak 3.499 orang sebagai unsur utama dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik semakin ditingkatkan kualitasnya, baik peningkatan sumberdaya aparatur, sarana dan prasarana pendukung dan budaya organisasi.
Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Tegal dalam menjalankan tugas dan fungsinya berdasarkan hasil evaluasi capaian kinerja terdapat beberapa permasalahan yang harus menjadi perhatian serta dapat dicarikan solusinya, yaitu :
1. Belum optimalnya pegawai yang didistribusikan sesuai hasil pemetaan;
2. Belum optimalnya penempatan pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi dan kompetensinya;
3. Belum optimalnya ASN yang mengikuti pendidikan dan pelatihan
3.1.1 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Visi Walikota Tegal dan Wakil Walikota Tegal adalah “Terwujudnya
pemerintahan yang berdedikasi menuju Kota Tegal yang bersih, demokratis, disiplin dan inovatif“. Sedangkan misi Walikota dan Wakil Walikota Tegal :
1. Mewujudkan pemerintahan yang bersih, professional, akuntabel, berwibawa dan inovatif, berbasis teknologi informasi;
2. Menciptakan atmosfir kehidupan Kota Tegal yang lebih agamis, aman, kreatif, berbudaya, demokratis, melindungi hak-hak anak dan perempuan untuk kesetaraan serta keadilan gender;
3. Meningkatkan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan,
kesejahteraan pekerja dan masyarakat tidak mampu;
4. Meningkatkan infrastruktur, transportasi publik, lingkungan hidup yang bersih dan sehat serta pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada energi terbarukan;
5. Meningkatkan kepariwisataan, investasi dan daya saing daerah serta mengembangkan ekonomi kreatif;
6. Mengoptimalkan peran pemuda, pembinaan olahraga dan seni budaya.
Dalam upaya mewujudkan misi Walikota Tegal, BKPPD Kota Tegal melaksanakan misi Walikota Tegal yang ke-1 yaitu “Mewujudkan pemerintahan yang bersih,
professional, akuntabel, berwibawa dan inovatif, berbasis teknologi informasi”
24
BAB III Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2019 - 2024
governance) dan pemerintahan yang bersih (clean government). BKPPD mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang kepegawaian.
3.1.2 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi Jawa Tengah
Revolusi Mental sebagai gerakan kolektif yang melibatkan seluruh bangsa dengan memperkuat peran semua institusi pemerintahan dan pranata social budaya yang ada di masyarakat dilaksanakan melalui internalisasi nilai-nilai esensial pada individu, keluarga, insititusi sosial, masyarakat sampai dengan lembaga-lembaga negara. Nilai-nilai esensial tersebut meliputi etos kemajuan, etika kerja, motivasi berprestasi, disiplin, taat hukum dan aturan, berpandangan optimistis, produktif-inovatif adaptif, kerja sama dan gotong royong, dan berorientasi pada kebijakan publik dan kemaslahatan umum. Indonesia merupakan negara majemuk yang ditandai dengan khazanah kebudayaan Nusantara yang sangat kaya dan beragam baik budaya, suku, agama, bahasa, maupun adat istiadat. Dalam kemajemukan, masyarakat hidup rukun dalam suatu interaksi sosial antarwarga yang harmonis, sehingga bangsa Indonesia mampu menjaga keutuhan nasional dalam bingkai kebhinnekaan yang tunggal ika. Limpahan kekayaan alam dan aneka rupa khazanah kebudayaan Nusantara tersebut apabila dikelola dengan baik, dapat mengantarkan Indonesia menjadi negara-bangsa yang maju, makmur, dan sejahtera serta mandiri.
1. Mismatch antara kebutuhan spesifikasi jabatan dan kualifikasi PNS; 2. Peningkatan kinerja dan kedisiplinan pegawai;
3. Peningkatan jumlah pelanggaran kedisiplinan pegawai pasca pelimpahan kewenangan (P3D);
4. Kebutuhan kerja kolaboratif dan terintegrasi termasuk dengan Kabupaten/Kota;
5. Kebutuhan sarpras (hardware/software) untuk peningkatan otomatisasi pelayanan kepegawaian yang cepat, mudah, murah, terintegrasi, real time dan paperless;
3.1.3 Telaahan Isu Strategis Pembangunan Kota Tegal Tahun 2019- 2024
Tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih akan tercapai apabila didukung dengan ASN yang berkualitas dan profesional, serta kelembagaan yang optimal. Untuk itu, peningkatan kompetensi dan kualitas ASN menjadi kunci mutlak yang harus dilakukan, disertai penempatan ASN sesuai dengan formasi yang
25
BAB III Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2019 - 2024
dibutuhkan. Demikian juga penguatan kelembagaan agar efektif dan efisien di seluruh Perangkat Daerah Pemerintah Kota Tegal.
3.2. Isu Strategis BKPPD Kota Tegal
Dari hasil identifikasi permasalahan sebelumnya inventarisasi dan menetapkan skala prioritas permasalahan yang ada di BKPPD Kota Tegal dapat dirumuskan menjadi
isu strategis yang berkaitan erat dengan tugas pokok dan fungsi dalam pengembangan
kinerja pelayanan BKPPD Kota Tegal di masa yang akan datang yaitu :
1. Peningkatan Kompetensi Aparatur 2. Peningkatan Layanan Kepegawaian
26
BAB IV Rencana Strategis (Renstra) Perubahan Tahun 2019 - 2024