BAB IV HASIL PENELITIAN
5.2. Tahapan Proses Produksi
5.2.2. Gambaran Perasaan Kelelahan Kerja pada proses sterilize
Pada proses sterilize di dapat hasil pengukuran bahwa pekerja yang sangat sering merasa lelah sebanyak 8 orang (10.5%), yaitu masing-masing 3 orang bagian perebusan pada shift pagi dan malam, 2 orang bagian bongkar buah pada shift pagi. Pekerja yang sering merasa lelah sebanyak 9 orang (11.8%), yaitu 2 orang bagian bagian boiler pada shift pagi dan 3 orang pada shift malam, 3 orang bagian bongkar buah pada shift pagi dan 1 orang pada shift malam. Pekerja
yang agak sering merasa lelah sebanyak 4 orang (5.3%), yaitu 2 orang bagian boiler pada shift pagi dan 1 orang pada shift malam, 1 orang bagian pemipilan pada shift malam. Pekerja yang jarang merasa lelah sebanyak 3 orang (3.9%), yaitu 1 orang bagian pemipilan pada shift pagi dan 1 orang pada shift malam, 1 orang bagian pelumatan pada shift malam. Pekerja yang jarang sekali merasa lelah sebanyak 2 orang (2.6%), yaitu 1 orang bagian pemipilan pada shift pagi dan 1 orang bagian pelumatan pada shift pagi.
Pada perebusan, pekerja dalam sikap berdiri dan membungkuk dimana pekerja harus mengawasi kepadatan janjangan dalam rebusan dan memadatkan janjangan sesuai standar rebusan. Bahaya yang mungkin terjadi adalah terpeleset, tersentuh panas, bising, terpapar panas, terkena cairan panas. Dalam hal ini, pekerja sangat sering merasa lelah yaitu 3 orang pada shift pagi dan 3 orang pada shift malam.
Pada bagian boiler, pekerja dalam sikap berdiri dan membungkuk dimana pekerja mengumpulkan ampas yang berserakan di lantai, dan mengangkut sisa pembakaran. Bahaya yang mungkin terjadi adalah terpapar panas, bising, terjatuh, terpapar debu. Dalam hal ini, pekerja ada yang sering merasa lelah sebanyak 5 orang dan ada yang agak sering merasa lelah yaitu 2 orang pada shift pagi dan 1 orang pada shift malam.
Gambar 5.2. Proses Sterilize Bagian Boiler
Pada Bagian bongkar buah, pekerja dalam sikap berdiri dimana pekerja menarik dan meratakan brondolan-brondolan untuk direbus. Bahaya yang mungkin terjadi adalah terlicin, terjatuh, tangan terkena alat, terkena uap panas, terkena duri. Dalam hal ini, 2 orang pekerja pada shift malam sangat sering merasa lelah, dan 4 orang sering merasa lelah yaitu 3 orang pada shift pagi dan 1 orang pada shift malam.
Pada bagian pemipilan, pekerja dalam sikap berdiri dimana pekerja hanya memeriksa setiap janjangan dalam perebusan apakah janjangan sudah kosong atau berisi brondolan yang masih melekat. Bahaya yang mungkin terjadi adalah, terpeleset, terkena duri, tersentuh panas, dan terpapar panas. Dalam hal ini, 1 orang pada shift malam agak sering merasa lelah, 2 orang jarang merasa lelah, 1 orang jarang sekali merasa lelah.
Pada tahap pelumatan pekerja dalam sikap berdiri dimana pekerja hanya mengontrol tutup rebusan, suhu dan lamanya rebusan berlangsung. Bahaya yang mungkin terjadi adalah terpeleset, terpapar panas, bising. Dalam hal ini, 1 orang pada shift malam jarang merasa lelah dan 1 orang pada shift pagi jarang sekali merasa lelah.
5.2.3. Gambaran Perasaan Kelelahan Kerja pada Proses Screw Press
Pada proses screw press, didapat hasil pengukuran bahwa pekerja yang sering merasa lelah 1 orang (1.3%) pada shift malam dan pekerja yang agak sering merasa lelah 1 orang (1.3%) pada shift pagi. Pada tahap ini pekerja dalam sikap berdiri dimana pekerja harus menekan buah dari rebusan untuk memisahkan minyak dengan ampas. Bahaya yang mungkin terjadi adalah terpeleset, terkena duri, tersentuh panas, terpapar panas, bising. Dalam hal ini, 1 orang pekerja pada shift malam sering merasa lelah dan 1 orang pekerja pada shift pagi agak sering merasa lelah.
5.2.4. Gambaran Perasaan kelelahan Kerja pada Proses Klarifikasi/ Pemurnian
Pada proses klarifikasi/ pemurnian, didapat hasil pengukuran bahwa pekerja yang sangat sering merasa lelah yaitu 1 orang (1.3%) unit continous tank pada shift malam. Pekerja yang sering merasa lelah sebanyak 2 orang (2.6%), yaitu 1 orang unit continous tank pada shift pagi dan 1 orang unit crude oil tank pada shift pagi. Pekerja yang agak sering merasa lelah yaitu 1 orang (1.3%) unit crude oil tank pada shift malam.
Pada unit crude oil tank, pekerja dalam sikap berdiri dimana pekerja harus mengafblas minyak ke dalam continous tank setiap satu jam agar minyak, air dan lumpur terpisah. Bahaya yang mungkin terjadi adalah terjatuh, terkena uap panas, terpeleset, terkena minyak panas, dan efek getaran. Dalam hal ini, 1 orang pekerja pada shift malam sangat sering merasa lelah dan 1 orang pekerja pada shift pagi sering merasa lelah.
Pada unit continous tank, pekerja dalam sikap berdiri dimana pekerja hanya menunggu minyak agar tidak penuh. Bahaya yang mungkin terjadi adalah terkena minyak panas, terpeleset, dan terpapar panas. Dalam hal ini, 1 orang pada shift pagi sering merasa lelah dan 1 orang pada shift malam agak sering merasa lelah.
5.2.5. Gambaran Perasaan kelelahan Kerja pada Proses Pengolahan Inti
Pada proses pengolahan inti, didapat hasil pengukuran bahwa pekerja yang sangat sering merasa lelah sebanyak 2 orang (2.6%), yaitu masing-masing 1 orang mandor pada shift pagi dan shift malam. Pekerja yang sering merasa lelah sebanyak 3 orang (3.9%), yaitu 1 orang unit claybath pada shift malam, dan masing-masing 1 orang unit counter pada shift pagi dan shift malam. Pekerja yang agak sering merasa lelah yaitu 1 orang (1.3%) unit counter pada shift pagi.
Pada mandor, sikap dalam bekerja yaitu berdiri dimana mandor sering mengawasi pekerja dengan berkeliling dan turut membantu pekerja dalam melakukan pekerjaannya. Bahaya yang mungkin terjadi adalah terjatuh, terlicin, terkena alat, tertimpa alat, terkena uap panas, terpapar panas, dan efek bising. Dalam hal ini, mandor sangat sering merasa lelah yaitu pada shift pagi dan shift malam.
Pada unit claybath, pekerja dalam sikap berdiri dimana pekerja memilih dan menyeleksi biji dan peccahan cangkang, serta memasukkan lumpur kedalam agitator. Bahaya yang mungkin
terjadi adalah terkena pecahan cangkang, terhirup debu, terkena alat, efek getaran. Dalam hal ini, pekerja sering merasa lelah yaitu pada shift pagi dan shift malam.
Pada unit counter, pekerja dalam sikap duduk dimana pekerja menghitung hasil kerja serta memeriksa kepekatan minyak. Bahaya yang mungkin terjadi adalah terkena pecahan cangkang, terkena uap panas, terhirup debu. Dalam hal ini, 1 orang pekerja pada shift malam sering merasa lelah dan 1 orang pada shift pagi agak sering merasa lelah.
Adanya perasaan sangat sering, sering, jarang dan tidak pernah merasa lelah tergantung dari jenis pekerjaan yang dilakukan. Tidak semua pekerja yang sangat sering dan sering merasa lelah terjadi karena kelelahan fisik saja tetapi bisa juga karena kelelahan pikiran.
Pekerja yang sangat sering merasa lelah dan sering merasa lelah disebabkan oleh :
1. Aktivitas kerja yang dilakukan lebih banyak menggunakan tenaga manual atau otot statis daripada tenaga mesin, dan bersifat rutin maka aliran darah akan menurun dan menyebabkan asam laktat terakumulasi sehingga pekerja sering mengalami kelelahan otot lokal yang akan mempengaruhi kinerja daripada pekerja seperti pada bagian loading ramp, kernet, perebusan, bongkar buah, unit crude oil tank, mandor.
2. Sikap atau posisi tubuh dalam bekerja yang selalu berdiri dalam jangka waktu yang lama sering membuat pekerja merasa tidak nyaman.
3. Tingginya potensi bahaya yang terjadi di lingkungan kerja seperti tergelincir, tertimpa, terjatuh, terpotong, membuat pekerja merasa tidak tenang bekerja dan cemas.
4. Lingkungan kerja yang bising karena mesin-mesin produksi dapat menimbulkan gangguan pada pendengaran dan faal tubuh pekerja yang ditandai dengan bertambahnya tegangan otot sehingga mempercepat kelelahan.
5. Iklim kerja yang panas terutama pada bagian boiler sering menyebabkan terjadinya peningkatan suhu tubuh dan produksi keringat yang meningkatsehingga mengakibatkan kelelahan dan menurunnya efisiensi kerja.
Pekerja yang tidak pernah merasa lelah yaitu pada bagian penimbangan, dikarenakan sedikitnya aktivitas kerja yang dilaksanakan dan tidak adanya resiko kerja yang berarti dalam melaksanakan pekerjaannya. Namun, hal ini tidak berarti bahwa pekerja sama sekali tidak mengalami kelelahan. Berdasarkan hasil wawancara langsunng dengan pekerja, mereka juga mengalami gejala-gejala perasaan kelelahan yang bersifat umum dan ringan serta tidak setiap waktu seperti pegal-pegal dan rasa kantuk yang dapat dikurangi dengan beristirahat sejenak. 5.3. Shift Kerja
PT. Socfin Indonesia (Socfindo) Kebun Mata Pao memberlakukan 2 (dua) shift kerja yaitu shift pagi dan shift malam, dimana setiap shift terdiri dari 7 jam kerja. Shift pagi dimulai pada saat datangnya buah sawit atau pukul 11.00-18.00 WIB dan shift malam dimulai pukul 19.00-02.00 WIB atau hingga proses produksi selesai yaitu pukul 05.00 WIB atau pukul 07.00 WIB. Perputaran shift malam dilakukan sekali dalam seminggu yaitu enam hari kerja dan satu hari libur.
Pada shift malam pekerja lebih banyak mengalami sangat sering dan sering merasa lelah. Hal ini disebabkan oleh volume kerja serta lamanya periode waktu kerja yang dibebankan kepada pekerja shift malam dengan waktu lembur selama 3 sampai 5 jam sehingga membuat berkurangnya jumlah dan kualitas tidur pekerja malam sehingga mengacu pada berkurangnya performansi pekerja dan bukan tidak mungkin bisa memberikan dampak perubahan terhadap efisiensi kerja.
BAB VI PENUTUP 6.1. Kesimpulan
1. Berdasarkan umur responden, untuk kategori sangat sering merasa lelah paling banyak berada pada kelompok umur ≥42 tahun yang berjumlah 15 orang (19.7%).
2. Berdasarkan masa kerja responden, untuk kategori sangat sering merasa lelah paling banyak berada pada masa kerja >10 tahun yang berjumlah 20 orang (26.3%).
3. Pada proses produksi, berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan KAUPK2 untuk kategori sangat sering merasa lelah paling banyak berada pada proses penuangan buah yang berjumlah 15 orang (19.7%) yaitu 3 orang (1.3%) pada transport (kernet) dan 12 orang (15.8%) pada bagian loading ramp, yang mencapai skor 88-102. Untuk kategori tidak pernah merasa lelah berada pada proses penuangan buah bagian penimbangan yaitu 1 orang (1.3%) dengan skor 17-31.
4. Pada shift kerja, untuk kategori sangat sering merasa lelah paling banyak berada pada shift malam berjumlah 16 orang (21.0%) yaitu pada proses penuangan buah bagian transport (kernet) sebanyak 3 orang (1.3%) dan bagian loading ramp sebanyak 6 orang (7.8%) ; proses sterilize pada tahap perebusan sebanyak 3 orang (1.3%) dan tahap bongkar buah sebanyak 2 orang (2.6%); proses klarifikasi/ pemurnian pada unit continous tank 1 orang (1.3%) ; proses pengolahan inti yaitu mandor 1 orang (1.3%).
6.2. Saran
1. Sebaiknya pekerja dengan usia lebih dari usia produktif (20-45 tahun) disarankan untuk lebih sering berolahraga serta beristirahat secukupnya agar tubuh selalu segar dan tidak mudah merasa lelah.
2. Untuk pekerja yang sangat sering dan sering merasa lelah, sebaiknya melakukan istirahat pendek beberapa kali, misalnya 3 : 5 menit akan lebih baik jika dibandingkan dengan yang jarang untuk memulihkan kesegaran tubuh maupun mental dan memperlancar proses produksi.
3. Untuk pekerja shift malam, diberikan perhatian khusus seperti penyediaan minuman berkafein dan makan pedas yang dapat merangsang pekerja tetap terjaga dan selalu waspada dalam bekerja untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja.
DAFTAR PUSTAKA Anoraga, P. 2001. Psikologi Kerja. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Budiono, AMS. 2003. Bunga Rampai Hiperkes dan KK. Semarang: Badanpenerbit UNDIP. Departemen Kesehatan RI. 1991. Upaya Kesehatan Kerja Sektor Informal Di Indonesia.
Jakarta:Depkes RI.
Departemen Kesehatan RI. 1999. Keputusan Menteri Kesehatan dan Keputusan Direktur Jendral PPM&PLP Tentag Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja. Jakarta:Depkes RI.
Departemen Tenaga Kerja. 2004. Training Material Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Bidang Keselamatan Kerja. Jakarta: Depnaker.
Gyton, A. & Hall, J.E. 1999. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (alih Bahasa: Irawati Setiawan. Jakarta: ECG.
Ida, K. 2001. Hubungan Shift Kerja dengan Terjadinya Kelelahan Kerja pada Operator Telepon di Kantor daerah Telekomunikasi Medan Tahun 2001, Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat, USU, Medan.
Imansyah B. 2005. K3 Modal Utama Kesejahteraan Buruh. Available:http://www. Pikiran Rakyat.Com/cetak/index htm diakses 18 Januari 2010.
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2004. Pedoman Penyusunan Skipsi Mahasiswa Program Strata 1. Semarang.
Nimpoeno, J.S, Papilaya, A, Suma’mur, PK, Sidabutar, RP. 1989. Penyakit-penyakit Akibat Kerja. Jakarta: Grafindo Utama.
Notoatmodjo, S. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta Rineka Cipta.
Nurmianto, E. 2003. Ergonomi Konsep Dasar Dan Aplikasinya. Surabaya: Guna Widya. Rasjid, R, Haryati, Siswanto. 1989. Ergonomi dan Bahaan Kimia. Surabaya: Balai Hiperkes &
KK Jawa Timur.
Salim, E. 2002. Green Company Pedoman Pengelolaan Lingkungan, Keselamat Kesehatan Kerja. Jakarta: PT. Astra Internasional Tbk.
Setyawati. 1994. Kecelakaan Kerja Kronis, Kajian terhadap Tenaga Kerja, Penyusunan Alat Ukur serta Hubungan Alat ukur dan Produktivitas. Tesis Program Pasca Sarjana UGM. Yogyakarta: UGM.
Sugiyono. 1999. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta.
Suma'mur, PK. 1996. Higiene Perusahaan Dan Kesehatan Kerja. Jakarta: PT. Toko Gunung Agung.
Suma'mur, PK. 1999. Ergonomi Untuk Produktivitas Kerja. Jakata: CV Haji Mas Agung. Sutaryono. 2002. Hubungan antara tekanan panas, kebisingan dan penerangan dengan
kelelahan pada tenaga kerja di PT. Aneka Adho Logam Karya Ceper klaten, Skripsi. Semarang : UNDIP.
Tarwaka, Solichul, Bakri, Sudiajeng, L. 2004. Ergonomi Untuk Kesehatan Kerja Dan Produktivitas. Surakarta: UNIBA.
Wignjosoebrata, S. 2003. Ergonomi Studi Gerak dan Waktu. Surabaya: Guna Widya.
Wijaya, C. 1995. Deteksi Dini Penyakit Akibat Kerja (alih bahasa: Joko Suyono) Jakarta: ECG-WHO.
KUESIONER PENELITIAN
GAMBARAN PERASAAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PROSES PRODUKSI DI PABRIK KELAPA SAWIT PT. SOCFIN INDONESIA (SOCFINDO)
KEBUN MATA PAO TAHUN 2010 Tanggal Wawancara : Nomor Responden :
I. Data Umum Responden
(Tulislah identitas saudara atau coret yang tidak perlu) 1. Nama :
2. Umur : tahun 3. Masa Kerja : jam/ hari 4. Shift : Pagi/ Malam
II. Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja (KAUPK2) Petunjuk Pengisian
Lingkarilah jawaban yang paling sesuai menurut pendapat anda dan apa yang anda rasakan selama bekerja di tempat kerja anda.
:
Jawaban yang anda berikan tidak akan dinilai dan tidak akan dipublikasikan dalam bentuk apapun dan hanya untuk penelitian skripsi.
1. Apakah anda merasa sukar berpikir? a. Ya, sangat sering d. Jarang b. Ya, sering e. Jarang sekali c. Ya, agak sering f. Tidak pernah 2. Apakah anda merasa lelah berbicara?
a. Ya, sangat sering d. Jarang b. Ya, sering e. Jarang sekali c. Ya, agak sering f. Tidak pernah
3. Apakah anda merasa gugup menghadapi sesuatu? a. Ya, sangat sering d. Jarang
b. Ya, sering e. Jarang sekali
c. Ya, agak sering f. Tidak pernah
4. Apakah anda merasa tidak pernah berkonsentrasi dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan? a. Ya, sangat sering d. Jarang
b. Ya, sering e. Jarang sekali
c. Ya, agak sering f. Tidak pernah
5. Apakah anda merasa tidak mempunyai perhatian terhadap sesuatu? a. Ya, sangat sering d. Jarang
b. Ya, sering e. Jarang sekali
c. Ya, agak sering f. Tidak pernah 6. Apakah anda merasa cenderung lupa terhadap sesuatu?
a. Ya, sangat sering d. Jarang
b. Ya, sering e. Jarang sekali
c. Ya, agak sering f. Tidak pernah 7. Apakah anda merasa kurang percaya terhadap diri sendiri?
a. Ya, sangat sering d. Jarang
b. Ya, sering e. Jarang sekali
c. Ya, agak sering f. Tidak pernah
8. Apakah anda merasa tidak tekun dalam melaksanakan pekerjaan anda? a. Ya, sangat sering d. Jarang
b. Ya, sering e. Jarang sekali
c. Ya, agak sering f. Tidak pernah 9. Apakah anda merasa enggan menatap mata orang lain?
a. Ya, sangat sering d. Jarang
b. Ya, sering e. Jarang sekali
c. Ya, agak sering f. Tidak pernah 10. Apakah anda merasa enggan bekerja dengan cekatan?
a. Ya, sangat sering d. Jarang
b. Ya, sering e. Jarang sekali
c. Ya, agak sering f. Tidak pernah 11. Apakah anda merasa tidak tenang bekerja?
a. Ya, sangat sering d. Jarang
b. Ya, sering e. Jarang sekali
c. Ya, agak sering f. Tidak pernah 12. Apakah anda merasa lelah seluruh tubuh?
a. Ya, sangat sering d. Jarang
b. Ya, sering e. Jarang sekali
c. Ya, agak sering f. Tidak pernah 13. Apakah anda merasa bertindak lamban?
a. Ya, sangat sering d. Jarang
b. Ya, sering e. Jarang sekali
c. Ya, agak sering f. Tidak pernah 14. Apakah anda merasa tidak kuat lagi berjalan?
a. Ya, sangat sering d. Jarang
b. Ya, sering e. Jarang sekali
c. Ya, agak sering f. Tidak pernah 15. Apakah anda merasa sebelum bekerja sudah lelah?
a. Ya, sangat sering d. Jarang
b. Ya, sering e. Jarang sekali
c. Ya, agak sering f. Tidak pernah 16. Apakah anda merasa daya pikir menurun?
a. Ya, sangat sering d. Jarang
b. Ya, sering e. Jarang sekali
c. Ya, agak sering f. Tidak pernah 17. Apakah anda merasa cemas terhadap sesuatu hal?
a. Ya, sangat sering d. Jarang
b. Ya, sering e. Jarang sekali