• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.4 Gambaran Sikap Responden terhadap Pemberian Makanan Pendamping

Puskesmas Kabanjahe Kabupaten Karo

4.4.1 Gambaran Sikap Positif Responden terhadap Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Pada Bayi dan Baduta (6– 24 Bulan) Di Puskesmas Kabanjahe Kabupaten Karo

Gambaran sikap positif responden terhadap pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi dan baduta (6– 24 bulan) di Puskesmas Kabanjahe Kabupaten Karo dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut :

Tabel 4.4 Gambaran Sikap Positif Responden terhadap Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Pada Bayi dan Baduta (6– 24 Bulan) Di Puskesmas Kabanjahe Kabupaten Karo

No.

Sikap Positif Responden terhadap Pemberian Makanan

Pendamping ASI (MP-ASI)

Jawaban Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju n % n % n % n %

Pernyataan Sikap Positif

1

Penting untuk memberikan MP-ASI sesuai dengan usia tumbuh kembang bayi

25 35,2 27 38,0 9 12,7 10 14,1

2

Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan MP-ASI pada bayi

37 52,1 33 46,5 0 0 1 1,4

3

Diperlukan keahlian khusus untuk menyiapkan MP-ASI yang akan diberikan kepada bayi

28 39,4 17 23,9 17 23,9 9 12,7

4

Pemberian MP-ASI harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi bayi sesuai usia bayi

29 40,8 20 28,2 15 21,1 7 9,9

5

Penting memperhatikan karifan lokal setempat dalam proses memberikan MP-ASI kepada bayi

28 39,4 20 28.2 18 25,4 5 7,0

6

Ibu tidak memberikan MP-ASI kepada bayi sebelum berusia 6 bulan karena sudah menjadi kebiasaan setempat

37 52,1 23 32,4 9 12,7 2 2,8

7

Perlu adanya dukungan suami yang baik untuk dapat memberikan MP-ASI secara tepat kepada bayi

34 47,9 23 32,4 13 18,3 1 1,4

8

Perlu adanya dukungan keluarga yang baik untuk dapat memberikan MP-ASI secara tepat kepada bayi

44 62,0 14 19,7 11 15,5 2 2,8

9

Perlu untuk berkonsultasi dengan petugas kesehatan untuk mengetahui apakah MP-ASI yang diberikan sudah tepat dan sesuai

30 42,3 17 23,9 19 26,8 5 7,0

10

Perlu diadakannya penyuluhan kesehatan oleh petugas kesehatan mengenai tatacara menyiapkan MP-ASI yang mudah dan sehat

Berdasarkan tabel 4.4 diatas diketahui bahwa sikap postif responden terhadap pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi dan baduta (6– 24 bulan) di Puskesmas Kabanjahe Kabupaten Karo yang paling dominan dan dianggap sudah baik ialah sebanyak 44 orang responden (62%) menyatakan sangat setuju bahwa perlu adanya dukungan keluarga yang baik untuk dapat memberikan MP-ASI secara tepat kepada bayi, kemudian 42 orang responden (59,2%) yang menyatakan bahwa perlu diadakannya penyuluhan kesehatan oleh petugas kesehatan mengenai tatacara menyiapkan MP-ASI yang mudah dan sehat, dan sebanyak 37 orang responden (52,1%) menyatakan sangat setuju bahwa ibu memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan MP-ASI pada bayi dan ibu yang tidak memberikan MP-ASI kepada bayi sebelum berusia 6 bulan karena sudah menjadi kebiasaan setempat.

Sedangkan sikap positif responden yang perlu ditingkatkan terhadap pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi dan baduta (6– 24 bulan) di Puskesmas Kabanjahe Kabupaten Karo ialah diketahui bahwa hanya ada 29 orang responden (40,8%) yang menyatakan sangat setuju jika pemberian MP-ASI harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi bayi sesuai usia bayi, kemudian hanya ada 28 orang responden (39,4%) yang meyatakan sangat setuju bahwa diperlukan keahlian khusus untuk menyiapkan MP-ASI yang akan diberikan kepada bayi dan penting memperhatikan karifan lokal setempat dalam proses memberikan MP-ASI kepada bayi, serta hanya ada 25 orang responden (35,2%) yang menyatakan sangat setuju bahwa penting untuk memberikan MP-ASI sesuai dengan usia tumbuh kembang bayi.

4.4.2 Gambaran Sikap Negatif Responden terhadap Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Pada Bayi dan Baduta (6– 24 Bulan) Di Puskesmas Kabanjahe Kabupaten Karo

Gambaran sikap negatif responden terhadap pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi dan baduta (6– 24 bulan) di Puskesmas Kabanjahe Kabupaten Karo dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut :

Tabel 4.5 Gambaran Sikap Negatif Responden terhadap Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Pada Bayi dan Baduta (6– 24 Bulan) Di Puskesmas Kabanjahe Kabupaten Karo

No.

Sikap Negatif Responden terhadap Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)

Jawaban Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju n % n % n % n %

Pernyataan Sikap Negatif

1

Semakin cepat memberikan MP ASI kepada bayi maka akan semakin baik

4 5,6 11 15,5 25 35,2 31 43,7 2 Bayi sudah bisa diberikan MP-ASI

walaupun belum berusia 6 bulan 24 33,8 17 23,9 12 16,9 18 25,4 3

Pemberian MP-ASI bisa dibarengi dengan pemberian ASI sebelum bayi berusia 6 bulan

19 26,8 16 22,5 17 23,9 19 26,8 4 Bayi akan cepat besar apabila

diberikan MP-ASI lebih cepat 20 28,2 15 21,1 11 15,5 25 35,2 5

Bayi akan terlihat gemuk dan menggemaskan apabila di beri MP-ASI lebih cepat secara dini

16 22,5 13 18,3 16 22,5 25 35,2 6 Dukungan suami tidak berpengaruh

dalam pemberian MP-ASI 17 23,9 19 26,8 14 19,7 21 29,6 7

Dukungan keluarga tidak berpengaruh dalam pemberian MP-ASI

18 25,4 14 19,7 16 22,5 23 32,4 8

Adanya bentuk kearifan lokal dalam masyarakat tidak mempengaruhi pemberian MP-ASI

20 28,2 20 28,2 11 15,5 20 28,2 9

Tidak perlu keahlian khusus atau pengetahuan tertentu untuk menyiapkan MP-ASI

5 7,0 12 16,9 18 26,8 34 47,9 10

Peran petugas kesehatan tidak dibutuhkan untuk berkonsultasi mengenai MP-ASI

Berdasarkan tabel 4.5 diatas diketahui bahwa sikap negatif responden terhadap pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi dan baduta (6– 24 bulan) di Puskesmas Kabanjahe Kabupaten Karo yang paling dominan ialah sebanyak 24 orang responden (33,8%) menyatakan sangat setuju bahwa Bayi sudah bisa diberikan MP-ASI walaupun belum berusia 6 bulan, kemudian 20 orang responden (28,2%) menyatakan bahwa bayi akan cepat besar apabila diberikan MP-ASI lebih cepat, dan adanya bentuk kearifan lokal dalam masyarakat tidak mempengaruhi pemberian MP-ASI, serta sebanyak 19 orang responden (26,8%) menyatakan sangat setuju bahwa pemberian MP-ASI bisa dibarengi dengan pemberian ASI sebelum bayi berusia 6 bulan

Sedangkan sikap negatif responden terhadap terhadap pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi dan baduta (6– 24 bulan) di Puskesmas Kabanjahe Kabupaten Karo yang dinilai sudah baik dan mengarah ke sikap positif ialah diketahui bahwa 34 orang responden (47,9%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa tidak perlu keahlian khusus atau pengetahuan tertentu untuk menyiapkan MP-ASI, kemudian 31 orang responden (43,7%) yang menyatakan sangat tidak setuju bahwa semakin cepat memberikan MP ASI kepada bayi maka akan semakin baik, dan sebanyak 25 orang responden (35,2%) yang menyatakan sangat tidak setuju bahwa bayi akan cepat besar apabila diberikan MP-ASI lebih cepat, bayi akan terlihat gemuk dan menggemaskan apabila di beri MP-ASI lebih cepat secara dini, serta peran petugas kesehatan tidak dibutuhkan untuk berkonsultasi mengenai MP-ASI.

Berdasarkan hasil pengolahan data terhadap pengukuran sikap responden terhadap pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi dan baduta

(6– 24 bulan) di Puskesmas Kabanjahe Kabupaten Karo, maka kategori sikap responden dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut :

Tabel 4.6 Kategori Sikap Responden terhadap Pemberian Makanan

Dokumen terkait