BAB IV HASIL PENELITIAN
1. Gambaran Umum dan Sejarah Singkat Pemerintahan
Kesultanan Langkat adalah salah satu Kesultanan Melayu yang ada di Sumatera. Pada masa Pemerintahan Belanda, Kabupaten Langkat masih berstatus keresidenan dan kesultanan (kerajaan) dengan pimpinan pemerintahannya disebut dengan Residen dan berkedudukan di Binjai dengan Residennya yang bernama Morry Agesten. Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia Sumatera dipimpin oleh seorang gubernur yang bernama Mr.T.Hasan, sedangkan Kabupaten Langkat tetap dengan status keresidenan dengan asisten residen atau kepala pemerintahannya dijabat oleh Tengku Amir Hamzah, yang kemudian diganti oleh Adnan Nur Lubis dengan sebutan Bupati.
Secara astronomi, Kabupaten Langkat terletak pada 3,140-4,130 Lintang Utara dan 97,520-98,450 Bujur Timur. Secara geografis, di sebelah uatara Kabupaten Langkat berbatsan dengan Kabupaten Aceh Tamiang dan Selat Malaka, sebelah Timur Berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Karo, dan di sebelah barat Kabupaten Langkat berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tenggara/Tanah Alas. Topografi daerah Kabupaten Langkat sangat beragam mulai dari 0-4 meter hingga 1200 meter dari permukaan laut. Awalnya Kabupaten Langkat beribukota di Binjai.
Namun setelah Binjai menjadi Kotamadya, ibukotanya dipindahkan ke Kecamatan Stabat. Luasnya daerah Kabupaten Langkat yaitu sebesar 626.329 Ha, Kabupaten Langkat dibagi atas 20 kecamatan, 226 desa dan 34 kelurahan yang dibagi atas 3 (tiga) wilayah pembangunan (kewedanan) yakni:
1) Kewedanan Langkat Hulu berkedudukan di Binjai
2) Kewedanan Langkat Hilir berkedudukan di Tanjung Pura 3) Kewedanan Teluk Haru berkedudukan di Pangkalan Berandan.
Dalam menjalankan pemerintahannya, Kabupaten Langkat memiliki visi dan misi. Visi pemerintahan Kabupaten Langkat adalah"Terwujudnya Kabupaten Langkat Yang Maju dan Sejahtera." Visi maju di sini mempunyai makna:
1) masyarakat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta beriman dan bertaqwa
2) memiliki rasa kebersamaan
3) masyarakat bermoral, beretika dan berbudaya
4) masyarakat yang menghormati norma hukum dan penegakan hak azasi
manusia
5) masyarakat yang demokratis, yang mengerti hak dan kewajiban serta bertanggungjawab
6) masyarakat yang mempunyai rasa memiliki. Kemudian visi sejatera bermakna:
1) terpenuhi kebutuhan hidup normatif (sandang, pangan, pendidikan dan kesehatan)
3) masyarakat yang mampu mengatasi tantangan dan permasalahan mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kemudian, adapun misi pemerintah Kabupaten Langkat adalah:
1) mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (Good Governance) 2) mewujudkan kehidupan sosial, budaya politik yang sehat dan demokratis
3) meningkatkan peran masyarakat dalam pembangunan daerah yang
berwawasan lingkungan.
4) meningkatkan pemanfaatan seluruh sumber daya daerah menuju ekonomi kerakyatan
5) meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan yang berkesinambungan dan disiplin.
Jumlah penduduk Kabupaten Langkat tahun 2006 tercatat sebanyak 1.013.849 jiwa, yang sebagian besar (567.955) berada di usia produktif. Laju pertumbuhan penduduk 1,58% berada di bawah rata-rata laju pertumbuhan nasional (2%), laju pertumbuhan ekonomi sebesar 4,14% sedangkan laju rumahtangga yang ada sebanyak 235.760 KK dan kepadatan penduduk 161,87 jiwa/Km2.
Dalam menjalani kehidupan, sumber pencaharian atau usaha unggulan yang dilakukan oleh penduduk di Kabupaten Langkat banyak dilakukan pada bidang:
1) pengolahan minyak goreng dan oleokimia
bidang usaha ini layak dikembangkan karena di wilayah Kabupaten Langkat terdapat banyak kebun dan pabrik pengolahan kelapa sawit.
2) industri pengolahan buah-buahan
buah-buahan yang utama terdapat di Kabupaten Langkat adalah jeruk, rambutan, dan durian.
3) pengusahaan ikan kerapuh
kawasan yang berpotensi bagi pengembangan ikan kerapuh ini antara lain berada di perairan Pulau Sembilan, Pulau Kampai, jarring Halus, dan Pantai Gebang.
4) pengusahaan tambak udang dan kepiting
untuk usaha ini kawasan yang berpotensi adalah di Secanggang, Tanjung Pura, Gebang, Babalan, Sei Lepan, Brandan Barat, Besitang dan Pangkalan Susu. 5) industri pariwisata
potensi wisata alamnya yaitu air terjun pemandian, sungai, arung jeram,
tracking hutan, gua alam (seperti kawasan bukit Lawang, Gua Batu Rizal,
Tangkahan dan wisata bahari (seperti Tanjung Apek Kuala Serapuh dan Tanjung Kerang).
6) peternakan
ternak yang dilakukan penduduk antara lain berupa kambing, domba, sapi, kerbau, dan ayam.
Pada tahun 1965-1966 jabatan Bupati Kdh. Tingkat II Langkat dipegang oleh seorang Care Taher (Pak Wongso). Secara berturut-turut jabatan Bupati Kdh. Tingkat II Langkat dijabat oleh:
1) T. Ismail Aswhin 1967-1974 2) HM. Iscad Idris 1974-1979
3) R. Mulyadi 1979-1984
4) H. Marzuki Erman 1984-1989 5) H. Zulfirman Siregar 1989-1994 6) Drs. H. Zulkifli Harahap 1994-1998
7) H. Abdul Wahab Dalimunthe, S.H. 1998-1999 8) H. Syamsul Arifin, S.E. 2000-2008
9) Drs. H. A. Yunus Saragih, MM, (2008-2009, sekarang)
2. Struktur Organisai Pemerintahan Kabupaten Langkat
Pemerintahan Kabupaten Langkat memiliki beberapa dinas antara lain: 1) Dinas Pekerjaan Umum Daerah
2) Dinas Kesehatan
3) Dinas Pendidikan dan Pengajaran 4) Dinas Pertanian
5) Dinas Perhubungan
6) Dinas Perindustrian dan Perdagangan 7) Dinas Kebersihan dan Pertamanan
8) Dinas Koperasi, UKM dan Penanaman Modal Daerah 9) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
10)Dinas Perikanan dan Kelautan 11)Dinas Pemuda dan Olahraga 12)Dinas Kehutanan dan Perkebunan 13)Dinas Pertambangan dan Energi
14)Dinas Peternakan
15)Dinas Pendapatan Daerah
16)Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Langkat Nomor 23 Tahun 2007 tentang pembentukan organisasi perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Langkat dipimpin oleh seorang Bupati dan dibantu oleh wakil bupati beserta DPRD. Adapun jabatan struktural di lingkungan pemerintah Kabupaten Langkat adalah sebagai berikut:
1) Sekretariat Daerah
Sekretariar Daerah merupakan unsur Staf, dipimpin oleh seorang Sekretaris Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati. Sekretariat Daerah mempunyai tugas membantu Bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan, mengkoordinasikan penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan daerah, organisasi dan tatalaksana serta memberikan pelayanan adminstrasi kepada seluruh Perangkat Daerah Kabupaten. Dalam menyelenggarakan tugasnya, Sekretariat Daerah mempunyai fungsi:
a) penyusunan kebijakan pemerintah daerah
b) pengkoordinasian pelaksanaan tugas dinas dan lembaga teknis daerah c) pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah d) pembinaan adminstrasi dan aparatur pemerintah daerah
e) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
a) Sekretariat Daerah b) Staf Ahli
c) Asisten Administrasi Tata Pemerintahan, yang membawahi:
1. Bagian tata pemerintahan terdiri dari: Sub bagian Bina Otonomi Daerah dan Pemerintahan Kecamatan, Sub bagian Perangkat Daerah, dan Sub bagian Pemerintahan Umum.
2. Bagian Hukum terdiri dari: Sub bagian Tata Hukum, Sub bagian Bantuan Hukum, dan Sub bagian Dokumentasi dan Produk Hukum. 3. Pemerintahan Desa/Kelurahan terdiri dari: Sub bagian Pemerintahan
Desa, Sub bagian Pemerintahan Kelurahan, dan Sub bagian Kekayaan Desa.
d) Asisten Administrasi Ekonomi Pembangunan dan Sosial, yang
membawahi:
1. Bagian Perekonomian terdiri dari: Sub bagian Pengembangan Produksi dan Hasil SDA, Sub bagian Pengembangan Potensi SDA, dan Sub bagian Perekonomian Rakyat.
2. Bagian Kessos terdiri dari: Sub bagian Urusan Keagamaan, Sub bagian Kesra, dan Sub bagian Bantuan Sosial.
3. Bagian Organisasi terdiri dari: Sub bagian Kelembagaan, Sub bagian Tatalaksana dan Kepegawaian, dan Sub bagian Analisa Jabatan.
1. Bagian Umum dan Perlengkapan terdiri dari: Sub bagian Tata Usaha, Sub bagian Protokol dan Rumah Tangga, dan Sub bagian Pengadaan dan Distribusi.
2. Bagian Humas/Informasi terdiri dari: Sub bagian Pengumpulan Informasi, Sub bagian Pemberitaan dan Penyebaran Infomasi, dan Sub bagian Penerbitan dan Pameran.
3. Bagian Pengolahan Data Elektronik dan Sandi Telekomunikasi terdiri dari: Sub bagian Pengolahan dan Pelayanan Data Elektronik, Sub bagian Pengumpulan Data, dan Sub bagian Sandi dan Telekomunikasi. 2) Sekretariat DPRD
Sekretariat DPRD merupakan unsur pelayanan terhadap DPRD,yang dipimpin oleh seorang Sekretaris yang secara tehnis operasional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Pimpinan DPRD dan secara administratif bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Sekretariat DPRD mempunyai tugas menyelenggarakan administrasi kesekretariatan, adminstrasi keuangan, mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD, dan menyediakan serta mengkoordinasikan tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Dalam melaksanakn tugasnya, Sekretariat DPRD menyelenggarakan fungsi:
a) penyelenggaraan adminstrasi kesekretarian DPRD b) penyelenggaraan adminstrasi keuangan DPRD c) penyelenggaraan rapat-rapat DPRD
Susunan organisasi Sekretariat Daerah terdiri dari: a) Sekretariat DPRD
b) Bagian Umum, yang membawahi Sub bagian Protokol dan Rumah Tangga dan Sub bagian Keuangan
c) Bagian Risalah, yang membawahi Sub bagian Risalah dan Sub bagian Persidangan
d) Bagian Hukum dan Perundang-Undangan, yang membawahi Sub bagian Perundang-Undangan dan Sub bagian Humas dan Dokumentasi.