• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran umum dealer panorama motor

Dalam dokumen Pelaksanaan Perjanjian Sewa Beli (Halaman 48-55)

METODE PENELITIAN

G. Metode Analisis Data

1. Gambaran umum dealer panorama motor

Dealer panorama motor adalah suatu usaha perorangan yang bergerak dibidang jual beli sepeda motor baik dengan cara tunai (cash) maupun kredit. Penjualan sepeda di dealer panorama motor dengan menggunakan sistim kredit perlu digunakan sebuah perjanjian, yang biasa disebut dengan perjanjian sewa beli. Dealer panorama motor berdiri dan disahkan pada tahun 1996 dan beralamat di jalan Raya Sukowati nomor 303 Sragen

Berdirinya Dealer panorama motor di kota Sragen juga mempunyai visi dan misi sebagai berikut, yaitu antara lain :

1. Visi

Ikut membantu masyarakat menciptakan lapangan pekerjaan khususnya bagi penduduk kota Sragen.

2. Misi

a. Meningkatan taraf perekonomian kota Sragen menjadi lebih baik. b. Menekan tingkat pengangguran khususnya kota Sragen.

Menyadari dan menyikapi kejadian yang ada dikota Sragen maka dealer panorama motor berusaha untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat kota Sragen, yaitu dengan memberikan kemudahan untuk

37

pengertian perjanjian yang berbeda-beda. Diantaranya yaitu, perjanjian mendapatkan sepeda motor dengan sistim kredit. Sehingga masyarakat tidak merasa berat untuk membayar kendaraan bermotor secara tunai

Untuk mendirikan dealer panorama motor di kabupaten Sragen pengusaha diwajibkan untuk memiliki ijin usaha. Untuk dapat memiliki ijin usaha harus mengajukan permohonan dengan melengkapi syarat-syarat sebagaimana ditentukan dalam Surat Keputusan Menteri dan Koperasi NO.34/KP/II/1980. Adapun yang menjadi syarat tersebut adalah :

a. Permohonan harus memiliki surat ijin usaha perdagangan (SIUP).

b. Permohonan harus menentukan salah satu kegiatan sewa beli atau jual beli dengan angsuran atau sewa sebagai kegiatan usaha.

c. Perusahaan harus berbentuk badan hukum yang berdasar hukum yang berlaku di Indonesia.

d. Modal perusahaan atau saham perusahaan seluruhnya milik warga Negara Indanesia (WNI).

e. Direksi atau penanggung jawab perusahaan dan seluruh pengurus perusahaan adalah WNI.

f. Mempunyai kantor tetap di Indonesia yang beralamat jelas.

g. Perusahaan harus memperkerjakan seorang tenaga ahli dibidangnya. h. Tidak memperkerjakan tenaga kerja atau tenaga ahli warga Negara

asing, kecuali atas rekomendasi menteri atau pejabat yang ditunjuk oleh Negara.

i. Mempunyai rencana kerja untuk sedikitnya dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.

j. Dalam hal diperlukannya asuransi maka penutupannya harus dilakukan pada perusahaan asuransi nasional yang berkedudukan di Indonesia. 2. Pelaksanaan perjanjian sewa beli sepeda motor di dealer Panorama

Motor cabang Sragen

Menurut sistim terbuka yang mengenal adanya asas kebebasan berkontrak dalam hukum perjanjian, maka bentuk perjanjian sewa beli pada dasarnya adalah bebas. Para pihak diberi kebebasan untuk memilih bentuk perjanjian yang mereka kehendaki, yaitu dapat secara lisan maupun tulisan. Perjajian secara tulisan dapat dibedakan yaitu dengan akte dibawah tangan atau dengan akte notaris.

Namun didalam prakteknya perjanjian sewa beli kendaraan bermotor di dealer panorama motor, selalu dituangkan dalam bentuk tertulis dengan akta dibawah tangan, yaitu dalam bentuk standar. Disini pihak dealer Panorama Motor telah menyediakan formulir yang telah memuat isi perjanjian untuk para calon penyewa.

Perjanjian sewa beli kendaraan bermotor di Dealer Panorama Motor dituangkan dalam bentuk standar maka proses pembuatannyapun juga mudah, yaitu apabila ada yang mengajukan permohonan perjanjian sewa beli untuk jenis kendaraan tertentu, maka pihak dealer hanya tinggal menyodorkan yang sebelumnya telah mereka persiapkan kepada calon penyewa. Sedangkan calon penyewa juga tinggal menandatangani perjanjian sewa beli tersebut, jika calon penyewa tersebut setuju dengan isi dari surat perjanjian yang disodorkan oleh pihak dealer, perjanjian sewa beli sepeda motor di Dealer Panorama Motor kabupaten Sragen dapat berlangsung.

39

Dengan ditandatanganinya surat perjanjian oleh kedua pihak, maka terjadilah perjanjian sewa beli. Jadi tidak memerlukan beberapa saksi, pada umumnya surat perjanjian sewa beli tersebut cukup ditempeli dengan materai minimal Rp.6000,- (enam ribu rupiah) agar kekuatan hukum lebih kuat.

Calon penyewa akan menerima kendaraan yang dibelinya secara kredit setelah penyewa tersebut lebih dahulu membayar uang muka kepada pihak dealer panorama motor. Mengenai jumlah uang muka yang harus dibayar oleh penyewa biasanya berkisar antara 30% sampai 40% dari jumlah harga kendaraan tersebut. Biasanya besarnya uang muka tersebut ditetapkan oleh pihak dealer saja, calon penyewa hanya bersifat pasif dan harus mau menerimanya (wawancara dengan Ny. Harmamik selaku admistrasi tanggal 14 Februari 2007).

Jadi untuk dapat menutup perjanjian sewa beli kendaraan bermotor tersebut tidak memerlukan syarat-syarat yang bermacam-macam. Syarat-syarat yang diajukan pada pihak penyewa tersebut antara lain :

a. Menyerahkan Fotocopi KTP calon penyewa. b. Menyerahkan Slip gaji (bagi pegawai negeri). c. Fotocopi Kartu Keluarga.

d. Menyetujui semua ketentuan yang ada dalam surat perjanjian sewa beli. Dalam hal ini dapat dilakukan dengan penandatanganan akte perjanjian sewa beli dibawah tangan.

e. Bersedia membayar uang muka yang telah ditetapkan pihak dealer (wawancara dengan Deva Triwidodo selaku penyewa pada tanggal 01 maret 2007).

Setelah surat perjanjian sewa beli ditandatangani kedua pihak, maka timbullah suatu perikatan diantara mereka yang memberikan hak dan kewajiban bagi kedua belah pihak. Dalam prakteknya bahwa sebelum calon penyewa tersebut menandatangani perjanjian sewa beli pihak dealer biasanya mengadakan survey lapangan yang bertujuan untuk mengetahui apakah calon penyewa tersebut sudah memenuhi syarat sebagai calon penyewa di dealer panorama motor atau tidak.

Adapun syarat-syarat yang sudah ditetapkan oleh dealer panorama motor kepada calon penyewa, agar dapat menjadi penyewa kendaraan bermotor di dealer panorama motor adalah sebagai berikut :

1. Calon penyewa harus mempunyai pekerjaan tetap 2. Calon penyewa harus mempunyai penghasilan tetap

3. Calon penyewa tidak pernah berurusan dengan polisi atau cacat kelakuan (wawancara dengan Bp. Yudha Saputra selaku surveyor pada tanggal 25 februari 2007)

Dari data yang terkumpul setelah penulis mengadakan wawancara dengan salah satu karyawan dealer panorama motor, hak dan kewajiban kedua pihak dalam praktek perjanjian sewa beli sepeda motor secara umum dapat penulis uraikan sebagai berikut :

1. Hak dan kewajiban pihak yang menyewakan (dealer panorama motor) adalah sebagai berikut:

41

a. Hak penjual sewa

1) Penjual sewa berhak atas pembayaan harga kendaraan bermotor dari pembeli sewa, sesuai dengan kesepakatan mereka dalam perjanjian.

2) Penjual sewa berhak aas pembayaran uang denda sebagai akibat dari terjadinya keterlambatan pembayaran yangs seharusnya dilakukan oleh pihak pembeli sewa tepat pada waktunya yang diperjanjikan.

3) Penjual sewa berhak untuk memegang atau menahan surat Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor yang disewa belikan sebagai jaminan selang angsuran belum dibayar lunas.

4) Penjual sewa berhak untuk menarik kembali kendaraan bermotor yang menjadi obyek perjanjian sewa-beli, apabila pihak pihak pembeli sewa melanggar ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam perjanjian sewa beli, termasuk juga apabila tidak melakukan pembayaran angsuran sebagaimana yang telah disepakati bersama oleh kedua belah pihak .

b. Kewajiban penjual sewa

Disamping hak-hak diatas, penjual sewa juga mempunyai kewajiban-kewajiban sebagai berikut :

1) Menyerahkan kendaraan bermotor yang dijadikan obyek perjanjian sewa beli tersebut kepada penyewa pada saat dibayarkan uang muka ( down payment).

2) Menyerahkan hak milik atas kendaraan bermotor yang mernjadi obyek perjanjian sewa beli kepada penyewa setelah penyewa membayar angsuran terakhir sekaligus merupakan pelunasan terhadap harga kendaraan bermotor. Dalam hal ini yang diserahkan adalah BPKB-nya.

2. Hak dan kewajiban penyewa

Hak dan kewajiban penyewa adalah sebagai barikut : a. Hak penyewa

1) Penyewa berhak atas penyerahan kendaraan bermotor yang menjadi obyek perjanjian sewa beli setelah penyewa membayar uang muka.

2) Penyewa berhak menerima penyerahan hak milik atas kendaraan bermotor yang menjadi obyek perjanjian sewa beli tersebut, setelah angsuran yang terakhir dibayar lunas atau sesudah harga kendaraan tersebut dibayar lunas oleh penyewa.

b. Kewajiban penyewa

Yang menjadi kewajiban utama penyewa adalah sebagai berikut:

1) Membayar angsuran sepeda motor sesuai dengan isi perjanjian sewa-beli yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

2) Penyewa tidak boleh atau dilarang memindahtangankan obyek perjanjian sewa-beli kepada pihak ketiga selama perjanjian sewa beli masih berlangsung. Dalam hal ini angsuran belum dilunasi seluruhnya oleh pihak penyewa.

43

3) Membayar biaya balik nama dan biaya perpamjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK) maupun surat-suat yang lain yang ada hubungannya denan kendaraan tersebut.

4) Menjaga serta merawat kendaraan bermotor yang menjadi obyek perjanjian sew beli atas biaya sendiri

5) Menanggung seluruh resiko atas kendaraan bermotor tersebut, sejak kendaraan bermotor diserahkan pada pihak penyewa (wawancara dengan Ny. Harmamik, selaku administrasi pada tanggal 28 februari 2007)

3. Masalah yang timbul dalam pelaksanaan perjanjian sewa beli sepeda

Dalam dokumen Pelaksanaan Perjanjian Sewa Beli (Halaman 48-55)