• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI 3.1. Waktu dan Tempat

5.3. Desa Benan 1. Gambaran Umum

5.4.1. Gambaran Umum

Di Desa Batu Belobang site Program Coremap II terletak di Berjung yang berada pada posisi geografis 000 10’ 36” Lintang Utara dan 1040 14’ 32” Bujur Timur. Dalam pelaksanaan program Coremap Fase II di Desa Batu Belobang komunitas yang dijadikan lokasi terletak pada komunitas Berjung. Desa Batu Belobang merupakan pecahan dari Desa Pasir Panjang yang awalnya ibu desa berada di Cempa. Untuk mencapai Berjung sebagai pusat desa dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi umum Ferry jurusan Tanjungpinang - Dabo Singkep dengan jarak tempuh 2 jam perjalanan dengan tujuan Cempa, kemudian melanjutkan perjalanan ke Berjung. Sedangkan dari kota Kecamatan jarak tempuhnya 3,5 jam dengan menggunakan perahu tradisionil bermotor diesel.

Berdasarkan data yang ada tingkat pendidikan masyarakat Desa Batu Belobang termasuk kategori rendah. Hal ini diindikasikan dengan jumlah tamat Sekolah Dasar sebanyak 65,75% dan tamat SLTP hanya sebanyak 1,5%. Sedangkan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan hasil dari diskusi kelompok (menurut persepsi masyarakat) dapat diketahui bahwa untuk Pulau Berjung yang mayoritasnya penduduk Melayu tingkat kesejahteraannya teridentifikasi 82% sedang.

Berdasarkan persepsi masyarakat melalui diskusi kelompok terfokus bahwa sanitasi Desa Batu Belobang termasuk kurang baik. Hal ini diindikasikan dengan tidak adanya aturan masyarakat untuk membuang sampah dan tidak adanya bak penampungan. Akibatnya lingkungan darat dan laut menjadi kotor. Sistem saluran pembuangan dan penampungan kotoran juga belum teratur. Kebiasaan masyarakat pulau rnendirikan rumah ditepi laut dengan rumah panggung mengakibatkan pantai menjadi kurang bersih karena sampah rumah tangga. Kurang baiknya sanitasi lingkungan mengakibatkan tingkat kesehatan masyarakat dalam kategori sedang yang diindikasikan munculnya berbagai penyakit yang diderita masyarakat seperti infeksi saluran pernafasan, malaria, dan penyakit kulit.

Laporan Akhir, Studi Potensi Pengembangan Budidaya Laut di Lokasi Coremap II Kabupaten Lingga 5-22 5.4.2. Kondisi Sumberdaya dan Lingkungan

Kondisi topografi Desa Batu Belobang yang merupakan daerah berpulau dan menghadap ke perairan laut lepas memiliki potensi desa yang baik dan perlu mendapat perhatian dalam pemafaatannya secara berkesinambungan untuk kesejahteraan masyarakat. Masyarakat Desa Batu Belobang untuk memenuhi kehidupannya mempunyai ketergantungan yang sangat tinggi terhadap kualitas dan kuantitas ikan.

a. Terumbu Karang

Kondisi terumbu karang yang dilihat dengan metoda manta-tow dibeberapa lokasi menunjukkan secara keseluruhan kondisi terumbu karang di lokasi kawasan pengelolaan sebagai berikut: pasir 22,8%, karang mati tertutup alga 51,86 %, batu 1,5%, patahan karang 6,6%, karang mati 5,2%, karang hidup 10,3% dan karang lunak 1,7%. Dapat diambil kesimpulan bahwa kondisi terumbu karang di kawasan kelola ini dalam kondisi, 63,6% rusak dan mati, sedangkan 36,4% terumbu karang dalam keadaan baik dan sedang. Kawasan Pengelolaan Terumbu Karang/Reef Management Area di Desa Batu Belobang terletak dilokasi perairan yang berarus kuat, terbuka dan berhadapan langsung dengan laut lepas. Bentuk pertumbuhan karang dilokasi ini adalah jenis Acropora Tabbulate, Acropora Branching dan Acropora Digtata. Faktor penyebab kerusakan terumbu karang tersebut diperkirakan dua hal yaitu

pertama, kegiatan pengeboman ikan, kedua sedimentasi terutama karena

operasi lampara dasar di sekitar laut Pulau Cempa. b. Hutan Bakau

Bakau di kawasan kelola Desa Batu Belobang tidak begitu banyak hanya di beberapa lokasi dan tumbuh berkelompok. Penelitian dengan menggunakan metode transek yang dilakukan masyarakat menunjukan bahwa substrat hutan bakau di kawasan ini pada umumnya berlumpur. Terdapat enam jenis tumbuhan bakau seperti Perpat, Bebaru, Tumu, Duduk, Nyerih, dan Nipah.

Dilihat dari kecendrungan keberadaan bakau di kawasan ini dapat dikategorikan dalam kondisi terancam. Hal ini dapat dilihat dari jumlah anakan dan sedling yang ada yang sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan beregenerasi bakau dikawasan ini peluangnya sangat sedikit.

Laporan Akhir, Studi Potensi Pengembangan Budidaya Laut di Lokasi Coremap II Kabupaten Lingga 5-23 5.4.3. Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Sebagaimana masyarakat interland lainnya, komunitas masyarakat yang ada di Desa Batu Belobang juga sangat bergantung kepada perikanan laut dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan. Potensi besar yang terdapat dikawasan ini sebelumnya, telah membentuk masyarakat menjadi sangat tergantung dari hasil perikanan lautnya. Potensi lainnya yang masih terbiar yang patut dikelola menjadi kekuatan ekonomi masyarakat adalah potensi jasa lingkungan. Ditinjau dari aspek alamiah yaitu kondisi terumbu karang, hutan bakau dan keindahan pantai yang dimiliki desa ini sangat potensial dekembangkan sektor pariwisata bahari dan ekowisata lainnya.

a. Pola Pemanfaatan

Pemanfaatan sumberdaya alam khususnya dibidang sumberdaya laut perikanan di Desa Batu Belobang pada umumnya dengan alat tangkap yang beragam sesuai dengan potensi lokal. Hal ini juga membentuk pola-pola penangkapan atau pemanfaatan tersendiri yang dibentuk oleh kondisi dan situasi lokal termasuk potensi perikanan yang ada.

Potensi ikan di Desa Batu Belobang yang paling utama adalah ikan teri atau bilis dan beberapa jenis lainnya seperti ikan Ekor Kuning (Casio cuning), ikan merah, ikan Kerapu (Epinephelus sp), ikan Sunu, Ikan Pari, Ikan Kakap/ Sengarat (Lutcanus, sp) dan Udang. Kekayaan sumberdaya perikanan ini belum dimanfaatakan secara maksimal dengan cara yang bertanggung jawab oleh masyarakat.

Tabel 5.5. Jenis Alat Tangkap Berdasarkan Musim di Desa Batu Belobang

No Alat Tangkap

Musim/Bulan

Utara Timur Selatan Barat 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1. Bubu 2. Jaring Bawal √ - - - √ 3. Jaring Dingkis - √ - - - 4. Rawai - - - - √ √ - - - 5. Jaring Delah 6. Pancing 7. Comek √ - - - √

Laporan Akhir, Studi Potensi Pengembangan Budidaya Laut di Lokasi Coremap II Kabupaten Lingga 5-24

No Alat Tangkap

Musim/Bulan

Utara Timur Selatan Barat 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 8. Jaring Pantai 9. Serampang - - - √ 10. Nyandit 11. Bubu Ketam 12. Sondong Bilis - - - √

Sumber : RPTK Desa Batu Belobang,2007

b. Armada Penangkapan

Armada penangkapan yang digunakan oleh masyarakat Desa Batu Belobang hampir sama dengan desa lainnya, umumnya masyarakat Desa Batu Belobang menggunakan armada tangkap berupa perahu motor, yang dalam bahasa masyarakat lazim disebut pompong. Pompong yang dimiliki masyarakat umumnya berkekuatan mesin 6-12 PK dengan bobot 0,5-1 GT. Bagi masyarakat yang tidak memiliki armada biasanya mereka menumpang dengan yang lainnya. Masyarakat yang memiliki pompong aktifitas mencari ikan biasanya ke kawasan yang lebih jauh dari pantai, sementara perahu tanpa motor (sampan) di sekitar pantai. Kedua sarana tersebut juga digunakan sebagai alat transportasi lokal bagi keluarga mereka.

c. Alat Tangkap

Masyarakat Desa Batu Belobang pada umumnya adalah nelayan yang bekerja sendiri atau ikut dengan pengusaha ikan. Jenis alat tangkap yang digunakan beragam terdiri dari Pancing, Bubu, Rawai, Jaring, Sondong, comek, Pukat Pantai, Pukat Cincin, sampai penggunaan alat tangkap yang cenderung destruktif seperti Lampara Dasar. Pada umumnya alat tangkap merupakan hak milik sendiri.

Penggunaan alat tangkap Lempara Dasar beroperasi semenjak tahun 1975 dan setiap tahun semakin meningkat jumlahnya. Alat tangkap ini dimiliki oleh pengusaha ikan yang diawaki oleh pemuda-pemuda penduduk Desa. Alat tangkap Lempara Dasar yang beroperasi di wilayah Desa Batu Belobang, selain berasal dari dalam juga dari luar Desa Batu Belobang seperti dari Desa Rejai

Laporan Akhir, Studi Potensi Pengembangan Budidaya Laut di Lokasi Coremap II Kabupaten Lingga 5-25

dan Tanjungpinang sehingga jumlahnya semakin meningkat. Keberadaan alat Lampara Dasar ini menyebabkan timbulnya potensi konflik alat tangkap yaitu antara Lempara Dasar dengan alat tangkap tradisional seperti Pancing, Rawai, Bubu, Jaring dan Comek. Dengan adanya alat tangkap Lampara Dasar yang beroperasi di perairan laut Desa Batu Belobang mengakibatkan alat tradisional yang lainnya tidak dapat bekerja dengan aman dan nyaman di area tangkapnya sendiri.

5.4.4. Kegiatan Budidaya Perikanan

Potensi budidaya perikanan laut di Desa Batu Belobang merupakan potensi yang juga besar. Hal ini juga dapat dilihat dengan topografi yang sangat mendukung khususnya untuk kegiatan keramba tancap dan keramba jaring apung. Kegiatan budidaya dalam keramba tancap ini sudah lama dipraktekkan oleh masyarakat Desa Batu Belobang dengan memanfaatkan lokasi yang berada disekitar daerah perumahan didekat tubir karang. Walaupun sudah lama dikenali masyarakat, namun pelaksanaan budidaya ini masih terkesan sambilan tidak ada yang mengarah kepada usaha berskala bisnis.

Persoalan yang di hadapi masyarakat pada hampir disemua lokasi binaan Coremap II Kabupaten Lingga tidak terkecuali masyarakat Desa Batu Belobang adalah: 1). Keterbatasan keterampilan; 2). Sulitnya mendapat benih dan pakan; 3). Masih rendahnya motivasi; dan 4). Kurangnya modal untuk usaha.

5.5. Desa Sekanah