• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

B. Gambaran Umum Dinas Pengelola Keuangan dan Asset

1. Sejarah Singkat Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah

Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kab. Enrekang, DPKAD pada awalnya merupakan penggabungan antara Dinas Pendapatan Daerah dengan bagian Keuangan Sekretariat Enrekang, yang diawali pada dikeluarkannya UU.

Otonomi Daerah pada tahun 1999. Untuk itu Kab. Enrekang melakukan perubahan struktur organisasi pada tahun 2000 sehingga pada Dinas Pendapatan Daerah dan bagian Keuangan Sekretariat Daerah di gabung menjadi Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah. Di dalam perkembangannya terjadi beberapa perubahan dikeluarkannya peraturan pemerintah No. 41 sehingga Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah pada tahun 2007 berubah menjadi Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah. Selanjutnya pada tahun 2010 dengan diterbitkan tentang struktur organisasi pemerintah Kab. Enrekang berubah menjadi Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kab. Enrekang sampai sekarang.

2. Visi, Misi dan Struktur Organisasi Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Enrekang

1. Visi Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Enrekang

“ Terwujudnya pengelolahan keuangan dan asset daerah yang efektif, efisien, ekonomis, transparansi, dan akuntabel. Untuk gerakan membangun Enrekang maju, aman, dan sejahterah ”.

2. Misi Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Enrekang Misi adalah merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan agar tujuan organisasi dapat tercapai sesuai misi yang ditetapkan. Misi dinyatakan sebagai tugas aparat Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Enrekang untuk mewujudkan keberadaannya dan tanggung jawab untuk tujuan organisasi Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah. Untuk itu diharapakan seluruh aparat Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah dapat mengetahui peranannya, program, serta hasil yang ingin dicapai dimasa yang akan datang.

Berikut ini misi Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Enrekang yaitu:

a. Mengoptimalkan seluruh pendapatan daerah berdasarkan potensi yang dimiliki.

b. Meningatkan pengendalian pengelolahan keuangan dan asset daerah sesuai ketentuan yang berlaku.

c. Meningkatkan sumber dayaaparatur agar penatausahaan pengelolahan keuangan dan asset daerah dapat berjalan secara efektif,efisien, dan akuntabel.

Misi yang dirumuskan ini menunjukan kristalisasi tugas pokok dan fungsi setiap unit organisasi Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Enrekang dewasa ini. Misi di atas merupakan pelaksanaan kegiatan untuk mewujudkan visi dan merupakan penjelasan bagaimana hal ini dapat dilakukan dan pihak apa yang akan dilayani. Dalam pandangan praktis, misi ini adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Enrekang sesuai dengan visi yang ditetapkan ,agar tujuan organisasi dapat terlaksana dengan baik.

Berdasarkan pernyataan misi tersebut, diharapkan seluruh masayarakat dan pihak yang berkepentingan (stakeholders) dapat mengenal organisasi dan mengetahui peran, program –programnya serta hasil yang akan diperoleh di masa yang akan datang.

3. Struktur Organisasi Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Enrekang

Salah satu persyaratan yang cukup penting sabagai suatu lembaga agar dapat berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan, yaitu apabila terdapat pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang dinyatakan dengan jelas, maka diharapkan dapat mendorong kerja sama yang baik untuk meningkatkan produktivitas pekerja serta keinginan untuk melakukan sesuatu yang sempurna sehingga dapat memperlancar pekerjaan, sangatlah diperlukan suatu struktur organisasi yang baik dapat menimbulkan suasana dimana keputusan yang perorangan maupun golongan dalam lembaga dapat terwujud.

Struktur organisasi Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Enrekang mengikuti metode atau prinsip organisasi fungsional yang telah dinyatakan dan diuraikan menekankan pada pemisahan tugas, wewenang, dan tanggung jawab secara jelas dan tegas.

Adapun struktur organisasi Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada lampiran.

4. Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Enrekang

1. Kepala Dinas

Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Dinas, mempunyai tugas memimpin Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah dalam hal melaksanakan urusan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah dan penyelenggaraan pelayanan sesuai bidang tugasnya.

Uraian tugas Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Enrekang, adalah sebagai berikut:

a. Menyusun dan menetapkan Rencana Strategi Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah;

b. Menyusun dan menetapkan rencana anggaran satuan kerja dinas pengelola keuangan dan asset daerah .

c. Menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolahan keuangan daerah.

d. Menyusun rancangan APBD dan rancangan perubahan APBD

e. Melaksanakan pengelolahan pendapatan asli daerah yang terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, bagian laba uasaha daerahdan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

f. Mengkoordinasikan pengelolaan seluruh pendapatan asli daerah yang terdiri dari PAD, dana penimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah.

2. Sekretaris

Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekertaris, mempunyai tugas melaksanakan urusn umum dan ketatalaksanaan bidang kepegawaian, keuangan serta perencanaan Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah.

Uraian tugas Sekertaris adalah sebagai berikut :

a. Menyusun dan menetapkan Rencana Strategis Sekretariat;

b. Menyusun dan menetapkan Rencana Anggaran Satuan Kerja Sekretariat;

c. Mengkoordinasikan Rencana Strategis dan Rencana Anggaran Satuan Kerja Sekretariat dengan Kepala Dinas serta kepada Kepala Bidang Lingkup Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah;

d. Membina dan Mengkoordinasikan unit-unit kerja dilingkup Sekretariat;

e. Mendistribusikan Tugas kepada Sub Bagian lingkup Sekretariat;

f. Membantu Kepala Dinas dalam Pembinaan dan Pengembangan Pegawai dilingkup Sekretariat;

g. Mengkompilasi dan Mengakselerasi Rencana Strategis dan Rencana Anggaran Satuan Kerja dari masing-masing Bidang Lingkup Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah;

3. Sub Bagian Perencanaan

Sub Bagian Perencanaan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian, mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, pengumpulan, dan penyiapan bahan sesuai kebuthan perencanaan Dinas.

Uraian tugas Sub Bagian Perencanaan adalah sebagai berikut ; a. Menyiapkan rancangan Rencana Strategis Sub Bagian Perencanaan;

b. Menyiapkan rancangan Rencana Anggara Satuan Kerja Sub Bagian Perencanaan;

c. Mengkoordinasikan rancangan Rencana Strategis dan Rencana Anggaran Satuan Kerja Sub Bagian serta Dokumen Pendapatan Kinerja Bagian dengan Sekertaris Dinas, Kepala Sub Bagian Keuangan dan Kepala Sub Bagian Umum Dan Kepegawaian;

d. Membina dan mengkordinir tugas-tugas dilingkup Sub Bagiannya;

e. Membantu Sekertaris Dinas dalam pembinaan dan pengembangan pegawai dilingkup Sub Bagiannya;

4. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian, mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan, perpustakaan, dokumentasi, perlengkapan dan urusan rumah tangga Dinas.

Uraian tugas Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, adalah sebagai berikut :

a. Menyiapkan dan merumuskan Rancangan Strategis Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

b. Menyiapkan merumuskan Rencana Kerja Anggaran Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

c. Mengkoordinasikan Rencana Strategis dan Rencana Kerja Anggaran Sub Bagian dengan Sekertaris dan Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Kepala Sub Bagian Keuangan;

d. Mengkoordinasikan tugas-tugas kerja dilingkup Sub Bagian;

e. Menyiapkan bahan koordinasi dalam melaksanakan tugas dinas dan memberikan pelayanan administratif dan fungsioanal kepada unsur dilingkup Dinas;

5. Sub Bagian Keuangan

Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh Kepala Sub Bagian, mempunyai tugas melaksanakan urusan penatausahaan administarasi keuangan serta merumuskan Dokumen Pelaksaan Anggara (DPA) Dinas.

Uraian tugas Kepala Sub Bagian Keuangan adalah sebagai berikut : a. Menyiapkan dan merumuskan rancangan Rencana Strategis Sub Bagian

Keuamgan;

b. Menyiapkan dan merumuskan Rencana Kerja Anggaran Sub Bagis Keuangan;

c. Mengkoordinasikan tugas-tugas kerja dilingkup Sub Bagian;

d. Membantu Sekretaris dalam pengelolaan urusan-urusan keuangan Dinas;

e. Mengkoordinasikan Rencana Strategis dan Rencana Kerja Anggaran Sub Bagian dengan Sekertaris Dinas, Kepala Sub Bagian Perencanaan, Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

6. Bidang Penerimaan

Bidang Penerimaan dipimpan oleh seorang Kepala Bidang, mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan dibidang Peneriman Daerah.

Uraian tugas Kepala Bidang Penerimaan, adalah sebagai berikut : a. Mengkaji dan merumuskan rancangan Rencana Strategis Bidang;

b. Menyusun rancangan Rencana Penerimaan Satuan Kerja Bidang;

c. Mengkoordinasikan Rencana Strategis dan Rencana Anggaran Satuan Kerja Bidang dan Kepala Dinas, Sekretariat Dinas, serta para Kepala Bidang Lingkup Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah;

d. Menyelenggarakan perumusan Penetapan Kerja Bidang dalam rangka penetapan kinerja Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah;

e. Menyusun dan merumuskan rancangan pendapatan daerah setiap tahun dalam penyusunan APBD;

7. Seksi Pajak dan Retribusi

Seksi Pajak dan Retribusi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi, mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan dibidang pajak dan retribusi.

Uraian tugas Kepala Seksi Pajak dan Retribusi, adalah sebagai berikut : a. Menyiapkan rancangan Rencana Strategis Seksi Pajak dan Retribusi;

b. Menyiapkan rancangan Rencana Anggaran Satuan Kerja Kasi Pajak dan Retribusi;

c. Melaksanakan rencana penerimaan pendapatan asli daerah yang bersumber dari pajak daerah dan retribusi daerah;

d. Menyiapkan segala usaha dan kegiatan untuk merencanakan, mempersiapkan bahan, mengolah, menyusun program kerja dan merumuskan kebijaksanaan teknis mengenai penetapan tarif dan penetapan target pajak daerah dan retribusi daerah;

e. Membuat kebijaksanaan teknis pemungutan pajak daerah meliputi pendapatan, penetapan, penerimaan, penyetoran dan penagihan.

8. Seksi Dana Perimbangan

Seksi Dana Pertimbangan dipimpin oleh Kepala Seksi, mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan dibidang Dana Perimbangan.

Uraian tugas Kepala Seksi Dana Perimbangan, adalah sebagai berikut : a. Menyiapkan rancangan Rencana Strategis Seksi Dana Perimbangan;

b. Menyiapkan Rancangan Rencana Anggaran Satuan Kerja Seksi dan Perimbangan;

c. Mengkoordinasikan rancangan Rencana Strategis dan Rancangan Rencana Anggaran satuan seksi dana perimbangan Dengan Kepala Bidang Penerimaan, Kasi Pajak dan Retribusi serta Kasi Pembukuan dan Laporan Penerimaan;

d. Membina dan mengkordinir tugas-tugas kerja diseksinya;

e. Membantu Kepala Dinas dalam pembinaan dan pengembangan pegawai dilingkup Seksinya.

9. Seksi Pembukuan dan Laporan Penerimaan

Seksi Pembukuan dan Laporan Penerimaan dipimpin oleh Kepala Seksi, mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan dibidang pembukuan dan laporan penerimaan.

Uraian tugas Kepala Seksi Pembukuan dan Laporan Penerimaan,adalah sebagai berikut:

a. Mengkaji dan merumuskan rancangan Rencana Strategis Seksi Pembukuan dan Laporan Penerimaan;

b. Menyusun Rancangan Anggaran Satuan Kerja Seksi;

c. Mengkoordinasikan Rencana Strategis dan Rancangan Anggaran Satuan Kerja Seksi dengan Kepala Bidang dan para Kepala Seksi Lingkup Bidang Penerimaan;

d. Menyelenggarakan perumusan Penetapan Kinerja Seksi dalam rangka Penetapan Kinerja Bidang Penerimaan;

e. Membina dan mengkoordinir Seksi Pelaporan dan Laporan Penerimaan;

10. Bidang Pengeluaran

Bidang Pengeluaran dipimpin oleh seorang Kepala Bidang, mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan dibidang Pengeluaran.

Uraian tugas Kepala Bidang Pengeluaran, adalah sebagai berikut : a. Mengkaji dan merumuskan rancangan Rencana Strategis Bidang;

b. Menyusun Rancangan Rencana Pengeluaran Satuan Kerja Bidang;

c. Mengkoordinasikan Rencana Strategis dan Rencna Anggaran Satuan Kerja Bidang dengan Kepala Dinas dan Sekretariat Dinas serta para Kepala Bidang Lingkup Dinas Pengelola Keuangan Dan Asset Daerah;

d. Menyelenggarakan perumusan penetapan kinerja bidang dalam rangka penetapan kinerja Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah;

e. Membina dan mengkoordinir seksi dilingkup bidang pengeluaran;

11. Seksi Anggaran

Seksi anggaran dipimpin oleh seorang kepala seksi, mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan dibidang anggaran.

Uraian tugas Kepala Seksi Anggaran, adalah sebagai berikut : a. Menyiapkan rancangan rencana strategis seksi anggaran;

b. Menyiapkan rancangan rencana anggaran satuan kerja seksi anggaran;

c. Mendistribusikan tugas kepada staf dilingkup seksi anggaran;

d. Membuat SPD;

e. Menyusun alokasi dan perubahan anggaran daerah;

12. Seksi Pembendaharaan

Seksi Pembendaharaan dipimpin oleh Kepala Seksi, mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan dibidang pembendaharaan.

Uraian tugas Kepala Seksi Pembendaharaan, adalah sebagai berikut : a. Menyiapkan rancangan rencana strategis seksi pembendaharaan;

b. Menyiapkan rancangan rencana anggaran satuan kerja seksi embendaharaan;

c. Mendistribusikan tugas kepada staf dilingkup seksi pembendaharaan;

d. Membuat daftar penguji dan SP2D dan register;

e. Membuat SP2D Gaji;

13. Seksi Pembukuan dan Laporan Pengeluaran

Seksi Pembukuan dan Laporan Pengeluaran dipimpin oleh seorang kepala seksi, mempunyai tugasmenyelenggarakan pembinaan dan pengembangan dibidang pembukuan dan laporan pengeluaran.

Uraian tugas Seksi Pembukuan dan Laporan Pengeluaran dalah sebagai berikut :

a. Mengkaji dan merumuskan rancangan rencana strategis Seksi Pembukuan dan Laporan Pengeluaran;

b. Menyusun rancangan rencana anggaran satuan kerja seksi;

c. Membina dan mengkoordinir seksi pelaporan dan laporan pengeluaran;

d. Membantu kepala bidang dalam pembinaan dan pengembangan pegawai dilingkup seksi;

e. Penerbitan SPD dan registernya;

14. Bagian Akuntansi dan Verifikasi

Bidang Akuntansi dan Verifikasi dipimpin oleh seorang Kepala Bidang, mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan dibidang akuntansi dan verifikasi.

Uraian tugas Kepala Bidang Akuntansi dan Verifikasi adalah sebagai berikut :

a. Mengkaji dan merumuskan rancangan rencana strategis bidang akuntansi dan verifikasi;

b. Menyusun rancangan rencana anggaran satua kerja bidang;

c. Membina dan mengkoordinir seksi dilingkup bidang akuntansi dan verifikasi;

d. Mendistribusikan tugas kepada seksi dilingkup bidang akuntansi dan verifikasi;

e. Menyelenggarakan pembukuan yang sifatnya administratif berupa pencatatan atas realisasi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah;

15. Seksi Akuntansi

Seksi Akuntansi dipimpin oleh seorang kepala seksi,mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan dibidang akuntansi.

Uraian tugas kepala seksi akuntansi adalah sebagai berikut : a. Menyiapkan rancangan rencana strategis seksi akuntansi;

b. Menyiapkan rancangan rencana anggaran satuan kerja seksi akuntansi;

c. Membina dan mengkoordinir tugas-tugas kerja dilingkup seksinya;

d. Membantu kepala bidang dalam pembinaan dan pengembangan pegawai dilingkup seksinya;

e. Menyusun konsep laporan keuangan dan laporan perhitungan APBD;

16. Kepala Seksi verifikasi

Kepala Seksi Verifikasi, mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan dibidang verifikasi.

Uraian tugas Kepala Seksi Verifikasi adalah sebagai berikut : a. Menyiapkan rancangan rencana strategis seksi virifikasi;

b. Menyiapkan rancangan rencana anggaran satuan kerja seksi verifikasi;

c. Membina dan mengkoordinir tugas-tugas kerja diseksinya;

d. Membantu kepala bidang dalam pembinaan dan pengembangan pegawai dilingkup seksinya;

e. Memeriksa bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran beserta kelengkapannya sesuai dengan aturan yang berlaku;

f. Memeriksa kesesuaian antara jumlah dan jenis penerimaan dan pengeluaran dengan DPA;

17. Seksi Pelaporan

Seksi Pelaporan dipimpin leh seorang Kepala Seksi, mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan dibidang pelaporan.

Uraian tugas Kepala Seksi Pelaporan adalah sebagai berikut : a. Menyiapkan rancangan rencana strategis seksi pelaporan;

b. Menyiapkan rancangan rencana anggaran satuan kerja seksi pelaporan;

c. Membina dan mengkoordinir tugas-tugas kerja diseksinya;

d. Membantu kepala bidang dalam pembinaan dan pengembangan pegawai dilingkup seksinya;

e. Menyiapkan data dan menyusun neraca daerah f. Menyiapkan data dan menyusun arus kas;

g. Menyiapkan data dan menyusun catatan arus laporan keuangan daerah;

h. Menyiapkan dan menyusun laporan semester pertama dan prognosis 6 (enam) bulan berikutnya;

18. Bidang Asset

Bidang Asset dipimpin oleh kepala bidang, mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan dibidang Asset.

Uraian tugas kepala bidang asset adalah sebagai berikut :

a. Mengkaji dan merumuskan rancangan rencana strategis bidang pengolaan asset;

b. Menyusun rancangan rencana anggaran satuan kerja bidang;

c. Membina dan mengkoordinir seksi dilingkup bidang Asset;

d. Mendistribusikan tugas kepada seksi dilingkup Bidang Asset;

e. Menyelenggarakan prosedur akuntansi asset;

f. Menyelenggarakan inventarisasi asset;

19. Seksi inventarisasi

Seksi inventarisasi dipimpin oleh seorang kepala seksi, mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan dibidang inventarisasi.

Uraiann tugas kepala seksi inventarisasi, adalah sebagai berikut : a. Menyiapkan rancangan rencana strategis seksi inventarisasi b. Menyiapkan rancangan rencana anggaran satuan kerja seksi c. Membina dan mengkoordinir tugas-tugas kerja di seksinya

d. Melaksanakan pengkajian dan perumusan Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja seksi inventarisasi

e. Melaksanakan mekanisme penerimaan, penyimpanan, pendestribusian, penggunaan dan pengawasan/pengamanan serta pemindatanganan dan

penghapusan atas asset daerah pada satuan kerja/perangkat daerah dan desa

20. Seksi Persertifikatan Asset

Seksi persertifikatan asset dipimpin oleh seorang kepala seksi, mempunyai tugas penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan dibidang persertifikatan asset.

Uraian tugas kepala seksi persertifikatan aset, adalah sebagai berikut:

a. Menyiapkan rancangan rencana stretegis seksi persertifikatan asset b. Menyiapkan rancangan rencana anggaran satuan kerja seksi

c. Mengkoordinasikan rancangan rencana strategis dan rancangan rencana anggaran satuan kerja seksi dengan kepala bidang asset, kepala seksi inventarisasi dan kepala seksi neraca asset

d. Melaksanakan pemantauan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan SOP seksi persertifikatan asset

e. Mengatur sistem dan prosedur penguasaan atau pengalihan asset daerah f. Mengidentifikasi dan cari solusi atas permasalahan legal asset daerah g. Menentukan strategi untuk memecahkan berbagai permasalahan legal yang

terkain dengan penguasaan ataupun pengalihan asset daerah

h. Melaksanakan legal audit terhadap asset-asset daerah yang belum bersertifikat

i. Mengoptimakan potensi fisik, lokasi, nilai, jumlah/volume, legal dan ekonomi dari asset yang dimiliki pemerintahan daerah.

21. Seksi Neraca Asset

Seksi neraca asset dipimpin oleh seorang kepala seksi, mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan dibidang neraca asset.

Uraian tugas kepala seksi neraca asset adalah sebagai berikut:

a. Menyiapkan rancangan rencana strategis seksi neraca asset b. Menyiapkan rancangan rencana anggaran satuan kerja seksi c. Membina dan mengkoordinir tugas-tugas kerja di seksinya

d. Melaksanakan pemantauan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan SOP seksi neraca asset

e. Menyelenggarakan dan mengkoordinasikan tata pembukuan secara sistematis dan kronologis mengenai realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

f. Menyelenggarakan pembukuan yang sifatnya administratif berupa pencatatan atas asset daerah

g. Menyelenggarakan penyusunan laporan neraca asset daerah h. Membuat telaahan staf dan pertimbangan kepala atasan

i. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan sesuai tugas dan fungsinya;

22. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTN)

Unit pelaksana teknis mempunyai tugas pelaksanakan sebagian tugas dinas pengelola keuangan dan asset daerah sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.

61

A. Perhitungan Rasio Keuangan Berdasarkan APBD Kabupaten Enrekang Dalam melakukan perhitungan rasio keuangan, penulis menggunakan data APBD yang terealisasi bukan target atau rencana. Hal ini untuk menjaga keandalan, serta relevansi dari hasil pembahasan.

1. Rasio Kemandirian Keuangan Daerah

Kemandirian keuangan menunjukkan kemampuan Pemerintah Daerah dalam membiayai sendiri kegiatan pemerintah, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang telah membayar pajak dan retribusi daerah sebagai sumber pendapatan yang diperlukan daerah. Rasio kemandirian menggambarkan ketergantungan daerah terhadap sumber dana ekstern. Yang dihitung dengan cara membandingkan total pendapatan asli daerah dengan total pendapatan yang diterima baik dari sisa perhitungan tahun lalu, dana perimbangan, pendapatan lain-lain yang sah maupun pendapatan yang diperoleh dari komponen pembiayaan yang dilakukan untuk menutupi defisit anggaran.

NO. PENDAPATAN 2009 2010 2011 Jumlah 513.650.630.784,90 464.819.503.185,61 557.779.863.233,94 BELANJA Jumlah 513.650.630.784,90 464.819.503.185,61 557.779.863.233,94

NO PENDAPATAN 2012 2013 2014

Jumlah 563.311.199.204,67 639.681.289.829,27 762.041.892.902,08 BELANJA Jumlah 563.311.199.204,67 639.681.289.829,27 762.041.892.902,08

Tabel 5.1 Perkembangan Realisasi APBD Pemerintah Kabupaten Enrekang

Sumber data: APBD Pemerintah Kabupaten Enrekang Tahun Anggaran 2009-2014

Berdasarkan data pada Tabel 5.1 dapat dihitung besarnya rasio kemandirian Pemerintah Kabupaten Enrekang, sebagai berikut:

TAHUN PAD TOTAL PENDAPATAN TINGKAT KEMANDIRIAN

Tabel 5.2 Rasio Tingkat Kemandirian Daerah Kabupaten Enrekang

Rata-rata

Rata-rata

Berdasarkan tabel 5.2 diatas, nampak bahwa kemandirian pemerintah kabupaten Enrekang dalam memenuhi kebutuhan dana untuk penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan sosial masyarakat setelah penerapan Anggaran Berbasis Kinerja masih relative rendah yakni dengan rata-rata tingkat kemandirian pada periode setelah penerapan anggaran berbasis kinerja tahun 2012-2014 adalah 3.77 %. Walaupun pada periode sebelum penerapan anggaran berbasis kinerja tahun 2009-2011 rata-rata tingkat kemandirian adalah 3,37 % yang berarti ada peningkatan pada periode setelah penerapan anggaran berbasis kinerja walaupun masih jauh dari standar kemandirian suatu daerah yakni 100%.

2. Rasio Efektifitas dan Efisiensi Pendapatan Asli Daerah a. Rasio Efektifitas

Rasio Efektifitas menggambarkan kemampuan pemerintah daerah dalam merealisasikan pendapatan asli daerah berdasarkan potensi riil daerah yang

direncanakan dibandingkan dengan target yang ditetapkan berdasarkan potensi riil daerah. Rasio efektifitas menggambarkan tingkat pencapaian dalam perolehan anggaran yang telah direncanakan.

TAHUN REALISASI PAD TARGET PENERIMAAN PAD RASIO EFEKTIFITAS

1 2 3 (2:3) x 100%

Sumber data: APBD Pemerintah Kabupaten Enrekang Tahun Anggaran 2009-2014

Berdasarkan tabel 5.3 diatas, nampak bahwa terjadi peningkatan rasio efektifitas. Sebelum penerapan anggaran berbasis kinerja rata-rata tingkat efektifitas adalah 69,06 % yang berarti tidak efektif. Sedangkan, setelah penerapan Anggaran Berbasis Kinerja rata-rata tingkat efektifitas adalah 90,40 % yang berarti cukup efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebelum dan setelah penerapan anggaran keuangan berbasis kinerja kriteria efektifitas meningkat dari “ tidak efektif menjadi cukup efektif ”.

b. Rasio Efisiensi

Menggambarkan perbandingan antara besarnya biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan dengan realisasi pendapatan yang diterima. Dalam perhitungan rasio efisiensi, perlunya dihitung secara cermat besarnya biaya yang

dikeluarkan untuk merealisasikan seluruh pendapatan yang diterima, sehingga dapat diketahui apakah proses pemungutan pendapatan tersebut efisien atau tidak.

Hal itu perlu dilakukan karena meskipun pemerintah daerah berhasil merealisasikan penerimaan pendapatan sesuai dengan target yang ditetapkan, namun keberhasilan itu kurang memiliki arti apabila ternyata biaya yang dikeluarkan untuk merealisasikan target penerimaan pendapatannya itu lebih besar dari pada realisasi pendapatan yang diterimanya.

Tabel 5.4 menunjukkan efisiensi pendapatan keuangan daerah Kabupaten Enrekang dari Tahun Anggaran 2009-2014.

TAHUN BY. PEMEROLEHAN PAD REALISASI PAD RASIO EFISIENSI

1 2 3 (2:3) x 100%

Sumber data: APBD Pemerintah Kabupaten Enrekang Tahun Anggaran 2009-2014

Biaya pemerolehan PAD Pemerintah Kabupaten Enrekang sebesar 5% dari potensi riil PAD yaitu pajak daerah dan retribusi daerah. Berdasarkan tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa rasio efisiensi PAD pemerintah Kabupaten Enrekang sebelum penerapan anggaran berbasis kinerja tahun 2009-2011 dengan rata-rata 2,10% dan setelah penerapan anggaran berbasis kinerja tahun 2012-2014 dengan rata-rata 2,84%. Meski, demikian secara keseluruhan kinerja keuangan pemerintah

Kabupaten Enrekang sebelum dan setelah penerapan anggaran keuangan berbasis kinerja dalam merealisasikan PADnya (dalam hal ini pajak daerah dan retribusi daerah) sudah dapat dikatagorikan sangat efisien, terbukti dari rasio efisiensi PAD

Kabupaten Enrekang sebelum dan setelah penerapan anggaran keuangan berbasis kinerja dalam merealisasikan PADnya (dalam hal ini pajak daerah dan retribusi daerah) sudah dapat dikatagorikan sangat efisien, terbukti dari rasio efisiensi PAD

Dokumen terkait