• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum CV. Dewi Windu

CV. Dewi Windu terletak di pinggir jalan km 139 trans Makassar-Parepare, Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.Batas wilayah tambak sebelah utara berbatasan dengan rumah nelayan Desa Buaka, Selatan dengan lahan pantai, sebelah Barat berbatasan langsung dengan Selat Makassar, dan Timur berbatasan langsung dengan jalan nasional trans Sulawesi. Kegiatan bisnis yang dilakukan adalah tambak udang vaname dan hatchery udang windu. CV. Dewi Windu ini didirikan bertujuan untuk memperoleh keuntungan

(profit) dari hasil tambak udang vaname dan hatchery udang windu, sehingga

terus berupaya melakukan pengembangan guna mencapai tujuan usaha.

1

http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/ListedCompanies/PerformanceSummary/AALI.pdf [diakses 8September 2014]

Sejarah Pengembangan TeknologiTambak Supra Intensif

CV. Dewi Windu didirikan pada tahun 1991 oleh Bpk. Hassanudin Atjo memulai dengan membuka tambak udang windu. Seiring perkembangan usaha, pada tahun 1993 membuka hatchery udang windu yang sampai saat ini masih beroprasi. Usaha tambak udang windu miliknya sempat mengalami pasang surut saat terjadinya krisis ekonomi di tahun 1998 dan booming penyakit EMS udang windu di tahun 1999. Sehingga pada tahun 2000 tambaknya beralih ke komoditas udang vaname.

Perkembangan pasar udang vaname yang meningkat pesat, di tunjukkan oleh tingginya permintaan udang vaname di pasar domestik dan global. Perkembangan tersebut di respon positif oleh pemilik CV Dewi Windu dengan menciptakan teknologi intensifikasi tambak udang vaname guna meningkatkan produksi dan daya saing udang Indonesia. Uji coba dan riset telah dilakukan oleh CV Dewi Windu sejak tahun tahun 2013, menemukan teknologi intensifikasi yang mampu menghasilkan produktivitas panen udang vaname mencapai 15ton pada petak kolam berukuran 1 000m2.

Teknologi intensifikasi ini dinamakan teknologi tambak udang vaname supra intensif. Teknologi ini ber prinsip pada lima subsistem yaitu; Penggunaan Benih Bermutu, Pengendalian Kesehatan Lingkungan, Standarisasi Sarana dan Prasarana Penunjang, Penggunaan Teknologi Tepat Guna, dan Manajemen Usaha Berkelanjutan (Atjo 2013). Penerapan ke lima prinsip budidaya tersebut mampu menghasilkan output produksi yang tinggi melalui intensifikasi penerapan padat tebar udang vaname yang tinggi dengan padat penebaran 1 000 ekor benur per m2.

Fasilitas Produksi Tambak Udang Supra Intensif diCV Dewi Windu

Fasilitas produksi yang digunakan oleh CV Dewi Windu dalam kegiatan usaha tambak udang vaname teknologi supra intensif ,menggunakan fasilitas utama dan peralatan pendukung sebagai berikut:

1. Petak Tambak

Spesifikasi petak tambak yang mendukung keberhasilan tambak udang teknologi supra intensif menggunakan ukuran luas tambak kecil 1 000m2dengan dimensi (34m x 31m x 3m) dan 1 200m2 berdimensi (41m x 31m x 3m). Penelitian ini menggunakan analisis skenario luas tambak ukuran menengah di asumsikan sebesar 2 500m2 (50m x 50m). Tambak yang digunakan menggunakan konstruksi beton dilapisi oleh plastik HDPE dengan ketebalan 0.75cm. Konstruksi petak tambak beton dilapisi plastik HDPE ini dianggap memiliki keunggulan yaitu efisien waktu yang singkat pada masa pengeringan, mudah dibersihkan dan tidak porositas atau kebocoran. Umur ekonomis tambak ini selama 8 tahun dengan adanya pergantian plastik HDPE.

2. Central Drain

Teknologi central drain adalah alat yang berfungsi untuk memudahkan kontrol air dalam membuang limbah amoniak dari sisa moulting, feses, dan pakan yang tidak termakan. Alat ini berbentuk seperti matahari memiliki bulatan beton berdiameter 2m dengan 19 buah paralon berukuran 3 inch sepanjang 1.3m yang mengitari bulatan beton tersebut. Paralon tersebut di lubangi sebesar diameter

ukuran paku 10cm, paralon ini terhubung ke pipa goyang yang berada di dekat

outlet. Bentuk central drain dapat dilihat pada Gambar 2 sebagai berikut.

3. Kincir

Kincir adalah komponen peralatan yang harus ada dalam teknologi supra intensif. Kincir memiliki tiga fungsi yaitu; pertama berfungsi untuk mensuplai ketersediaan oksigen terlarut dalam air, kedua menghasilkan arus air agar air di dalam tambak terus berputar sehingga homogenitas kualitas air di semua titik dan tidak ada stratifikasi suhu, dan ketiga membuat putaran air untuk mendorong sisa pakan, sisa molting dan feses ke satu titik central drain. Kincir yang digunakan oleh CV Dewi Windu berkapasitas 2HP (horse power) dengan empat sayap kincir di setiap unit nya. Umur ekonomis kincir digunakan selama 5 tahun. Jumlah total kincir yang digunakan untuk skala petak tambak kecil per petak dua berjumlah 8 sampai 10 buah kincir/petak tambak, sedangkan untuk sekenario petak tambak ukuran menengah sebanyak 23 buah kincir per petak tambak. Harga skincir Rp3 000 000 per satu unitnya Berikut foto kincir dapat dilihat pada Gambar 3.

4. Blower

Blower adalah alat yang berfungsi untuk mensuplai ketersediaan oksigen di dalam air melalui gelembung udara yang dihasilkannya. Fungsi lain blower untuk mendorong percampuran air agar tidak ada stratifikasi suhu, selain itu blower juga menambah energi panas untuk menjaga suhu air agar tetap stabil. Blower yang digunakan oleh CV Dewi Windu berjenis Roots Blower memiliki daya 20HP atau setara dengan 15 000 watt dengan output sebesar 6 inch (dim). Harga beli blower

Gambar 3 Kincir berkekuatan 2HP (horse power)

Rp43 000 000/ buah dengan umur ekonomis pemakaian selama 5 tahun. Gambar

Roots Blower dapat dilihat pada Gambar 4 sebagai berikut.

5.Pompa Air Laut

Pompa air laut adalah alat yang berfungsi untuk memompa air laut ke dalam petak tambak. Pompa air laut yang digunakan oleh CV Dewi Windu yaitu pompa celup submersible ber kapasitas 6 kubik per menit. Daya listrik yang dipakai sebesar 10 HP atau sebesar 7 500 watt.Pompa air laut ini di letakkan 200 m dari bibir pantai dan terhubung dengan pipa 6 inci menuju petak tambak. Harga satuan pompa ini Rp20 000 000, dengan umur ekonomis pemaiakain pompa submersible

ini sampai 5 tahun.

6. Automatic Feeder

Automatic feeder adalah alat pelontar pakan otomatis yang berfungsi untuk

membantu menyebarkan pemberian pakan di petak tambak. Alat ini memiliki daya 300 watt dan mampu menyebar pakan sejauh 7 sampai 9 m dengan rotari putaran dinamo yang di setting menggunakan timer otomatis sesuai feeding time. Alat ini diaktifkan untuk memberi pakan pada malam hari. Harga satuan Rp8 000 000 /buah dengan umur ekonomis sampai 5 tahun. CV Dewi Windu memiliki alat ini berjumlah 3 buah. Berikut Gambar automatic feeder dapat dilihat pada Gambar 5.

7. Alat Uji Kualitas Air

Alat uji kualitas air adalah alat yang berfungsi untuk mengontrol kualitas air pada petak tambak. Alat ukur kualitas air untuk mengukur 6 parameter kualitas air

Gambar 4 Roots blower

yaitu (DO, Suhu, pH, Salinitas, Alkalinitas, Amoniak) kemudian hasilnya dilaporkan secara digital ke Handphone. Alat ini berfungsi memantau perubahan kualitas air agar selalu terpantau dan dapat mengambil keputusan untuk pengelolaan kualitas air. Harga satuan alat ukur kualitas air ini Rp12 000 000/ buah dengan umur ekonomis sampai 10 tahun. Berikut Gambar alat tersebut dapat dilihat pada Gambar 6.

Gambar 6 Small troll (alat ukur kualitas air digital) Gambar milik CV Dewi Windu 2013 dengan seizin pemilik tambak (reproduksi secara utuh) 8. Genset

Genset adalah alat pembangkit listrik yang digunakan sebagai pengganti apabila energi listrik PLN padam. Genset yang digunakan oleh CV Dewi Windu berkapasitas 150 KVA dengan tipe silent agar tidak menimbulkan polusi suara. CV Dewi Windu memiliki genset sebanyak satu buah. Genset ini membutuhkan 35 liter solar per jam untuk menghasilkan energi 150 KVA apabila listrik PLN mengalami pemadaman. Rata-rata pemadaman listrik di Barru selama (5-3) jam, namun frekuensi pemadaman saat ini cenderung jarang. Harga satuan genset sebesar Rp283 162 000/ buah dengan umur ekonomis selama 20 tahun.

9. Timbangan Digital dan Timbangan Duduk

Timbangan digital adalah alat ukur bobot yang berfungsi untuk mengukur bobot udang yang digunakan pada saat sampling, panen parsial dan panen total untuk mengukur bobot udang. Kapasitas timbangan yang digunakan adalah 500kg dengan daya listrik 20 watt. Sedangkantimbangan duduk digunakan untuk sampling bobot pertumbuhan udang setiap 10 hari sekali. Timbangan duduk bekerja secara mekanik tanpa energi listrik dan bobot maksimal 100kg.Harga satuan timbangan digital Rp3 000 000/buah dengan umur ekonomis selama 10 tahun. Berikutnya, harga satuan timbangan duduk Rp500 000/buah dengan umur ekonomis selama 5 tahun. Gambar timbangan digital dan timbangan duduk dapat dilihat pada Gambar 7 berikut.

Gambar 7 (a) Timbangan digital, dan (b) Timbangan duduk

10. Jala Nilon

Jala Panen adalah alat untuk menangkap udang, alat ini digunakan pada saat sampling, dan panen parsial udang. Diameter jala berukuran 4m. Jala ini terbuat dari nilon plastik dan diberi pemberat pada bagian bawahnya. CV Dewi Windu memiliki jala nilon berjumlah 10 buah dengan harga satuanya Rp60 000/buah. Jala nilon tersebut memiliki umur ekonomis selama 5 tahun. Berikut jala panen dapat dilihat pada Gambar 8.

11. Jaring Kondom & screen

Jaring kondom adaah alat yang berfungsi untuk menjaring udang pada saat panen total, alat inidipasang di pintu outlet pada tambak. Ukuran mata jaring yang digunakan berukuran 1 dengan panjang jaring sepanjang 15m atau seberat 6kg karena penjualan di jual per kg. Harga beli jaring kondom Rp75 000/kg dengan umur ekonomis selama 5 tahun. Berikutnya screen adalah alat yang berfungsi untuk menjaga agar udang tidak keluar di pintu outlet selama masa pemeliharaan.

Screen ini dibuat dari kain strimin dengan dimensi ukuran (3 m x 2 m). CV Dewi

Windu memasangkan screen pada pintu outlet di setiap petak tambak. Harga strimin Rp8 000/m, dengan umur ekonomis selama 5 tahun. Foto jaring kondom

dan screen dapat dilihat pada Gambar 9 sebagai berikut.

12. Selang Spiral

Selang sepiral adalah alat yang berfungsi untuk shifon kotoran tambak dengan panjang 25m dan diameter 2 inci (dim). Selain itu selang sepiral juga dipakai untuk mengalirkan air ke tambak pada saat pencucian dan pembersihan tambak. Harga selang sepiral Rp60 000/m dengan umur ekonomis selama 5 tahun. 13. Anco

Anco adalah alat sederhana yang berfungsi untuk kontrol nafsu makan udang yang di letakkan pada dasar tambak dengan ukuran 40 cm x 40 cm. Letak

Gambar 8 Jala Panen Parsial

(a) (b)

Anco diletakkan di dekat central drain dan di dekat jalan inspeksi tambak 2m dari tepi petak tambak. Gambar alat kontrol pakan (anco), dapat dilihat pada Gambar 10 berikut.

14. Ember Pakan

Ember pakan adalah alat yang digunakan untuk menampung pakan oleh operator tambak selama pemberian pakan siang hari. Pemberian pakan dengan manusia masih digunakan, untuk pemerataan agar zone feeding yang tidak terjangkau oleh automatic feeder tetap dapat memperoleh pakan. Harga satuan ember Rp 15 000/buah dengan umur ekonomis selama 2 tahun pemakaian.

15. SaringanMesh

Saringan mesh adalah alat yang berfungsi untuk menyaring partikel organik dan kotoran. Ukuran saringan yang digunakan berukuran 200 mesh agar plankton yang berukuran lebih besar dapat tersaring. Saringan ini diletakkan pada ujung paralon pompa submersible air laut sebelum masuk di alirkan ke kolam dan sebelum masuk ke dalam tambak. Harga saringan mesh sebesar Rp500 000/buah dengan umur ekonomis selama 5 tahun. Gambar saringan 200 Mesh dapat dilihat pada Gambar 11 berikut.

16. Bangunan dan Ruang Panen

Bangunan CV Dewi Windu dibuat permanen dengan ukuran 25 m x 5 m. Bangunan terdiri dari Rumah Tinggal, Gudang Peralatan dan Gudang Pakan. Rumah tinggal difungsikan untuk tempat tinggal teknisi, operator dan ibu dapur. Selain itu rumah tinggal juga di fungsikan untuk kantor kecil dan tempat menerima tamu apa bila ada tamu datang. Gudang pakan berfungsi untuk menyimpan stok pakan udang selama satu siklus. Ruang gudang pakan di CV Dewi Windu berukuran 3m x 5m. Kondisi suhu ruangan pakan di jaga agar tidak terlalu lembab. Gudang peralatan berfungsi menyimpan tempat alat-alatsuku cadang peralatan tambak yang rusak dan sedang diperbaiki. Berikutnya ruang panen berukuran 10 m x 8 m dengan bentuk bangunan semi permanen. Ruangan

Gambar 10 Anco (alat ukur kontrol nafsu makan udang)

penen ini difungsikan pada saat panen parsial dan panen total untuk aktivitas mensortir udang. Gambar gudang pakan dan ruang panen dapat dilihat pada Gambar 12 berikut;

Input Produksi

1. Benur (benih udang)

Benur udang vaname yang digunakan oleh CV Dewi Windu adalah benur yang sudah berukuran PL 10. Benur dibeli dari pemilik hatchery di Sulawesi Selatan, Jawa dan Bali sesuai dengan sertifikasi SPF (Spesifik Patogen Free) dan SPR (Spesifik Patogen Resistance). Benur dariSulawesi Selatan diperoleh dari CV Benur Kita. Apabila jumlah ketersediaan dan kualitas benur yang dihasilkan oleh hatchery di Sulawesi Selatan tidak tersedia, maka pasokan benur diperoleh dari Jawa dan Bali. Pemasok benur dari Jawa didapat dari perusahaan seperti PT. CPP dan PT. Suri Tani Pemuka, sedangkan dari Bali diperoleh dari PT Prima Larvad.

Pengadaan benur diantar langsung oleh perusahaan hatchery ke lokasi tambak CV Dewi Windu. Proses pembayaran dilakukan setelah benur tiba di lokasi tambak dan dilihat langsung kondisi serta kualitas benur nya. Harga benur per ekor adalah Rp38 dengan biaya transportasi benur sebesar 10 persendari harga benur yaitu; Rp3.8. Jumlah benur yang dipesan sesuai dengan ukuran padat tebar dan kapasitas luas produksi ukuran petak tambak. Padat tebar teknologi supra intensif adalah 1 000 ekor per m2. Jumlah benur yang dipesan oleh CV Dewi Windu mendapat tambahan lebih jumlah benur yang dipesan sebesar 25 persen sebagai garansi dari hatchery untuk menghindari risiko kematian di jalan pada saat pengiriman benur.

2. Pakan Pelet

Pakan yang digunakan selama usaha di CV Dewi Windu adalah pakan udang yang sesuai dengan perkembangan ukuran bukaan mulut. Pakan tersebut di datangkan dari pabrik pakan di Surabaya sampai Sidoarjo dan dibeli melalui pemesanan sales pakan dengan haraga Rp10 000 per kg. Proses untuk mendatangkan pakan tersebut dibutuhkan biaya 10 persen dari harga pakan yaitu Rp1 000 per kg untuk sampai ke lokasi tambak di desa Buaka, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Jenis dan bentuk pakan yang diberikan dapat dilihat pada Tabel 6 sebagai berikut.

Gambar 12 (a) Gudang pakan dan (b) ruang panen

Tabel 6 Jenis dan bentuk pakan yang digunakan oleh CV Dewi Windu

Umur Udang

No

Pakan Jenis pakan Bentuk Pakan Ukuran Pakan

ABWa

(gr/ekor)

0- 30 0 PL Feed Fine Crumble d= 0.6mm - 1mm PL 10- 1.0

31-60 1 Starter Coarse d= 1.0 mm - 2.0 mm 1.1- 2.5

61-90 2 Grower Crumble d= 2.0 mm -2.2 mm 2.6-5..0

90-105 (2P) Finisher Grower Crumble-Pellet d= 2.0 mm- 2.2 mm 5.1 - 8.0

105-

(panen) 3 Finisher Pellet d= 2.2 mm - 5.0 mm 8.1 - 18.00

Sumber : diolah data primer CV Dewi Windu

a

ABW :Average Body Weight

Jumlah pakan udang yang dibutuhkan selama budidaya untuk skala produksi petak kecil 2.2 juta benur udang yang di tebar pada petak 1 dan 2 berjumlah 40715 ton. FCR (Feeding Convertion Rate) 1.17 untuk petak 1 dan 1.40 untuk petak 2. Jumlah total biaya satu siklus Rp407 151 293. Berikutnya skala produksi untuk sekenario petak tambak ukuran menengah jumlah benur ditebar 5 juta benur untuk dua kolam petak berukuran 2 500m2. Analisis perhitungan jumlah pakan dan FCR pada sekenario skala menengah, menghabiskan jumlah 101 788 ton dengan FCR sebesar 1.02. Rincian dan kebutuhan jumlah pakan udang di CV Dewi Windu untuk skala petak tambak kecil selama satu siklus dapat dilihat pada Tabel 7 berikut.

Tabel 7 Rincian dan kebutuhan jumlah pakan udang skala luas petak kecil (1000m2) di CV Dewi Windu selama satu siklus

Hari Ke- Pe ta k SR (%) Jumlah Benur (ekor) Jenis

Pakan Takaran pakan

Frek uens i /hari Jml (kg) Jumlah Pakan/ siklus (kg) 0 - 11 1 100 1 000 000 Pakan 0 500 gr/100.000e 3 5 150 2 100 1 200 000 500 gr/100.000e 3 6 180 12 s/d 21 1 98 980 000 600gr/100.000e 4 5.88 235 2 98 1 176 000 600gr/100.000e 4 7.06 282 21 s/d 30 1 95 931 000 700gr/100.000e 5 6.52 326 2 95 1 117 200 700gr/100.000e 5 7.82 391 31 s/d 60 1 94 875 140 Pakan 1 (Ʃekor*ABW)*2gr)*6.5% 8 14.22 3413 2 94 1 050 168 (Ʃekor*ABW)*2gr)*6.5% 8 17.07 4 096 60 s/d 90 1 93 813 880 Pakan 2 A (Ʃekor*ABW)*5gr)*5.5% 8 27.98 6 715 2 93 976 656 (Ʃekor*ABW)*5gr)*5.5% 8 33.57 8 057 90 s/d 105 1 92 748 770 Pakan 2 P (Ʃekor*ABW)*8gr)*4.5% 8 33.69 4 043 2 92 898 524 (Ʃekor*ABW)*8gr)*4.5% 8 40.43 4 852 105 s/d 114 1 91 681 381 Pakan 3 (Ʃekor*ABW)*14)*3.8% 8 45.31 3 625 2 91 817 657 (Ʃekor*ABW)*14)*3.8% 8 54.37 4 350

3. Probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme yang sengaja diberikan melalui pakan dan lingkungan. Probiotik yang digunakan oleh CV Dewi Windu menggunakan empat jenis probiotik yang langsung ditebar pada lingkungan yaitu bactogrow, soilgrow,

fitogrow, dan mingrow. Fitogrow berfungsi untuk menumbuhkan fitoplankton dan

menjaga kesetabilan pertumbuhannya.

Probiotik di peroleh dari Surabaya melalui sales probiotik. Biaya pengadaan probiotik di paketkan dengan harga 10 persen dari harga jual. Kemasan produk probiotik mingrow dan fitogrow dikemas 1sak 50 kg ber-harga Rp100 000 per sak. Berikutnya Soilgrow dan Bactogrow dikemas dalam kemasan masing-masing 100 gr dengan harga Rp25 000 per sak. Jumlah penggunaan probiotik selama satu siklus untuk satu petak tambak skala kecil menghabiskan mingrow sebanyak 2

sak, fytogrow 3 sak, bactogrow 39 bungkus dan soilgrow sebanyak 59 bungkus.

Rincian dosis dan jumlah pemberian dijelaskan pada Tabel 8 sebagai berikut. Tabel 8 Dosis dan jumlah pemberian probiotik skala kecil (1 000m2)

Jenis Probiotik

Dosis Pemakaian untuk padat tebar

>100e/m2

Pemberian

Kebutuhan Satu Siklus

Biaya satu petak/ siklus (Rp)

Min Grow 10-12 kg/ha 1.2 kg 46.8 kg 200 000

Fyto Grow 15 kg/ha 1.5 kg 58.5 kg 300 000

Bacto Grow 500 gr/ha 50 gr 1950 gr 975 000

Soil Grow 750 gr/ha 75 gr 2925 gr 1 475 000

Total Biaya Probiotik Per satu siklus 2 950 000

Berikutnya jumlah penggunaan probiotik satu siklus untuk sekenario satu petak tambak skala menengah (2 500m2) menghabiskan mingrow sebanyak 5 sak,

fytogrow 8 sak, bactogrow 98 bungkus dan soilgrow sebanyak 150 bungkus.

Dosis pemberian sama dengan usaha tambak skala kecil, namun karena luas petak pada usaha tambak skala menengah lebih besar, sehingga jumlah pemberiannya lebih banyak. Rincian dosis dan jumlah pemberian dijelaskan pada Tabel 9 sebagai berikut.

Tabel 9 Dosis dan jumlah pemberian probiotik skala menengah (2 500m2)

Jenis Probiotik Dosis Pemakaian Pemberian Kebutuhan

Satu Siklus Biaya /siklus (Rp)

Min Grow 10-12 kg/ha 3 kg 117 kg 500 000

Fyto Grow 15 kg/ha 3.75 kg 147 kg 800 000

Bacto Grow 500 gr/ha 125 gr 4 875 gr 3 750 000

Soil Grow 750 gr/ha 188 gr 73126 gr 2 450 000

Total Biaya Probiotik Per satu siklus 7 000 000

4. Listrik dan Kebutuhan Solar

Kebutuhan energi penerapan teknologi budidaya udang supra intensif sangat penting dalam keberlanjutan usaha. Listrik yang digunakn golongan industri kapasitas (14KVA – 200 KVA) kategori 3PAS. Biaya listrik per kwh untuk kategori tersebut adalah Rp795. Listrik dibutuhkan untuk operasi kincir, dan

blower selama 24 jam non stop dan peralatan penunjang lain seperti alat uji kualitas air selama satu siklus. Pemakaian listrik total selama satu siklus produksi untuk dua petak tambak skala kecil sebesar 168 393 Kwh dengan total biaya selama satu periode siklus sebesar Rp98 173 236. Rincian biaya variable pemakaian listrik selama produksi dapat dilihat pada Tabel 10 sebagai berikut. Tabel 10 Rincian penggunaan listrik operasional tambak skala kecil (1 000m2) di

CV Dewi Windu

Apabila terjadi pemadaman listrik oleh PLN maka digunakan Genset berkapasitas 150 KVA jenis silent agar tidak terlalu bising. Persediaan solar sebanyak 3 500 liter untuk produksi bila listrik PLN mati selama satu siklus produksi. Biaya operasional untuk stok solar selama satu siklus untuk dua tambak skala kecil ukuran (1 000m2) dibutuhkan biaya sebesar Rp15 750 000. Berikutnya pemakaian listrik total selama satu siklus produksi untuk sekenario dua petak tambak skala menengah (2 500m2) sebesar 461 797 Kwh dengan total biaya selama satu periode siklus sebesar Rp367 128 615. Rincian biaya dapat dilihat pada Tabel 11 sebagai berikut.

Tabel 11 Rincian penggunaan listrik operasional tambak sekenario skala menengah (2 500m2)

No Keperluan Unit Rincian Daya (watt)

Pemakaian per hari (jam) Pemakaian selama 1 siklus, 114 hari (jam) Total Kwh Total Biaya Pemakaian per siklus (Rp) 1 Kincir Petak 1 8 1 500 24 2 736 32 832 19 141 056 Petak 2 10 1 500 24 2 736 41 040 23 926 320 2 Blower 2 15 000 24 2 736 82 080 47 852 640 3 Pakan Otomatis Petak 1 1 300 1 114 34 19 939 Petak 2 2 300 1 114 68 39 877 4 1 7 500 1 604 12 030 7 013 490

10 hari pertama (2jam*3kali/hari)x5kali 30 20 hari kedua (2jam*5kali/hari)x10kali 100 30 hari berikutnya (2jam*8kali/hari)x15 240 54 hari berikutnya (2jam*8kali/hari)x27 432 5

Lampu Penerangan

Tambak 15 15 12 1 368 308 179 447 6 Timbangan Digital 1 20 20 40 0.80 466

Panen Parsial @petak 4x (4jam pemakaian) Panen Total @petak 1x (4jam pemakaian)

168,393 98 173 236

TOTAL BIAYA VARIABEL LISTRIK Pompa Submersible 10HP

5. Kaporit& Thiosulfat

Penggunaan kaporit digunakan oleh CV Dewi Windu untuk sterilisasi air laut yang akan digunakan untuk media budidaya. Sterilisasi tersebut menggunakan dosis kaporit 15 sampai 20 ppm. Kaporit yang digunakan adalah kaporit cair yang dibeli di toko kimia kota Parepare dengan harga Rp27 000 per liter. Jumlah kaporit yang dibutuhkan untuk satu petak 1 200m2 sebesar 46.8 liter (15ml/liter x 3 120 liter air tambak) dan 39 liter (15ml/liter x 2600 liter) untuk petak 1 000m2. Jumlah biaya untuk pembelian kaporit satu siklus Rp2 403 000. Berikutnya jumlah biaya kaporit untuk sekenario petak tambak skala menengah ukuran 2 500m2 sebesar Rp5 265 000. Upaya menghilangkan bau kaporit menggunakan larutan thiosulfat dengan dosis 1/3 daripemberian kaporit. Jumlah thiosulfat yang dipakai selama satu siklus skala tambak kecil sebesar 28.6 kg, sedangkan untuk skenario skala menengah sebesar 71.5kg. Harga beli thiosulfat Rp9 000 per kg. Jumlah biaya untuk pembelian Thiosulfat satu siklus untuk petak tambak skala kecil sebesar Rp257 400 dan untuk skenario petak tambak skala menengah sebesar Rp643 500.

6. Pelumas Blower dan Dinamo Kincir

Pelumas blower dan dinamo kincir diperlukan untuk maintanance agar alat- alat tersebut tetap sehat dan produktif.Kebutuhan satu blower membutuhkan gemuk berjumlah satu kaleng untuk meminimalisir gesekan.Sebaliknya, kincir membutuhkan pelumas oli sebanyak 2liter oli per dinamo kincir. Gemuk dan pelumas diperoleh di kota Parepare dengan harga beli Gemuk Rp45 000 per kaleng, dan Pelumas blower merek pertamina Rp40 000 per liter. Jumlah kebutuhan gemuk untuk satu petak tambak skala kecil 1 000m2sebanyak 1buah gemuk untuk 1 buah blower, dan 12 liter oli untuk 12 buah kincir. Berikutnya Jumlah kebutuhan gemuk untuk sekenario satu petak tambak skala menengah 2 500m2 sebanyak 2 buah gemuk untuk 2 buah blower, dan 24 liter oli untuk 24 buah kincir.

7. Pekerja Borongan

Pekerja borongan dibutuhkan oleh CV Dewi Windu untuk kegiatan yang bersifat insidental yang membutuhkan tenaga kerja banyak seperti persiapan tambak, panen parsial dan panen total. Jumlah orang yang dibutuhkan selama perbaikan petak tambak skala kecil 1 000m2 sebanyak 5 orang dan panen sebanyak 10 orang dan untuk sekenario petak tambak skala menengah 2 500m2 dibutuhkan 10 orang untuk persiapan dan panen sebanyak 20 orang. Biaya HOK

Dokumen terkait