• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH: JULIUS GULTOM ILMU TANAH (Halaman 34-38)

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

4.1 Gambaran Umum

Data iklim yang digunakan adalah data curah hujan selama 10 tahun pengamatan dari tahun 2009 โ€“ 2018 yang tertera pada Tabel 1. Data curah hujan diperoleh dari Stasiun Klimatologi Sampali, Medan. Menurut Schmidt dan Ferguson bulan basah terjadi jika curah hujan > 100 mm, bulan lembab terjadi jika curah hujan 60 โ€“ 100 mm dan bulan kering terjadi jika curah hujan < 60 mm dengan harga Q yang diperoleh dari perbandingan antara bulan kering dan bulan basah dapat dituliskan dengan rumus :

๐‘ธ =๐‘น๐’‚๐’•๐’‚โˆ’๐’“๐’‚๐’•๐’‚ ๐›๐ฎ๐ฅ๐š๐ง ๐ค๐ž๐ซ๐ข๐ง๐ 

๐‘น๐’‚๐’•๐’‚โˆ’๐’“๐’‚๐’•๐’‚ ๐’ƒ๐’–๐’๐’‚๐’ ๐’ƒ๐’‚๐’”๐’‚๐’‰ x 100 %

Suhu tanah dapat dihitung dari suhu udara sebagaimana dikemukakan oleh Newhall (1972 dalam Wambecke,1981). Cara ini dikembangkan untuk daerah tropik yang dirumuskan sebagai berikut : suhu tanah = (2,5 + suhu udara rata rata tahunan) 0C. Variasi suhu tanah musim dingin dan musim panas pada kedalaman 50 cm dari permukaan tanah adalah : 0,33 x selisih suhu udara rata-rata musim panas dan musim dingin. Memiliki regim kelebapan udik karena tanah tidak pernah kering dalam 90 hari (kumulatif) yaitu lebih dari 90 hari atau dari data curah hujan rata-rata bulan basah berkisar 7-10 bulan tiap tahun atau 210 hari hingga 300 hari (kulumatif). Memiliki regim suhu tanah isohipertermik karena variasi suhu terpanas dan terdingin lebih kecil dari 60ยฐC yaitu 2,4ยฐC dan suhu rata-rata tahunan lebih besar dari 22ยฐC yaitu 26,66ยฐC.

Tabel 1. Rata-Rata Curah Hujan dan Suhu Udara Daerah Penelitian Tahun

Litologi adalah karakteristik fisik dari batuan. Berdasarkan proses terbentuknya, terdapat tiga jenis batuan yang menyusun lapisan kerak bumi. Tiga jenis batuan tersebut yaitu batuan beku (batuan magma atau vulkanik), batuan endapan (batuan sedimen), dan batuan malihan (batuan metamorf).

Litologi dari unit batuan adalah deskripsi karakteristik yang fisiknya terlihat di singkapan, bisa dipegang, sampel inti atau dengan menggunakan mikroskop perbesaran rendah. Karakteristik fisiknya meliputi warna, tekstur, ukuran butir dan komposisi. Litologi dapat merujuk pada deskripsi terperinci dari karakteristik ini atau ringkasan karakter fisik kasar batuan. Litologi merupakan dasar pengelompokan sekuens batuan menjadi unit individu litostratigrafik guna keperluan pemetaan dan korelasi antar wilayah.

Batu telah digunakan oleh umat manusia sepanjang sejarah. Mineral dan logam yang ditemukan di bebatuan sangat penting bagi peradaban manusia. Tiga

kelompok utama batuan telah didefinisikan yaitu: batuan beku, sedimen, dan metamorf. Studi ilmiah tentang batuan disebut petrologi, yang merupakan komponen esensial geologi.

Batuan beku juga penting secara geologis karena: mineral dan kimia globalnya memberi informasi tentang komposisi mantel, dari mana beberapa batuan beku diekstraksi, dan kondisi suhu dan tekanan yang memungkinkan ekstraksi ini, dan atau batuan lain yang sudah ada yang meleleh.

Batuan beku ekstrusif, juga dikenal sebagai batuan vulkanik, terbentuk di permukaan kerak sebagai akibat dari pencairan sebagian batuan dalam mantel dan kerak. Batuan beku ekstrusif dingin dan mengeras lebih cepat dari pada batuan beku intrusif. Mereka dibentuk oleh pendinginan magma cair di permukaan bumi.

Magma, yang dibawa ke permukaan melalui celah atau letusan gunung berapi, membeku pada tingkat yang lebih cepat. Oleh karena itu batu batuan jenis ini lebih halus, kristalin dan berbutir halus. Basalt adalah batuan beku ekstrusif umum dan membentuk aliran lava (lava flow), lembar lava (sheeting lava) dan dataran tinggi lava (Lava plateau).

Tekstur batuan beku termasuk tekstur batuan yang mudah dikenali dan terjadi pada batuan beku bedasarkan tingkat besar kecilnya butiran penyusun batuan beku tersebut. Tekstur batuan beku digunakan oleh ahli geologi dalam menentukan cara asal magma batuan beku dan lokasi batuan beku tersebut membeku dan juga digunakan dalam klasifikasi batuan. Ada enam jenis tekstur utama; gelas, aphanitic, phaneritic, porfiritik, dan piroklastik.

4.3 Topografi

Topografi secara ilmiah artinya adalah studi tentang bentuk permukaan bumi dan objek lain seperti planet, satelit alami (bulan dan sebagainya), dan asteroid. Dalam pengertian yang lebih luas, topografi tidak hanya mengenai bentuk permukaan saja, tetapi juga vegetasi dan pengaruh manusia terhadap lingkungan, dan bahkan kebudayaan lokal (Ilmu Pengetahuan Sosial).

Topografi merupakan suatu pembahasan mengenai posisi suatu bagian dan secara umun menunjuk pada koordinat secara horizontal seperti garis lintang dan garis bujur, dan secara vertikal yaitu ketinggian.

Survei dilakukan untuk mempelajari, mengukur, dan memetakan fitur topografi untuk memberikan visualisasi detail pada suatu area. Topografi penting untuk perjalanan, transportasi, jalur penerbangan, teknik, arsitektur, geologi, kehutanan, dan pertanian. Ini juga memiliki dampak signifikan pada bagaimana kota dirancang dan ditata.

Komponen Topografi

โ— Bentuk lahan โ€“ Bentuk lahan yang dipelajari dalam topografi dapat mencakup apa saja yang secara fisik berdampak pada area. Contohnya termasuk gunung, bukit, lembah, danau, laut, sungai, kota, bendungan, dan jalan.

โ— Ketinggian โ€“ Ketinggian, atau elevasi, gunung dan benda lainnya dicatat sebagai bagian dari topografi. Ini biasanya dicatat mengacu pada permukaan laut (permukaan laut).

โ— Garis lintangโ€“ Latitude memberikan posisi utara / selatan suatu lokasi dalam referensi dari khatulistiwa. Garis khatulistiwa adalah garis horizontal yang ditarik

di sekitar tengah Bumi yang jaraknya sama denga Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Garis khatulistiwa memiliki garis lintang 0 derajat.

โ— Garis Bujur โ€“ Bujur memberikan posisi timur / barat dari suatu lokasi. Garis Bujur umumnya diukur dalam derajat dari Prime Meridian.

Topografi memiliki sejumlah kegunaan termasuk:

โ—Pertanian โ€“ Topografi sering digunakan dalam pertanian untuk menentukan bagaimana tanah dapat dilestarikan dan bagaimana air akan mengalir di atas tanah.

โ—Lingkungan โ€“ Data dari topografi dapat membantu melestarikan lingkungan.

Dengan memahami kontur tanah, para ilmuwan dapat menentukan bagaimana air dan angin dapat menyebabkan erosi. Mereka dapat membantu membangun kawasan konservasi seperti daerah aliran sungai dan blok angin.

โ— Cuaca โ€“ Topografi tanah dapat berdampak pada pola cuaca. Ahli meteorologi menggunakan informasi tentang gunung, lembah, lautan, dan danau untuk membantu memprediksi cuaca.

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH: JULIUS GULTOM ILMU TANAH (Halaman 34-38)

Dokumen terkait