HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum
1. Deskripsi Singkat Objek Penelitian
Badan Amil Zakat (BAZ) adalah lembaga yang bertugas mengumpulkan dan mengelola zakat. Tujuan dari adanya badan amil zakat adalah untuk lebih fokusnya perhatian terhadap pelaksanaan zakat. Sejarah membuktikan keberadaan amil zakat dan ketaatan para muzakki menjadi salah satu penyumbang bagi kemandirian material umat Islam.
Indonesia sebagai negara dengan komunitas muslim terbesar di dunia telah juga memperhatikan persoalan pengelolaan zakat ini. Hal ini ditandai dengan lahirnya UU No 38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat, yang di wujudkan dengan dibentuknya Badan Amil Zakat. Dalam pasal 8 undang-undang ini dinyatakan bahwa Badan Amil Zakat bertugas untuk Mengumpulkan, Mendistribusikan dan Mendayagunakan zakat sesuai dengan ketentuan agama. Pelaksanaan terhadap Undang-Undang ini selanjutnya diatur dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No 373 tahun 2003 yang dalam salah satu pasalnya, yaitu pasal 2 ayat 1 dinyatakan bahwa BAZ meliputi Badan Amil Zakat Nasional, Daerah Kabupaten/ Kota sampai Daerah Kecamatan. Hal ini merupakan usaha yang serius dari pemerintah, dengan tujuan agar masyarakat dapat menunaikan zakat sesuai tuntunan agama, meningkatnya fungsi dan
49
50
peranan pranata keagamaan dan akhirnya bermuara pada terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial. Maka, sebagai perwujudan dari undang-undang tersebut, Bulukumba yang merupakan Daerah Kabupaaten, telah terdapat Peraturan Daerah (PERDA) berdasarkan penjabaran dari Kepmenag No 373 tahun 2003, yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba No 02 tahun 2003 Dengan Keputusan Nomor :05 KPTS DPRD-BLK VIII 2003Pada tanggal 25 Agustus 2003 tentang
Pengelolaan Zakat profesi, Infaq, dan Shadaqah. Namun meskipun sudah ada undang-undang tentang zakat nomor 38 tahun 1999 yang mengatur Pengelolaan zakat tersebut, tapi penerapannya belum maksimal dikarenakan belum ada sinergitas antara pemerintah dengan lembaga-lembaga non-pemerintah dalam mengelola zakat, regulasinya sebelumnya tidak mampu memaksimalkan potensi zakat, aspek kerangka hukum, kebijakan dan implementasi belum terlaksana dengan baik, serta pengelolaan zakat belum terarah dan terpadu. Dengan alasan ini, pada tahun 2005 Patabai Pabokori yang pernah menjabat Bupati Bulukumba selama dua periode telah membentuk Badan Amil Zakat Kabupaten Bulukumba dengan tujuun Pengelolaan Zakat adalah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam penunaian dan dalam pelayanan ibadah Zakat, meningkatnya fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dan keadilan sosial serta meningkatnya hasil guna dan daya guna zakat.
51
2. Struktur Organisasi BAZ Kabupaten Bulukumba a. Dewan Pertimbangan
1).Ketua:
a). Memberikan saran dan pertimbangan tentang pengembangan dan pemahaman mengenai Pengelolaan zakat,
b). Memberikan pertimbangan-pertimbangan akan kebijakan-kebijakan, Pengumpulan, Pendayagunaan dan Pengembangan Pengelolaan zakat, c). Memberikan penilaian pertanggungjawaban dan laporan hasil
pemeriksaan Komisi Pengawas,
d). Menampung, mengolah, dan menyampaikan pendapat umat tentang Pengelolaan zakat.
2). Wakil Ketua:
a). Membantu ketua dewan pertimbangan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan yang telah ditetapkan,
b). Menyelenggarakan koordinasi dalam melaksanakan kegiatan Pengelolaan Zakat,
c). Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh ketua,
d). Mewakili ketua apabila berhalangan dalam melaksanakan tugas sehari hari,
e). Dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada ketua.
52 3). Sekretaris:
a). Melaksanakan kegiatan ketatausahaan.
b). Menyiapkan bahan-bahan untuk pelaksanaan kegiatan pengembangan zakat dan mempersiapkan laporan,
c). Menyediakan fasilitas untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan sehari-hari,
d). Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh ketua dewan,
e). Dalam melaksanakan tugasnya sekretaris bertanggung jawab kepada ketua.
4). Wakil Sekretaris:
a). Membantu sekretaris dalam melaksanakan tugas sehari-hari, b). Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh sekretaris, c). Mewakili sekretaris apabila berhalangan melaksanakan tugasnya,
d). Dalam menjalankan tugasnya wakil sekretaris bertanggung jawab kepada sekretaris.
5). Anggota:
a). Memberikan masukan kepada ketua tentang pengembangan Pengelolaan zakat,
b). Membantu pelaksanaan tugas dewan pertimbangan, c). Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh ketua,
d). Dalam menajalankan tugasnya anggota bertanggung jawab kepada ketua dewan pertimbangan.
53 b. Komisi Pengawas
1). Ketua:
a). Mengawasi Pengumpulan Zakat, Penyaluran dan Pendayagunaan Zakat, b). Menunjuk akuntan untuk memeriksa Pengumpulan, Penyaluran dan
Pendayagunaan dana zakat,
c). Mempertanggungjawabkan dan melaporkan kerjanya kepada dewan pertimbangan.
2). Wakil Ketua:
a). Membantu ketua dalam melaksanakan tugas-tugas sehari-hari,
b). Menyelenggarakan koordinasi dalam melaksanakan kegiatan pengawasan,
c). Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan,
d). Mewakili ketua komisi pengawas apabila berhalangan dalam melaksanakan tugas,
e). Dalam melaksanakan tugas bertanggung jawab kepada ketua komisi pengawas.
3). Sekretaris:
a). Melaksanakan kegiatan ketatausahaan di bidang pengawasan,
b). Menyiapkan bahan-bahan untuk pelaksanaan kegiatan pengawasan dana BAZ serta mempersiapkan bahan laporannya,
c). Menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan kegiatan pengawasan, d). Melaksanakan tugas lain yang diberiakn oleh atasan,
54
e). Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada ketua komisi pengawas.
4). Wakil Sekretaris:
a). Membantu sekretaris dalam melaksanakan tugas sehari-hari, b). Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan, c). Mewakili sekretaris apabila berhalangan melaksanakan tugasnya, d). Dalam menjalankan tugasnya wakil sekretaris bertanggung jawab
kepada komisi pengawas.
5). Anggota:
a). Melaksanakan tugas operasional pengawasan, b). Membantu pelaksanaan tugas komisi pengawas, c). Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan,
d). Dalam menjalankan tugasnya wakil sekretaris bertanggung jawab kepada komisi pengawas.
c. Badan Pelaksana 1). Ketua:
a). Melakasanakan garis besar kebijakan BAZ dalam program Pengumpulan, Penyaluran dan Pendayagunaan zakat,
b). Memimpin pelaksanaan program-program BAZ,
c). Merencanakan Pengumpulan, Penyaluran dan Pendayagunaan zakat, d). Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas kepada DPRD tingkat II
dan Bupati.
55 2). Ketua I:
a). Membantu ketua dalam menjalankan tugas, b). Melaksanakan tugas lain yang diperintah atasan,
c). Mewakili ketua apabila berhalangan dalam menjalankan tugas, e). Dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada ketua.
3). Ketua II:
a). Membantu ketua dan ketua I dalm menjalankan tugas, b). Melaksanakan tugas lain yang diperintah atasan,
c). Mewakili ketua I apabila berhalangan dalam menjalankan tugas, d). Dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada ketua I.
4). Sekretaris:
a). Melaksanakan tata administrasi,
b). Menyediakan bahan untuk pelaksanaan kegiatan BAZ serta mempersiapkan bahan laporan,
c). Melaksanakan tugas lain yang diperintah atasan,
d). Dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada ketua.
5). Sekretaris I:
a). Melaksanakan kegiatan ketatausahaan
b). Menyediakan fasilitas untuk kelancaran pelaksanaan program dan kegiatan,
c). Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan,
d). Dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada sekretaris.
56 6). Sekretaris II:
a). Membantu tugas sekretaris dan sekretaris I b). Menyiapkan bahan laporan,
c). Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan,
d). Dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada sekretaris I.
7). Bendahara:
a). Mengolah seluruh aset uang zakat,
b). Melaksanakan pembukuan dan keuangan,
c). Menerima tanda bukti penerimaan setoran Pengumpulan hasil zakat dari bidang Pengumpulan,
d). Menerima tanda bukti penerimaan setoran Pengumpulan hasil zakat dari bidang Pendayagunaan zakat dan lainnya dari bidang Pendayagunaan, e). Menerima tanda bukti penerimaan Penyaluran atau Pendayagunaan
dana produktif dari bidang Pendistribusian,
f). Menyusun dan menyampaikan laporan berkala atas penerimaan dan Penyaluran dana zakat,
g). Mempertanggungjawabkan dana zakat dan dana lainnya.
8). Kepala Seksi Pengumpulan:
a). Melakukan pendataan muzakki, harta zakat dan lainnya, b). Melakukan usaha penggalian zakat dan dana lainnya,
c). Melakukan Pengumpulan zakat dan lainnya, dan menyetorkan hasilnya ke bank yang ditunjuk serta menyampaikan tanda bukti penerimaan pada bendahara,
57
d). Mencatat dan membukukan hasil Pengumpulan zakat dan lainnya, e). Mengkoordinasikan kegiatan Pengumpulan zakat dan lainnya.
9). Kepala Seksi Pendistribusian:
a). Menerima dan menyeleksi permohonan calon mustahiq,
b). Mencataat mustahiq yang memenuhi syarat menurut kelompoknya masing-masing,
c). Menyiapkan rancangan keputusan tentang mustahiq yang menerima zakat dan lainnya,
d). Melaksanakan penyaluran dana zakat dan lainnya sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan,
e). Mencatat penyaluran dana zakat dan lainnya, dan menyerahkan tanda bukti penerimaan pada bendahara,
f). Menyiapkan bahan laporan penyaluran dana zakat dan lainnya, g). Mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada ketua.
10). Kepala Seksi Pendayagunaan:
a). Melakukan pendataan mustahiq, harta zakat dan lainnya,
b). Melakukan pendistribusian zakat dan lainnya sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan,
c). Mencatat Pendistribusian zakat dan lainnya serta menyerahkan tanda bukti penerimaan kepada bendahara,
d). Menerima dan mencatat permohonan pemanfatan dana zakat dan lainnya untuk usaha produktif,
e). Meneliti dan menyeleksi calon penerima dan produktif,
58
f). Menyalurkan dana produktif kepada mustahiq,
g). Mencatat dana produktif yang telah didayagunakan dan menyerahkan tanda bukti penerimaan kepada bendahara,
h). Menyiapkan bahan laporan penyaluran dana zakat dan lainnya untuk usaha produktif,
i). Mempertangungjawabkan hasil kerjanya kepada ketua.
11). Kepala Seksi Pengembangan:
a). Menyusun rencana Pengumpulan, Pendayagunaan dan Pembinaan dana zakat dan lainnya,
b). Melakukan penelitian dan pengembangan masalah-masalah sosial dan keagamaan dalm rangka pengembangan zakat,
c). Menerima dan memberi pertimbangan, usul dan saran mengenai Pendayagunaan zakat untuk pengembangan sosial,
d). Mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada ketua.