IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum PT Indosiar Visual Mandiri
PT IVM yang lebih dikenal dengan sebutan Indosiar, merupakan anak perusahaan dari PT Indosiar Karya Media (PT IDKM). Awalnya perusahaan ini berdiri dengan nama PT Indovisual Citra Persada (PT ICP) pada tahun 1991 yang bergerak di bidang jasa penyiaran televisi. Perusahaan ini kemudian menjadi salah satu televisi swasta nasional kelima di Indonesia, yang mulai beroperasi dengan menayangkan siaran perdana pada tanggal 11 Januari 1995. Indosiar menjadi stasiun televisi pertama yang mencatatkan sahamnya di Indonesia pada tahun 2001. PT ICP kemudian berganti nama menjadi PT IDKM di tahun 2003 setelah melalui restrukturisasi pada perusahaan tersebut. Pada tahun 2004 PT IDKM terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham IDKM, sedangkan untuk PT IVM yang merupakan anak perusahaan PT IDKM menjadi perusahaan tertutup pada tahun tersebut.
Indosiar memiliki visi yaitu menjadi stasiun televisi terkemuka dengan tayangan berkualitas yang bersumber pada in-house production, kreativitas dan SDM yang handal. Sedangkan misi perusahaan adalah berorientasi maju dengan terobosan baru (futuristic), menjadi trendsetter
dengan ide orisinil (innovative), mengutamakan kepuasan stakeholders (satisfactory) dan peduli terhadap lingkungan sekitar (humanity). Perusahaan selalu berusaha melakukan terobosan dan inovasi baru yang mengutamakan kepentingan stakeholders dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar sesuai dengan misi perusahaan. Hal ini dilakukan agar perusahaan mampu bersaing diantara stasiun televisi lainnya, sehingga perusahaan mampu bertahan sebagai salah satu stasiun televisi swasta nasional di Indonesia.
Perkembangan Indosiar saat ini sudah semakin pesat dibandingkan dengan awal berdirinya. Hal ini dibuktikan dengan jangkauan siaran yang sudah dapat diakses mencapai 80% dari total penduduk Indonesia melalui 34 stasiun pemancar di Indonesia pada tahun 2005. Saat ini Indosiar telah membangun stasiun pemancar baru di Jakarta dengan tinggi kurang lebih 400 m untuk meningkatkan mutu penerimaan siaran di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang mulai mengalami gangguan, karena pembangunan gedung- gedung tinggi dalam lima (5) tahun terakhir.
Perkembangan Indosiar juga dilihat dari jumlah jam tayang untuk program produksi sendiri. Pada tahun 2002, tercatat peningkatan jam tayang untuk program produksi sendiri yaitu 4.023 jam, dibandingkan pada tahun 2001 yang hanya 3.819 jam dan tahun 2000 sebanyak 3.846 jam. Selain itu, program siaran langsung juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yaitu pada tahun 2000 tercatat 1.520 jam, tahun 2001 mengalami peningkatan menjadi 1.814 jam dan meningkat lagi di tahun 2002 mencapai 1.910 jam.
Misi perusahaan yang selalu menghasilkan terobosan baru dengan ide orisinil yang mampu memenuhi kepentingan stakeholders dengan tetap peduli terhadap lingkungan sekitar selalu dijadikan landasan dalam setiap kegiatan perusahaan. Berbagai terobosan baru dengan ide orisinil telah dihasilkan Indosiar, diantaranya strategi penayangan program pada hari berurutan (strip in), penulisan lirik lagu (subtitle) untuk karaoke pemirsa di rumah, pembuatan program sekaligus media promosi (promotainment), jajak pendapat jarak jauh (telepolling), sponsor produk dalam sebuah program (built in sponsorship) dan penggalangan dana bantuan yang terintegrasi antara telepon, ATM dan program televisi (telethon) yang mendapat respon baik dari masyarakat.
Indosiar juga memperhatikan kepentingan para pemegang saham dan investor, selain masyarakat yang menjadi fokus utama perusahaan. Pada akhir tahun 2004, perusahaan melakukan aksi korporasi restrukturisasi yang memungkinkan pemegang saham memiliki saham baru di perusahaan induk yaitu PT IDKM. Hal ini akan memberikan peluang lebih besar dalam melakukan diversifikasi usaha. Konsistensi upaya yang dilakukan oleh Indosiar dalam memperhatikan kepentingan pemegang sahamnya selama 5 (lima) tahun berturut-turut membuat Indosiar mendapatkan penghargaan “The Value Creator Award” dari majalah SWA Sembada dan masuk daftar peringkat “Obligasi Korporasi Terbaik 2005” versi majalah Investor di akhir tahun 2005.
Pada tahun 2009, Indosiar melakukan investasi pada 22 anak perusahaan dengan implementasi sistem stasiun jaringan yang dilakukan secara bertahap. Saat ini Indosiar telah melakukan berbagai pembangunan sarana prasarana untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan diantaranya pembangunan sebuah studio baru seluas 4.700 m2 di atas tanah seluas 13.500 m2, kapasitas 800 tempat duduk, stage seluas 24x24 m, 2 (dua) function room berkapasitas 20-30 orang, 2 (dua) ruangan VIP dengan fasilitas lengkap, sistem kamera high definition, digital Audio Mixer
kapasitas besar, gedung Art Workshop dan gedung pendukung acara (ruang makeup, wardrobe serta ruang tunggu artis). Studio ini telah menjadi studio siaran televisi terbesar yang ada di Indosiar, bahkan di Indonesia.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh lembaga survey industri pertelevisian yaitu Nielsen Audience Measurement Indonesia, Indosiar menempati posisi kelima pada industri televisi swasta nasional untuk kategori TV Share, All Markets and All Hours periode Januari – September 2010. Urutan stasiun televisi berdasarkan survei tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Peringkat stasiun Televisi Swasta Nasional berdasarkan TV share, all markets and all hours
No Nama Stasiun Televisi Persentase TV Share, All Markets and All Hours (%)
1 RCTI 16,1 2 SCTV 14,8 3 Trans TV 13,6 4 TPI (MNC) 11,2 5 Indosiar 10,1 6 Trans7 10,1 7 ANTV 8,9 8 GTV 7,7 9 Lain-lain 7,5
Sumber : Nielsen Audience Measurement Indonesia, www.agbnielsen.com, 2010
4.1.2 Struktur Organisasi PT IVM
Organisasi merupakan suatu sistem yang didalamnya terdapat keterkaitan yang harus berjalan secara terpadu, serta merupakan alat dari manajemen dalam mengukur berbagai aktivitas dan tugas dalam suatu perusahaan. Menurut Manullang (1991), organisasi dalam arti bagan atau struktur adalah gambaran secara skematis tentang hubungan kerjasama orang- orang yang terdapat dalam suatu badan dalam rangka usaha mencapai sesuatu tujuan.
Perusahaan yang merupakan salah satu bentuk organisasi pasti memiliki struktur organisasi. Struktur organisasi akan memudahkan perusahaan dalam pengelolaan SDM agar tercipta efisiensi dan efektivitas dari tiap karyawan, serta unit kerja melalui program kerja dan kegiatan operasional yang terperinci serta jelas agar dapat sukses dalam mencapai tujuan perusahaan atau organisasi. Struktur organisasi PT IVM dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 4. Struktur organisasi PT IVM
4.1.3 Program CSR PT IVM
Salah satu misi PT IVM adalah peduli terhadap lingkungan sekitar (humanity). Hal ini diwujudkan perusahaan diantaranya melalui 2 (dua) program CSR Indosiar yaitu Peduli Kasih dan Kita Peduli. Peduli Kasih merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dengan memberikan biaya pengobatan gratis terhadap beberapa penyakit yang diadakan secara terus menerus. Program ini dilakukan secara simultan.
Dewan Komisaris (Board of Commissioners) Komite Audit (Audit Committee) Direktur Utama (President Director) Corporate Secretary Internal Audit Direksi Directors Humas CSR Peduli Kasih Kita Peduli
Hal ini berbeda dengan program Kita Peduli yang bersifat insidentil, yaitu ketika terjadinya bencana alam. Program Kita Peduli bertujuan untuk meringankan beban korban bencana alam yang ada di Indonesia diantaranya dengan pemberian bantuan alat-alat berat, bantuan makanan, air bersih, pakaian dan obat-obatan untuk korban bencana alam, serta pembangunan sarana-prasarana umum (tempat ibadah, sekolah atau tempat pelayanan kesehatan).