Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Di Provinsi Jawa Barat 2012-2017
Indikator Tahun
2012 2013 2014 2015 2016 2017
IPG 63,68 88,21 88,35 89,11 89,56 89,18
IDG 68,62 67,57 68,87 69,02 69,02 70,04
Sumber: Pembangunan Manusia Berbasis Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2013, 2015 dan 2016, dan *) LKPJ Provinsi Jawa Barat Tahun 2016-2017
Indeks Pembangunan Gender selama periode 2012 sampai 2017 menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, terakhir berada pada posisi 89,18 di tahun 2017. Indeks Pemberdayaan Gender selama tahun 2012 sampai 2016, kecenderungan menunjukkan peningkatan dengan nilai 68,62 di tahun 2012 menjadi 70,04 di tahun 2017.
2.2.19. Keluarga Pra Sejahtera
Keberhasilan program Keluarga Berencana tidak terlepas dari upaya yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat dan lembaga atau organisasi masyarakat lainnya yang secara bersama-sama mensukseskan program dimaksud yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sesuai dengan tahapan atau tingkatan kesejahteraan keluarga, maka setiap keluarga dapat dikelompokan kepada 5 (lima) tahapan keluarga yaitu: Keluaraga Pra Sejahtera, Keluarga Sejahtera Tahap I, Keluarga Sejahtera Tahap II, Keluarga Sejahtera Tahap III, dan Keluarga Sejahtera Tahap III plus. Jumlah Keluarga Pra Sejahtera, Sejahtera I dan II di Jawa Barat Tahun 2012-2016 disajikan pada tabel berikut.
Tabel 2.32
Jumlah Keluarga Pra Sejahtera I, II, III III Plus di Provinsi Jawa Barat Tahun 2012-2017
Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Keluarga Pra Sejahtera 2.526.361 2.577.327 2.390.125 2.390.125 1.083.117 1.114.337 Keluarga Sejahtera I 3.396.010 3.656.177 3.570.220 3.570.220 7.140.709 6.442.293 Keluarga Sejahtera
II, III, II Plus 6.353.120 6.164.324 6.443.833 6.443.833 3.546.196 4.957.539
Sumber: Provinsi Jawa Barat Dalam Angka Tahun 2013-2017 dan LPPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2016
BAB II – GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-43 Keluarga Pra Sejahtera semakin menurun yaitu 1.114.337 pada tahun 2017, dibandingkan dengan tahun 2015 yang berjumlah 2.390.125. Di sisi lain, jumlah Keluarga Sejahtera I tahun 2017 sebanyak 6.442.293. Angka ini meningkat drastis bila dibandingkan tahun 2015 yang berjumlah 3.570.220. Adapun jumlah Keluarga Sejahtera II di tahun 2017 berjumlah 4.957.539, angka ini menurun drastis dari tahun 2015 yang berjumlah 6.443.833. Kondisi ini menunjukkan Keluarga Sejahtera II mengalami penurunan menjadi Keluarga Sejahtera I.
2.2.20. Indeks Kepuasan Layanan Masyarakat
Indeks Kepuasan Layanan Masyarakat yang beberapa tahun terakhir diganti menjadi Survey Kepuasan Masyarakat oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi adalah pengukuran secara komprehensif kegiatan tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari penyelenggara pelayanan publik. Indeks Kepuasan Layanan Masyarakat terhadap pelayanan publik di Provinsi Jawa Barat disajikan pada tabel di bawah.
Tabel 2.33
Indeks Kepuasan Layanan Masyarakat di Provinsi Jawa Barat Tahun 2012-2017
INDIKATOR
Tahun
2012 2013 2014 2015 2016 2017
Indeks Kepuasan Layanan Masyarakat n.a 75 75 75 80,25 87,5
Sumber: LKPJ Provinsi Jawa Barat Tahun Tahun 2016-2017
Keterangan : menggunakan skala 1- 100 sesuai dengan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa Indeks Kepuasan Layanan Masyarakat pada Tahun 2013 sampai dengan 2015 sebesar 75 dan mengalami peningkatan pada tahun-tahun berikutnya, terakhir mencapai 87 pada tahun 2017. Ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap publik yang dilakukan oleh pemerintah daerah semakin meningkat.
BAB II – GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-44 2.2.21. Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah setiap tahun menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dan selanjutnya akan diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hasil opini BPK atas pengelolaan keuangan di Provinsi Jawa Barat pada kurun waktu 2012-2017 dapat dilihat di tabel berikut ini.
Tabel 2.34
Opini BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2012-2017
Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Opini BPK WTP WTP WTP WTP WTP WTP
Sumber: Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat 2012-2016
Hasil opini BPK atas pengelolaan keuangan di Provinsi Jawa Barat pada kurun waktu 2012-2017 menunjukkan prestasi yang baik yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
2.2.22. Pencapaian Skor Pola Pangan Harapan
Indikator kualitas konsumsi pangan ditunjukkan oleh skor Pola Pangan Harapan (PPH) yang dipengaruhi oleh keragaman dan keseimbangan konsumsi antar kelompok pangan. PPH biasanya digunakan untuk perencanaan konsumsi, kebutuhan dan penyediaan pangan yang ideal di suatu wilayah.
Tabel 2.35
Skor PPH Kemandirian Pangan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2012-2017
Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
Skor PPH 74,90 74 78,3 81 84,30
Sumber: LKPJ Provinsi Jawa Barat Tahun 2016-2017
Data menunjukkan, skor PPH Jawa Barat tahun 2013 sebesar 74,90, menurun menjadi 74 di tahun 2014. Namun pada tahun-tahun berikutnya meningkat sehingga mencapai 84,30 di tahun 2017. Skor PPH ini menunjukkan tingkat keragaman konsumsi pangan di Jawa Barat.
BAB II – GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-45 2.2.23. Kontribusi Sektor Pertanian Terhadap PDRB
Indikator yang digunakan untuk mengetahui urusan pilihan bidang pertanian salah satunya dengan melihat Kontribusi sektor pertanian dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB adalah total nilai produksi barang dan jasa yang diproduksi dalam wilayah tertentu dan dalam waktu tertentu (satu tahun). Dalam hal ini yang termasuk dengan sektor pertanian adalah tanaman pangan, palawija, kehutanan dan perkebunan.
Kontribusi Pertanian terhadap PDRB di Provinsi Jawa Barat mencakup sub sector Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian; Subsektor Kehutanan dan Penebangan Kayu; dan Subsektor Perikanan. Pada kurun waktu 2012 sampai dengan 2017, kontribusi sector ini mengalami fluktuasi. Pada Tahun 2012 persentase kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB sebesar 7,98 persen dan pada tahun 2013 meningkat menjadi 8,09 persen. Namun pada tahun 2014 dan 2015 menurun masing-masing sebesar 8,72 persen 8,69 persen. Walau sempat meningkat di tahun 2016 meningkat menjadi 8,90 persen, kontribusi sektor pertanian kembali turun pada tahun 2017 menjadi 8,60 persen.
Tabel 2.36
Kontribusi Sektor Pertanian Terhadap PDRB di Provinsi Jawa Barat Tahun 2012-2017
Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Kontribusi sektor
pertanian terhadap PDRB (%)
7,98 9,06 8,72 8,69 8,90 8,60 Sumber: PDRB Provinsi Jawa Barat Menurut Lapangan Usaha 2012-2017
2.2.24. Kontribusi Pariwisata terhadap PDRB
Kontribusi Pariwisata terhadap PDRB Tahun 2014 sebesar 2,43 persen, di tahun 2015 tetap pada 2,43 persen, sedangkan di tahun 2016 naik menjadi 2,55 persen, dan di tahun 2017 menjadi sebsar 2,71 persen. Kontribusi Pariwisata terhadap PDRB di Provinsi Jawa Barat disajikan pada tabel di bawah ini.
BAB II – GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH II-46