• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran umum Narasumber

Berikut dipaparkan mengenai silsilah keluarga dari Ibu Septi dan Pak Dodik, dimana mereka memiliki tiga orang anak yang juga ikut dibahas dalam penelitian ini seperti yang dapat dilihat dari gambar 1 di bawah. Seperti dapat dilihat dari silsilah ini, Pak Dodik merupakan anak dari Bapak Sugiyanto yang merupakan anggota TNI dan Ibu Sri Sumari yang merupakan Ibu rumah tangga. Ibu Septi merupakan anak dari Pak Salim Riyanto yang juga merupakan anggota TNI dan Ibu Musriyati yang bekerja di Departemen Agama Salatiga. Mereka menikah pada tahun 1995 yang kemudian dikaruniakan tiga orang anak yaitu Enes, Ara, dan Elan.

27

Gambar 1: Silsilah Keluarga Dodik-Septi

Sumber: Wawancara dengan Ibu Septi, 11 April 2016

Mengenai profil dari masing-masing keluarga Ibu Septi dipaparkan secara lebih rinci dalam bagian berikut:

1.Ibu Septi Peni Wulandari

Ibu Septi Peni Wulandari merupakan seorang ibu rumah tangga yang sekarang berusia 42 tahun. Beliau lahir dari ayah seorang tentara dan ibu seorang pegawai. Meskipun beliau adalah seorang sarjana dari Universitas Diponegoro, beliau memutuskan untuk tetap menjadi seorang ibu rumah tangga dikarenakan perjanjian awalnya dengan sang suami yaitu setelah menikah nanti anak-anak mereka kelak harus diurus ibunya, oleh karena itu beliau memutuskan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Namun beliau bukanlah seperti kebanyakan

Bapak Sugiyanto [♂] (DENPAL

TNI, Salatiga)

Ibu Sri Sumari [♀] (Ibu Rumah Tangga) Pak Dodik Mariyanto 48 tahun [♂] (Pengusaha, Trainer) Salim Riyanto (†) [♂] (KOREM TNI, Salatiga) Musriyati [♀] (Departemen Agama, Salatiga)

Ibu Septi Peni Wulandari 42 tahun [♀] (Pengusaha, Ibu Rumah

Tangga, Pembicara) Enes Kusuma 19 tahun [♀] (Pengusaha) Ara Kusuma 18 tahun [♀] (Pengusaha) Elan J M 12 tahun [♂] (Pengusaha, Inventor)

28

ibu rumah tangga yang ada di benak banyak orang yaitu hanya sebagai seorang istri yang tinggal di rumah mengurus rumah dan anak saja. Beliau memiliki visi yaitu menjadikan ibu rumah tangga sebagai pekerjaan bergengsi yang tidak kalah dengan pekerjaan-pekerjaan umum lainnya dan akan diminati oleh ibu-ibu kelak.

Selain sebagai ibu rumah tangga yang mendidik secara khusus anak-anaknya di rumah, beliau juga memiliki usaha utama yaitu PT. Jarimatika yang sudah berdiri sejak tahun 2003 hingga sekarang, beliau juga memiliki usaha lain yaitu Yayasan Lebah Putih School of Life yang berdiri sejak tahun 2009, dan Komunitas Ibu Profesional dimana beliau menjadi pendiri pada tahun 2011 sekaligus menjadi ketuanya hingga sekarang. Selain dari ketiga usaha ini beliau juga memiliki usaha

Profil Singkat

Nama: Septi Peni Wulandari Jenis Kelamin: Wanita Usia: 42 Tahun

Pendidikan Terakhir: Sarjana S1 jurusan Kesehatan Masyarakat dari Universitas Diponegoro Semarang pada tahun 1995 Pekerjaan Sekarang: Ibu rumah tangga, motivator /pembicara,dan pengusaha Riwayat usaha dan pekerjaan yang sedang dijalankan atau pernah dilakukan:

1. PNS di Rumah Sakit Karyadi Semarang sebagai Ahli Gizi (Hanya magang selama 3 bulan pada tahun 1995)

2. PT Jarimatika (2006-Sekarang) 3. Yayasan Lebah Putih (2009-Sekarang)

4. Ibu Profesional (Sebagai pendiri sekaligus ketua komunitas pada tahun 2011-Sekarang)

5. Harimau Kecil (2015-Sekarang) 6. Abaca-baca (2015-Sekarang) 7. Jari Quran (2015-Sekarang)

Gambar 2: Foto Ibu Septi Peni Wulandari

29

lain yang merupakan cabang dari tiga usaha utama ini. Beliau juga sudah tercatat sebagai pelaku wirausaha sosial serta berperan aktif karena penghargaan yang didapat yaitu salah satunya Pemenang Danamon Award pada tahun 2006 sebagai “Individu Pemberdaya Masyarakat” dan juga beliau menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia (AKSI).

2. Pak Dodik Mariyanto

Pak Dodik yang saat ini berusia 48 tahun merupakan lulusan jurusan di Teknik Fisika dari ITB. Ada hal yang unik dari beliau yaitu sejak awal masuk kuliah, beliau sudah berjanji tidak akan mengambil ijazahnya ketika lulus. Beliau hanya

Profil Singkat

Nama: Dodik Mariyanto Jenis Kelamin: Pria Usia: 48

Pendidikan Terakhir: Sarjana S1 jurusan Teknik Fisika dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1993. Pekerjaan Sekarang: Trainer, Pengusaha Riwayat usaha dan pekerjaan yang sedang dijalankan atau pernah dilakukan:

1. Konsultan di sebuah perusahaan pemasangan pipa di Bandung milik Denmark (1993-1994)

2. HRD di Bank Tiara Jakarta (1994-1998)

3. Mambantu membuat Sistem Finance Perusahaan Honda Indonesia di WOM Finance pada tahun 2000

4. Training Development Synergy Creative (1998-2006) 5. PT Jarimatika (2006-Sekarang)

6. Yayasan Lebah Putih (2009-Sekarang) 7. Ibu Profesional (2011-Sekarang) 8. Harimau Kecil (2015-Sekarang) 9. Abaca-baca (2015-Sekarang) 10. Jari Quran (2015-Sekarang)

Gambar 3: Foto Pak Dodik Mariyanto

Sumber

30

mengutamakan dirinya bisa lulus dengan baik dengan adanya foto wisuda dan dapat membuat kedua orang tua beliau senang karena anaknya bisa lulus dari perguruan tinggi. Beliau merupakan lulusan SMA Negeri 1 Salatiga dan berprestasi sangat baik di sana. Oleh karena itu melalui jalur Penelusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK) beliau dapat diterima langsung untuk masuk ke jenjang perguruan tinggi tanpa melalui tes.

Meskipun beliau jurusan teknik, selama di ITB beliau belajar banyak hal mengenai pengembangan kualitas manusia. Hal ini dikarenakan beliau bergabung dengan organisasi dan macam-macam kegiatan kampus. Hal semacam ini diperlukan karena dari awal tekadnya adalah tidak melamar kerja. Beliau merasa fungsi dari kuliah adalah untuk meningkatkan kualitas diri, bukan untuk mendapatkan selembar kertas berupa ijazah.

Pak Dodik sempat membantu HRD di sebuah Bank di Jakarta (bukan bekerja tetap), lalu sempat juga membantu membuatkan sistem finance di Honda Jakarta. Tepatnya pada tahun 2003 Pak Dodik benar-benar merasa dirinya tidak sukses bila dalam keluarga hanya dia seorang saja yang sukses, karena kebanyakan memang terlihat bapak-bapak ketika sudah sukses hanya dirinya saja yang terlihat sukses. Anak dan istiri hanya sebagai „pelengkap penderitanya‟ saja. Beliau berpikir untuk resign dari Honda yang saat itu posisi beliau di sana adalah sebagai seseorang yang membuatkan sistem finance, sebagai trainer dan juga memimpin beberapa kegiatan lainnya di Honda Jakarta. Beliau memutuskan untuk kembali ke rumah melatih istri dan anaknya. Ibu Septi merupakan murid pertama Pak Dodik. Dari ilmu trainer, Pak Dodik melatih Ibu Septi bagaimana cara menyampaikan sesuatu dengan benar, lalu konsep-konsep berpikir.

Dalam keluarganya Pak Dodik membuat sebuah model untuk menyatakan bahwa di dalam sebuah keluarga setiap pribadi dapat menunjukkan jati diri anggotanya masing-masing. Penerapannya adalah Ibu Septi menjadi coach anak pertama. Sampai anak pertama naik dan membuat usaha dan terkenal di media. Lalu Ibu

31

Septi juga meng coach anak keduanya, dan yang terakhir anak ketiga di coach oleh kakak-kakaknya.

3. Enes Kusuma

Enes Kusuma merupakan putri dari Pak Dodik dan Ibu Septi. Sekarang sudah berusia 19 tahun. Enes sudah lahir ketika keluarga ini memulai hidup di Jakarta, sehingga dia juga ikut mengalami perjuangan keluarga ini memulai terjun ke dunia wirausaha. Pada saat itu keluarga ini berkumpul bersama dan mendiskusikan bahwa mereka akan mengalami kesusahan proses membangun usaha mereka bersama yaitu maksimal selama empat tahun.

Enes tetap percaya diri dan sabar terhadap tekanan yang ada di lingkungan sekitar ketika melihat teman lainnya bisa makan enak dan jalan-jalan. Dia terus

Profil Singkat Nama: Enes Kusuma Jenis Kelamin: Wanita Usia: 19 tahun

Pendidikan Terakhir: Sarjana S1 dari Kaplan University Singapura pada tahun 2015 Pekerjaan Sekarang: Pengusaha

Riwayat usaha dan pekerjaan yang sedang dijalankan atau pernah dilakukan:

1. Jualan alat tulis dan roti keliling pada usia 4 tahun

2. Project Mentoring SEMI (Save The Earth More Intensive) (2008-2011) 3. Menjual makanan khas Indonesia ke warga Negara Indonesia yang

berdomisili di Singapura (2011-2014)

4. Melakukan Part time Job seperti mencuci piring dan sebagai pelayan restoran di Singapura (2011-2014)

5. Young Change Maker (2009-Sekarang) 6. The Bright Bride (2014-Sekarang)

Gambar 4: Foto Enes Kusuma

32

menanamkan pada dirinya bahwa keluarga ini sedang membangun usaha bersama. Ada keinginan mimpi besarnya yaitu dalam empat tahun mereka akan menuai hasilnya. Maka Enes pun ikut membantu mencari uang mulai dari apa yang dia bisa seperti menjual alat tulis dan jualan roti.

Enes sudah mulai jualan roti keliling ke tetangga sejak usianya 4 tahun. Disitulah dia belajar banyak hal ketika rotinya laris terjual, dia merasa senang karena mendapat uang dari semula Rp. 4.000,- menjadi Rp.80.000,- dalam kurun waktu seminggu. Kemudian dia mulai berpikir kalau dia hanya menjual satu loyang dan berjualan sendiri tentunya dia akan capek. Dia berinovasi sendiri dengan cara memanggil teman-teman sekampungnya untuk memasarkan roti jualannya. Biasanya setiap rotinya laku satu, Enes memberikan upah ke temannya sebesar Rp. 100,-. Jadi pada saat itu dia hanya mempersiapkan roti di pagi hari lalu membagi rotinya ke teman-temannya, setelah itu tinggal duduk manis menunggu setoran di sore harinya. Dia merasa senang karena selain bisa kumpul dengan temannya setiap hari, teman-temannya pun ikut bahagia karena mendapatkan uang, dan dia pun mendapatkan uang juga dari setoran teman-temannya.

Enes dan adik-adiknya semuanya tidak bersekolah secara umum, tetapi hanya dididik di rumah secara informal oleh ibunya sendiri yaitu Ibu Septi. Pada usia 14 tahun, Enes diterima untuk berkuliah di Kaplan University Singapura. Selain berkuliah Enes juga melakukan beberapa pekerjaan part time, menyewakan apartemennya untuk turis yang berkunjung ke Singapura untuk menghidupi dirinya, dan menambah jejaring.

Saat ini Enes menjadi owner dari cabang sebuah perusahaan Muslim terkenal yang berada di kota Bandung. Posisi ini bisa diraih Enes melalui jejaring yang dikembangkannya selama berada di Singapura.

4. Ara Kusuma

Ara Kusuma yang saat ini berusia 18 tahun baru saja lulus dari Singapura tahun ini. Dia mengikuti jejak yang sama dengan kakaknya yaitu masuk Kaplan University Singapura. Ara merupakan anak yang kognitif minded, sehingga

33

membuatnya sangat biasa untuk membaca buku. Perbedaannya dengan Enes, Ara mendapatkan beasiswa uang kuliah dari Kaplan University selama berkuliah di Singapura. Beasiswa ini hanya untuk satu orang se Kaplan University Singapore. Penilaian untuk mendapatkan beasiswa ini adalah dilihat dari hasil belajar seluruh mahasiswa Kaplan University pada semester 1. Ternyata hasil belajar Ara merupakan yang terbaik se Kaplan University, sehingga dia mendapatkan beasiswa kuliah penuh.

Waktu Ara masih berusia 10 tahun, dia memiliki sebuah project. Masing-masing anak memang diberi project oleh Ibu Septi pada usia tersebut untuk mengerjakan bisnis apa saja yang mereka sukai. Ara sangat suka apa saja tentang Sapi seperti peternakan sapi, susu sapi, boneka sapi, dan mainan sapi. Jadi pada usia tersebut dia suka mendatangi pasar hewan sapi di Boyolali. Dia tertarik untuk belajar ke orang terhebat di Jawa Tengah yang punya dan mengerti tentang sapi sekaligus berpendidikan tinggi. Selanjutnya dia dan Ibu Septi mencari orang yang

Profil Singkat Nama: Ara Kusuma Jenis Kelamin: Wanita Usia: 18 tahun

Pendidikan Terakhir: Sarjana S1 dari Kaplan University Singapura pada tahun 2015 Pekerjaan Sekarang: Pengusaha

Riwayat usaha dan pekerjaan yang sedang dijalankan atau pernah dilakukan:

1. Moo‟s Project, Mengembangkan desa lewat peternakan sapi (2008-2012) 2. Tenaga berbagai macam surveyor selama berada di Singapura (2012-2015) 3. Young Change Maker (2008-Sekarang)

4. Owner dari URTraverlearner (2015-Sekarang)

Gambar 5: Foto Ara Kusuma

34

memenuhi kualifikasi tersebut. Mereka bertemu dengan Profesor Suharto lulusan UNS untuk dijadikan mentor bisnis Ara. Saat itu dia melihat ada 1500 sapi tetapi hanya dimiliki oleh seorang saja. Ara mulai punya ide bagaimana caranya membuat 1500 sapi tersebut dimiliki oleh orang satu desa. Ara pun melakukan KKN selama empat tahun di desa untuk mengembangkannya. Dia membuat Desa Incorporation dimana peternakan sapi tersebut dimiliki satu desa. Jadi empat tahun itu hanyalah untuk latihan rill menuju dunia bisnis. Lalu pada usia 14 tahun Ara berangkat ke Singapura menggunakan uang yang diperolehnya dari membangun Desa Incorporation. Dari desa yang awalnya hanya memiliki 3 sapi menjadi 40 sapi dan sebelum ditinggalkan oleh Ara, target 1500 sapi dimiliki oleh satu desa tercapai, bahkan melebihi target.

Selama berada di Singapura Ara juga melakukan beberapa kegiatan yang sama dengan kakaknya yaitu melakukan part time sebagai pelayan atau tukang cuci piring di restoran, selain itu Ara juga menjadi tenaga surveyor dari perusahan-perusahaan besar yang membutuhkan.

Setelah lulus, Ara tidak mau mengikuti pola kakaknya yang mengikuti perusahaan besar untuk berwirausaha. Dia langsung mendirikan usahanya sendiri yang dinamakan URTravellearner. Dalam URTravellearner kegiatan yang dilakukan adalah Ara menjadi hub atau penghubung bagi orang-orang di luar negeri yang ingin belajar di Indonesia, begitu juga dengan orang-orang Indonesia yang ingin belajar di luar negeri. Tema-tema yang diberikan bervariasi tergantung dari permintaan yang ingin menggunakan jasanya. Kantor UR Travel Learner saat ini berada satu rumah dengan rumah Ibu Septi.

4. Elan J. M

Elan, anak ketiga memiliki keputusan yang berbeda sendiri dengan kakak-kakaknya. Dia tidak sekolah dan tidak ingin kuliah sama sekali. Keputusannya sudah diambil dari usia TK yaitu pada saat dia berusia 4 atau 5 tahun. Sekarang pada usianya yang ke-12 tahun, dia sudah memiliki usaha yaitu School on Bamboo Bike (SoBike). Dia sudah pernah membuat program bagaimana

anak-35

anak ini bisa mendatangi para ahli dengan bersepeda, lalu membuat do it yourself workshop yaitu bagaimana merakit sepeda dari bambu, lalu dia juga menjual sepeda rakitannya tersebut. Program ini lah yang membuat dia diundang ke Jepang oleh Profesor Fumikazu Mazuda sebagai pembicara di International Conference on Analytics Driven Solutions untuk presentasi mengenai programnya Pada bulan Mei tahun 2015 yang lalu.

Awal mula membuat sepeda ini adalah karena dia memang sudah suka bersepeda sejak kecil. Sejak kecil dia sudah punya mentor bisnis yaitu pemilik Radio Magno yang berada di Temanggung. Pemilik Radio Magno ini kebetulan punya banyak bambu, dan beliau mulai berinovasi bagaimana mencoba membuat sepeda dari bambu. Tugas Elan adalah membuat komunitas dan aktivitas terkait sepeda bambu, mempresentasikannya, dan memasarkannya. Jadi yang menemukan sepeda bambu ini adalah Elan didampingi pemilik Radio Magno ini. Tempat rumah produksi atau workshop sepeda ini berada di Temanggung. Pasar penjualan sepeda ini baru di Jepang. Mereka sudah mengirim 10-15 unit Sepeda ke Jepang. Saat ini mereka sedang mengembangkan proyek baru yaitu terkait dengan sepeda juga yang mereka sebut Sepeda GI yang rencananya akan dipasarkan di Indonesia untuk

Profil Singkat Nama: Elan J M Jenis Kelamin: Pria Usia: 12 tahun

Pendidikan Terakhir: Tidak Sekolah Pekerjaan Sekarang: Pengusaha, Inventor

Riwayat usaha dan pekerjaan yang sedang dijalankan atau pernah dilakukan:

1. Project Mentoring Robo Cycle, membuat Robot dari sampah (2010-2015) 2. Penemu sepeda dari bambu yang disebut SoBike (2015-Sekarang)

36

kegiatan-kegiatan di berbagai kota di Indonesia. Mereka lagi memikirkan bagaimana nanti cara memasarkannya supaya tidak kalah dengan merk-merk luar yang sudah ada di Indonesia.

4.1.2 Narasumber Pendukung

Narasumber pendukung ini terdiri dari orang-orang yang terkait langsung dengan usaha utama Ibu Septi yaitu Jarimatika dan School of Life Lebah putih, serta komunitas yang Ibu Septi bentuk yaitu Ibu Profesional. Sebagaimana diuraikan pada bagian Metode Penelitian, penulis mengambil sampel masing-masing dua orang sebagai narasumber pendukung dari masing-masing usaha tersebut. Berikut merupakan rangkuman profil singkat masing-masing narasumber pendukung dari setiap usaha Ibu Septi.

Tabel 1: Profil Singkat Narasumber Pendukung

Jenis Usaha Profil Singkat

Jarimatika

1. Nama: Yunita Arianti Jenis Kelamin: Perempuan Umur: 33 Tahun Asal: Salatiga Pendidikan Terakhir:

S2 Magister Manajemen dari Universitas Kristen Satya Wacana

Bekerja di Jarimatika Sejak:

Tahun 2010

Jabatan: Manajer Umum 2. Nama: Ani Fitri

Jenis

Kelamin: Perempuan Umur: 30 Tahun Asal: Salatiga

37 Terakhir: Bekerja di Jarimatika Sejak: Tahun 2012

Jabatan: Admin (Pengurus surat menyurat Jarimatika, web Ibu Profesional, dan pengurus Jari Quran)

School Of Life Lebah

Putih

3. Nama: Dewi Agustina Jenis

Kelamin: Perempuan Umur: 29 Tahun

Asal: Suruh, Kabupaten Semarang Pendidikan

Terakhir:

S1 Bahasa Inggris dari Institut Agama Islam Negeri Salatiga

Bekerja di

SOL Sejak: Tahun 2010 Jabatan: Kepala Sekolah 4. Nama: Titi Sri Maryati

Jenis

Kelamin: Perempuan Umur: 40 Tahun Asal: Salatiga Pendidikan

Terakhir: S1 Ekonomi dari Universitas Stikubank Semarang Bekerja di

SOL Sejak: Tahun 2012 Jabatan: Bendahara

5. Nama: Retno Dewi Widyastuti Jenis Kelamin: Perempuan Umur: 40 Tahun Asal: Salatiga Pendidikan Terakhir:

S1 Sastra Inggris dari Universitas Diponegoro Semarang

38 Komunitas

Ibu Profesional

Pekerjaan: Marketing di AIA Finansial Semarang Member Ibu

Profesional Sejak:

Tahun 2009

Sebagai: Koordinator Nasional (Sejak 2014) 6. Nama: Tri Wuriyandari

Jenis Kelamin: Perempuan Umur: 34 Tahun Asal: Bandung Pendidikan Terakhir:

S1 Bahasa Inggris Dari Universitas Negeri Yogyakarta

Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga Member Ibu

Profesional Sejak:

Tahun 2012-2013

(Vaccum 2 tahun), Bergabung Kembali Tahun 2015

Sebagai: Koordinator Wilayah Salatiga (Sejak 2015) Sumber: Data primer, April 2016

4.2 Faktor-faktor yang Mendorong Ibu Septi Untuk Menjadi Wirausaha