BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
a. Letak Geografis dan Demografis Desa
Desa Mangalle merupakan salah satu Desa dari 15 desa yang berada di Kecamatan Mappedeceng dengan luas wilayah 6.21 km2, dengan jarak desa dengan Ibukota Kecamatan adalah 12 km dengan waktu tempuh adalah 15 menit sedangkan jarak desa dengan Ibukota Kabupaten adalah 46 km dengan waktu tempuh adalah 55 menit.
Kondisi wilayah Desa Mangalle berada di daerah yang tergolong pesisir dengan ketinggian rata-rata diatas 15 meter dari permukaan laut, dengan batas-batas desa sebagai berikut:
1) Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sumber Wangi 2) Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Cendana Putih 3) Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Mekar Jaya 4) Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sumber Harun
Adapun secara administrasi Desa Mangalle terdiri dari 3 (Tiga) dusun yaitu Dusun Mangalle, Dusun Tangnga, Dusun Sumber Jadi.
Keadaan iklim di Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara terdiri dari musim hujan, kemarau, dan musim pancaroba.
Dimana musim hujan biasanya terjadi antara Bulan Januari s/d April, musim kemarau antara bulan Juli s/d November, sedangkan musim pancaroba antara bulan Mei s/d Juni. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa secara geografis Desa Manggalle tergolong daerah yang subur sehingga sangat mendukung bagi para petani dalam melakukan usahatani.
b. Luas Wilayah
Pada bagian ini peneliti akan mendeskripsikan luas wilayah yang dimiliki Desa Mangalle, Kecamatan Mangalle, Kabupaten Luwu Utara beserta dengan penggunaan lahan terebut. adapun data tersebut dapat dilihat pada berikut dibawah ini:
Tabel 4.1
Luas wilayah Menurut Penggunaan Desa Mangalle, Kecamatan Mangalle, Kabupaten Luwu Utara
Jenis Tanah Luas
Luas Tanah Sawah 78,00 Ha
Luas Tanah Kering 91,00 Ha
Luas Tanah Basah .143,00 Ha
Luas Tanah Perkebunan 162,00 Ha
Luas Fasilitas Umum 8,80 Ha
Luas Tanah Hutan 930,00 Ha
Total luas 3,412,80 Ha
Sumber Data: Arsip Desa Mangalle
Berdasarkan tabel 2 diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan lahan yang terluas di Desa Mangalle adalah yaitu lahan tanah perkebunan sebesar 162,00 Ha dari luas lahan keseluruhan sedangkan penggunaan lahan yang tersempit adalah fasilitas umum yaitu sebesar 122 Ha. Penggunaan lahan untuk tanah kering seluas 91,00 Ha, luas tanah sawah yaitu 78,00 Ha, dan luas tanah basah yaitu 143, 00 Ha. Selain itu, juga dapat dilihat bahwa keseleruhan luas
wilayah Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara yaitu 3,412,80 Ha.
c. Keadaan Penduduk
Jumlah penduduk terbanyak dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2020 berada di Dusun Mangalle, sedangkan Dusun yang berpenduduk rendah terdapat di Dusun Tondok Tangnga. Lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 4.2
Jumlah penduduk Desa Magalle berdasarkan Dusun
No Nama Dusun Jumlah Jiwa Kepala
Keluarga
L P Total
1 Dusun Mangalle 280 294 574 162
2 Dusun Tondok
Tangnga 205 200 405 104
3 Dusun Sumber
Jadi 107 102 209 53
Jumlah 592 596 1188 319
Sumber Data: Arsip Desa Waelawi
Berdasarkan tabel diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Desa Mangalle memiliki jumlah penduduk 1.188 jiwa yang terdiri dari 592 jiwa laki-laki dan 596 jiwa perempuan. Dusun Mangalle memiliki jumlah penduduk terbanyak yakni 574 jiwa dan Tondok Tangnga memiliki jumlah jiwa terendah yakni 209 jiwa, sementara Dusun Sumber Jadi memiliki 679 Jiwa yang terdiri atas Berdasarkan data tersebut maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa setiap dusun di Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara memiliki variasi
jumlah penduduk yang berbeda namun jumlah penduduk terpadat berada Dusun Mangalle.
Selain keadaan penduduk ditinjau dari setiap dusun, peneliti juga menyajikan data terkait jumlah penduduk pergolongan umur di Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara.
Adapun data tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.3
Jumlah Penduduk Pergolongan Umur di Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Pada Tahun 2020 No Golongan Umur Jenis Kelamin
Jumlah
Sumber Data: Arsip Desa Waelawi
Tabel 4 diatas menggambarkan bahwa jumlah penduduk di Desa Waelawi paling tinggi pada golongan umur 26 s/d 40 tahun yaitu sebesar 264 jiwa dan terendah pada golongan umur 6 bulan kebawah sebesar 27 jiwa. Selain data tentang keadaan penduduk berdasarkan umur, peneliti juga menyajikan terkait keadaan penduduk berdasarkan pendidikan.
Setelah menyajikan data terkait dengan keadaan penduduk ditinjau berdasarkan dusun dan umur, peneliti juga menyajikan data terkait tingkat pendidikan di Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara Tahun 2020. Adapun data terkait dengan distribusi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.4
Tingkat Pendidikan di Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara Tahun 2020.
No Tingkat
Sumber Data: Arsip Desa Mangalle
Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat tingkat pendidikan masyarakat Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara mulai dari tingkat pendidikan Tamat SD berjumlah 142 orang, Tamat SMP 41 orang, Tamat SMA 24 orang, D1 17 orang, D2 1 orang, D3 1 orang, dan S1 30 orang. Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Desa Waelawi didominasi oleh masyarakat yang hanya memiliki tingkat pendidikan Tamat SD/ sederajat.
2. Gambaran Umun BumDes Mangalle
a. Profil Bumdes MangalleDalam rangka meningkatkan kemampuan keuangan pemerintah Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan pemdapatan masyarakat melalui kegiatan ekonomi masyarakat, Pemerintah Desa Mangalle telah membuat peraturan Desa No 4 Tahun 2015 Tentang Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BumDes) tugas dan tanggung jawab badan pengurus dan pengelola melaksanakan kegiatan usaha dan unit – unit kegiatan usaha Badan Usaha Milik Desa dan melaporkan kemajuan kepada badan pengawas/komisaris dan pemerintah Desa Mangalle. Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Mangalle dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PAD) Desa mangalle dalam penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan masyarakat.
Badan Usaha Milik Desa Mangalle ini didirikan dengan maksud pemerintah Desa Mangalle memiliki keinginan membuat sebuah organisasi ekonomi yang diharapkan mampu mengelola segala potensi yang dimiliki Desa Mangalle. Organisasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana dalam memberdayakan masyarakat setempat karena pemberdayaan masyarakat sangat penting untuk dilakukan agar masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan keahliannya. Dengan demikian masyarakat dapat meningkatkan produktivitas dan hasil yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
b. Visi dan Misi BumDes Mangalle
1) Visi BumDes Mangalle
Visi BumDes Mangalle adalah terwujudnya Desa Mangalle sebagai Desa mandiri, sejahtera dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong.
2) Misi BumDes Mangalle
a) Menjadi pusat fasilitasi kegiatan perekenomian warga.
b) Menggali potensi desa untuk didayagunakan sebesar – besarnya bagi kemanfaatan masyarakat Desa.
c) Meningkatkan pendapatan asli Desa.
c. Sumber Modal Usaha BumDes Mangalle
Sejak terbentuknya hingga saat ini sumber modal usaha BumDes Mangalle berasal dari:
1) Penyertaan modal desa yang berasal dari APBDes dan merupaka kekayaan Desa yang dipisahkan.
2) Bantuan pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah Kabupaten/Kota yang disalurkan melalui APBDes yang dapat berupa dan tugas pembantuan.
3) Hasil usaha
d. Jenis Usaha BumDes Mangalle 1) Toko Saprodi
Salah jenis Usaha yang dikelola oleh BumDes Mangalle yaitu Toko Saprodi. Di toko ini, tersedia berbagai macam jenis sarana produksi pertanian yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti pupuk, obat – obatan, bibit pertanian dan lain – lain. Unit usaha ini merupakan usaha yang diirikan oleh BumDes Manggalle sejak
dibentuknya. Saat ini usaha Toko Saprodi BumDes Manggalle berkembang pesat dan menjadi pusat penyedia sarana produksi bagi petani yang berada di Desa Mangalle, hingga ke beberapa Desa Tetangga.
2) Pom Mini Bumdes
Selain mengelola unit usaha berupa Toko Saprodi, BUMDes Mangalle juga mendirikan Pom Mini BUMDes. Kehadiran Pom Mini BBM oleh BUMDes Mangalle sangat bermanfaat bagi masyarakan di sekitar pedesaan, jauhnya SPBU membuat masyarakat sulit untuk mendapatkan BBM secara eceran dan setelah adanya Pom Mini milik BUMDes Mangalle bahan bakar eceran dapat tersalurkan dengan mudah ke masyarakat pengguna kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat.
e. Kepengurusan BumDes Mangalle
Kepengurusan BumDes Mangalle selama masa jabatan 3 tahun.
Berikut dibawah ini susunan pengurus BumDes Mangalle:
1) Penasehat/Komisaris : Askar
2) Pengawas : Hermansyah
3) Pelaksana Operasional
a) Manajer : Hasan
b) Sekretaris : Endang
c) Bendahara : Santi. M d) Ka Saprodi : Mujiarto e) Ka Pom Mini : Alimuddin
Gambar 4.1
Struktur Organisasi BumDes Mangalle
B. Hasil Penelitian
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengelolaan modal usaha terhadap kinerja keuangan BUMDes Mangalle, Kecamatan Mappedeceng Kabupaten Luwu Utara. Dalam Mengukur Kinerja keuangan BUMDes Mangalle, peneliti fokus terhadap beberapa rasio kinerja keuangan.
Rasio likuiditas, profitabilitas, aktiva, dan solvabilitas. Berikut dibawah ini kinerja keuangan BUMDes Mangalle setelah dilakukan analisis laporan laba rugi dan neraca selama tahun 2017 – 2019:
Penasehat
Manajer
Bendahara Sekretaris
Ka Saprodi Ka Pom Mini
Pengawas
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan BUMDes dalam menutupi kewajiban jangka pendeknya. Dengan menganalisis rasio tersebut, pemilik usaha dapat dengan mudah melihat atau menilai kemampuan manajemen dalam mengelolah dana/anggaran yang telah dipercayakan. Rasio yang digunakan peneliti dalam mengukur likuiditas BUMDes Mangalle yaitu Current Ratio. Current Rasio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan BUMDes dalam mengelola. Berikut rumus yang digunakan dalam mengukur rasio lancar (Current Ratio):
Current Ratio =
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh persentase rasio lancar tahun 2017 sebesar 140.15% sedangkan di tahun 2018 mengalami kenaikan menjadi 149.52% dikarenakan adanya kenaikan
aktiva lancar sebesar Rp 57.968.000 menjadi Rp 71.001.000 kemudian di tahun 2019 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle mengalami penurunan current ratio (asset lancar) menjadi 137.92%. Penurunan ini terjadi diakibatkan oleh adanya kenaikan aktiva lancar sebesar Rp 47.484.540 menjadi Rp 54,830,217, namun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle penekanan biaya. Data diatas, dirangkum penulis pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.5
Rasio Lancar (Current Rasio)
Tahun Aktiva Lancar (Rp) Utang Lancar (Rp) Current Rasio (%) 2017 Rp. 57.968.000 Rp. 41.359.000 140.15%
2018 Rp. 71.001.000 Rp. 47.484.540 149.52%
2019 Rp. 75,623,999 Rp. 54,830,217 137.92%
Sumber: Olahan Data Primer
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa rasio lancar (Current Ratio) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle pada tahun 2017 – 2019 adalah 140.15%, 149.52%, dan 137.92%. Data tersebut
mengindikasikan bahwa dari tahun ketahun tingkat rasio lancar (Current Ratio) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle dalam kondisi fluktuatif. Dapat pada diagram berikut ini:
Gambar 4.2
Rasio Lancar (Current Rasio)
2. Rasio Profitabilitas
Profitabilitas merupakan kemampuan suatu usaha dalam menghasilkan laba dalam satu periode tertentu (1 tahun) dengan menggunakan rasi kemampuan dasar. Dalam mengukur tingkat profitabilitas BUMDes Mangalle, peneliti menggunakan dua rasio yaitu ROE (Return on Equity), dan NPM (Net Profit Margin).
a. NPM (Net Profit Margin)
Margin laba bersih menunjukkan seberapa besar presentase pendapatan bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Berikut dibawah ini rumus yang digunakan untuk mengukur Net Profit Margin (NPM).
Net Profit Margin (NPM) =
Laba Bersih Setelah Pajak
x 100%
Tahun 2018 =
32.220.000
x 100%
116.552.000
= 27.64%
Tahun 2019 =
49.977.000
x 100%
139.769.000
= 35.75%.
Berdasarkan data diatas, dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2017 Net Profit Margin (NPM) menunjukkan hasil 24.53% yang berarti bahwa setiap 100% penjualan yang digunakan oleh BUMDes Mangalle akan mampu menghasilkan laba bersih sebesar 24.53%. Pada Tahun 2018, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle mengalami kenaikan laba bersih dan penjualan, sehingga Net Profit Margin (NPM) senilai 27.64%
yang berarti bahwa setiap 100% penjualan yang digunakan oleh BUMDes Mangalle akan mampu menghasilkan laba bersih sebesar 27.64%. Sementara pada tahun 2019 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle kembali mengalami kenaikan penjualan dan labah bersih dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Tahun 2019, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle memperoleh Net Profit Margin (NPM) sebesar 35.75% yang berarti bahwa setiap 100% penjualan yang digunakan oleh BUMDes Mangalle akan mampu menghasilkan laba bersih sebesar 35.75%. Data diatas dirangkum oleh penulis pada tabel berikut ini:
Tabel 4.6
Margin Laba Bersih (Net Profit Margin) Tahun Laba Bersih Setelah
Pajak (Rp)
Sumber: Olahan Data Primer
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa margin laba bersih (NPM) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle mengalami peningkatan setiap tahun dan diikuti pula dengan peningkatan laba bersih setelah pajak dan penjualan setiap tahunnya. Kondisi peningkatan margin laba bersih (Net Profit Margin) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle selama tahun 2017 sampai 2019 dapat pula dilihat pada diagram 4.2 berikut dibawah ini:
Gambar 4.3 Margin Laba Bersih (Net Profit Margin) 24.53%
b. ROE (Return On Equity)
Rasio ini menunjukkan berapa persen perolehan laba bersih bila diukur dari modal pemilik. Semakin besar semakin bagus. Adapun rumus dalam menentukan Rasio Pengembalian Atas Modal (Return On Equity) dapat dilihat dibawah ini
Return on Equity (ROE) = Laba bersih Setelah Pajak
x 100%
Data diatas menunjukkan bahwa pada tahun 2017 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Manggale memperoleh Laba bersih Setelah Pajak sebesar Rp. 25.110.200 dan modal sendiri senilai Rp. 55.520.000, sehingga Return On Equity (ROE) sebesar 45.22% yang berarti bahwa setiap 100% modal sendiri yang digunakan oleh BUMDes Mangalle akan mampu menghasilkan laba bersih sebesar 45.2%. Pada tahun 2018, laba bersih yang diperoleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle sebesar Rp. 32.220.000 dan modal sendiri senilai Rp. 76.220.000, sehingga Return On Equity (ROE) sebesar 42.27% yang berarti bahwa pada tahun 2018, setiap 100% modal sendiri yang digunakan oleh
BUMDes Mangalle akan mampu menghasilkan laba bersih sebesar 42.27%. Sementara pada tahun 2019, laba bersih yang diperoleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle sebesar Rp. 49.977.000 dan modal sendiri senilai Rp. 79.184.000, sehingga Return On Equity (ROE) sebesar 63.11% yang berarti bahwa pada tahun 2019 setiap 100%
modal sendiri yang digunakan oleh BUMDes Mangalle akan mampu menghasilkan laba bersih sebesar 63.11%. Data terkait Return On Equity (ROE) BUMDes Mangalle dirangkum oleh penulis pada tabel berikut ini:
Tabel 4.7
Rasio Pengembalian Atas Modal (Return on Equity) Tahun Laba Bersih Setelah
Pajak (Rp)
Modal Sendiri (Rp)
ROE (%)
2017 Rp. 25.110.200 Rp. 55.520.000 45.22%
2018 Rp. 32.220.000 Rp. 76.220.000 42.27%
2019 Rp. 49.977.000 Rp. 79.184.000 63.11%
Sumber: Olahan Data Primer
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa Rasio Pengembalian Atas Modal (Return on Equity) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle mengalami peningkatan setiap tahun dan diikuti pula dengan peningkatan laba bersih setelah pajak dan modal (equity) setiap tahunnya. Kondisi peningkatan bahwa Rasio Pengembalian Atas Modal (Return on Equity) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle
selama tahun 2017 sampai 2019 dapat pula dilihat pada diagram 4.4 berikut dibawah ini:
Gambar 4.4
Rasio Pengembalian Atas Modal (Return on Equity)
3. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan dalam mengukur seberapa efektif sebuah usaha dalam mengelola dan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada padanya. Rasio aktiva yang digunakan peneliti dalam mengukur tingkat aktivitas BUMDes Mangalle yaitu rasio Total Asset Turnover (TAT). Rasio ini menunjukkan bagaimana efektivitas BUMDes menggunakan keseluruhan aktiva untuk meningkatkan nilai penjualan dan laba.
45.22%
42.27%
63.11%
0.00%
10.00%
20.00%
30.00%
40.00%
50.00%
60.00%
70.00%
2017 2018 2019
Return on Equity
Total Asset Turnover (TAT). = Penjualan
Pada tahun 2017, perputaran total aktiva (Total Asset Turnover) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle sebesar 1.035 kali. Hal ini menujukkan bahwa dari setiap Rp. 1 aktiva yang dimiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle dapat dihasilkan penjualan sebesar Rp.
1.035 penjualan. Pada tahun 2018, perputaran total aktiva Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle menurun dari 1.035 kali pada tahun 2017 menjadi 0.942 kali pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan bahwa dari setiap Rp. 1 aktiva yang dimiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle dapat dihasilkan Rp. 0.942 penjualan. Diketahui pula bahwa total aktiva Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle adalah sebesar Rp. 134.014.217 pada tanggal 31 Desember 2018, meningkat dibandingkan Rp. 98.879.000 pada tahun 2017. Pada tahun 2019 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle kembali mengalami kenaikan perputaran total aktiva (Total Asset Turnover) menjadi 1.042 kali kali
yang berarti bahwa setiap Rp. 1 aktiva yang dimiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle dapat dihasilkan Rp. 1,042 kali penjualan.
Tabel 4.8
Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turnover)
Tahun
Penjualan (Rp)
Total Aktiva (Rp)
Total Asset Turnover (TAT)
(kali) 2017 Rp. 102.341.000 Rp. 98.879.000 1.035 kali 2018 Rp. 116.552.000 Rp. 123.704.540 0.942 kali 2019 Rp. 139.769.000 Rp. 134.014.217 1.042 kali Sumber: Olahan Data Primer
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turnover) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle pada tahun 2017 – 2019 adalah 1.035 kali, 0.942 kali, dan1.042 kali. Data tersebut mengindikasikan bahwa dari tahun ketahun Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turnover) yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle tidak stabil terkadang mengalami peningkatan dan juga penurunan. Kondisi fluktuatif Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turnover) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle pada tahun 2017 sampai tahun 2019 dapat pula dilihat pade diagram berikut ini
Gambar 4.5
Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turnover)
4. Rasio Solvabilitas
Solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan sebuah usaha untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila usaha tersebut dilikuiditas atau dibubarkan. Rasio solvabilitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Debt to Equity Ratio. Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dan ekuitas. Rasio ini diukur dengan cara membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas.
Debt to Equity Ratio =
Tahun 2018 =
Berdasarkan perhitungan mengenai Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Equity Ratio), maka dapat diperoleh hasil analisis untuk tahun 2017 menunjukkan bahwa bahwa proporsi utang dengan modal sendiri 74.49%. Tahun 2018 menunjukkan bahwa bahwa proporsi utang dengan modal sendiri 62.29% dan pada tahun 2019 menunjukkan bahwa bahwa proporsi utang dengan modal sendiri 69.24%. Data terkait Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Equity Ratio) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle pada tahun 2017 – 2019 dirangkum oleh penulis pada tabel berikut ini:
Tabel 4.9
Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Equity Ratio) Tahun Utang Lancar
(Rp)
Sumber: Olahan Data Primer
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Equity Ratio) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle pada tahun 2017 – 2019 adalah 74.49 %, 62.29%, dan 69.24%. Data tersebut mengindikasikan bahwa dari tahun ketahun tingkat Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Equity Ratio) yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle dalam kondisi tidak stabil karena terkadang mengalami penurunan atupun peningkatan.
Kondisi fluktuatif Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Equity Ratio) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle pada tahun 2017 – 2019 dapat pula dilihat pada diagram berikut ini:
Gambar 4.6
Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Equity Ratio) 74.49%
Debt to Equity Ratio
C. Pembahasan
Berdasarkan perhitungan rasio likuiditas yang meliputi quick ratio, rasio profitabilitas yang meliputi Return on Equity (ROE) dan Net Profit Margin (NPM), rasio aktivitas dan solvabilitas yang meliputi pada BUMDes Mangalle, kecamatan mappedeceng kabupaten luwu utara, maka dilakukan analisis dan intepretasi hasil untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini.
Perhitungan mengenai kinerja keuangan Badan Usaha Miliki Desa (BUMDes) Mangalle adalah sebagai berikut:
Tabel 4.10
Analisis Rasio Likuiditas, Profitabilitas, Aktivitas dan Solvabilitas dalam Mengukur Kinerja Keuangan
Tahun
Rasio Likuiditas
Rasio Profitabilitas
Rasio Aktivitas
Rasio Solvabilitas Current
Ratio NPM ROE TAT DER
2017 140.15%. 24.53% 45.22% 1.035 kali 74.49 % 2018 149.52%. 27.64% 42.27% 0.942 kali 62.29%.
2019 137.92%. 35.75% 63.11% 1.042 kali 69.24%
Rata – Rata 142.53% 29.30% 50.20% 1.006 kali 68.67%
Sumber: Olahan Data Primer
1. Rasio Likuiditas
Analisis rasio likuiditas merupakan suatu indikator mengenai kemampuan sebuah usaha dalam membayar segala kewajiban financial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar yang masih tersedia. Sebuah usaha dapat dikatakan liquid apabila usaha tersebut mampu membayar segala kewajiban financial jangka pendeknya dan begitupun sebaliknya usaha tersebut tidak bisa dikatakan liquid apabila usaha tersebut tidak mampu membayar segala kewajiban financial jangka pendek.
Jenis rasio likuiditas yang digunakan dalam mengambarkan kondisi kinerja keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle pada tahun 2017 – 2019 yaitu rasio lancar (current ratio). Semakin tinggi jumlah aktiva lancar berarti pula makin tinggi tingkat likuiditas perusahaan. Rata – rata rasio aktiva lancar (current ratio) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle yaitu 142.53%. Menurut Harahap (2010:201), standar rasio aktiva lancar (current ratio) yang baik dan sehat berada diangka 200%.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bila ditinjau dari rasio likuiditas kinerja keuangan yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle tergolong belum baik atau tidak sehat (142.53% < 200 %)
2. Rasio Profitabilitas
Profitabilitas adalah rasio yang menunjukkan atau menggambarakan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Jenis rasio profitabiltas yang digunakan penulis dalam menganalisis kinerja keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle yaitu Net Profit Margin
(NPM) dan Return on Equity (ROE). Margin laba bersih (Net Profit Margin) menunjukkan seberapa besar presentase pendapatan bersih yang diperoleh dari setiap penjualan dan Return on Equity (ROE) menunjukkan berapa persen perolehan laba bersih bila diukur dari modal pemilik.
Semakin besar semakin bagus.
Berdasarkan analisis data yang dilakukan oleh penulis diperoleh nilai rata – rata rasio margin laba bersih (Net Profit Margin) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle sebesar 29.30%. Menurut Menurut Lukviarman (2016:36), rata – rata rasio perusahaan yang baik untuk Net Profit Margin adalah sebesar 10.80%. Dengan demikian dapat simpulkan bahwa jika dilihat dari rasio margin laba bersih (Net Profit Margin), kinerja keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle sudah baik karena lebih dari standar yang telah ditetapkan (29.30% > 10.80%).
Selain menganalisis Rata – rata rasio margin laba bersih (Net Profit Margin), penulis juga menganalisi rasio pengembalian atas modal (Return on Equity). Berdasarkan analis data telah diperoleh rasio pengembalian atas modal (Return on Equity) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle sebesar 50.20%. Secara teoritis Kasmir (2014) mengemukakan bahwa angka ROE perusahaan dapat dikatakan baik/ sehat apabila mencapai rata – rata industri sebesar 40%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan rasio Return on Equity kinerja keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle sudah baik karena rata - rata rasio pengembalian atas modal (Return on Equity) berada diatas 40%.
3. Rasio Aktivitas
Rasio Aktivitas adalah rasio untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan sumber dananya. Jenis rasio aktivitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rasio perputaran total asset/aktiva (Total Asset Turnover). Rasio ini menunjukkan bagaimana efektivitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle menggunakan keseluruhan aktiva untuk meningkatkan nilai penjualan dan laba.
Berdasarkan analisis data yang dilakukan oleh penulis diperoleh nilai rata – rata rasio perputaran total aset/aktiva (Total Asset Turnover) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle senilai 1.006 kali. Kasmir (2014) mengemukakan bahwa standar rata – rata rasio perputaran total asset/aktiva (Total Asset Turnover) yang baik dan sehat berada diangka 2 kali. Dengan demikian dapat simpulkan bahwa jika dilihat dari rasio perputaran total asset/aktiva (Total Asset Turnover), kinerja keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle belum baik karenarata – rata rasio perputaran total asset/aktiva (Total Asset Turnover) dibawah standar (1.006 kali < 2 kali).
4. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas (laverage ratio) digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiiva perusahaan dibiayai dengan utang, artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan aktivanya. Jenis rasio solvabilitas yang digunakan penulis dalam mengukur kemampuan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle yaitu Rasio Utang terhadap
Rasio solvabilitas (laverage ratio) digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiiva perusahaan dibiayai dengan utang, artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan aktivanya. Jenis rasio solvabilitas yang digunakan penulis dalam mengukur kemampuan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle yaitu Rasio Utang terhadap