• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

E. Kerangka Konsep

Menurut Hamdani dan baharudin (2014:33) kerangka konseptual adalah uraian dari pemikiran yang dikemas secara ringkas agar lebih mudah dalam memahami makna dan tujuan dari penelitian yang diinginkan. Sehingga uraian atau paparan yang harus dilakukan dalam kerangka berfikir adalah pendapatan antara asumsi-asumsi teoritis dan asumsi logika dalam menjelaskan dan memunculkan variabel-variabel tersebut, ketika dihadapkan dengan kepetingan untuk mengungkapkan fenomena ataun masalah yang di teliti.

Gambar 2.1 Kerangka Pikir Penelitian BUMDes

Modal Usaha

Laba Rugi Neraca

Kinerja

26

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis penelitian

Jenis metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dimana penelitian ini menggambar objek penelitian yang menggunakan angka-angka.

B. Lokasi dan Waktu penelitian

1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan dibadan usaha milik desa (BUMDes) di desa mekar jaya kecamatan mappedeceng kabupaten luwu utara. Pemilihan lokasi ini dengan pertimbangan karena lokasi tersebut dekat dengan tempat tinggal peneliti sehingga memudahkan dalam proses pengambilan data, sehingga dapat meminimalisir potensi terjadinya kesalahan pencatatan atau kesalahpahaman dengan masyarakat setempat.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan kurang lebih dari dua bulan dimulai dari bulan Juli - september tahun 2020.

C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran

Defenisi operasional adalah fitur yang dapat diamati berdasarkan fitur yang didefenisikan, atau sebuah konsep yang diubah dalam bentuk yang konstruktif dan menggunakan kata-kata yang menggambarkan perilaku atau fenomena yang dapat diamati yang dapat diuji dan ditentukan sebagai benar.

D. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.

E. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data

1. Jenis data

sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, penjelasannya sebagai berikut:

a) Data primer

Data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya.

b) Data sekunder

Data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh melalui media perantara atau secara tidak langsung yang berupa buku, catatan, bukti yang telah ada, atau arsip baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan.

2. Teknik pengumpulan data

Menurut Nazir (dalam Duggio dan Ismail 2020: 22) menyatakan bahwa teknik pengumpulan data merupakan alat-alat ukur yang diperlukan dalam melaksanakan suatu penelitian. Data yang dikumpulkan dapat berupa angka-angka, keterangan tertulis, informasi lisan dan beragam fakta yang berhubungan dengan focus penelitian yang diteliti.

Adapun teknik metode pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik pengumpulan data secara dokumentasi.

Menurut Sugiyono (dalam Hijji 2018: 21) dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen biasanya berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang.

Menurut Indriantoro dan Supomo (dalam Hijji 2018: 21) data documenter adalah jenis data yang antara lain berupa faktur, jurnal, surat-surat, notulen hasil rapat, memo, atau dalam bentuk laporan program.

F. Teknik Analisis Data

Menganalisis data penelitian merupakan suatu langkah yang sangat kritis, apakah menggunakan data statistic atau nonstatistik. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rasio-rasio keuangan, dengan langkah-langka sebagai berikut:

a) Menghitung atau menganalisis laporan keuangan menggunakan rasio likuiditas yang meliputi:

b) Menghitung atau menganalisis laporan keuangan menggunakan rasio profitabilitas yang meliputi:

c) Menghitung atau Manganalisis Laporan Keuangan Menggunakan Rasio Aktiva yang Meliputi:

d) Menghitung atau Menganalisis Laporan Keuangan Menggunakan Rasio Solvabilitas yang Meliputi:

30

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Gambaran Umum Desa Mangalle

a. Letak Geografis dan Demografis Desa

Desa Mangalle merupakan salah satu Desa dari 15 desa yang berada di Kecamatan Mappedeceng dengan luas wilayah 6.21 km2, dengan jarak desa dengan Ibukota Kecamatan adalah 12 km dengan waktu tempuh adalah 15 menit sedangkan jarak desa dengan Ibukota Kabupaten adalah 46 km dengan waktu tempuh adalah 55 menit.

Kondisi wilayah Desa Mangalle berada di daerah yang tergolong pesisir dengan ketinggian rata-rata diatas 15 meter dari permukaan laut, dengan batas-batas desa sebagai berikut:

1) Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sumber Wangi 2) Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Cendana Putih 3) Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Mekar Jaya 4) Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sumber Harun

Adapun secara administrasi Desa Mangalle terdiri dari 3 (Tiga) dusun yaitu Dusun Mangalle, Dusun Tangnga, Dusun Sumber Jadi.

Keadaan iklim di Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara terdiri dari musim hujan, kemarau, dan musim pancaroba.

Dimana musim hujan biasanya terjadi antara Bulan Januari s/d April, musim kemarau antara bulan Juli s/d November, sedangkan musim pancaroba antara bulan Mei s/d Juni. Dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa secara geografis Desa Manggalle tergolong daerah yang subur sehingga sangat mendukung bagi para petani dalam melakukan usahatani.

b. Luas Wilayah

Pada bagian ini peneliti akan mendeskripsikan luas wilayah yang dimiliki Desa Mangalle, Kecamatan Mangalle, Kabupaten Luwu Utara beserta dengan penggunaan lahan terebut. adapun data tersebut dapat dilihat pada berikut dibawah ini:

Tabel 4.1

Luas wilayah Menurut Penggunaan Desa Mangalle, Kecamatan Mangalle, Kabupaten Luwu Utara

Jenis Tanah Luas

Luas Tanah Sawah 78,00 Ha

Luas Tanah Kering 91,00 Ha

Luas Tanah Basah .143,00 Ha

Luas Tanah Perkebunan 162,00 Ha

Luas Fasilitas Umum 8,80 Ha

Luas Tanah Hutan 930,00 Ha

Total luas 3,412,80 Ha

Sumber Data: Arsip Desa Mangalle

Berdasarkan tabel 2 diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan lahan yang terluas di Desa Mangalle adalah yaitu lahan tanah perkebunan sebesar 162,00 Ha dari luas lahan keseluruhan sedangkan penggunaan lahan yang tersempit adalah fasilitas umum yaitu sebesar 122 Ha. Penggunaan lahan untuk tanah kering seluas 91,00 Ha, luas tanah sawah yaitu 78,00 Ha, dan luas tanah basah yaitu 143, 00 Ha. Selain itu, juga dapat dilihat bahwa keseleruhan luas

wilayah Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara yaitu 3,412,80 Ha.

c. Keadaan Penduduk

Jumlah penduduk terbanyak dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2020 berada di Dusun Mangalle, sedangkan Dusun yang berpenduduk rendah terdapat di Dusun Tondok Tangnga. Lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 4.2

Jumlah penduduk Desa Magalle berdasarkan Dusun

No Nama Dusun Jumlah Jiwa Kepala

Keluarga

L P Total

1 Dusun Mangalle 280 294 574 162

2 Dusun Tondok

Tangnga 205 200 405 104

3 Dusun Sumber

Jadi 107 102 209 53

Jumlah 592 596 1188 319

Sumber Data: Arsip Desa Waelawi

Berdasarkan tabel diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Desa Mangalle memiliki jumlah penduduk 1.188 jiwa yang terdiri dari 592 jiwa laki-laki dan 596 jiwa perempuan. Dusun Mangalle memiliki jumlah penduduk terbanyak yakni 574 jiwa dan Tondok Tangnga memiliki jumlah jiwa terendah yakni 209 jiwa, sementara Dusun Sumber Jadi memiliki 679 Jiwa yang terdiri atas Berdasarkan data tersebut maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa setiap dusun di Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara memiliki variasi

jumlah penduduk yang berbeda namun jumlah penduduk terpadat berada Dusun Mangalle.

Selain keadaan penduduk ditinjau dari setiap dusun, peneliti juga menyajikan data terkait jumlah penduduk pergolongan umur di Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara.

Adapun data tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.3

Jumlah Penduduk Pergolongan Umur di Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Pada Tahun 2020 No Golongan Umur Jenis Kelamin

Jumlah

Sumber Data: Arsip Desa Waelawi

Tabel 4 diatas menggambarkan bahwa jumlah penduduk di Desa Waelawi paling tinggi pada golongan umur 26 s/d 40 tahun yaitu sebesar 264 jiwa dan terendah pada golongan umur 6 bulan kebawah sebesar 27 jiwa. Selain data tentang keadaan penduduk berdasarkan umur, peneliti juga menyajikan terkait keadaan penduduk berdasarkan pendidikan.

Setelah menyajikan data terkait dengan keadaan penduduk ditinjau berdasarkan dusun dan umur, peneliti juga menyajikan data terkait tingkat pendidikan di Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara Tahun 2020. Adapun data terkait dengan distribusi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.4

Tingkat Pendidikan di Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara Tahun 2020.

No Tingkat

Sumber Data: Arsip Desa Mangalle

Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat tingkat pendidikan masyarakat Desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara mulai dari tingkat pendidikan Tamat SD berjumlah 142 orang, Tamat SMP 41 orang, Tamat SMA 24 orang, D1 17 orang, D2 1 orang, D3 1 orang, dan S1 30 orang. Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Desa Waelawi didominasi oleh masyarakat yang hanya memiliki tingkat pendidikan Tamat SD/ sederajat.

2. Gambaran Umun BumDes Mangalle

a. Profil Bumdes Mangalle

Dalam rangka meningkatkan kemampuan keuangan pemerintah Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan pemdapatan masyarakat melalui kegiatan ekonomi masyarakat, Pemerintah Desa Mangalle telah membuat peraturan Desa No 4 Tahun 2015 Tentang Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BumDes) tugas dan tanggung jawab badan pengurus dan pengelola melaksanakan kegiatan usaha dan unit – unit kegiatan usaha Badan Usaha Milik Desa dan melaporkan kemajuan kepada badan pengawas/komisaris dan pemerintah Desa Mangalle. Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Mangalle dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PAD) Desa mangalle dalam penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan masyarakat.

Badan Usaha Milik Desa Mangalle ini didirikan dengan maksud pemerintah Desa Mangalle memiliki keinginan membuat sebuah organisasi ekonomi yang diharapkan mampu mengelola segala potensi yang dimiliki Desa Mangalle. Organisasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana dalam memberdayakan masyarakat setempat karena pemberdayaan masyarakat sangat penting untuk dilakukan agar masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan keahliannya. Dengan demikian masyarakat dapat meningkatkan produktivitas dan hasil yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b. Visi dan Misi BumDes Mangalle

1) Visi BumDes Mangalle

Visi BumDes Mangalle adalah terwujudnya Desa Mangalle sebagai Desa mandiri, sejahtera dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong.

2) Misi BumDes Mangalle

a) Menjadi pusat fasilitasi kegiatan perekenomian warga.

b) Menggali potensi desa untuk didayagunakan sebesar – besarnya bagi kemanfaatan masyarakat Desa.

c) Meningkatkan pendapatan asli Desa.

c. Sumber Modal Usaha BumDes Mangalle

Sejak terbentuknya hingga saat ini sumber modal usaha BumDes Mangalle berasal dari:

1) Penyertaan modal desa yang berasal dari APBDes dan merupaka kekayaan Desa yang dipisahkan.

2) Bantuan pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah Kabupaten/Kota yang disalurkan melalui APBDes yang dapat berupa dan tugas pembantuan.

3) Hasil usaha

d. Jenis Usaha BumDes Mangalle 1) Toko Saprodi

Salah jenis Usaha yang dikelola oleh BumDes Mangalle yaitu Toko Saprodi. Di toko ini, tersedia berbagai macam jenis sarana produksi pertanian yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti pupuk, obat – obatan, bibit pertanian dan lain – lain. Unit usaha ini merupakan usaha yang diirikan oleh BumDes Manggalle sejak

dibentuknya. Saat ini usaha Toko Saprodi BumDes Manggalle berkembang pesat dan menjadi pusat penyedia sarana produksi bagi petani yang berada di Desa Mangalle, hingga ke beberapa Desa Tetangga.

2) Pom Mini Bumdes

Selain mengelola unit usaha berupa Toko Saprodi, BUMDes Mangalle juga mendirikan Pom Mini BUMDes. Kehadiran Pom Mini BBM oleh BUMDes Mangalle sangat bermanfaat bagi masyarakan di sekitar pedesaan, jauhnya SPBU membuat masyarakat sulit untuk mendapatkan BBM secara eceran dan setelah adanya Pom Mini milik BUMDes Mangalle bahan bakar eceran dapat tersalurkan dengan mudah ke masyarakat pengguna kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat.

e. Kepengurusan BumDes Mangalle

Kepengurusan BumDes Mangalle selama masa jabatan 3 tahun.

Berikut dibawah ini susunan pengurus BumDes Mangalle:

1) Penasehat/Komisaris : Askar

2) Pengawas : Hermansyah

3) Pelaksana Operasional

a) Manajer : Hasan

b) Sekretaris : Endang

c) Bendahara : Santi. M d) Ka Saprodi : Mujiarto e) Ka Pom Mini : Alimuddin

Gambar 4.1

Struktur Organisasi BumDes Mangalle

B. Hasil Penelitian

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengelolaan modal usaha terhadap kinerja keuangan BUMDes Mangalle, Kecamatan Mappedeceng Kabupaten Luwu Utara. Dalam Mengukur Kinerja keuangan BUMDes Mangalle, peneliti fokus terhadap beberapa rasio kinerja keuangan.

Rasio likuiditas, profitabilitas, aktiva, dan solvabilitas. Berikut dibawah ini kinerja keuangan BUMDes Mangalle setelah dilakukan analisis laporan laba rugi dan neraca selama tahun 2017 – 2019:

Penasehat

Manajer

Bendahara Sekretaris

Ka Saprodi Ka Pom Mini

Pengawas

1. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan BUMDes dalam menutupi kewajiban jangka pendeknya. Dengan menganalisis rasio tersebut, pemilik usaha dapat dengan mudah melihat atau menilai kemampuan manajemen dalam mengelolah dana/anggaran yang telah dipercayakan. Rasio yang digunakan peneliti dalam mengukur likuiditas BUMDes Mangalle yaitu Current Ratio. Current Rasio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan BUMDes dalam mengelola. Berikut rumus yang digunakan dalam mengukur rasio lancar (Current Ratio):

Current Ratio =

Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh persentase rasio lancar tahun 2017 sebesar 140.15% sedangkan di tahun 2018 mengalami kenaikan menjadi 149.52% dikarenakan adanya kenaikan

aktiva lancar sebesar Rp 57.968.000 menjadi Rp 71.001.000 kemudian di tahun 2019 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle mengalami penurunan current ratio (asset lancar) menjadi 137.92%. Penurunan ini terjadi diakibatkan oleh adanya kenaikan aktiva lancar sebesar Rp 47.484.540 menjadi Rp 54,830,217, namun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle penekanan biaya. Data diatas, dirangkum penulis pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.5

Rasio Lancar (Current Rasio)

Tahun Aktiva Lancar (Rp) Utang Lancar (Rp) Current Rasio (%) 2017 Rp. 57.968.000 Rp. 41.359.000 140.15%

2018 Rp. 71.001.000 Rp. 47.484.540 149.52%

2019 Rp. 75,623,999 Rp. 54,830,217 137.92%

Sumber: Olahan Data Primer

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa rasio lancar (Current Ratio) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle pada tahun 2017 – 2019 adalah 140.15%, 149.52%, dan 137.92%. Data tersebut

mengindikasikan bahwa dari tahun ketahun tingkat rasio lancar (Current Ratio) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle dalam kondisi fluktuatif. Dapat pada diagram berikut ini:

Gambar 4.2

Rasio Lancar (Current Rasio)

2. Rasio Profitabilitas

Profitabilitas merupakan kemampuan suatu usaha dalam menghasilkan laba dalam satu periode tertentu (1 tahun) dengan menggunakan rasi kemampuan dasar. Dalam mengukur tingkat profitabilitas BUMDes Mangalle, peneliti menggunakan dua rasio yaitu ROE (Return on Equity), dan NPM (Net Profit Margin).

a. NPM (Net Profit Margin)

Margin laba bersih menunjukkan seberapa besar presentase pendapatan bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Berikut dibawah ini rumus yang digunakan untuk mengukur Net Profit Margin (NPM).

Net Profit Margin (NPM) =

Laba Bersih Setelah Pajak

x 100%

Tahun 2018 =

32.220.000

x 100%

116.552.000

= 27.64%

Tahun 2019 =

49.977.000

x 100%

139.769.000

= 35.75%.

Berdasarkan data diatas, dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2017 Net Profit Margin (NPM) menunjukkan hasil 24.53% yang berarti bahwa setiap 100% penjualan yang digunakan oleh BUMDes Mangalle akan mampu menghasilkan laba bersih sebesar 24.53%. Pada Tahun 2018, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle mengalami kenaikan laba bersih dan penjualan, sehingga Net Profit Margin (NPM) senilai 27.64%

yang berarti bahwa setiap 100% penjualan yang digunakan oleh BUMDes Mangalle akan mampu menghasilkan laba bersih sebesar 27.64%. Sementara pada tahun 2019 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle kembali mengalami kenaikan penjualan dan labah bersih dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Tahun 2019, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle memperoleh Net Profit Margin (NPM) sebesar 35.75% yang berarti bahwa setiap 100% penjualan yang digunakan oleh BUMDes Mangalle akan mampu menghasilkan laba bersih sebesar 35.75%. Data diatas dirangkum oleh penulis pada tabel berikut ini:

Tabel 4.6

Margin Laba Bersih (Net Profit Margin) Tahun Laba Bersih Setelah

Pajak (Rp)

Sumber: Olahan Data Primer

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa margin laba bersih (NPM) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle mengalami peningkatan setiap tahun dan diikuti pula dengan peningkatan laba bersih setelah pajak dan penjualan setiap tahunnya. Kondisi peningkatan margin laba bersih (Net Profit Margin) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle selama tahun 2017 sampai 2019 dapat pula dilihat pada diagram 4.2 berikut dibawah ini:

Gambar 4.3 Margin Laba Bersih (Net Profit Margin) 24.53%

b. ROE (Return On Equity)

Rasio ini menunjukkan berapa persen perolehan laba bersih bila diukur dari modal pemilik. Semakin besar semakin bagus. Adapun rumus dalam menentukan Rasio Pengembalian Atas Modal (Return On Equity) dapat dilihat dibawah ini

Return on Equity (ROE) = Laba bersih Setelah Pajak

x 100%

Data diatas menunjukkan bahwa pada tahun 2017 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Manggale memperoleh Laba bersih Setelah Pajak sebesar Rp. 25.110.200 dan modal sendiri senilai Rp. 55.520.000, sehingga Return On Equity (ROE) sebesar 45.22% yang berarti bahwa setiap 100% modal sendiri yang digunakan oleh BUMDes Mangalle akan mampu menghasilkan laba bersih sebesar 45.2%. Pada tahun 2018, laba bersih yang diperoleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle sebesar Rp. 32.220.000 dan modal sendiri senilai Rp. 76.220.000, sehingga Return On Equity (ROE) sebesar 42.27% yang berarti bahwa pada tahun 2018, setiap 100% modal sendiri yang digunakan oleh

BUMDes Mangalle akan mampu menghasilkan laba bersih sebesar 42.27%. Sementara pada tahun 2019, laba bersih yang diperoleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle sebesar Rp. 49.977.000 dan modal sendiri senilai Rp. 79.184.000, sehingga Return On Equity (ROE) sebesar 63.11% yang berarti bahwa pada tahun 2019 setiap 100%

modal sendiri yang digunakan oleh BUMDes Mangalle akan mampu menghasilkan laba bersih sebesar 63.11%. Data terkait Return On Equity (ROE) BUMDes Mangalle dirangkum oleh penulis pada tabel berikut ini:

Tabel 4.7

Rasio Pengembalian Atas Modal (Return on Equity) Tahun Laba Bersih Setelah

Pajak (Rp)

Modal Sendiri (Rp)

ROE (%)

2017 Rp. 25.110.200 Rp. 55.520.000 45.22%

2018 Rp. 32.220.000 Rp. 76.220.000 42.27%

2019 Rp. 49.977.000 Rp. 79.184.000 63.11%

Sumber: Olahan Data Primer

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa Rasio Pengembalian Atas Modal (Return on Equity) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle mengalami peningkatan setiap tahun dan diikuti pula dengan peningkatan laba bersih setelah pajak dan modal (equity) setiap tahunnya. Kondisi peningkatan bahwa Rasio Pengembalian Atas Modal (Return on Equity) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle

selama tahun 2017 sampai 2019 dapat pula dilihat pada diagram 4.4 berikut dibawah ini:

Gambar 4.4

Rasio Pengembalian Atas Modal (Return on Equity)

3. Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan dalam mengukur seberapa efektif sebuah usaha dalam mengelola dan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada padanya. Rasio aktiva yang digunakan peneliti dalam mengukur tingkat aktivitas BUMDes Mangalle yaitu rasio Total Asset Turnover (TAT). Rasio ini menunjukkan bagaimana efektivitas BUMDes menggunakan keseluruhan aktiva untuk meningkatkan nilai penjualan dan laba.

45.22%

42.27%

63.11%

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

60.00%

70.00%

2017 2018 2019

Return on Equity

Total Asset Turnover (TAT). = Penjualan

Pada tahun 2017, perputaran total aktiva (Total Asset Turnover) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle sebesar 1.035 kali. Hal ini menujukkan bahwa dari setiap Rp. 1 aktiva yang dimiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle dapat dihasilkan penjualan sebesar Rp.

1.035 penjualan. Pada tahun 2018, perputaran total aktiva Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle menurun dari 1.035 kali pada tahun 2017 menjadi 0.942 kali pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan bahwa dari setiap Rp. 1 aktiva yang dimiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle dapat dihasilkan Rp. 0.942 penjualan. Diketahui pula bahwa total aktiva Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle adalah sebesar Rp. 134.014.217 pada tanggal 31 Desember 2018, meningkat dibandingkan Rp. 98.879.000 pada tahun 2017. Pada tahun 2019 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle kembali mengalami kenaikan perputaran total aktiva (Total Asset Turnover) menjadi 1.042 kali kali

yang berarti bahwa setiap Rp. 1 aktiva yang dimiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle dapat dihasilkan Rp. 1,042 kali penjualan.

Tabel 4.8

Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turnover)

Tahun

Penjualan (Rp)

Total Aktiva (Rp)

Total Asset Turnover (TAT)

(kali) 2017 Rp. 102.341.000 Rp. 98.879.000 1.035 kali 2018 Rp. 116.552.000 Rp. 123.704.540 0.942 kali 2019 Rp. 139.769.000 Rp. 134.014.217 1.042 kali Sumber: Olahan Data Primer

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turnover) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle pada tahun 2017 – 2019 adalah 1.035 kali, 0.942 kali, dan1.042 kali. Data tersebut mengindikasikan bahwa dari tahun ketahun Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turnover) yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle tidak stabil terkadang mengalami peningkatan dan juga penurunan. Kondisi fluktuatif Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turnover) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle pada tahun 2017 sampai tahun 2019 dapat pula dilihat pade diagram berikut ini

Gambar 4.5

Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turnover)

4. Rasio Solvabilitas

Solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan sebuah usaha untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila usaha tersebut dilikuiditas atau dibubarkan. Rasio solvabilitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Debt to Equity Ratio. Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dan ekuitas. Rasio ini diukur dengan cara membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas.

Debt to Equity Ratio =

Tahun 2018 =

Berdasarkan perhitungan mengenai Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Equity Ratio), maka dapat diperoleh hasil analisis untuk tahun 2017 menunjukkan bahwa bahwa proporsi utang dengan modal sendiri 74.49%. Tahun 2018 menunjukkan bahwa bahwa proporsi utang dengan modal sendiri 62.29% dan pada tahun 2019 menunjukkan bahwa bahwa proporsi utang dengan modal sendiri 69.24%. Data terkait Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Equity Ratio) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle pada tahun 2017 – 2019 dirangkum oleh penulis pada tabel berikut ini:

Tabel 4.9

Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Equity Ratio) Tahun Utang Lancar

(Rp)

Sumber: Olahan Data Primer

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Equity Ratio) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle pada tahun 2017 – 2019 adalah 74.49 %, 62.29%, dan 69.24%. Data tersebut mengindikasikan bahwa dari tahun ketahun tingkat Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Equity Ratio) yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle dalam kondisi tidak stabil karena terkadang mengalami penurunan atupun peningkatan.

Kondisi fluktuatif Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Equity Ratio) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangalle pada tahun 2017 – 2019 dapat pula dilihat pada diagram berikut ini:

Gambar 4.6

Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Equity Ratio) 74.49%

Debt to Equity Ratio

C. Pembahasan

Berdasarkan perhitungan rasio likuiditas yang meliputi quick ratio, rasio profitabilitas yang meliputi Return on Equity (ROE) dan Net Profit Margin (NPM), rasio aktivitas dan solvabilitas yang meliputi pada BUMDes Mangalle, kecamatan mappedeceng kabupaten luwu utara, maka dilakukan analisis dan intepretasi hasil untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini.

Perhitungan mengenai kinerja keuangan Badan Usaha Miliki Desa (BUMDes) Mangalle adalah sebagai berikut:

Tabel 4.10

Analisis Rasio Likuiditas, Profitabilitas, Aktivitas dan Solvabilitas dalam Mengukur Kinerja Keuangan

Tahun

Rasio Likuiditas

Rasio Profitabilitas

Rasio Aktivitas

Rasio Solvabilitas Current

Ratio NPM ROE TAT DER

2017 140.15%. 24.53% 45.22% 1.035 kali 74.49 %

2017 140.15%. 24.53% 45.22% 1.035 kali 74.49 %

Dokumen terkait