• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Jika program dan prosedur audit telah selesai dilaksanakan, Auditor Internal harus menyusun kesimpulan terhadap hasil audit sesuai dengan sasaran atau tujuan dari program dan prosedur audit tersebut.

b. Evaluasi Hasil Audit terhadap Sasaran Audit

Apabila Auditor Intern dalam melakukan pengujian menemukan penyimpangan maka penyimpangan tersebut harus dievaluasi berdasarkan analisis sebab akibat.

c. Ikhtisar Temuan dan Rekomendasi Hasil Audit

Auditor Interna harus membuat ikhtisar temuan dan rekomendasi hasil audit. Apabila ditemukan kelemahan atau penyimpangan maka dalam ikhtisar tersebut paling sedikit harus mengungkapkan:

1. fakta atau keadaan yang sebenarnya terjadi;

2. keadaan yang seharusnya terjadi;

3. penyebab terjadinya penyimpangan;

4. dampak dari terjadinya penyimpangan;

5. langkah perbaikan yang telah dilakukan Auditee; dan 6. rekomendasi Auditor Intern.

Demikianlah prosedur audit yang harus dijalankan oleh auditor dan dipahami tahapannya oleh institusi. perusahaan yang ada.

Tujuan prosedur audit ini tidak lain adalah agar proses dan hasil audit benar-benar mencerminkan kondisi riil dari institusi atau perusahaan yang telah diaudit.

B. Penelitian Terdahulu

Penelitian ini mengacu pada beberapa peneltian terdahulu yang terdapat dalam tabel berikut:

perusahaan

naurah(2019) dan komite audit

square yaitu tidak diteliti dalam penelitian ini.

laporan keuangan

Kecurangan

pada sebuah perusahaan

Berperan memberikan

warning secara dini yaitu dengan

menilai efesien dan efektivitas kegiatan perusahaan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian.

Dengan demikian peran penting dari audit internal sangat di butuhkan untuk

menghasilkan kualitas

pemeriksaan yang di lakukan oleh audit eksternal, yang dalam hal ini adalah kualitas pemeriksaan laporan keuangan

C. Kerangka Pikir

Berdasarkan latar belakang masalah dan tujuanpenelitian yang telah dikemukakan, maka dibuat kerangka konseptual sebagai berikut:

Di Universitas Muhammadiyah Makassar

Internal Audit

peran Mekanisme

Kualitas laporan keuangan

Gambar 2.2

kerangka konseptual internal audit

Kerangka konseptual di atas menunjukkan bahwa internal audit memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas kinerja keuangan di universitas muhammadiyah makassar. Internal audit diharapkan dapat membantu dalam mengukur dan menilai aspek-aspek yang berhubungan dengan masalah-masalah manajerial dan operasional dalam arti jika internal audit dapat dilaksanakan secara memadai dan berkelanjutan, maka penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dapat ditekan semaksimal mungkin dan diambil tindakan sedini mungkin.

Serta diharapkan adanya umpan balik yang positif dengan pelaksanaan internal auditor tersebut, yang berguna untuk perbaikan langkah-langkah kebijakan untuk masa yang akan datang. Dalam hal ini, staf internal auditor atas kegiatan operasi merupakan salah satu bagian organisasi yang penting. Yang bertujuan untuk menunjang kualitas laporan keuangan.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian

Berdasarkan dengan judul yang dikemukakan, maka peneliti ini dilakukan dengan metode kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yakni suatu penelitian yang menggunakan tampilan yang berupa kata-kata lisan atau tertulis yang dicermati oleh peneliti, dan benda-benda yang diamati sampai detailnya dan menggumpulkan berbagai informasi yang telah di dapat dari informan. Kemudian peneliti melakukan penyajian data dalam bentuk teks naratif yang bertujuan untuk mendapatkan data yang lebih akurat.

Tahap terakhir dari penelitian ini adalah penulisan hasil penelitian yang meliputi tahap observasi, menyajikan data yang akurat sampai diperoleh hasil kesimpulan akhir penelitian.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi Penelitian Untuk Keperluan penelitian ini, penulis melakukan penelitian di universitas muhammadiyah makasssar. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yaitu mulai bulan Juli dan September 2021.

C. Subjek Penelitian

Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah internal audit di Universitas Muhammadiyah Makassar Informan dalam penelitian ini adalah bagian internal audit.

34

D. Objek Penelitian

Objek penelitian dalam penelitian ini adalah di Universitas Muhammadiyah Makassar

E. Definisi oprasional

Definisi oprasional menurut Sugiyono(2015) adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang telah di tetaopkan oleh peneliti untuk mempelajari dankemudian ditarik kesimpulannya.

1. Audit internal pemeriksaan yang yang di laksanakan oleh bagian audit internal perusahaan untuk memeriksa cataan akuntansi dan keuangan perusahaan, termasuk ketaatan perusahaan dalam menjalankan manajeman yang tepat.

2. Laporan keuangan adalah laporan yang memberikan rincian informasi keuangan perusahaan termasuk aset , kewajiban , ekuitas, pendapatan dan beban, kontribusi pemegang saham, arus kas, dan informasi terkait lainnya selama periode waktu tertentu.

3. Alat ukur

Wawancara adalah percakapan di mana pertanyaan diajukan untuk memperoleh informasi. Untuk memperoleh data, wawancara biasanya dilakukan dengan menggunakan panduan tertentu yang disebut dengan pedoman wawancara. Panduan wawancara merupakan daftar topik yang kita rencanakan untuk dibahas dalam wawancara Proses pembuatan panduan semacam itu dapat membantu untuk memusatkan perhatian dan mengatur garis pemikiran kita.

Saat melakukan wawancara, kita perlu membawa salinan baru dari panduan tersebut sehingga kita dapat dengan mudah mencoret pertanyaan atau topik yang sudah dibahas. Seringkali kita menemukan bahwa beberapa pertanyaan dijawab selama percakapan kita dengan orang yang diwawancarai tanpa bertanya. Dengan menggunakan panduan, kita dapat mencentang pertanyaan di panduan sehingga kami tidak menanyakannya secara eksplisit nanti. Penting untuk diingat bahwa panduan wawancara sebenarnya hanyalah sebuah panduan. kita tidak harus mengikuti urutan yang tepat dan tidak ada yang salah dengan “keluar skrip” pada saat pertanyaan tertentu yang tidak kita antisipasi tampak bermanfaat.

Meskipun biasanya wawancara dilakukan dengan panduan tertentu, tapi ada [ula wawancara yang dilakukan tanpa pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya. Secara lebih rinci, berikut ini jenis-jenis wawancara yang dapat kita pilih sesuai dengan kebutuhan penelitian kita, antara lain:

a) Wawancara terbuka dan standar

Pertanyaan terbuka yang sama ditanyakan kepada semua orang yang diwawancarai; pendekatan ini memfasilitasi wawancara yang lebih cepat yang lebih mudah dianalisis dan dibandingkan.

b) Wawancara tertutup dan respon tetap

Semua orang yang diwawancarai ditanyai pertanyaan yang sama dan diminta untuk memilih jawaban dari serangkaian alternatif yang sama.

Format ini berguna bagi mereka yang tidak terlatih dalam wawancara.

Jenis wawancara ini juga disebut sebagai wawancara terstruktur.

F. Jenis Data

Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah:

1. Data primer, adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan baik melalui observasi maupun melalui wawancara dengan pihak informan. Metode pengambilan data primer dilakukan dengan cara wawancara langsung terhadap para audit internal di Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Data Sekunder, adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada. Data ini merupakan sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, seperti gambaran umum perusahaan, struktur organisasi.

G. Teknik Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan data, peneliti melakukan beberapa proses pengumpulan data antar lain:

1. Wawancara

Penelitian yang dilakukan dengan cara tanya jawab kepada pihak-pihak yang berkaitan atau yang berkompeten terhadap permasalahan yang diangkat penulis. Peneliti akan melakukan wawancara dengan bagian internal audit.

2. Dokumentasi

Yaitu laporan yang tertulis dari peristiwa-peristiwa yang isinya terdiri dari penjelasan dan pemikiran peristiwa dan ditulis secara sengaja untuk menyimpan atau meneruskan peristiwa.teknik dokumentasi di gunakan

sebagai teknik pengumpulan data skunder dalam rangka melengkapi data stuktur organisasi, hasil interviuew dan hasil observasi.

H. Metode Analisis Data

Metode deskriptif analisis data dalam penelitian ini menggunakan alat analisis deskriptif kualitatif, yaitu analisis yang menggambarkan suatu keadaan secara objektif untuk menarik kesimpulan mengenai data-data yang diamati.

Analisis data deskriptif kualitatif bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas keadaan objek penelitian yang sebenarnya dengan melihat fakta-fakta yang ada. Setelah data diperoleh dilakukan analisis dan interpretasi data berdasarkan sumber teori yang relevan dengan masalah yang dibahas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa analisis deskriptif ini dimaksudkan untuk menguraikan atau memaparkan hasil penelitian untuk kemudian diadakan interpretasi berlandaskan teori yang disusun.Prosedur dalam menganalisa data kualitatif yaitu antara lain:

1. Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan,pemisahan,perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari cacatan-catatan tertulis di lapangan. Laporan atau data yang diperoleh dilapangan akan dituangkan dalam bentuk uraian yang lengkap dan terperinci. Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya akan cukup banyak, sehingga perlu dicatat secara teliti dan rinci. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting.

Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data

selanjutnya. Data yang diperoleh dari lokasi penelitian dituangkan dalam uraian laporan lengkap dan terperinci. Laporan lapangan direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal pokok, dan di fokuskan pada hal-hal penting.

2. Penyajian Data

Penyajian data dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah peneliti dalam melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian tertentu dari penelitian.

Penyajian data dilakukan dengan cara mendeskripsikan hasil wawancara yang di tuangkan dalam bentuk uraian dengan teks naratif,dan didukung oleh dokumen-dokumen, serta foto-foto maupun gambar sejenisnya untuk diadakannya suatu kesimpulan.

BAB IV

PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

A. Gambaran umum objek penelitian

1. Sejarah Singkat Universitas Muhammadiyah Makassar

Universitas Muhammadiyah Makassar didirikan pada tanggal 19 Juni 1963, namun baru terdaftar sebagai perguruan tinggi swasta sejak 1 oktober 1965, sebagai cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. Pendirian Perguruan Tinggi ini adalah realisasi dari hasil Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dan Tenggara ke-21 di Kabupaten Bantaeng.

Pendirian tersebut didukung oleh Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak dibidang pendidikan dan pengajaran dakwah amar ma’ruf nahi munkar, lewat surat nomor : E-6/098/1963 tertanggal 22 Jumadil Akhir 1394 H/12 Juli 1963 M. Kemudian akte pendiriannya dibuat oleh notaries R. Sinojo Wongsowidjojo berdasarkan akta notaries Nomor : 71 tanggal 19 Juni 1963. Universitas Muhammadiyah Makassar dinyatakan sebagai Perguruan Tinggi Swasta terdaftar sejak 1 Oktober 1965.

Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) mengemban tugas dan peran yang sangat besar bagi agama, bangsa dan negara, baik di masa sekarang maupun di masa depan. Selain posisinya sebagai salah satu PTM/PTS di Kawasan Timur Indonesia yang tergolong besar, juga padanya tertanam

40

kultur pendidikan yang diwariskan sebagai amal usaha Muhammadiyah.

Nama Muhammadiyah yang terintegrasi dengan nama makassar memberikan harapan terpadunya budaya, keilmuan dan nafas keagamaan.

Pada awal berdirinya, Universitas Muhammadiyah Makassar membina dua fakultas yakni fakultas keguruan dan seni jurusan bahasa Indonesia, dan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan jurusan pendidikan umum (PU), dan pendidikan sosial (PS) yang dipimpin oleh rektor Dr. H.

Sudan. Pada tahun yang sama (1963) Universitas Muhammadiyah Makassar telah berdiri sendiri dan dipimpin oleh rektor Drs. H. Abdul Watif Masri.

Perkembangan berikutnya Universitas Muhammadiyah Makassar pada tahun 1965 membuka fakultas baru yaitu: fakultas ilmu agama dan dakwah (FIAD), fakultas ekonomi (Fekon), fakultas sosial politik, fakultas kesejahteraan sosial, dan akademi pertanian. Selanjutnya tahun 1987 membuka fakultas teknik, tahun 1994 fakultas pertanian, tahun 2002 membuka program pascasarjana, dan tahun 2008 membuka fakultas kedokteran, dan sampai saat ini, Universitas Muhammadiyah Makassar telah memiliki 7 Fakultas 34 Program Studi dan Program Pascasarjana yang telah terkareditasi BAN-PT.

Universitas Muhammadiyah Makassar pada Tahun 2003 mengalami tahapan transisi sejarah perkembangan, berupa perubahan formasi kepemimpinan dengan bergabungnya generasi muda dan generasi tua.

Pimpinan dan seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar bertekad untuk memelihara hasil capaian para pendahulu dan

mengembangkannya kepada capaian yang lebih baik, serta berkomitmen: (1) memelihara kepercayaan masyarakat, (2) mencapai keunggulan dalam kompetisi yang semakin ketat, dan (3) mewujudkan kemandirian dalam pengelolaan dan pengembangan diri. Dari ke tiga komitmen tersebut diharapkan dapat mengantar Universitas Muhammadiyah Makassar untuk menjadi Perguruan Tinggi Islam Terkemuka.

2. Visi Dan Misi Universitas Muhammadiyah Makassar

Visi dan misi universitas muhammadiyah makassar adalah sebagai berikut:

Visi

Menjadi Perguruan Tinggi Islam terkemuka, unggul, terpercaya, dan mandiri pada tahun 202

Misi

1) Menyelenggarakan proses pendidikan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan;

2) Menyelenggarakan dan mengembangkan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan;

3) Menumbuhkembangkan dan menyebarluaskan penelitian yang inovatif, unggul dan berdaya saing;

4) Menumbuhkembangkan kewirausahaan berbasis kemitraan dan ukhuwah;

5) Meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan civitas akademika, alumni, dan masyarakat.

3. Struktur Organisasi

REKTOR

BAPEPAM-MIT

SATUAN PENGAWAS INTERNAL

AUDIT BIDANG KEUANGAN

AUDIT BIDANG ASET

Gambar 3.1 Strukrur Organisasi

Internal Audit Universitas Muhammadiyah Makassar

Adapun tugas dan fungsi masing-masing jabantan di atas adalah sebagai berikut:

a. Rektor

 Tugas rektor adalah selayaknya pemimpin, yaitu memimpin lembaga perguruan tinggiyang di pimpinnya dan meningkatkan kualitas lembaga yang di pimpinnya.

 Fungsi rektor yaitu melaksanakan dan mengembangkan pendidikan tinggi, melaksanakan penelitian dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dan melaksanakan kegiatan layanan adminisrtatif

b. Bapepam-MIT

 Tugas bapepem-MIT adalah melaksanakan pembinaan, peraturan, dan pengawasan kegiatan harian pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidanglembaga keuangan, sesuai dengan kebijakan kebijakan yang di tetapkan mentri keuangan dan berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku.

 Fungsi bapepam-MIT adalah penyusunan peraturan di bidang pasar modal, penegakan peraturan di bidang pasar modal, pembinaaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha, persetujuan, pendaftara dari badan dan pihak lain yan bergerak di pasar modal

c. Satuan pengawas internal

 Tugas satuan pengawas internal adalah melaksanakan mengawasan internall keseluruhan unit utama dan unit lainnya di lingkungan UNY, terutama dalam bidang non akademik, melaksanakan pemeriksaan atau audit pada unit-unit bisnis yang di kelolah oleh badan pengelolaan dan pengembangan usaha(BPPU) universitas yang di tetepkan dalam RKPT Universitas, serta tugas incidental lainnya yang penugasannya brdasarkan SK rekror/Pimpinan Universitas.

 Fungsi satuan internal audit adalah menetepkan kebijakan pengawasan internal di bidang non-akademik, melaksanakan pengawasan internal terhadap pengelolaan pendidikan bidang non-akademik, mengambil kesimpulan atas hasil pengawasan internal, dan melaporkan hasil pengawasan internal kepada rektor.

d. Audit bidang keuangan

 Tugas audit bidang keuangan adalah pemersipkan dan melaksanakan rencana kerja audit internal tahunan, menetepakan frekuensi audit, subjek pemerisaan dan lingkup audit untuk mencapai tujuan audit,menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan item manejemen resikosesuai dangan kebijakan perusahaan.

 Fungsi audit bidang keuangan adalah menentukan baik tidaknya internal control dan memperhatikan pemeriksaan fungsi dan prnsip dasar akuntansi benar-benar telah dilaksanakan atau tidak, memastikan terkait peraturan dan prosedur yang harus di patuhi oleh seluruh elemen manajemen, memberikan penilaian yang baik dan meningkatkan pengawasan efektif dangan biaya sewajarnya e. Audit bidang aset

 Tugas audit bidang aset adalah emenyusun dan melaksanakan program dan kegiatan yang terkait dengan tugas dan fungsinya, pemersiapkan dan mengatur tata tempat, pertemuan, dengan pendapat dan peninjauan alat lengkap, membuat laporan dam tanggung jawab peklaksanaan tugas dan fungsinya.

 Fungsi audit bidang asset adalah penyusunan dan pelaksanaan program dan kegiatan sesuai bidang tugssnya, pelaksanaan koordinasi, integrasi dan singkronisasi penyelenggaraan tugas dan penyelenggaraan protokpol, pengumpulan dan pengelolaaan data informasi serta penyajian laporan.

4. Fasilitas Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar

Universitas Muhammadiyah Makassar atau biasa disebut dengan Unismuh Makassar adalah salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan khususnya pada jenjang pendidikan tinggi. Universitas muhammadiyah Makassar sekarang ini sudah menjadi salah satu kampus

yang memiliki daya tarik tersendiri dimasyarakat. Itu terbukti dengan banyaknya peminat yang mendaftarkan dirinya untuk kuliah di universitas muhammadiyah Makassar, baik dari Sulawesi selatan maupun daerah lain khususnya kawasan Indonesia bagian timur. Universitas muhammadiyah makassar juga terkenal dengan mahasiswa terbanyak yang ada Sulawesi selatan.

Selain fasilitas dua kampus yang dimiliki universitas muhammadiyah Makassar dalam memberikan pelayanan, baik pelayanan administrasi maupun pelayanan pengembangan keterampilan dan keintelektualan mahasiswa juga juga disediakan sarana-sarana yang berupa gedung dan ruang belajar yang permanen, gedung dan ruang untuk pelayanan administrasi, laboratorium computer, laboratorium teknik, laboratorium MIPA, laboratorium bahasa laboratorium microteaching, laboratorium anatomi, laboratorium akuntansi, laboratorium dan pengetahuan pendidikan, laboratorium school, kebun percobaan “Bissoloro”, lapangan olah raga dan arena panjat tebing, perpustakaan, area free hotspot, tempat ibadah, ruang pusat kegiatan mahasiswa, studio gambar dan radio FM , medical center, apartemen mahasiswa, bank, kendaraan bis untuk kegiatan akademik, koperasi karyawan dan mahasiswa dan student mall (balai sidang ).

Selain fasilitas kampus yang dimiliki universitas muhammadiyah Makassar dalam memberikan pelayanan baik pelayanan administrasi

maupun pelayanan pengembangan keterampilan dan keintelektualan mahasiswa juga disediakan sarana-sarana berupa :

a) Gedung dan ruang belajar yang permanen b) Gedung dan ruang untuk pelayanan administrasi c) Laboratorium computer

d) Laboratorium teknik e) Laboratorium MIPA f) Laboratorium bahasa g) Laboratorium microteaching h) Laboratorium anatomi i) Laboratorium akuntansi

j) Laboratorium dan hutan pendidikan k) Laboratorium school

l) Kebun percobaan „bissoloro‟

m) Lapangan olahraga dan arena panjat tebing n) Perpustakaan

o) Area free hospot p) Tempat ibadah

q) Ruang pusat kegiatan mahasiswa r) Studio gambar dan radio FM s) Medical center

t) Apartement mahasiswa u) Bank

v) Kendaraan bis untuk kegiatan akademik w) Koperas i kariawan dan mahasiswa x) Students mall (balai sidang)

y) Koran kampus „‟Al Amin‟‟

B. Hasil Penelitian

a. Sistem akuntansi Di Universitas Muhammadiyah Makassar merupakan suatu metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi dan kondisi keuangan yang di butuhkan untuk di sediakan di Universitas Muhammadiyah Makassar, sistem akuntansi terdiri atas dokumentasi bukti transaksi, alat-alat pencatatan, laporan, prosedur yang di gunakan di Universitas Muhammadiyah Makassar untuk mencatat transaksi-transaksi serta melaporkan hasilnya.

b. Peran internal audit di Universitas Muhammadiyah Makassar merupakan audit intitusi dengan memperhatikan proses akademik dan pada manajemen, dan audit program studi dengan sasaran mata kuliah , proses pembelajaran dan kepatuhan adapun manfaat internal audit adalah mengenal dengan baik pekerjaan menyempurnakan dan mengembangkan SDM dan mengurangi resiko kegagalan audit eksternal. Dalam melakkukan audit internal ada dua tahap yaitu sistem terhadap kecukupan kebijakan sesuai standar sistem audit mutu dan audit kepatuhan dengan memeriksa setiap prosedur atau Instruksi Kerja (IK) secara benar dan tertip.

1. Peran internal audit

a) Sistem internal audit di Univeritas Muhammadiyah Makassar

Dalam sistem internal audit dapat membantu universitas untuk mengendalikan, mengawal dan memastikan praktek yang berjalan dengan maksinal.

Menurut bapak Muhaimin SE., M.Ak. Ak. CA. selaku auditor internal di Univeristas Muhammadiyah Makassar, dalam sistem internal audit di Universitas Muhammadiyah Makassar dilakukan oleh suatu lembaga audit internal Universitas Muhammadiyah Makassar itu biasanya lembaga audit internal itu telah menyusun program kerja untuk melakukan audit di lingkup Universitas Muhammadiyah Makassar auditnya itu dilakukan secara terjadwal di tentukan oleh lembaga audit itu sendiri.

Maka seluruh kegiatan dan aktivitas yang dilakukan universitas secara otomatis akan termonitor oleh sistem dan membantu peran tim internal audit dalam melakukan fungsi pengawasan dan mengurangi terjadinya bentuk pelanggaran serta adanya kebijakan dan peraturan tertulis maka membantu proses pengawasan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sedangkan menurut ibu Mira, SE.,M.Ak selaku auditor internal di Universitas Muhammadiyah Makassar, Audit internal sendiri merupakan bagian yang independen tujuannya untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan organisasi yang dilaksanakan, sehingga dapat membentu organisasi (baik itu fakultas, unit bisnis, lembaga lainnya) untuk melaksanakan tanggung jawab secara efektif.

Adapun sistem audit internalnya yakni :untuk waktu audit dilakukan 2 kali dalam 1 tahun (untuk audit keuangan), sedangkan audit lainnya dilakukan tentatif sesuai kebutuhan . SPI (Satuan

Pengendalian intern) sendiri berada dibawah devisi Perencanaan dan pengawasan yang di ketuai oleh Bapak Khaeruddin, sedangkan kepala SPI adalah ibu Muryani Arsal. Untuk proses audit sendiri ada beberapa hal yang kami lakukan yakni:

1) Pertama-tama ada Planning (Perencanaan), dimana pada tahapan ini kami sleaku Auditor perlu memperoleh informasi tentang jenis aktifitas yang dilakukan, sifat-sifat dari ktifitas dan relatifnya, dan untuk memperoleh informasi umun yang membantu perencanaan dini dari audit.

2) Yang kedua yaitu Field Work (Kerja Lapangan), dimana kami selaku Auditor menganalisis atas aktifitas untuk menentukan efektivitas manajemen dan kaitannya dengan pengadilan.

3) Yang ketiga Reporting (Pelaporan), dimana kami selaku

4) Auditor menyiapkan laporan yang berisi tentang temuan-temuan selama dilakukan pengauditan yang tertuang dalam kertas Kerja audit (KKP) yang Tujuan dari pelaporan ini adalah untuk dilakukannya tindak lanjut.

5) Tahapan akhir yaitu Follow-up (Tindak Lanjut), dimana kami selaku Auditor akan mengevaluasi kecukupan, efektivitas, dan ketepatan waktu tindakan yang diambil oleh unit kerja, unit bisnis atau lembaga internal atas pengamatan dan rekomendasi yang dilaporkan, dalam konteks auditor memberi rekomendasi,

kemudian auditor melakukan follow-up review terhadap tindakan internal adalah tidak singkron waktu antara yang di periksa dengan pemeriksa misalnya karena mereka juga adalah tim pengajar tidak ketemu waktunya berikutnya standar pelaporan karena belum adanya standar pelaporan yang bagus sehingga masing-masing yang di periksa itu membuat standar pelaporan sesuai vesi mereka saja.

Kendala dalam hal ini bisa saja menbuat internal audit

Kendala dalam hal ini bisa saja menbuat internal audit

Dokumen terkait