• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC. Dari berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah. Berikut adalah Visi dan Misi Bursa Efek Indonesia:

a. Visi

Menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia.

b. Misi

Menciptakan infrastruktur pasar keuangan yang terpercaya dan kredibel untuk mewujudkan pasar yang teratur, wajar, dan efisien, serta dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan melalui produk dan layanan yang inovatif.

Adapun struktur organisasi pada Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

1) Direktur Utama

2) Sekretaris Perusahaan

37

3) Devisi Hukum

4) Devisi Pengelolaan Strategi Perusahaan dan Anak Usaha 5) Satuan Pemeriksa Internal

6) Direktorat Pengembangan 7) Direktorat Penilaian Perusahaan

8) Direktorat Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa 9) Direktorat Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan 10) Direktorat Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko 11) Direktorat Keuangan dan Sumber Daya Manusia

(Sumber : idx.co.id )

Gambar 4.1 Struktur Organisasi BEI

2. Karakteristik Perusahaan Manufaktur

Karakteristik utama industri manufaktur adalah mengelola sumber daya barang jadi melalui proses pabrikasi. Aktivitas perusahaan yang tergolong dalam kelompok industri manufaktur mempunyai 3 (tiga) kegiatan utama, yaitu:

a. Kegiatan utama untuk memperoleh atau menyimpan input atau bahan baku.

b. Kegiatan pengolahan atau pabrikasi atau perakitan atas bahan baku menjadi bahan jadi.

c. Kegiatan menyimpan atau memasarkan barang jadi.

Ketiga kegiatan utama tersebut harus tercermin dalam laporan keuangan perusahaan pada perusahaan industri manufaktur. Dari segi produk yang dihasilkan, aktivitas industri manufaktur mencakup berbagai jenis usaha, antara lain:

1) Industri Barang Konsumsi a. Makanan & minuman b. Rokok

c. Farmasi

d. Kosmetik & Keperluan Rumah Tangga e. Peralatan Rumah Tangga

2) Industri Dasar dan Kimia a. Semen

b. Kayu & Pengolahannya c. Keramik, Porselen dan Kaca d. Plastik & Kemasan dan lainnya

39

e. Bubur Kertas & Kertas f. Kimia

g. Logam & Sejenisnya h. Pakan Ternak dan lainnya 3) Aneka Industri

a. Otomotif dan Komponen b. Tekstil & Garmen

c. Mesin & Alat Berat d. Elektronika

e. Kabel f. Alas Kaki

3. Profil Perusahaan Sampel Penelitian

Adapun penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria sehingga yang menjadi sampel penelitian hanya 15 perusahaan manufaktur yang memiliki jumlah komitmen sewa operasi terbesar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan-perusahaan itu antara lain:

a. Profil PT. Semen Indonesia Tbk

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“Perseroan“) didirikan dengan nama NV Pabrik Semen Gresik pada tanggal 25 Maret 1953. Pada tanggal 17 April 1961, NV Pabrik Semen Gresik dijadikan Perusahaan Negara (Persero). Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan menurut Anggaran Dasar adalah menjalankan usaha dalam bidang industri semen, termasuk kegiatan produksi, menambang dan/atau menggali bahan yang diperlukan dalam industri semen atau industri lainnya,

perdagangan, pemasaran dan distribusi terkait dengan industri semen serta pemberian jasa untuk industri semen dan/atau industri lainnya.

b. Profil PT. Keramik Indonesia Assosiasi Tbk

PT. Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (“Perseroan”) didirikan pada tanggal 28 November 1968. Ruang lingkup kegiatan perseroan terutama meliputi “Industri dan Distribusi Produk Keramik”. Efektif sejak 25 oktober 2019, Perseroan telah memutuskan untuk menghentikan produksi dan semua kegiatan operasional yang berhubungan dengan produksi keramik dinding di pabrik Cileungsi, termasuk pemutusan hubungan kerja dengan para karyawan terkait.

Dikemudian hari, produksi keramik dinding hanya akan dilakukan di pabrik Karawang.

c. Profil PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (“Perusahaan”), Efektif tanggal 1 Januari 2006, Perusahaan mengganti namanya dari PT Semen Cibinong Tbk menjadi PT Holcim Indonesia Tbk. Pada 11 Februari 2019, PT Holcim Indonesia Tbk berubah nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan menurut Anggaran Dasar antara lain adalah menjalankan usaha dalam bidang industri bahan bangunan (industri pengolahan;

konstruksi; penunjang lainnya), perdagangan (perdagangan besar;

aktivitas profesional, ilmiah dan teknis), pertambangan (pertambangan dan penggalian), transportasi (pengangkutan dan pergudangan); serta pengolahan limbah berbahaya

41

d. Profil PT. Lion Metal Works Tbk

PT Lion Metal Works (Perseroan) didirikan di Indonesia dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Asing No. 1 tahun 1967, lingkup kegiatan Perseroan meliputi industri peralatan kantor dan pabrikasi lainnya dari logam. Saat ini, kegiatan utama Perseroan adalah memproduksi peralatan kantor, peralatan gudang, bahan bangunan dan konstruksi dan pabrikasi lainnya dari logam seperti lemari arsip (filing cabinet), lemari penyimpan; pintu besi; perlengkapan gudang, seperti rak tingkat dan pallet; penyangga kabel (cable ladder) dan lainnya.

e. Profil PT. Suparma Tbk

PT Suparma Tbk (Entitas) didirikan pada tanggal 25 Agustus 1976.

Nama Entitas, PT Supar Inpama telah diubah menjadi PT Suparma pada tanggal 7 Desember 1978, ruang lingkup kegiatan Entitas adalah industri kertas dan produk-produk lain yang terkait. Kantor dan pabrik Entitas terletak di Desa Warugunung, Karangpilang, Surabaya, Jawa Timur.

f. Profil PT. Sunson Textile Manufacture Tbk

PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (“Perusahaan”) berdomisili di Bandung, Jawa Barat, Indonesia didirikan dengan nama “PT Sandang Usaha Nasional Indonesia Tekstil Industri” sesuai dengan Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968. ruang lingkup kegiatan utama Perusahaan meliputi usaha di bidang industri tekstil terpadu termasuk memproduksi dan menjual benang, kain dan produk tekstil lainnya serta melakukan perdagangan umum.

g. Profil PT. Astra Internasional Tbk

PT. Astra Internasional Tbk (“Perseroan”) didirikan dan memulai kegiatan usahanya pada tahun 1957 dengan nama PT. Astra Internasional Incorporated. Pada tahun 1990, Perseroan mengubah namanya menjadi PT. Astra Internasional Tbk. Ruang lingkup kegiatan Perseroan seperti yang tertuang dalam Anggaran Dasarnya adalah perdagangan, industry, pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan (konstruksi dan real estat), jasa (aktivitas professional, ilmiah dan teknis, jasa informasi dan komunikasi).

h. Profil PT. GajahTunggal Tbk

PT. Gajah Tunggal Tbk (Perusahaan) didirikan pada tanggal 24 Agustus 1951. Ruang lingkup kegiatan perusahaan terutama meliputi bidang industry pembuatan barang-barang dari karet, termasuk ban dalam dan luar segala jenis kendaraan, barang atau alat.

i. Profil PT. Sepatu Bata Tbk

PT Sepatu Bata Tbk. (“Perusahaan”) didirikan di Indonesia pada tanggal 15 Oktober 1931. Peresmian pengoperasiannya dilakukan pada tahun 1931. Perusahaan bergerak di bidang usaha memproduksi sepatu kulit, sepatu dari kain, sepatu santai dan olah raga, sandal serta sepatu khusus untuk industri, dan impor dan distribusi sepatu. Perusahaan juga aktif melakukan ekspor sepatu.

j. Profil PT. Kabelindo Murni Tbk

PT Kabelindo Murni Tbk (“Entitas”) didirikan pada tanggal 11 Oktober 1979. Ruang lingkup kegiatan Entitas adalah bergerak di bidang

43

industri kabel listrik dan elektronik lainnya, perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan lainnya.

k. Profil PT. Ultra Jaya Milk Industry & Tranding Company Tbk

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk, selanjutnya disebut "Perusahaan", didirikan pada tanggal 2 November 1971.

Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada awal tahun 1974. Perusahaan bergerak dalam bidang industri makanan dan minuman. Perusahaan memasarkan produknya dengan penjualan langsung, penjualan tidak langsung dan melalui pasar modern.

l. Profil PT. Gudang Garam Tbk

PT Gudang Garam Tbk (“Perseroan”), yang semula bernama PT Perusahaan Rokok Tjap “Gudang Garam” Kediri (PT Gudang Garam), didirikan di Kediri, tanggal 30 Juni 1971 No. 10, Perseroan bergerak di bidang industri rokok dan yang terkait dengan industri rokok.

m. Profil PT. Kimia Farma Tbk

PT Kimia Farma Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada tanggal 16 Agustus 1971 di Jakarta, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi bidang industri, pertambangan, perdagangan besar dan eceran, aktivitas kesehatan manusia, penyediaan akomodasi, pendidikan, aktivitas professional, ilmiah dan teknis, aktivitas keuangan dan asuransi, pertanian, informasi dan komunikasi dan aktivitas jasa lainnya. Hasil produksi perusahaan dipasarkan di dalam dan diluar negeri, yaitu ke Asia, Eropa, Australia, Afrika dan Selandia Baru. PT. Bio Farma (Persero) adalah pemegang saham mayoritas perusahaan, dengan pemilikan 90,03%.

n. Profil PT. Mustika Ratu Tbk

PT Mustika Ratu Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada tanggal 14 Maret 1978. ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi pabrikasi, perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat, dan kegiatan usaha lain yang berkaitan. Perusahaan berdomisili di Jl. Gatot Subroto Kav. 74-75, Jakarta Selatan dan pabrik berlokasi di Jl. Raya Bogor KM. 6,4 Ciracas, Jakarta Timur.

o. Profil PT. Langgeng Makmur Industri Tbk

PT Langgeng Makmur Industri Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada 6 tahun 1968, Perusahaan mulai beroprasi komersial pada tahun 1976.

Maksud dan tujuan Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang industri pengolahan dan perdagangan besar dan eceran.

Untuk mencapai maksud tujuan tersebut di atas, perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

a. Industri pengolahan

b. Perdagangan besar dan eceran.

B. Hasil Penelitian

Dokumen terkait