PENEMUAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1.Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di perusahaan jasa yang berada di daerah Jabotabek. Sampel dalam penelitian ini adalah lower level manajer di perusahaan jasa yang berhubungan langsung dengan proses penyusunan anggaran. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan simple random sampling method.
Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung kepada para responden. Periode penyebaran kuesioner dimulai pada tanggal 18 Juli 2008 sampai dengan tangal 7 Oktober 2008.
2. Tingkat Pengembalian Kuesioner
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dengan cara mengirimkan kuesioner sebanyak 55 kuesioner.
Tabel 4. 1.
Distribusi dan Tingkat Pengembalian Kuesioner
Keterangan Jumlah Persentase (%)
Kuesioner yang dikirim 55 100%
Kuesioner yang tidak kembali 4 7,2%
Kuesioner yang kembali 51 92%
Kuesioner yang tidak dapat diolah 1 2%
Kuesioner yang dapat diolah 50 90%
3. Penemuan dan Pembahasan 1. Statistik Deskriptif Responden
Statistik deskriptif responden memberikan gambaran mengenai karakteristik responden yang diukur dengan skala nominal dan menunjukkan besarnya frekuensi absolut dan persentase jenis kelamin, umur, pendidikan dan lamanya bekerja pada jabatan saat ini. Data mengenai karakteristik responden ditampilkan pada tabel 4.2.
Tabel 4.2
Deskriptif demografi responden
Frekuensi Dasar klasifikasi Sub klasifikasi
Absolut persentase Pria 40 80% Jenis Kelamin Wanita 10 20% 25 – 35 tahun 2 4% 36 – 45 tahun 16 32% 46 – 55 tahun 18 36% Umur Diatas 55 4 8% S1 18 36% S2 10 20% pendidikan S3 12 24% 1 – 2 tahun 18 36% 3 – 4 tahun 6 12%
Lama bekerja pada jabatan saat ini
Di atas 4 tahun 16 32%
Sumber: Data primer yang diolah
2. Statistik Deskriptif Variabel
Pengukuran statistik deskriptif variabel dilakukan untuk memberikan gambaran awal mengenai karakteristik data, seperti nilai rata-rata, standar deviasi dan lain-lain. Berikut ini merupakan gambaran
mengenai statistik deskriptif dari variabel-variabel yang terdapat dalam penelitian ini.
Tabel 4.3. Statistik Deskriptif
Sub Variabel N Min Max Mean Std.
Deviation Partisipasi dalam
penyusunan anggaran
50 15 28 21.82 3.082
Kejelasan tujuan anggaran 50 10 20 15.48 2.140 Umpan balik anggaran 50 10 20 15.72 2.157
Evaluasi anggaran 50 14 30 21.42 4.828
Tingkat kesulitan anggaran 50 10 25 18.22 3.986
Kinerja manajerial 50 22 38 29.76 3.972
Valid N (listwise) 50
Sumber: Data primer yang diolah
Hasil pengolahan statistik deskriptif SPSS dalam tabel 4.3 menunjukkan bahwa jumlah responden (N) yang valid dan dapat diproses lebih lanjut sebanyak 50 responden. Nilai minimum menunjukkan nilai akumulasi paling rendah dari masing-masing jawaban responden pada tiap variabel, sedangkan nilai maksimum menunjukkan nilai akumulasi tertingginya.
Nilai maksimum untuk variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran, kejelasan tujuan anggaran, umpan balik anggaran, evaluasi anggaran, tingkat kesulitan anggaran dan kinerja manajerial berturut-turut adalah 28, 20, 20, 30, 25, 38. Hal ini menunjukkan bahwa nilai tertinggi untuk masing-masing variabel didapat dengan menjawab dengan nilai
maksimum pada skor “5”, karena indikator pertanyaan pada variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran, kejelasan tujuan anggaran, umpan balik anggaran, evaluasi anggaran, tingkat kesulitan anggaran dan kinerja manajerial masing-masing 6, 4, 4, 6, 6 dan 8. Skor maksimum “5” dikalikan dengan jumlah indikator pertanyaan akan didapat nilai maksimum pada statistik deskriptif. Hal ini berlaku untuk setiap variabel dalam penelitian ini.
Nilai minimum paling rendah adalah variabel kejelasan tujuan anggaran, umpan balik anggaran, tingkat kesulitan anggaran dengan skor dibandingkan dengan variabel partisipasi dalam menyusun anggaran, evaluasi anggaran, dan kinerja manajerial, dengan skor masing-masing 15, 10, 10, 14, 10 dan 22.
Nilai rata-rata (mean) adalah nilai rata-rata keseluruhan jawaban pada setiap elemen variabel. Dari 50 responden nilai rata-rata untuk variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran sebesar 21,82. Variabel kejelasan tujuan anggaran dengan nilai rata-rata 15,48, variabel umpan balik anggaran dengan nilai rata-rata 15,77, variabel evaluasi anggaran dengan nilai rata-rata 21,42, variabel tingkat kesulitan anggaran dengan nilai rata-rata 18,22dan variabel kinerja manajerial dengan nilai rata-rata 29,76.
Selain itu masih ada satu nilai lagi yaitu nilai standar deviasi (st.df). Standar deviasi (st.df) pada penelitian ini digunakan untuk menilai tingkat
dispersi atau persebaran rata-rata atas jawaban dari 50 responden. Variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran memiliki nilai st.df sebesar 3.082. Variabel kejelasan tujuan anggaran memiliki nilai st.df sebesar 2.140, variabel umpan balik anggaran memiliki nilai st.df sebesar 2.157, variabel evaluasi anggaran memiliki nilai st.df sebesar 4.828, variabel tingkat kesulitan anggaran memiliki nilai st.df sebesar 3.986 dan varibel kinerja manajerial memiliki nilai st.df sebesar 3.972.
3. Hasil Uji Kualitas Data a. Uji validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2001:45). Pengujian validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pearson correlation. Pedoman suatu model dikatakan valid jika probabilitas signifikansinya dibawah 0,05, sebelum instrumen disebarkan kepada responden yang menjadi sampel penelitian, terlebih dahulu dilakukan try out, yang hasilnya dapat dilihat pada tabel 4. 4.
Berdasarkan hasil try out dapat disimpulkan dari 36 item pertanyaan, 13 diantaranya tidak valid. Pertanyaan-pertanyaan tersebut antara lain pertanyaan ketiga dari sub variabel partisipasi dalam
penyusunan anggaran, pertanyaan pertama dan kedua untuk sub variabel kejelasan tujuan anggaran, sub variabel umpan balik anggaran seluruhnya valid, pertanyaan kedua, keempat dan keenam untuk sub variabel evaluasi anggaran, pertanyaan kedua dan keempat dari sub variabel tingkat kesulitan anggaran. Sedangkan untuk variabel kinerja manajerial setengah dari pertanyaan dinyatakan valid. Semua pertanyaan tersebut memiliki tingkat signifikansi di atas 0,05. Setelah dilakukan try out, beberapa pertanyaan yang tidak valid tersebut dimodifikasi bentuknya agar lebih dapat mengukur suatu construk yang akan diteliti.
Tabel 4.4
Hasil Try Out Uji Validitas
variabel Sub variabel Item
pertanyaan
Sig. Pearson
correlation
Ket.
PA 1 0.022 0.710(*) Valid
PA2 0.103 -0.546 Tidak Valid
PA3 0.032 0.674(*) valid PA4 0.044 0.646(*) Valid PA5 0.000 0.935(**) Valid Partisipasi dalam penyusunan anggaran
PA6 0.246 0.405 Tidak Valid
KA1 0.291 0.371 Tidak valid
KA2 0.056 0.620 Tidak valid
KA3 0.701 0.139 Tidak Valid
Kejelasan tujuan anggaran
KA4 0.881 0.055 Tidak Valid
UA1 0.041 0.653(*) Valid UA2 0.041 0.653(*) Valid UA3 0.020 0.716(*) Valid Umpan balik anggaran
UA4 0.086 0.570 Tidak Valid
EA1 0.340 0.338 Tidak Valid
EA2 0.064 0.605 Tidak valid
EA3 0.247 0.404 Tidak Valid
EA4 0.052 0.627 Tidak valid
EA5 0.247 0.404 Tidak Valid
Evaluasi anggaran
EA6 0.107 0.540 Tidak valid
TA1 0.382 0.311 Tidak valid
TA2 0.544 0.218 Tidak valid
TA3 0.174 0.466 Tidak valid
TA4 0.033 0.673(*) Valid TA5 0.012 0.752(*) Valid Karakteristik gaya penyusunan anggaran Tingkat kesulitan anggaran TA6 0.026 0.693(*) Valid KM1 0.963 0.017 Tidak valid KM2 0.780 -0.102 Tidak valid KM3 0.589 -0.195 Valid KM4 0.107 0.540 Tidak valid KM5 0.377 0.314 Valid KM6 0.944 0.025 Valid KM7 0.040 0.655(*) Tidak valid Kinerja manajerial KM8 0.034 0.671(*) Valid
Sumber: data primer yang diolah
Setelah dilakukan try out dan modifikasi terhadap pertanyaan-pertanyaan yang tidak valid, kuesioner disebarkan kepada responden sesungguhnya. Hasil aktual pengujian validitas disajikan per variabel pada tabel 4. 5.
Tabel 4.5.
Hasil Uji Validitas Instrumen Karakteristik Gaya Penyusunan Anggaran
variabel Sub
variabel
Item pertanyaan Sig. Pearson
correlation Ket. PA 1 0.002 0.422(**) Valid PA2 0.001 0.439(**) Valid PA3 0.000 0.633(**) Valid PA4 0.024 0.320(*) Valid PA5 0.000 0.609(**) Valid Partisipasi dalam penyusuna n anggaran PA6 0.000 0.634(**) Valid KA1 0.000 0.769(**) Valid KA2 0.001 0.453(**) Valid KA3 0.001 0.464(**) Valid Kejelasan tujuan anggaran KA4 0.000 0.728(**) Valid UA1 0.000 0.655(**) Valid UA2 0.000 0.768(**) Valid UA3 0.000 0.682(**) Valid Umpan balik anggaran UA4 0.000 0.519(**) Valid EA1 0.000 0.815(**) Valid EA2 0.001 0.465(**) Valid EA3 0.000 0.662(**) Valid EA4 0.000 0.739(**) Valid EA5 0.000 0.817(**) Valid Evaluasi anggaran EA6 0.000 0.628(**) Valid TA1 0.005 0.394(**) Valid
TA2 0.284 0.154 Tidak valid
TA3 0.000 0.780(**) Valid TA4 0.000 0.850(**) Valid TA5 0.000 0.742(**) Valid gaya penyusunan anggaran Tingkat kesulitan anggaran TA6 0.000 0.717(**) Valid
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 4.5. diatas menunjukkan bahwa semua pertanyaan, kecuali TA2, dinyatakan tidak valid karena memiliki tingkat signifikansi melebihi 0,05 yaitu 0,284. Pengujian kemudian dilakukan kembali tanpa menyertakan pertanyaan yang tidak valid. Hasilnya dalam pengujian kedua ini semua item pertanyaan dinyatakan valid, seperti pada tabel 4.6.
Tabel 4.6.
Tingkat Kesulitan Anggaran (setelah dikurangi pertanyaan tidak valid)
Sub variabel Item
pertanyaan Sig. Pearson correlation Keterangan TA1 0.002 0.435(**) Valid TA3 0.000 0.832(**) Valid TA4 0.000 0.804(**) Valid TA5 0.000 0.768(**) Valid Tingkat kesulitan anggaran TA6 0.000 0.793(**) Valid
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 4.6. menunjukkan hasil pengujian kembali untuk instrumen tingkat kesulitan anggaran setelah pertanyaan tidak valid dikeluarkan, dimana hasilnya semua pertanyaan dinyatakan valid dengan tingkat signifikansi seluruhnya 0.000, kecuali untuk pertanyaan TA1 yaitu 0,002. Untuk instrumen kinerja manajerial, hasil pengujiannya disajikan pada tabel 4.7.
Tabel 4.7.
Hasil Uji Validitas Instrumen Kinerja Manajerial
Variabel Item pertanyaan Sig. Pearson correlation Keterangan KM1 0.000 0.628(**) Valid KM2 0.000 0.622(**) Valid KM3 0.001 0.459(**) Valid KM4 0.000 0.500(**) Valid KM5 0.000 0.666(**) Valid KM6 0.000 0.507(**) Valid KM7 0.000 0.715(**) Valid Kinerja manajerial KM8 0.000 0.707(**) Valid
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan data pada tabel 4.7. di atas dapat disimpulkan bahwa untuk seluruh instrumen kinerja manajerial hasilnya dinyatakan valid
yaitu memiliki tingkat signifikansi dibawah 0,05. Hal ini berarti tidak perlu dilakukan pengujian ulang karena semua pertanyaan telah valid. b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Data yang reliabel memiliki nilai cronbach alpha di atas 0,60. Berikut adalah hasil uji reliabilitas instrumen partisipasi dalam penyusunan anggaran, kejelasan tujuan anggaran, umpan balik anggaran, evaluasi anggaran, tingkat kesulitan anggaran dan kinerja manajerial.
Tabel 4. 8. Hasil uji reliabilitas
Variabel Cronbach alpha keterangan Partisipasi dalam penyusunan
anggaran
0.677 Reliabel Kejelasan tujuan anggaran 0.724 Reliabel
Umpan balik anggaran 0.777 Reliabel
Evaluasi anggaran 0.857 Reliabel
Tingkat kesulitan anggaran 0.865 Reliabel
Kinerja manajerial 0.825 Reliabel
Sumber: Data primer yang diolah
Tabel 4.8. menunjukkan hasil perhitungan nilai cronbach’s alpha atas pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa masing-masing variabel yaitu partisipasi dalam penyusunan anggaran, kejelasan tujuan
anggaran, umpan balik anggaran, evaluasi anggaran, tingkat kesulitan anggaran dan kinerja manajerial dinyatakan reliabel karena memiliki nilai cronbach’s alpha lebih besar dari 0.60.
4. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Uji multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Untuk menguji ada atau tidaknya korelasi antara variabel bebas menggunakan metode Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Model regresi yang bebas multikolinearitas yaitu nilai (VIF) tidak lebih dari 10 dan nilai Tolerance tidak kurang dari 0,1.
Tabel 4.9
Hasil Uji Multikolinearitas
Karakteristik Gaya Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Coefficient(a) Collinearity statistic Model Tolerance VIF 1 (Constant)
Partisipasi dalam penyusunan
anggaran 0.633 1.579
Kejelasan tujuan anggaran 0.726 1.377
Umpan balik anggaran 0.720 1.388
Evaluasi anggaran 0.412 2.426
Tingkat kesulitan anggaran 0.501 1.997
Berdasarkan tabel 4.9. diatas maka semua variabel, yaitu partisipasi dalam penyusunan anggaran, evaluasi anggaran dan tingkat kesulitan anggaran dan kinerja manjerial mempunyai nilai VIF kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih dari 0,10. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam model ini terbebas dari masalah multikolinearitas.
b. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance tersebut tetap maka disebut homoskedastisitas, dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas.
Untuk mendeteksi heteroskedastisitas dapat melihat grafik plot. Deteksinya dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu X adalah residual yang telah di-standardized (Santoso, 2000:210). Pedoman dalam mendeteksi uji heteroskedastisitas antara lain: (a) jika ada pola tertentu, seperti titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar) maka terjadi heteroskedastisitas. Dan (b) jika tidak ada pola yang jelas, serta titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y, maka tidak terjadi
heteroskedastisitas (Ghozali,2001). Grafik plot pada penelitian ini terlihat sebagai berikut.
Gambar 4.1
Hasil Uji Heterokedastisitas
Karakteristik Gaya Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan scatterplot diatas, terlihat bahwa penyebaran residual adalah tidak teratur. Hal tersebut dapat dilihat dari plot yang terpencar serta tidak membentuk pola teratur. Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi linear berganda bebas dari asumsi klasik heterokedastisitas dan layak digunakan dalam penelitian.
c. Uji Normalitas
Menguji suatu model regresi yaitu variabel dependen, variabel independen maupun keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak
(Ghozali, 2001:110). Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau paling tidak mendekati normal. Untuk mendeteksi normalitas dapat menggunakan analisa grafik dengan melihat grafik normal P-P Plot Of Regression Standardized Residual. Deteksinya dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik. Pada penelitian ini uji normaltas terlihat dalam grafik berikut yang merupakan hasil output pengujian normalitas dengan media bantuan program SPSS seri 15. Dasar pengambilan keputusan dari analisa grafik tersebut adalah:
i. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. ii. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan/atau tidak
mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
Gambar 4.2 Hasil Uji Normalitas
Karakteristik Gaya Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial
Sumber: Data primer yang diolah
Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar disekitar garis diagonal atau mengikuti arah garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa penyebaran normalitas terpenuhi dan menunjukkan bahwa model regresi layak digunakan.
5. Hasil Uji Hipotesis
Hipotesis 1 menguji partisipasi dalam penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial, hipotesis 2 menguji kejelasan tujuan anggaran terhadap kinerja manajerial, hipotesis 3 menguji umpan balik anggaran terhadap kinerja manajerial, hipotesis 4 menguji evaluasi anggaran terhadap kinerja manajerial dan hipotesis 5 menguji tingkat kesulitan anggaran terhadap kinerja manajerial. Dan pengujiannya menggunakan regresi linear berganda.
a. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Pengujian koefisien determinasi dilakukan untuk melihat seberapa jauh variabel partisipasi anggaran, kejelasan tujuan anggaran, umpan balik anggaran, evaluasi anggaran dan tingkat kesulitan anggaran dalam menjelaskan variabel kinerja manajerial. Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel 4.10. di bawah ini.
Tabel 4.10.
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Karakteristik Gaya Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Model Summaryb .618a .382 .312 3.294 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), TA, KA, UA, PA, EA
a.
Dependent Variable: KM b.
Tabel diatas menunjukkan nilai Adjusted R Square yang dihasilkan oleh variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran, kejelasan tujuan anggaran, umpan balik anggaran, evaluasi anggaran dan tingkat kesulitan anggaran sebesar 0,312. Artinya bahwa variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran, kejelasan tujuan anggaran, umpan balik anggaran, evaluasi anggaran dan tingkat kesulitan anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajerial 31% sedangkan sisanya 69% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model.
b. Hasil Uji F
Tabel 4.11. Hasil Uji F
Karakteristik Gaya Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial
ANOVA(b)
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 295.618 5 59.124 5.448 .001(a)
Residual 477.502 44 10.852
Total 773.120 49
a Predictors: (Constant), Tingkat kesulitan anggaran, umpan balik anggaran, kejelasan tujuan anggaran, evaluasi anggaran, partisipasi dalam penyusunan anggaran.
b Dependent Variabel: Kinerja Manajerial
Hasil uji signifikansi simultan (uji statistik F) yang ditampilkan pada tabel menunjukkan nilai F hitung sebesar 5.448 dengan tingkat signifikansi 0,001, menunjukkkan probabilitas signifikansi lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti variabel Ha6 partisipasi dalam penyusunan anggaran, kejelasan tujuan anggaran, umpan balik anggaran, evaluasi
anggaran dan tingkat kesulitan anggaran secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi kinerja manajerial.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa penelitian ini mendukung hasil penelitian Munawar dkk (2006) yang menyatakan bahwa karakteristik tujuan anggaran yang diwakili oleh variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran, kejelasan tujuan anggaran, umpan balik anggaran, evaluasi anggaran dan tingkat kesulitan anggaran secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi kinerja. Dengan hasil pengujian ini berarti semakin baik manajer turut berpartisipasi dalam penyusunan anggaran, melaksanakan anggaran dan menilai sendiri tentang pencapaian anggaran yang telah ditetapkan maka semakin baik kinerjanya.
Namun, hasil penelitian ini bertentangan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Maryanti (2002) dalam Munawar dkk (2006) yang menyatakan bahwa karakteristik tujuan anggaran tidak mempunyai pengaruh terhadap kinerja pada signifikansi α = 0,05. c. Hasil Uji t
Pengujian signifikansi parameter individual (uji t) dilakukan untuk melihat pengaruh variabel karakteristik gaya penyusunan anggaran yang memiliki lima sub variabel yaitu partisipasi dalam penyusunan anggaran, kejelasan tujuan anggaran, umpan balik
anggaran, evaluasi anggaran dan tingkat kesulitan anggaran secara individual (parsial) terhadap variabel kinerja manajerial. Hasil pengujian statistik t disajikan pada tabel 4.12.
Tabel 4.12.
Hasil Uji t (Hipotesis 1, 2, 3, 4 dan 5)
Karakteristik Gaya Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Coefficient(a) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 11.076 4.989 2.220 0.032
Partisipasi dalam
penyusunan anggaran 0.443 0.192 0.344 2.311 0.026
Kejelasan tujuan
anggaran 0.129 0.258 0.070 0.501 0.619
Umpan balik anggaran 0.134 0.257 0.073 0.522 0.604
Evaluasi anggaran -0.218 0.152 -0.265 -1.435 0.158
Tingkat kesulitan
anggaran 0.525 0.167 0.527 3.145 0.003
a Dependent Variabel: Kinerja Manajerial
Berdasarkan tabel 4.12. diatas dapat dibuat persamaan regresi sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + e
Y = 11.076 + 0,443 X1 + 0.129 X2 - 0.134 X3 - 0.218 X4 + 0.525 X5 + e Dari persamaan regresi linear berganda tersebut bahwa 11.076 merupakan nilai konstan, berarti jika diasumsikan nilai dari variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran, kejelasan tujuan anggaran, umpan balik anggaran, evaluasi anggaran dan tingkat kesulitan
anggaran sama dengan nol (tidak ada faktor yang mempengaruhi) maka nilai variabel dependen (kinerja manajerial) sebesar 11.076.
a. Partisipasi Dalam Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial (Ha1)
Angka koefisien variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran sebesar 0,443 menunjukkan bahwa setiap peningkatan partisipasi dalam penyusunan anggaran 1% akan meningkatkan kinerja manajerial sebesar 0,443.
Koefisien regresi variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran bernilai positif sebesar 0.443, artinya hubungan yang positif atau searah antara variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran dengan kinerja manajerial. Yang artinya partisipasi anggaran yang tinggi akan meningkatkan kinerja manajerial. Sebaliknya partisipasi anggaran yang rendah akan menurunkan kinerja manajerial. Hal ini sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Anthony dan Govindarajan (2005) bahwa adanya anggaran partisipastif dapat mengarahkan pada peningkatan kinerja yang lebih tinggi karena adanya rasa tanggung jawab untuk mencapai target anggaran yang ditetapkan.
Hasil uji t variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 2.311 pada standarized coefficients beta 0,344 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,026.
Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa secara individual variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajerial, karena tingkat signifikansi di bawah 0,05. Dengan demikian hasil penelitian ini mendukung hipotesis 1 (Ha1) yang mengatakan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Kusnasriyanti Yusfaningrum dan Imam Ghozali (2005) yang menyatakan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial.
b. Kejelasan Tujuan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial (Ha2) Selanjutnya untuk hipotesis ke-2 yaitu kejelasan tujuan anggaran memiliki angka koefisien sebesar 0.129 menunjukkan bahwa setiap peningkatan kejelasan tujuan anggaran 1% akan meningkatkan kinerja manajerial sebesar 0.129.
Koefisien regresi variabel kejelasan tujuan anggaran bernilai positif sebesar 0.129; artinya terdapat hubungan yang positif atau searah antara variabel kejelasan tujuan anggaran dengan kinerja manajerial yaitu kejelasan tujuan anggaran yang tinggi akan meningkatkan kinerja manajerial. Sebaliknya tingkat kejelasan tujuan anggaran yang rendah akan menurunkan kinerja manajerial.
Hasil uji t variabel kejelasan tujuan anggaran menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 0.501 pada standarized coefficients beta kejelasan tujuan anggaran sebesar 0,070 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,619. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa secara individual variabel kejelasan tujuan anggaran tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial, karena tingkat signifikansi di atas 0,05. Dengan demikian hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis 2 (Ha2) yang mengatakan bahwa kejelasan tujuan anggaran tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Munawar dkk (2006), yang menyatakan bahwa kejelasan tujuan anggaran tidak ada pengaruh terhadap kinerja manajerial aparatur daerah Kabupaten Kupang.
c. Umpan Balik Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial (Ha3)
Selanjutnya untuk hipotesis 3, nilai koefisien umpan balik anggaran sebesar 0.134 menunjukkan bahwa setiap peningkatan umpan balik anggaran 1% akan meningkatkan kinerja manajerial sebesar 0.134.
Koefisien regresi variabel umpan balik anggaran bernilai positif sebesar 0.134; artinya terdapat hubungan yang positif atau searah antara variabel umpan balik anggaran dengan kinerja
manajerial yaitu umpan balik anggaran yang tinggi akan meningkatkan kinerja manajerial. Sebaliknya tingkat umpan balik anggaran yang rendah akan menurunkan kinerja manajerial.
Hasil uji t variabel umpan balik anggaran menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 0.522 pada standarized coefficients beta umpan balik anggaran sebesar 0,073 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,604. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa secara individual variabel umpan balik anggaran tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial, karena tingkat signifikansi di atas 0,05. Dengan demikian hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis 3 (Ha3) yang mengatakan bahwa umpan balik anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial.
Penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Munawar dkk (2006), yang mengatakan bahwa umpan balik anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kenis (1979) dalam Sumarno (2006) menemukan hanya kepuasan kerja dan motivasi anggaran ditemukan signifikan dengan hubungan yang agak lemah dengan umpan balik anggaran. Umpan balik mengenai tingkat pencapaian tujuan anggaran tidak efektif dalam memperbaiki kinerja dan hanya efektif secara marginal dalam memperbaiki sikap manajer. Penemuan ini gagal
untuk menjelaskan hasil dari berbagai studi dengan hubungan umpan balik sikap, kinerja dalam task-goal setting.
d. Evaluasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial (Ha4)
Selanjutnya untuk hipotesis ke-4 nilai koefisien evaluasi anggaran sebesar -0.218 menunjukkan bahwa setiap peningkatan evaluasi anggaran 1% akan mengurangi kinerja manajerial sebesar 0,218.
Koefisien regresi variabel evaluasi anggaran bernilai negatif sebesar -0,218; artinya terdapat hubungan yang negatif atau berlawanan antara variabel evaluasi anggaran dengan kinerja manajerial yaitu evaluasi anggaran yang tinggi akan mengurangi kinerja manajerial. Sebaliknya tingkat evaluasi anggaran yang rendah akan menaikan kinerja manajerial.