Check dam Batang Suliti berada di Kabupaten Solok Selatan dengan ketinggian ± 458 meter dari permukaan laut, dengan luas daerah 524,10 Km2. Lokasi proyek berjarak + 110 Km dari Pusat Kota Padang. Adapun Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh berbatasan dengan :
Sebelah Utara : Kecamatan Pantai Cermin dan Lembah Gumanti Sebelah Selatan : Kecamatan Pesisir Selatan dan Kec. Sungai Pagu Sebelah Barat : Kecamatan Pesisir Selatan
Sebelah Timur : Kecamatan Sungai Pagu
Pencapaian wilayah studi dari Kota Solok Selatan dapat dilakukan dengan mudah yaitu melalui jalan Kota Padang ke Muaro Labuh dengan kondisi jalan yang cukup baik.
Gambar 3.1 Lokasi check dam (Propinsi Sumatera Barat)
Lokasi
Legenda:
Batas Propinsi Batas
Peta Topografi merupakan peta yang meliputi seluruh daerah aliran sungai yang meliputi peta situasi letak bangunan utama, gambar potongan memanjang dan melintang. Dari peta topografi didapat data :
1. Luas catchment area (A) 2. Panjang sungai (L) 3. Kemiringan sungai (s)
Daerah rencana check dam Batang Suliti adalah daerah yang terletak pada perbukitan dengan topografi yang bergelombang dengan ketingian 458m dpl. Check dam Batang Suliti terletak pada koordinat -1 23’25,3” S 100 59’8,6” E
Gambar 3.2 Peta Wilayah Studi
Lokasi check dam
Jalan raya
Gambar 3.3 Peta Catchment Area
Sumber : Dinas PSDA Propinsi Sumatera Barat
3.2 Topografi
Kondisi Topografi DAS Batang Suliti bagian hulu merupakan daerah bergunung dan berbukit. Bagian tengah DAS bergelombang sampai berombak. Hanya daerah di sekitar daerah sungai Batang Suliti Hulu bagian hilir yang mempunyai kemiringan 0 – 5 %. Bagian hilir DAS Batang Suliti bervariasi dari berbukit, bergelombang dan berombak. Pada Tabel 3-1 disajikan persentase kemiringan lahan berdasarkan kondisi topografi.
Catchment Area Check Dam Suliti Kab. Solok Selatan
Luas Catchment Area : 126.7 Km2
Catchment Area
Tabel 3.1 Kemiringan Lereng Berdasarkan Kondisi Topografi
No. Wilayah
Kemiringan Lereng %
Luas
(Ha) Bentuk Wilayah 1 Kawasan Hulu DAS Bt Suliti
Hulu, dan tepi-tepi DAS Bt Suliti
> 25
34016
Bergunung dan berbukit
2 Kawasan lereng perbukitan. 15 - 25 35870 Bergelombang/Berbukit 3 Bagian tengah DAS 5 – 15 15216 Berombak sampai datar 4 Lembah-lembah sungai Bt
Suliti bagian hilir
0 – 5
41598 Relatif Datar
Sumber: Dinas PU PSDA Sumatera Barat
Gambar 3.4 Peta Kemiringan Lereng DAS Batang Suliti
3.3 Land Use
Lahan merupakan lingkungan fisik yang terdiri dari iklim, relief, tanah, air,
dan vegetasi, serta benda yang ada di atasnya sepanjang ada pengaruhnya terhadap penggunaan lahan. Sumber daya lahan merupakan sumber daya alam yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan hidup manusia karena lahan diperlukan dalam setiap kegiatan manusia. Penggunaan lahan umumnya ditentukan oleh kemampuan lahan atau kesesuaian lahan untuk penggunaan pertanian, industri, perdagangan, permukiman, dan lain sebagainya.
Penggunaan lahan dapat dikelompokan ke dalam dua golongan besar yaitu penggunaan lahan pertanian dan penggunaan lahan bukan pertanian. Perencanaan tata ruang harus mempertimbangkan daerah hulu dan daerah hilir DAS, terkait peruntukan lahan maka perencanaan peruntukan lahan haruslah meliputi seluruh DAS. Secara hidrologis wilayah hulu dan hilir merupakan satu kesatuan organis yang tidak dapat terpisahkan, keduanya memiliki keterkaitan dan ketergantungan yang sangat tinggi (Haryanto dalam Nafilah, 2013).
Didaerah aliran Batang Suliti yang berada di Solok Selatan dapat dilihat dan ditemukannya dinding-dinding sungai yang longsor disebabkan oleh proses erosi sungai akibat dari penambangan bahan galian golongan C. Dimana aktifitas penambangan dilakukan dengan menggunakan dompeng dan eskafator, akibatnya lahan yang ada di tepi-tepi sungai Batang Suliti terkikis sehingga menyebabkan kerusakan lahan di sepanjang daerah aliran sungai. Dengan kondisi sungai yang seperti ini, juga berpengaruh pada kecepatan aliran sungai Batang Suliti terhadap perubahan lahan yang akhirnya terjadi perubahan arah alur aliran Batang Suliti sehingga pelebaran pada badan sungai pun terjadi. Selain itu penambangan bahan galian golongan C juga berdampak terhadap kondisi air tanah.
3.4 Geologi
Pola aliran atau susunan jaringan sungai pada suatu DAS merupakan karakteristik fisik setiap drainage basin yang penting, hal tersebut karena pola
aliran sungai mempengaruhi efisiensi sistem drainase dan karakteristik hidrografis serta untuk mengetahui kondisi tanah dan permukaan DAS khususnya tenaga erosi.
Berdasarkan peta Topographi DAS Batang Suliti, terdapat beberapa susunan anak-anak sungainya, antara lain tipe denritik yang berada di bagian hulu Bt Suliti yang beberapa anak sungainya membentuk Tipe Sejajar yang dikombinasikan dengan tipe cabang pohon.
Dari data geologi regional daerah studi yang didapatkan dari peta geologi Lembar Painan Timur Laut Muara Siberut 0814 - 0714, 1996 skala 1 : 250.000 yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Bandung. Dapat disebutkan bahwa secara umum adalah jenis tanah podsolik
Gambar 3.5 Jenis tanah DAS Batang Suliti
3.5 Hidrologi dan Klimatologi
Hidrologi yang berhubungan dengan curah hujan di suatu daerah studi. Curah hujan adalah kumpulan curahan hujan yang jatuh pada satu daerah melalui presipitasi (proses berubahnya uap menjadi air).
Data curah hujan didapat dari Dinas PSDA Sumatera Barat, yang bersumber dari stasiun hujan yang meliputi daerah aliran sungai pada perencanaan check dam Batang Suliti. Stasiun yang dekat dengan lokasi daerah pengaliran Batang Suliti ini adalah stasiun curah hujan Jalan Balantai dan Sungai Ipuh Solok Selatan.
Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hal-hal yang berkaitan dan mempengaruhi keadaan cuaca pada suatu daerah. Mengetahui keadaan cuaca dapat digunakan untuk menentukan lajunya evapotranspirasi yang juga sangat bergantung pada jumlah penyinaran matahari dan radiasi matahari. Untuk melengkapi perencanaan bangunan check dam Batang Suliti ini selain data hidrologi juga diperlukan data klimatologi.
Tabel 3.2. Data Curah Hujan Harian Maksimum
No Tahun
Stasiun ( mm/hari )
Sungai Ipuh Jalan balantai
1 2014 73,00 40,00 2 2013 88,00 67,00 3 2012 67,00 64,00 4 2011 56,00 67,00 5 2010 82,00 100,00 6 2009 72,00 60,00 7 2008 37,00 60,00 8 2007 51,00 60,00 9 2006 32,00 40,00
10 2005 56,00 56,00 11 2004 38,00 40,00 12 2003 31,00 39,00 13 2002 34,00 37,00 14 2001 33,00 50,00 15 2000 42,00 25,00 16 1999 34,00 52,00 17 1998 123,00 99,00 18 1997 90,00 80,00 19 1996 73,00 107,00 20 1995 53,00 86,00
Sumber : Dinas PSDA Sumbar,2014
Gambar 3.6 Peta Stasiun Hujan
3.6 RANCANGAN PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah metode pengumpulan dan analisa data. Data yang akan digunakan adalah data primer dan sekunder, kemudian data-data tersebut dianalisis berdasarkan analisis hidrologi dan aliran sedimen yang akan digunakan untuk pedoman dalam menentukan desain dimensi penampang. Berikut skema rancangan penelitian
Gambar 3.7 Skema Rancangan Penelitian Pengumpulan Data
Analisis Hidrologi
• Analisis Curah Hujan Wilayah
Uji Kesesuaian
Analisis Debit Banjir Rencana
Analisis Erosi dam Angkutan Sedimen
Perencanaan Dimensi Pelimpah Main dam, Subdam , Apron dan
Gambar Desain Check Dam Perhitungan Kapasitas
Selesai
Analisis Stabilitas Check dam Mulai
BAB IV