3. Kualitas Fungsional (X3)
4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian 1. Gambaran Umum Perusahaan
PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) atau PTPN XI adalah badan usaha milik negara (BUMN) agribisnis perkebunan dengan core business gula. Perusahaan ini bahkan satu-satunya BUMN yang mengusahakan komoditas tunggal, yakni gula, dengan kontribusi sekitar16-18% terhadap produksi nasional. Sebagian besar bahan baku berasal dari tebu rakyat yang diusahakan para petani sekitar melalui kemitraan dengan pabrik gula (PG).
Kegiatan utama usaha dari PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) adalah produksi gula. Bidang usaha yang lain meliputi produksi / pembuatan alkohol serta spiritus dari tetes tebu dan produksi karung goni dari serat kenaff dan karung plastik. Perusahaan juga menyediakan jasa pelayanan medis dari Rumah Sakit Umum yang dimilikinya
PT. Perkebunan Nusantara (Persero) yang berkantor di jalan merak No.1, Surabaya, mengoperasikan 16 pabrik gula, 4 rumah sakit, 1 pabrik goni & karung plastik dan 1 pabrik penyulingan Alkohol & Spiritus
Sejak nasionalisasi atau pengambilalihan dari Pemerintahan Belanda ke Pemerintahan Indonesia perusahaan perkebunan telah mengalami beberapa kali mengalami restrukturisasi, sampai yang terakhir dari yang sebelumnya berjumlah 32 perusahaan perkebunan menjadi 14 perusahaan, dimana dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Indonesia nomor 16 tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996, PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) merupakan gabungan antara PT Perkebunan XX (Persero) dan PT Perkebunan XXIV-XXV (Persero) yang masing-masing didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 6 Tahun 1972 dan No. 15 Tahun 1975. Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan yang dibuat berdasarkan Akte Notaris Harun Kamil SH, No. 44 tanggal 11 Maret 1996, telah dilakukan perubahan dan mendapat persetujuan sesuai Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-21048HT.01.04.Th.2002 tanggal 29 Oktober 2002.
Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar tersebut sesuai dengan format isian Akta Notaris Model II yang tersimpan dalam database Salinan Akta Nomor 02 tanggal 02 Oktober 2002, yang dibuat oleh Notaris Sri Rahayu Hadi Prasetyo SH, berkedudukan di Tangerang.
Walaupun demikian, secara umum sebagian besar unit usaha di lingkungan PTPN XI telah beroperasi sejak masa kolonial berkuasa di Hindia
Belanda. Kantor Pusat PTPN XI sendiri merupakan peninggalan HVA yang dibangun pada tahun 1924 dan merupakan lambang konglomerasi industri gula saat itu.
PTPN XI bergerak dalam bidang usaha agribisnis perkebunan tebu yang menghasilkan produk utama gula pasir dan tetes. Di samping itu PTPN XI juga memiliki unit usaha yang menghasilkan :
Kemasan karung goni dari bahan baku serat.
Kemasan karung plastik dari bahan baku biji plastik. Alkohol/Spiritus dari bahan baku tetes.
Rumah Sakit Umum melayani perawatan kesehatan karyawan perusahaan dan penderita dari masyarakat umum.
Secara keseluruhan, unit usaha dan wilayah kerja PTPN XI dan lokasinya disajikan pada tabel dan gambar di bawah ini
Tabel 4.1. Unit Usaha PTPN XI (Persero) Unit Usaha Kabupaten/Kota Nama Unit Usaha
Pabrik Gula Kabupaten Ngawi Kabupaten Magetan Kabupaten Madiun Kabupaten Pasuruan Kabupaten Probolinggo Kabupaten Lumajang Kabupaten Jember Kabupaten Situbondo Kabupaten Bondowoso PG Soedhono PG Poerwodadie, PG Redjosarie PG Pagottan, PG Kanigoro PG Kedawoeng
PG Wonolangan, PG Gending, PG Padjarakan PG Djatiroto
PG Semboro
PG Wringinanom, PG Olean, PG Pandjie, PG Assembagoes
PG Pradjekan Pabrik Alkohol
dan Spiritus
Kabupaten Lumajang PASA Djatiroto Pabrik Karung Kota Surabaya PK Rosella Baru Rumah Sakit Kota Malang
Kabupaten Probolinggo Kabupaten Lumajang Kabupaten Situbondo RS Lavalette RS Wonolangan RS Djatiroto RS Elizabeth Sumber : http://www.ptpn-11.com Sumber : http://www.ptpn-11.com
4.1.2. Visi Dan Misi Perusahaan
Visi PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) adalah :
1. Menjadi Perusahaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan stakeholders secara berkesinambungan.
2. Menjadi perusahaan perkebunan berbasis tebu yang unggul dan memberikan nilai tambah bagi stakeholders secara berkelanjutan
Sedangkan Misi PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) adalah :
1. Menyelenggarakan kegiatan agribisnis, utamanya yang berbasis tebu, melalui pemanfaatan sumber daya secara lestari dengan tetap mempertahankan kelestariannya.
2. Mengelola bisnis, khususnya agribisnis berbasis tebu, dengan teknologi akrab lingkungan; menjunjung tinggi etika bisnis dalam menjalankan usaha; serta memposisisikan sumber daya manusia dan mitra usaha sebagai faktor kunci pencapaian keberhasilan
4.1.3. Maksud dan Tujuan Perusahaan
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan perseroan adalah untuk turut melaksanakan dan menunjang kebijakan Program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya di subsektor pertanian dalam arti
seluas-luasnya dengan tujuan memupuk keuntungan berdasarkan prinsip-prinsip perusahaan yang sehat berdasarkan pada azas :
a. Mempertahankan dan meningkatkan sumbangan bidang perkebunan bagi pendapatan nasional melalui upaya peningkatan produksi dan pemasaran dari berbagai jenis komoditi perkebunan untuk kepentingan konsumsi dalam negeri maupun ekspor, sekaligus dalam rangka meningkatkan ekspor non migas
b. Memperluas lapangan kerja dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat pada umumnya serta meningkatkan
taraf hidup petani dan karyawan pada khususnya.
c. Memelihara kelestarian sumber daya alam dan lingkungan, air dan kesuburan tanah.
4.1.4 Budaya Perusahaan
Sukses merupakan hasil kerjasama yang didukung prakarsa perseorangan.
Senantiasa berorentasi pada pertumbuhan dengan menciptakan dan memanfaatkan peluang.
4.1.5. Struktur Organisasi
Sumber : PTPN XI (Persero)
Gambar 4.2. Bagan Organisasi PTPN XI (Persero)
4.1.6 Kegiatan dan Keadaan Perusahaan
Hingga kini, gula yang merupakan core business PTPN XI merupakan komoditas vital-strategik dalam ekonomi pangan Indonesia. Keberadaannya tidak hanya diperlukan untuk sebagai pemanis berkalori yang menjadi salah satu bahan kebutuhan pokok (basic needs) masyarakat, melainkan juga bahan baku bagi industri makanan dan minuman. Pola produksinya yang melibatkan petani tebu selaku pemasok bahan baku PG, menjadikan fluktuasi
areal dan produktivitasnya secara otomatis berpengaruh terghadap kinerja produksi. Lebih dari 70% bahan baku pada semua PG di lingkungan PTPN XI berasal dari tebu rakyat. Keberhasilan dalam peningkatan produktivitas tebu rakyat dengan sendirinya menjadi sangat penting.
Di samping mengandalkan tebu yang berasal dari petani, PTPN XI juga mengelola tebu sendiri (TS) baik yang berasal dari kebun sendiri (lahan hak guna usaha pada 3 PG) maupun persewaan dari lahan petani sekitar. Selain merupakan profit centre, pengelolaan tebu sendiri juga dimaksudkan memberikan contoh kepada petani tentang praktek budidaya terbaik (best agricultural practices). Dengan demikian, TS menjadi media pembelajaran dan pertukaran informasi terkait pemanfaatan varietas baru dan agroekoteknologi sesuai kondisi ekosistem setempat.