• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.3 Gambaran Umum Obyek Penelitian

Pada penelitian ini, penulis mengambil obyek pada industri perbankan yang listing di Indeks LQ 45 Bursa Efek Indonesia dengan sampel yang telah

Dewan Direksi Direktorat Pengawasan Transaksi & Kepatuhan Direktorat Perdagangan & Pengaturan Bursa Direktorat Penilaian Perusahaan Direktorat Utama Direktorat Pengembangan Direktorat Tehnologi Informasi & Manajemen Resiko Dewan Komisaris Direktorat Keuangan & Sumber Daya Manusia

ditentukan melalui tehnik penarikan sampel di bab III, mencakup 7 ( tujuh ) obyek penelitian yang dapat dipaparkan sebagai berikut :

1. Bank Central Asia Tbk ( BBCA )

Bank Central Asia Tbk berdiri pada tanggal 10 Agustus 1955, yang bergerak pada sektor industri keuangan dan sub sector industry perbankan. Banyak kejadian yang telah dilalui oleh bank ini, dan yang sangat signifikan yaitu kejadian krisis moneter pada tahun 1997. Krisis ini membawa dampak yang luar biasa pada keseluruhan sistem perbankan di Indonesia. kondisi ini mempengaruhi aliran dana tunai di BCA dan bahkan sempat mengancam kelanjutannya. Banyak nasabah menjadi panik lalu beramai-ramai menarik dana mereka. Akibatnya, bank terpaksa meminta bantuan dari pemerintah Indonesia. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) lalu mengambil alih BCA di tahun 1998. Berkat kebijaksanaan bisnis dan pengambilan keputusan yang arif, BCA berhasil pulih kembali dalam tahun yang sama. Di bulan Desember 1998, dana pihak ke tiga telah kembali ke tingkat sebelum krisis. BCA pada saat itu mampu untuk meningkatkan asset yang semula ditahun 2007 sebesar Rp 53,36 Triliun naik ditahun 2008 sebesar Rp 67,93 Triliun.

Pada pada tanggal 31 Mei 2000, BCA mengambil langkah besar

dengan menjadi perusahaan publik dan terdaftar di bursa efek Indonesia dengan menjual saham sebesar 22,55% yang berasal dari divestasi BPPN. Setelah penawaran saham perdana, BPPN masih menguasai 70,30% dari seluruh saham BCA. Penawaran saham ke dua dilaksanakan di bulan Juni

dan Juli 2001, dengan BPPN mendivestasikan 10% lagi dari saham miliknya di BCA. Penawaran perdana atas saham yang dikeluarkan bank BCA yaitu sebanyak 662.400.00 saham dengan nilai nominal Rp 1.400 per lembar saham.

Adapun para pemegang saham Bank Central Asia ( BCA ) pada

saat ini yaitu UOBKH Sec – UOBLH Nominees – Farindo Investment sebesar 30,42%, UOB Kay Hian Nominees Pte Ltd sebesar 14,60% dan masyarakat besar sebesar 54,08%. Saat ini, BCA terus memperkokoh tradisi tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan penuh pada regulasi, pengelolaan risiko secara baik dan komitmen pada nasabahnya baik sebagai bank transaksional maupun sebagai lembaga intermediasi finansial.

2. Bank Rakyat Indonesia ( BBRI )

Bank Rakyat Indonesia Tbk berdiri pada tanggal 16 Desember 1895 dan Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) merupakan bank pemerintah dan tertu yang sampai sekarang masih eksis. Bank Rakyat Indonesia pada dahulunya merupakan bank yang bertujuan meningkatkan pertumbuhan bank – bank desa, dapat dilihat pertumbuhan bank desa dari 1769 buah di tahun 1951 menjadi 4640 buah tahun 1954. Disamping itu BRI juga mampu meningkatkan kredit pinjaman 18% sepanjang tahun 1958 dan 24% tahun 1959 melalui 118 kantor cabangnya.

Bank Rakyat Indonesia terdaftar di Bursa Efek yaitu pada tanggal 10 November 2003 dengan penawaran umum sebanyak 4.764.705.000 dengan nilai nominal Rp 825 per lembar saham.

Adapun pemegang saham dari Bank Rakyat Indonesia yaitu

Pemerintah Negara Republik Indonesia sebesar 56,78% yang berfungsi sebagai pengendali kebijkan atas bank pemerintah dan sisanya 43,22% saham disebarkan kepada masyarakat luas domestik.

3. Bank Danamon Tbk ( BDMN )

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) didirikan pada tahun 1956 dengan nama PT Bank Kopra Indonesia. Pada tahun 1976 namanya menjadi Bank Danamon Indonesia hingga kini. Bank Danamon menjadi bank devisa swasta pertama di Indonesia tahun 1976 dan Perseroan Terbuka pada tahun 1989 tepatnya pada tanggal 6 Desember 1989 Bank Danamon terdaftar di Bursa Efek dengan modal dasar Rp 2,2 Triliun dan harga saham perdana Rp 12.000 per lembar saham.

Pada tahun 1997, sebagai akibat krisis moneter Asia, Bank Danamon mengalami kesulitan likuiditas dan diambil alih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional ( BPPN ) sebagai bank BTO. Pada tahun 1999, Pemerintah Indonesia melalui BPPN merekapitalisasi Bank Danamon dengan obligasi pemerintah senilai Rp 32 triliun. Saat itu juga, sebuah bank BTO dilebur ke Perseroan sebagai bagian dari program pembenahan BPPN. Pada tahun 2000, delapan bank BTO lainnya dilebur

ke dalam Bank Danamon. Namun sebagai surviving entity, Bank Danamon bangkit menjadi salah satu pilar perbankan nasional. Dalam kurun waktu tiga tahun berikutnya, Bank Danamon melakukan restrukturisasi luas mencakup manajemen, manusia, organisasi, sistem, nilai prilaku serta identitas perusahaan. Upaya ini berhasil meletakkan fondasi maupun prasarana baru bagi Perseroan guna meraih pertumbuhan berdasarkan transparasi, responsibilitas, integritas dan profesionalisme ( TRIP ).

Pada tahun 2003, Bank Danamon diambil alih oleh Konsorsium

Asia Finance Indonesia sebagai pemegang saham pengendali. Dengan

kendali manajemen baru, serta modal 180-hari pemetaan modal bisnis dan strategi baru, Bank Danamon terus menjalani perubahan transformasional yang dirancang untuk dijadikannya sebagai bank nasional terkemuka dan pelaku regional unggulan.

4. Bank Mandiri ( Persero ) Tbk ( BMRI )

Bank Mandiri berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik Pemerintah yaitu,

Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia, bergabung menjadi Bank Mandiri. Sejarah keempat Bank tersebut dapat ditelusuri lebih dari 140

tahun yang lalu. Keempat Bank tersebut telah turut membentuk riwayat perkembangan dunia perbankan di Indonesia.

a. Bank Dagang Negara merupakan salah satu Bank tertua di Indonesia.

Sebelumnya Bank Dagang Negara dikenal sebagai Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij yang didirikan di Batavia ( Jakarta ) pada tahun 1857. Pada tahun 1949 namanya berubah menjadi Escomptobank NV. Selanjutnya, pada tahun 1960 Escomptobank dinasionalisasi dan berubah nama menjadi Bank Dagang Negara, sebuah Bank pemerintah ynag membiayai sektor industri dan pertambangan.

b. Bank Bumi Daya didirikan melalui suatu proses panjang yang bermula

dari nasionalisasi sebuah perusahaan Belanda De Nationale Handelsbank NV, menjadi Bank Umum Negara pada tahun 1959. Pada tahun 1964, Chartered Bank (sebelumnya adalah Bank milik Inggris) juga dinasionalisasi, dan Bank Umum Negara diberi hak untuk melanjutkan operasi Bank tersebut. Pada tahun 1965, bank umum negara digabungkan ke dalam Bank Negara Indonesia dan berganti nama menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV beralih menjadi Bank Bumi Daya.

c. Sejarah Bank Ekspor Impor Indonesia ( Bank Exim ) berawal dari

perusahaan dagang Belanda N.V.Nederlansche Handels Maatschappij yang didirikan pada tahun 1842 dan mengembangkan kegiatannya di sektor perbankan pada tahun 1870. Pemerintah Indonesia

menasionalisasi perusahaan ini pada tahun 1960, dan selanjutnya pada tahun 1965 perusahan ini digabung dengan Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit II. Pada tahun 1968, Bank Negara Indonsia Unit II dipecah menjadi dua unit, salah satunya adalah Bank Negara Indonesia Unit II Divisi Expor – Impor, yang akhirnya menjadi Bank Exim, bank Pemerintah yang membiayai kegiatan ekspor dan impor.

d. Bank Pembangunan Indonesia ( Bapindo ) berawal dari Bank Industri

Negara (BIN), sebuah Bank Industri yang didirikan pada tahun1951. Misi Bank Industri Negara adalah mendukung pengembangan sektor – sektor ekonomi tertentu, khususnya perkebunan, industri, dan pertambangan. Bapindo dibentuk sebagai bank milik negara pada tahun 1960 dan BIN kemudian digabung dengan Bank Bapindo. Pada tahun 1970, Bapindo ditugaskan untuk membantu pembangunan nasional melalui pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang pada sektor manufaktur, transportasi dan pariwisata.

Bank Mandiri Tbk, mencatatkan sahamnya sebagai perusahaan yang go publik di bursa efek Indonesia pada tanggal 14 Juli 2003 dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 2.900.000.000 lembar saham dengan harga perdana Rp 675 per lembar saham. Saat ini pemegang saham dominan bank Mandiri yaitu pemerintah negara Republik Indonesia sebesar 66,80% yang berfungsi sebagai pemegang kendali atas kebijakan

bank Mandiri dan jumlah saham 33,20% dipegang oleh publik baik domestic maupun international.

Kini, Bank Mandiri menjadi penerus suatu tradisi layanan jasa perbankan dan keuangan yang telah berpengalaman selama lebih dari 140 tahun. Masing-masing dari empat Bank bergabung memainkan peranan yang penting dalam pembangunan Ekonomi.

Bank Mandiri ( persero ) Tbk mempunyai visi yaitu sebagai Bank terpercaya pilihan anda. Sedangkan misi Bank Mandiri diantaranya yaitu :

- Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar

- Mengembangkan sumber daya manusia professional

- Memberi keuntungan yang maksimal bagi stakeholder

- Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan

5. Bank Pan Indonesian Tbk ( PNBN )

Bank Pan Indonesia atau yang lebih dikenal dengan bank Panin (Pan Indonesia) merupakan salah satu bank komersial utama di Indonesia. Didirikan pada tahun 1971 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta tahun 1982 sebagai bank GoPublic yang pertama dengan penawaran umum 1.637.500 saham dengan harga nominal Rp 1.700 per lembar saham.

Dengan struktur permodalan yang kuat dan Rasio Kecukupan Modal yang tinggi, Panin Bank bersyukur tidak harus direkapitalisasi oleh Pemerintah pasca krisis ekonomi (1998). Per Desember 2007, Panin Bank

tercatat sebagai bank ke-7 terbesar di Indonesia dari segi total aset yang sebesar Rp 53,5 triliun, sedangkan dari segi permodalan tercatat sebagai bank ke-5 terbesar yaitu sebesar Rp 7,9 triliun. Strategi usaha Panin Bank adalah fokus pada bisnis perbankan retail.

Panin Bank memiliki jaringan usaha hampir 350 kantor di berbagai kota besar di Indonesia dan lebih dari 16.000 ATM ALTO dan jaringan ATM BERSAMA, Internet Banking, Mobile Banking, Phone Banking dan Call Centre serta Debit Card bekerja sama dengan MasterCard, Cirrus dan Maestro yang dapat diakses secara internasional.

Pemegang saham Panin Bank saat ini adalah Voltraint No. 1, 03 Pty Ltd sebesar 37,11%, Panin Life sebesar 45% dan publik-domestik & internasional sebesar 17,89 %.

Visi Panin Bank adalah menjadi "Bank Nasional" dalam arsitektur perbankan Indonesia di masa datang. Melalui layanan produk yang inovatif, jaringan distribusi nasional dan bank Panin siap untuk terus memperluas pangsa pasar dan berperan serta dalam meningkatkan fungsi intermediasi keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

6. Bank International Indonesia Tbk ( BNII )

Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) didirikan pada tanggal 15 Mei 1959 dan memperoleh status bank umum devisa pada tahun 1988. BII mencatatkan sahamnya pada tanggal 21 November 1989 di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya melalui penawaran umum saham perdana

(initial public offering) sebanyak 12.000.000 saham dengan harga Rp 11.000 per lembar saham.

BII adalah salah satu bank terbesar di Indonesia dengan jaringan internasional yang memiliki 250 cabang dan lebih dari 725 ATM BII di seluruh Indonesia, dan juga sudah terkoneksi dengan lebih dari 20.000 ATM yang tergabung dalam Jaringan ATM PRIMA, ATM BERSAMA, ALTO, CIRRUS dan DBS/POSB Bank Singapura, dan juga hadir di Mauritius, Mumbai dan Cayman Islands. Dengan total dana pihak ketiga sebesar Rp44 triliun dan aset sebesar Rp57 triliun, BII menyediakan serangkaian jasa keuangan melalui kantor cabang dan jaringan ATM, phone banking dan internet banking. BII telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BNII) dan aktif di sektor UKM/Komersial, Konsumer dan Korporasi. BII menyediakan produk dan jasa untuk perusahaan berskala menengah dan komersial serta menyediakan kepada individu produk-produk kartu kredit, KPR, deposito, pinjaman dan layanan perbankan

prioritas. Sedangkan layanan untuk nasabah korporasi adalah trade

finance, cash management, pinjaman, kustodian dan foreign exchange. Pada saat ini, pemegang saham BII terdiri dari Sorak Financial Holdings Pte. Ltd sebesar 56%, Goldman Sachs New York Segregeated Account sebesar 10%, Citibank SingaporeInvestment sebesar 6% dan public domestik international sebesar 28%. BII terus berkembang menjadi salah satu bank swasta nasional terkemuka di Indonesia dengan visi

“Menjadi Bank Terbaik di Indonesia yang Menyediakan Layanan Nasabah dan Produk Inovatif Berkelas Dunia”.

7. Bank CIMB Niaga Tbk ( BNGA )

CIMB Niaga pertama kali didirikan pada tahun 1955 sebagai bank swasta nasional. Setelah terbentuk, membangun kepercayaan nasabah maupun kesejahteraan dan profesionalisme karyawan menjadi perhatian utama bank. Pada tahun 1969, ketika sektor swasta di Indonesia dilanda krisis, CIMB Niaga mampu bertahan dan berhak memperoleh jaminan dari Bank Indonesia. CIMB Niaga kemudian merevisi rencana usahanya pada tahun 1974, dan berganti menjadi bank umum agar dapat memenuhi kebutuhan nasabah.

Pada tahun 1981-1982, CIMB Niaga menjadi bank pertama di Indonesia yang menerapkan sistem perbankan jaringan (online) dan sistem jaringan kantor cabang. Selanjutnya, pada tahun 1976 Bank meluncurkan Program Kredit Profesional, yaitu pinjaman bagi para profesional seperti ahli teknik, dokter, dsb. Langkah berikut yang ditempuh Bank adalah membentuk jaringan unit usaha penukaran valuta asing resmi di sejumlah kantor cabang pada tahun 1985 beserta beragam produk baru.

Pada akhir tahun 1980-an, CIMB Niaga memutuskan untuk mengubah citra perusahaan dengan mengganti logo. CIMB Niaga menjadi bank pertama di Indonesia yang menyediakan layanan ATM.

PT Bank CIMB Niaga dan PT Bank Lippo, secara resmi merger secara hukum dan meluncurkan logo baru Bank CIMB Niaga (hasil merger). Keterangan pers menyebutkan proses merger dilakukan dengan cara CIMB Group membeli 51 persen saham Bank Lippo yang dimiliki Santubong Ventures, anak usaha dari Khazanah.

Total pembelian saham Bank Lippo oleh CIMB Group Rp 5,9 triliun atau setara 2,1 miliar ringgit Malaysia. Sebagai gantinya Khazanah akan memperoleh 207,1 juta lembar saham baru di Bumiputera-Commerce Holding Berhard (BCHB) yakni perusahan pemilik CIMB Group. Seluruh saham Bank Lippo akan ditukar menjadi saham Bank Niaga denga rasio 2,822 saham Bank Niaga per 1 lembar saham Bank Lippo. Seluruh aset dan kewajiban Bank Lippo akan dialihkan ke Bank Niaga. alam proses

merger tersebut CIMB akan menawarkan fasilitas voluntary dan standby

facility yang memungkinkan pemegang saham minoritas di kedua bank

untuk melepas saham mereka dan tidak berpartisipasi dalam proses merger.

CIMB Niaga terdaftar di bursa efek Indonesia pada tanggal 29 November 1989, dengan penawaran saham perdana sebanyak 5.000.000 saham dengan harga nominal Rp 12.500. Pada saat ini para pemegang saham bank CIMB Niaga Tbk yaitu CIMB Group Sudan Bhd sebanyak 77%, Santubong Ventures Sudan Bhd sebesar 16%, dan masyarakat umum sebesar 7%.

4.2. Hasil Uji Asumsi klasik

Dokumen terkait