BAB III: GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
C. Gambaran Umum Perusahaan
PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. didirikan di Indonesia pada tanggal 19 Oktober 1963 berdasarkan akta Notaris Anwar Mahajudin, S.H., No.69. Sesuai dengan Pasl 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan, anatara lain meliputi industri dan perdagangan rokok serta investasi saham pada perusahaan-perusahaan lain. Perusahaan berkedudukan di Surabaya dengan kantor pusat berlokasi di Jl. Rungkut Industri Raya No. 18, Surabaya serta memiliki pabrik yang berlokasi di Surabaya, Pandaan dan Malang.
2.PT. Asuransi Dayin Mitra Tbk. (ASDM)
PT.Asuransi Dayin Mitra Tbk. didirikan pada tanggal 1 April 1982. Dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 15 Desember 1989 dengan harga perdana Rp. 6500 dan kode pencatatannya ASDM. PT.Asuransi Dayin Mitra Tbk. berkantor di Wisma Diners Club Anmex, Jl. Jendral Soedirman Kav. 39 Jakarta.
3. Bank Central Asia Tbk. (BBCA)
PT. Bank Central Asia Tbk. didirikan pada tanggal 10 Agustus 1955 dengan nama N.V. Perseroan dagang dan Industri Semarang Kniting Factory. Pada tanggal 12 Mei 1974 nama bank berubah menjadi PT. Bank Central Asia dan memulai operasinya pada 12 Oktober 1956. Bank ini berkantor pusat di Wisma BCA Jl. Jend. Soedirman Kav 22-23 Jakarta Selatan. Pada tanggal 28 Mei 1998, Badan Penyehat Perbankan Nasional (BPPN) mengambil alih operasi dan manajemen bank sehingga status bank menjadi Bank Taken Over dan ditetapkan ikut program Kapitalisasi Perbankan. Pada tanggal 25 April 2000, BPPN
mengembalikan bank kepada Bank Indonesia. PT. Bank Central Asia Tbk. terdaftar sebagai bank yang go public di Bursa Efek Jakarta tanggal 31 Mei 2000 dengan harga perdana Rp.1400 per lembar sahamnya.
4. P.T. Berlian Laju Tanker Tbk. (BLTA)
P.T Berlian Laju Tanker Tbk. didirikan pada tanggal 12 Maret 1981. Bidang usaha perusahaan ini dalam bidang perkapalan dalam dan luar negri dengan menggunakan kapal-kapal tetapi tidak terbatas pada kapal Tanker, tongkang, dan kapal tunda (tug board). Perusahaan bergerak dalam bidang jasa seperti pelayaran, angkatan laut dengan konsentrasi pada angkutan muatan cair baik dalam kawasan Indonesia maupun Asia. P.T Berlian Laju Tanker Tbk. mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 26 Maret 1990 dengan kode pencatatan BLTA. Perusahaan ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp. 106.505.436.280 pada tahun 2002.
5. P.T. Kalbe Farma Tbk. (KLBF).
P.T. Kalbe Farma Tbk. didirikan di Indonesia pada tanggal 10 September 2006. Ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi usaha dalam bidang industri dan distribusi produk farmasi (obat-obatan bagi manusia dan hewan). Saat ini, perusahaan terutama bergerak dalam bidang produksi dan pengembangan produk farmasi perusahaan memulai komersial pada tahun 1966. Perusahaan berkedudukan di Jakarta baik kantor pusat maupun fasilitas pabrik keduanya berlokasi di kawasan industri Delta Silicon, Jl. M.H.Thamrin Blok A3-1 Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
6. P.T. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM)
P.T.Telekomunikasi Indonesia Tbk. pada mulanya merupakan bagian dari ”Post en Telegraafdients” yang didirikan pada tahun 1884 dan pada tahun 1974 Perusahaan Negara Telekomunikasi dipecah menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan telekomunikasi nasional maupun internasional dan P.T. INTI yang memproduksi peralatan telekomunikasi. Namun pada tahun 1991 Perumtel berubah bentuk menjadi Perseroan (Persero) P.T.Telekomunikasi Indonesia Tbk. berdasarkan peraturan pemerintah No. 25 tahun 1991.
7. P.T. Bentoel Internasional Inv. Tbk. (RMBA)
Perjalanan P.T. Bentoel Internasional Inv. Tbk. bermula pada tahun 1930-an ketika Ong Hok Liong, yang memperoleh keahlian ayahnya di perusahaan penjualan tembakau, memutuskan membuka perusahaan rokok kretek sendiri. Bersama istrinya, Liem Kiem Kwie Nio, ia memulai perusahaan rokok kretek kecil ”The Strootjes Fabriek Ong Hok Liong”. Tahun 1951 bisnis rokoknya tumbuh dan berubah menjadi perusahaan P.T. Perusahaan Rokok Tjap Bentoel. Menjelang akhir tahun 1960-an, Bentoel menjadi perusahaan rokok modern dengan memperkenalkan rokok filter olahan mesin ke pasar, yang kemudian diadopsimenjadi standar industri rokok di Indonesia. P.T. Bentoel Internasional Inv. Tbk. listing di Bursa Efek Jakarta pada 5 Maret 1990 dengan klasifikasi rokok. Harga perdananya yaitu Rp. 12.600 kantor pusat berlamat di Jl. Jend. Soedirman Kav. 34-35 Jakarta 10220.
8. P.T. Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA)
P.T. Tunas Baru Lampung Tbk. berdiri pada tanggal 22 Desember 1973 dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 14 Februari 2000. P.T. Tunas Baru Lampung Tbk. merupakan anggota Sungai Budi Group yang berdiri pada tahun 1974 yang merupakan perintis industri perkebunan di Indonesia. Sejak P.T. Tunas Baru Lampung Tbk. berdiri di Lampung, perusahaan ini mampu terus tumbuh sebagai perusahaan yang memproduksi minyak goreng nabati dengan biaya yang rendah. P.T. Tunas Baru Lampung Tbk. terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 14 Februari 2000. Disamping memproduksi minyak goreng nabati, perusahaan yang memproduksi minyak kelapa, minyak kelapa sawit mentah.
9. P.T. SMART Tbk. (SMAR)
P.T. SMART Tbk. memulai bisnisnya dibawah nama P.T. Maskapai Perkebunan Sumcana Padang Halaban pada tahun 1962. Tahun 1991 mengganti nama perusahaan menjadi P.T. Sinar Mas Agro Resources & Technology
Corporation atau disingkat P.T. SMART Tbk. perusahaan ini memproduksi
minyak kelapa sawit dengan status PMDN dan memiliki 37.295 karyawan. P.T. SMART Tbk. berkantor pusat di Plaza BII Tower II Lt. 28-30 Jakarta. Perusahaan ini terdaftar sebagai emiten pada tanggal 20 November 1992 dengan harga IPO Rp. 3000 dan kode saham ”SMAR”.
Didirikan sejak 1962, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (P.T. SMART Tbk) saat ini adalah salah satu perusahaan publik produk konsumen berbasis kelapa sawit yang terbesar dan terintegrasi di Indonesia. Aktivitas utama SMART adalah penanaman dan pemanenan pohon kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar menjadi minyak kelapa sawit (CPO).
SMART juga mendistribusikan, memasarkan,dan mengekspor produk konsumen berbasis kelapa sawit. Selain minyak curah dan minyak industri, produk penyulingan SMART juga dipasarkan dengan berbagai merek, seperti
Filma® dan Kunci Mas®. Saat ini, merek-merek tersebut telah dikenal sebagai
produk berkualitas tinggi dan memiliki pangsa pasar yang cukup signifikan di Indonesia.
10. P.T. Suryainti Permata Tbk. ( SIIP)
P.T. Suryainti Permata Tbk. (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan akta No. 74 tanggal 14 Februari 1990 oleh Ny. Endang Widjajanti Soejono, SH., notaris di Sidoarjo. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No.C2-3460.HT.01.01.TH.91 tanggal 30 Juli 1991, serta telah diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 74 tanggal 13 September 1991 dan tambahan Berita Negara No. 3013. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama bergerak dalam bidang pembangunan dan pengusahaan gedung perkantoran, pertokoan dan pemukiman, bidang industri, perdagangan dan jasa. Perusahaan memulai aktivitas usaha komersialnya sejak tahun 1992 dengan melakukan aktivitas pembangunan dan penjualan rumah toko (ruko), pembangunan perhotelan serta jasa konstruksi gedung. Perusahaan berdomisili di Jl. Panglima Sudirman 55, Surabaya.
11. P.T. Bumi Resources Tbk. (BUMI)
P.T. Bumi Resources Tbk (“Perseroan”), berkedudukan di Jakarta, adalah suatu perseroan terbatas yang diatur menurut undang-undang Republik Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 130, tanggal 26 Juni 1973, sebagaimana telah
diubah dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar, No. 103, tanggal 28 Nopember 1973, yang keduanya dibuat di hadapan Djoko Soepadmo, SH, Notaris di Surabaya.
Berdasarkan anggaran dasar perseroan, tujuan perseroan adalah berusaha dalam bidang perdagangan, perindustrian, perbengkelan, pertanian, pertambangan, pengangkutan, real-estate, jasa. Kegiatan usaha utama Perseroan adalah melakukan penambangan di permukaan tanah (surface open cut mining) dengan hasil tambang utama berupa batu bara thermal dari pertambangannya di Indonesia.
12. P.
P.T. Centrin Online Tbk (Perseroan) dahulu bernama P.T Centrindo Utama didirikan berdasarkan akta No. 33 tanggal 11 Februari 1987 yang dibuat di hadapan Nanny Sukarja, SH., diubah dengan akta SH No. 88 tanggal 28 Oktober 1987 yang dibuat di hadapan Winarti Sukarjadi, SH., pengganti Nanny Sukarja SH., dan diubah kembali dengan akta No. 109 tanggal 16 Juli 1988 yang dibuat di hadapan Nanny Sukarja, SH. Produk dan jasa internet yang ditawarkan oleh Perseroan antara lain meliputi : Dial Up Services, Business Access, LAN Dial Up Services, Dial Up ISDN Services, LAN Dial Up ISDN Services, Dedicated/Leased Line Services, Web Hosting Services, Co-location Services, Mailing List Services dan VoiP.
13. P.
Perusahaan adalah perseroan terbatas yang didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris Tina Chandra Gerung, SH., No.8 Tanggal 7 Juni 1993. Akta pendirian ini disahkan oleh Mentri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
dalam surat keputusan No. C2-1840HT.01.01.TH.94 tanggal 4 Februari 1994, serta diumukna dalam Berita Negara Republik Indonesia No.60 Tambahan No. 4842 Tanggal 29 Juli 1994. Perusahaan beroperasi secara komersil sejak bulan November 1998 dan lokasi kantor pusatnya berda di Jalan. Basuki Rahmad No.788, Palembang, Sumatera Selatan.
14. P.
P.T. Medco Energi International Tbk didirikan dalam rangka Penanaman Modal dalam Negeri No.6 Tahun 1968 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.12 Tahun1970 berdasarkan akta notaris No.19 dari Imas Fatimah, S.H., pada tanggal 9 Juni 1980. Perusahaan berdomisili di Jakarta dan kantor pusat beralamat di gedung Graha Niaga Lantai.16 Jalan Jendral Sudirman Kav. 68 Jakarta.
15. P.
P.T. Budi Acid Jaya Tbk. didirikan berdasarkan akta notaris Henk Limanow, S.H., No.15 Tanggal 15 Januari1979 dengan nama North Aspac Chemical Industrial Company. Perusahaan berkantor pusat di Wisma Budi Lt.8-9, Jalan HR. Rasuna Said Kav C-6 Jakarta dan memiliki pabrik di Subang, Lampung Jambi dan Surabaya. Perusahaan mulai beroperasi secara komersil pada bulan Januari 1981. 16. P.
P.T. Bakrie Sumatera Plantation Tbk. berdiri di Republik Indonesia pada tahun 1911 dengan nama ”Nu Hullandsch Americanse Plantage Maatschappij” . Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan, perusahaan bergerak dalam bidang perkebunan, pengolahan dan perdagangan hasil tanaman dan produk industri. Tempat kedudukan perusahaan di Kisaran Sumatera Utara. Pada tanggal
31 Desember 1999 perusahaan telah mendaftarkan semua saham yang ditempatkan dan disetor penuh di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.
17.
P.T. Timah Tbk. mewarisi sejarah panjang usaha pertambangan timah di Indonesia yang sudah berlangsung lebih dari 200 tahun. Sumber daya mineral timah di Indonesia ditemukan tersebar di daratan dan perairan sekitar pulau Bangka, Belitung, Singkep, Karimun dan Kundur. Dengan diberlakukannya UU No.9 tahun 1969 dan peraturan pemerintah No.19 Tahun 1969, pada tahun 1976 status PN Tambang Timah & Proyek Peleburan Timah Mentok diubah bentuk perusahaan perseroan (Persero) yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dan namanya diubah menjadi P.T. Tambang Timah (Persero). P.T. Timah melakukan penawaran umum perdana di Pasar Modal Indonesia dan Internasional pada tanggal 19 Oktober 1995.
18. P.
P.T. Semen Gresik Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri semen. Diresmikan di Gresik pada tanggal 7 Agustus 1957 oleh Presiden Republik Indonesia Pertama dengan kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun. Pada tanggal 8 Juli 1991 Semen Gresik tercatat di Bursa Efek Jakarta Dan Bursa Eek Surabaya serta merupakan BUMN pertama yang Go public dengan menjual 40 juta lembar saham kepada masyarakat. Lokasi pabrik sangat strategis di Sumatera, Jawa, Sulawesi, menjadikan Semen Gresik Group mampu memasok kebutuhan semen di seluruh tanah air. Semen Gresik Group juga mengekspor ke beberapa negara antara lain: Singapura, Malaysia, Korea, Vietnam, Taiwan,
Hongkong, Kamboja, Bangladesh, Yaman, Norfolk USA, Australia, Canary Island, Mauritiks, Nigeria dan Madagaskar.
19. P.
P.T. Jasa Marga Tbk. didirikan tahun 1978 ketika jalan bebas hambatan pertama yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor selesai dibangun. P.T. Jasa Marga Tbk. dibentuk pada tanggal 1 Maret 1978 dengan tujuan menyelenggarakan jalan tol di Indonesia. Pada tanggal 9 Maret 1978, Presiden Soeharto meresmikan jumlah total tersebut sebagai jumlah total pertama di Indonesia yang diberi nama Jagorawi dengan 200 karyawan. Sejak saat itu, Jasa Marga bersama pemerintah terus membangun jumlah-jumlah tol baru di wilayah Jabotabek, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya, Medan. Sampai dengan akhir tahun 80-an, Jasa Marga adalah satu-satunya penyelenggara jalan tol di Indonesia, sehingga kemudian Pemerintah mengundang investor swasta yang berfungsi sebagai regulator menjadi investor jalan tol dari pemerintah.
20. P.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan adalah bidang pertambangan, berbagai jenis bahan galian serta menjalankan usaha di bidang industri perdagangan, pengangkutan, dan jasa lainnya yang berkaitan dengan bahan galian tersebut. Perusahaan mulai beroperasi secara komersil pada tanggal 5 Juli 1968. Perusahaan Persero PT. Aneka Tambang Tbk. didirikan di Republik Indonesia berdasrkan peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 1968 dengan nama ”Perusahaan Negara (PN) Aneka Tambang Tbk”.
Pada tanggal 14 September 1974, berdasarkan peraturan pemerintah No.26 Tahun 1974, status perusahaan diubah dari Perusahaan Negara menjadi Perusahaan Negara Perseroan Terbatas (Perusahaan Perseroan) dan sejak itu dikenal sebagai ”Perusahaan Perseroan Aneka Tambang Tbk” yang beralamat di Gedung Aneka Tambang Jalan. TB.Simatupang No.1 Lingkar Selatan, Tanjung Barat, Jakarta.
Deskriptif rata-rata return sebelum dan sesudah pengumuman stock repurchase dapat dilihat pada Tabel 1.4. Stock repurchase adalah suatu transaksi di mana suatu perusahaan membeli kembali sebagian dari sahamnya sendiri, sehingga mengurangi jumlah saham yang beredar, menaikkan laba per saham, dan seringkali menaikkan harga saham tersebut (Brigham & Houston, 2006:98). Return merupakan capital gain/loss yaitu selisih antara harga saham periode saat ini (Pit) dengan harga saham pada periode sebelumnya (Pit-1) dibagi dengan harga saham pada periode sebelumnya (Pit-1) (Jogiyanto, 2003:110).
-S
--) 1. HMSP H.M.Sampoerna Tbk. -0.00532 0.03476
2. ASDM Asuransi Dayin Mitra Tbk. -0.0065 -0.00224 3. BBCA Bank Central Asia Tbk. -0.00302 0.0046
4. BLTA Berlian Laju Tanker Tbk. 0.00004 0 (-) 5. TLKM Telekomunikasi Indonesia Tbk. 0.004 0.00582
6. PTRO Petrosea Tbk. -0.01464 0.00302 7. BLTA Berlian Laju Tanker Tbk. 0.00004 0.01672
8. BBCA Bank Central Asia Tbk. 0.0085 -0.01198 (-) 9. RMBA Bentoel International Inv Tbk. 0.0250 -0.00146 (-) 10. PTRO Petrosea Tbk. -0.02014 0.00568
11. TLKM Telekomunikasi Indonesia Tbk. 0.01684 0.02342 12. SIIP Suryainti Permata Tbk. 0.00274 0.03438 13. BUMI Berlian Laju Tanker Tbk. -0.04366 0.01764
14. BLTA BUMI Resources Tbk. 0.0046 0.00228 (-) 15. TLKM Telekomunikasi Indonesia Tbk. -0.00706 0.01972
16. SMAR SMART Tbk. 0.0001 0.01298
17. BBCA Bank Central Asia Tbk. 0.00188 0.00208 18. KLBF Kalbe Farma Tbk. -0.00162 0.01274 19 CENT Centrin Online Tbk. -0.07708 -0.00554
20. KLBF Kalbe Farma Tbk. 0.0098 0.00196 (-) 21. BUMI BUMI Resources Tbk. -0.0081 -0.00162
22. BUDI BUDI Acid Jaya Tbk. 0.0468 0.00936 (-) 23. TBLA Tunas Baru Lampung Tbk. 0.2034 0.04068 (-)
24. SMAR SMART Tbk. 0.0753 0.01506 (-)
25. MEDC Medco Energi Internasional Tbk. 0.1362 0.02724 (-)
26. TINS Timah Tbk. -0.1009 -0.02018
28. TLKM Telekomunikasi Indonesia Tbk. 0.1188 0.02376 (-) 29. ANTM Aneka Tambang Tbk. -0.0454 -0.00908
30. UNSP Bakrie Sumatera Plantations Tbk.
0.0596 0.01192 (-) 31. SMGR Semen Gresik Tbk. 0.2698 0.05396 (-) 32. SGRO Sampoerno Agro Tbk. -0.0081 -0.00162
Keterangan:
(+): Kenaikan rata-rata return saham setelah pengumuman stock repurchase. (-) : Penurunan rata-rata return saham setelah pengumuman stock repurchase.
Tabel 1.4 memperlihatkan terdapat 20 perusahaan yang mengalami kenaikan rata-rata return saham setelah pengumuman stock repurchase, yaitu:
1.Pada tahun 2004: H.M.Sampoerna Tbk.
2. Pada tahun 2005: Asuransi Dayin Mitra Tbk., Bank Central Asia Tbk., Telekomunikasi Indonesia Tbk., Petrosea Tbk.
3.Pada tahun 2006: Berlian Laju Tanker Tbk., Petrosea Tbk., Telekomunikasi Indonesia Tbk., Suryainti Permata Tbk.
4. Pada tahun 2007: Berlian Laju Tanker Tbk., Telekomunikasi Indonesia Tbk., Smart Tbk., Bank Central Asia Tbk., Kalbe Farma Tbk., Centrin Online Tbk.
5. Pada tahun 2008: Bumi Resources Tbk., Timah Tbk., Jasa Marga Tbk., Aneka Tambang Tbk., Sampoerno Agro Tbk.
Perusahaan yang mengalami penurunan rata-rata return saham setelah pengumuman stock repurchase ada 11 perusahaan. Adapun perusahaan tersebut adalah:
1. Pada tahun 2004: tidak ada.
2. Pada tahun 2005: Berlian Laju Tanker Tbk.
3.Pada tahun 2006: Bank Central Asia Tbk., Bentoel International Tbk. 4. Pada tahun 2007: Bumi Resources Tbk.
5. Pada tahun 2008: Kalbe Farma Tbk., Budi Aci Jaya Tbk., Tunas Baru Lampung Tbk., Smart Tbk., Medco International Tbk., Telekomunikasi Indonesia Tbk., Bakrie Sumatera Plantations Tbk., Semen Gresik Tbk.
1. Statistik Deskriptif untuk Keseluruhan Tahun.
Pada bagian ini akan dibahas hasil dari pengolahan data statistik deskriptif rata-rata return sebelum dan sesudah pengumuman stock repurchase secara keseluruhan pada tahun 2004-2008.
Tabel 1.5 Descriptive Statistics 32 -.1009 .2698 .019597 .0736776 32 -.0202 .0540 .010094 .0161780 32 return_sebelum return_sesudah Valid N (listwise)
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Tabel 1.5 menunjukkan bahwa pada tahun 2004-2008 rata-rata return saham sebelum pengumuman adalah 0.019597 sedangkan rata-rata return saham sesudah pengumuman adalah 0.010094.
2. Statistik Deskriptif untuk Setiap Tahun
Pada bagian ini akan dibahas hasil dari pengolahan data statistik deskriptif rata-rata return sebelum dan sesudah pengumuman stock repurchase setiap tahun yaitu tahun 2004, 2005, 2006, 2007, dan 2008.
Tabel 1.6 Data pada Tahun 2004
Descriptive Statistics
1 -.0053200 . -.00532 -.00532 . . .
1 .034760 . .0348 .0348 . . .
return_sebelum Return_ses udah
N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 25th 50th (Median) 75th Percentiles
Tabel 1.6 menunjukkan bahwa pada tahun 2004 rata-rata return saham sebelum pengumuman stock repurchase adalah -0.00532. Sedangkan rata-rata return saham sesudah pengumuman adalah 0.03476.
Descriptive Statistics
5 -.0040240 .00708411 -.01464 .00400 -.0105700 -.0030200 .0020200 5 .0022400 .00331973 -.00224 .00582 -.0011200 .0030200 .0052100 return_sebelum
Return_ses udah
N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 25th 50th (Median) 75th Percentiles
Tabel 1.7 menunjukkan bahwa pada tahun 2005 rata-rata return saham sebelum pengumuman stock repurchase adalah -0.004024. Sedangkan rata-rata return saham sesudah pengumuman mengalami kenaikan menjadi 0.00224.
Descriptive Statistics
6 .0054967 .01557360 -.02014 .02500 -.0050050 .0056200 .0188800 6 .0111267 .01700081 -.01198 .03438 -.0040900 .0112000 .0261600 return_sebelum
Return_ses udah
N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 25th 50th (Median) 75th Percentiles
Tabel 1.8 menunjukkan bahwa pada tahun 2006 rata-rata return saham sebelum pengumuman stock repurchase adalah 0.0054967. Sedangkan rata-rata return saham sesudah pengumuman mengalami kenaikan menjadi 0.0111267.
Descriptive Statistics
7 -.0175486 .03100814 -.07708 .00460 -.0436600 -.0016200 .0018800 7 .0088429 .00934237 -.00554 .01972 .0020800 .0127400 .0176400 return_sebelum
Return_ses udah
N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 25th 50th (Median) 75th Percentiles
Tabel 1.9 menunjukkan bahwa pada tahun 2007 rata-rata return saham sebelum pengumuman stock repurchase adalah -0.0175486. Sedangkan rata-rata return saham sesudah pengumuman mengalami kenaikan menjadi 0.0088429.
Descriptive Statistics
13 .0570846 .10351116 -.10090 .26980 -.0116000 .0468000 .1275000 13 .0145215 .01847546 -.00908 .05396 -.0016200 .0119200 .0255000 return_sebelum
Return_ses udah
N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 25th 50th (Median) 75th Percentiles
Tabel 1.10 menunjukkan bahwa pada tahun 2007 rata-rata return saham sebelum pengumuman stock repurchase adalah 0.0570846. Sedangkan rata-rata return saham sesudah pengumuman justru mengalami penurunan menjadi 0.0145215.
1.Pengujian Hipotesis dengan Paired Sample T-Test
Penelitian ini menggunakan Uji-t sample paired test sebagai uji hipotesisnya seperti terlihat pada Tabel 1.11:
11 Paired Samples Correlations
32 ,742 ,000 return_sebelum & return_sesudah Pair 1 N Correlation Sig.
Hasil korelasi antara kedua variabel, yang menghasilkan angka 0.742 dengan nilai probabilitas jauh dibawah 0.05 (Sig 0.000). Hal ini menyatakan bahwa korelasi antara rata-rata return sebelum dan sesudah pengumuman stock repurchase secara keseluruhan pada tahun 2004-2008 adalah sangat erat dan benar-benar berhubungan secara nyata.
Paired Samples Test .0095025 .0626245 .0110706 -.0130761 .0320811 ,858 31 ,397 return_sebelum -return_sesudah Pair 1 Mean Std. Deviation Std. Error
Mean Lower Upper 95% Confidence
Interval of the Difference Paired Differences
t df Sig. (2-tailed)
Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai t-hitung = 0.858, dengan membandingkan nilai t-hitung dengan nilai t-tabel (untuk tingkat kepercayaan sebesar 5%) didapat nilai t-tabel sebesar ± 2.042. Oleh karena t-hitung< t-tabel, yang ini berarti bahwa Ho terletak di daerah penerimaan, maka keputusannya adalah menerima Ho, ini berarti bahwa pada tahun 2004-2008 tidak ada perbedaan rata-rata return sebelum dan sesudah pengumuman stock repurchase. Dilihat dari nilai probabilitas (2-tailed) adalah 0.397, karena nilai probabilitas yang diperoleh >0.005 maka keputusannya juga menerima Ho. Dengan kata lain, pengumuman stock repurchase tidak efektif dalam menaikkan return saham secara nyata.
Menurut signaling hypotesis, pembelian kembali saham perusahaan sebagai indikasi bahwa saham dinilai terlalu rendah atau undervalued. Dengan adanya pengumuman stock repurchase ini, juga memberikan signal positif bahwa perusahaan memiliki free cash flow yang berlebih atau tingkat profitabilitas perusahaan dalam keadaan bagus (Horne & Wachowicz, 2005:303).
Namun, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata return sebelum dan sesudah pengumuman stock repurchase pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2004-2008. Hal ini didasarkan pada pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t-test sampel berpasangan, dihasilkan bahwa penelitian menerima (tidak menolak) Hipotesis
nol. Hal ini mungkin disebabkan karena jumlah saham yang dibeli kembali oleh perusahaan kurang signifikan untuk menarik perhatian investor.
Hal lain mungkin juga karena pengumuman yang dilakukan perusahaan tidak tepat waktu dan juga adanya kemungkinan kebocoran informasi saat pemberitaan publikasi pengumuman sebelum dan sesudah event window yang sebenarnya, dalam artian bahwa informasi yang tersedia telah hilang kemampuannya untuk mempengaruhi investor yang ingin berinvestasi, sehingga investor beranggapan bahwa informasi tersebut tidak relevan lagi dibandingkan dengan informasi ekstern yang diperoleh investor itu sendiri.
2. Pengujian Hipotesis dengan Sign Test.
Penelitian ini menggunakan Uji Tanda (Sign test) sebagai uji hipotesisnya seperti terlihat pada Tabel 1.13:
Warnings
There are not enough valid cases for processing. No statistics are computed.
Pada tahun 2004, hanya terdapat satu perusahaan yang melakukan stock repurchase sehingga uji hipotesis dengan menggunakan 1 sampel tidak dapat dilakukan dengan SPSS.
Sign Test
Test Statisticsb
,375a Exact Sig. (2-tailed)
Return_ sesudah
-return_ sebelum
Binomial distribution used. a.
Sign Test b.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada kolom
Sign.(2-adalah 0.375. Di sini didapat probabilitas di atas 0.05 (0.375>0.05), maka Ho diterima, atau sesungguhnya pada tahun 2005 tidak ada perbedaan yang nyata pada rata-rata return saham sebelum pengumuman stock repurchase dengan rata-rata return saham sesudah pengumuman stock repurchase. 06 Sign Test Test Statisticsb ,688a Exact Sig. (2-tailed)
Return_ sesudah
-return_ sebelum
Binomial distribution used. a.
Sign Test b.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada kolom
-adalah 0.688. Di sini didapat probabilitas di atas 0.05 (0.688>0.05), maka Ho diterima, atau sesungguhnya pada tahun 2006 tidak ada perbedaan yang nyata pada rata-rata return saham sebelum pengumuman stock repurchase dengan rata-rata return saham sesudah pengumuman stock repurchase.
Sign Test
Test Statisticsb
,125a Exact Sig. (2-tailed)
Return_ sesudah
-return_ sebelum
Binomial distribution used. a.
Sign Test b.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada kolom
2-adalah 0.125. Di sini didapat probabilitas di atas 0.05 (0.125>0.05), maka Ho diterima, atau sesungguhnya pada tahun 2007 tidak ada perbedaan yang nyata pada rata-rata return saham sebelum pengumuman stock repurchase dengan rata-rata return saham sesudah pengumuman stock repurchase.
Sign Test
Test Statisticsb
,581a Exact Sig. (2-tailed)
Return_ sesudah
-return_ sebelum
Binomial distribution used. a.
Sign Test b.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada kolom