• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1 Gambaran Umum Bursa Efek Indonesia

Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda, tepatnya pada tanggal 14 Desember 1912 di Batavia. Bursa Batavia tersebut merupakan cabang dari Amsterdamse Effectenbuerus, dan penyelenggaranya adalah Verreniging Voor de Effectenhandel. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC. Sekuritas yang diperjualbelikan adalah saham dan obligasi perusahaan – perusahaan Belanda yang beroperasi di Indonesia, obligasi yang diterbitkan pemerintah Hindia Belanda serta sekuritas Belanda lainnya.

Meskipun pasar modal telah ada sejak tahun 1912, perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami kevakuman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang dunia I (1914-1918) dan II (1942-1952), perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Perkembangan bursa efek yang pesat mendorong pemerintah Hindia Belanda mendirikan Bursa Efek Surabaya pada tanggal 11 Januari 1925 dan Bursa Efek Semarang pada tanggal 1 Agustus 1925. Kedua bursa ini kemudian ditutup karena terjadinya gejolak politik Eropa pada awal tahun 1939. Bursa Efek di

Indonesia akhirnya resmi ditutup pada tanggal 10 Mei 1940 karena terjadinya Perang Dunia II, sekaligus menandai berakhirnya aktivitas pasar modal di Indonesia.

Pada tahun 1952, Bursa efek di Jakarta diaktifkan kembali dengan UU Darurat Pasar Modal 1952, yang dikeluarkan oleh Menteri Kehakiman (Lukman wiradinata) dan Menteri Keuangan (Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo) dan instrument yang diperdagangkan adalah Obligasi Pemerintah RI (1950). Pada tahun 1956-1977, bursa efek vakum karena program nasionalisasi perusahaan Belanda di Indonesia. Hal ini tidak berlangsung lama sebab Bursa Efek Jakarta buka kembali dan akhirnya mengalami kebangkitan pada tahun 1970. Kebangkitan ini disertai dengan dibentuknya Tim Uang dan Pasar Modal.

Pada tanggal 10 agustus 1977, Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto, BEJ dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Tanggal 10 agustus diperingati sebagai HUT pasar modal. Pengaktifan kembali pasar modal ini juga ditandai dengan go public PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama. Pada awalnya tujuam pengaktifan kembali pasar modal lebih ditekankan pada asas pemerataan, sehingga kepemilikan saham tidak terjatuh pada segolongan masyarakat saja. Untuk itu, pemerintah berperan aktif dalam menangani pasar modal Indonesia. BAPEPAM dan PT Danareksa diberikan prioritas untuk membeli sedikitnya 50% dari saham yang ditawarkan.

Pada tahun 1977 sampai 1987, adanya deregulasi perbankan menyebabkan tingkat suku bunga deposito naik, sehingga perdagangan di Bursa Efek lesu karena masyarakat lebih memilih instrument perbankan dibandingkan instrument

pasar modal. Pada tahun 1987, ditandai dengan hadirnya Paket Desember 1987 (PAKDES 87) memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan penawaran umum dan investor asing menanamkan modal di Indonesia. Dan Desember 1988 dikeluarkan kebijakan tentang diperbolehkannya swastanisasi Bursa Efek.

Pada tanggal 16 juni 1989, Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek Surabaya. Paket deregulasi ini kemudian mendorong Bursa Efek Jakarta berubah menjadi PT Bursa Efek Jakarta pada tanggal 13 juli 1992. Bursa Efek Jakarta berkembang dengan pesat, jumlah saham yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dari 24 saham pada tahun 1988 menjadi lebih dari 200 saham. Pada tahun 1995, Bursa paralel Indonesia merger dengan Bursa Efek Surabaya dan diberlakukannya sistem otomatisasi perdagangan di BEJ dengan sistem komputer JATS (Jakarta Automated Trading System). BEJ mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading). Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Undang-Undang ini mulai diberlakukan mulai Januari 1996. Pada tanggal 10 november 2007, Bursa Efek Surabaya (BES) dengan Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI) ( Sumber : Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A. – Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio ).

4.1.2 Gambaran Umum Perusahaan Basic Industry And Chemicals di Indonesia

1) PT. Alam Karya Unggul Tbk (AKKU)

PT. Alam Karya Unggul Tbk (sebelumnya bernama PT. Aneka Kemasindo Utama Tbk) didirikan pada tanggal 5 April 2001 dan mulai beroperasi secara komersial pada Agustus 2001. Kantor pusat AKKU beralamat di Wisma Agro Manunggal Lantai 16, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 22, Jakarta Selatan, 12930. Sedangkan pabrik AKKU berlokasi di Jl. Industri VII Blok M No. 21, Kota Tangerang. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, Perseroan bergerak di bidang usaha industri kemasan plastik. Produk yang dihasilkan Perseroan pada saat ini meliputi gelas plastik (PP Cup) dan botol galon (PC 5 Gallon).

Pada 18 Oktober 2004, Perseroan melakukan penawaran umum kepada masyarakat atas 80.000.000 sahamnya dengan nilai nominal Rp 100,- per saham dan harga penawaran Rp 220,- per saham. Perseroan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 1 November 2004.

2) PT. Argha Karya Prima Ind Tbk (AKPI)

PT. Argha Karya Prima Ind Tbk (Perusahaan) didirikan tanggal 7 Maret 1980 di Jakarta. Perusahaan bergerak dalam bidang produksi dan distribusi kemasan fleksibel berupa Biaxially Oriented Poly Propylene (BOPP) film dan Polyester (PET) film. Perusahaan memulai produksi komersialnya pada tahun 1982. Pada tanggal 7 Februari 1994, Perusahaan telah melakukan penawaran umum terbatas pertama atas jumlah 12.000.000 saham. Perusahaan telah

mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 18 Desember 1992.

3) PT. Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG)

PT. Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) didirikan pada tanggal 7 Oktober 1971 atas kerjasama PT Roda Mas yang bergerak pada bidang industri manufaktur dan distribusi hasil industri serta barang konsumen dengan Asahi Glass Co.Ltd. Jepang yang bergerak pada industri manufaktur kaca. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada bulan April 1973. Saat ini PT Asahimas Flat Glass Tbk memproduksi berbagai jenis kaca antara lain: clear float glass, tinted float glass, online reflective glass, patterned glass, cermin, dan painted glass.

Pada tanggal 18 Oktober 1995, perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) untuk menawarkan 86.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 per lembar kepada masyarakat melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga penawaran Rp 2.450 per lembar. Perusahaan mencatatkan seluruh sahamnya di BEI pada tanggal 18 Desember 2000.

4) PT. Alumindo Light Metal Industri Tbk (ALMI)

PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI) didirikan pada tanggal 26 Juni 1978. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada bulan Januari 1983. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Entitas adalah menjalankan usaha industri aluminum sheet, aluminum foil dan aluminum

roll forming building decoration. Hasil produksi dipasarkan di dalam dan di luar negeri, termasuk ke Eropa, Amerika Serikat, Australia, Asia, dan Timur Tengah.

Perusahaan memulai operasi komersial sebagai perusahaan industri aluminium sejak tahun 1973. Sejak tahun 2002, kegiatan utama Perusahaan adalah melakukan investasi pada beberapa Perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan yaitu Alakasa Company Limited yang telah beroperasi komersial sejak tahun 2000, dan pada perusahaan industri aluminium PT Alakasa Extrusindo beroperasi sejak tahun 2001.

Pada tanggal 11 Desember 1996, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan penawaran umum atas 92.400.000 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham serta harga penawaran Rp1.300,- per saham kepada masyarakat. Pada tanggal 2 Januari 1997 saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Surabaya).

5) PT Asiaplast Industries Tbk (APLI)

PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) didirikan tanggal 5 Agustus 1992 di Jakarta. Ruang lingkup kegiatan perusahaan adalah bidang industri dan perdagangan lembaran plastik PVC dan kulit imitasi. perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1994. Pada tanggal 31 Maret 2000, perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana atas 60.000.000 lembar saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan harga penawaran Rp 600 per saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 1 Mei 2000.

PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) didirikan tanggal 22 Februari 1993 dan mulai beroperasi secara komersial sejak tanggal 1 Juli 1995. Kantor pusat ARNA terletak di Sentra Niaga Puri Indah Blok T2 No. 24, Kembangan, Jakarta Barat dan pabriknya berlokasi di Jatiuwung, Tangerang, Banten. Ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi bidang industri keramik dan menjual hasil produksinya di dalam negeri.

Pada tanggal 28 Juni 2001, perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana atas 125.000.000 lembar saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 100,- per saham dan harga penawaran Rp 120,- per saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 17 Juli 2001.

7) PT Berlina Tbk (BRNA)

PT Berlina Tbk (BRNA) didirikan tanggal 18 Agustus 1969 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1970. Kantor pusat BRNA beralamat di Jl. Jababeka Raya Blok E No. 12-17, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi dan pabriknya berlokasi di Pandaan (Jawa Timur), Tangerang (Banten), dan Cikarang (Jawa Barat). Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi industri plastik dan industri lainnya yang menggunakan bahan pokok plastik dan fiber glass. Hasil produksi Perusahaan dipasarkan di dalam negeri dan luar negeri.

Pada tanggal 12 September 1989, perusahaan memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan dengan Surat No.SI-048/SHM/MK.10/1989 untuk melakukan penawaran umum atas sahamnya kepada masyarakat sebanyak 1.750.000 dengan nominalRp 1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp 7.000,- per saham. dan

pada tanggal 15 Nopember 1989 seluruh saham Perusahaan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

8) PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

PT Barito Pacific Tbk (Perusahaan) didirikan tanggal 8 tanggal 4 April 1979 dengan nama PT Bumi Raya Pura Mas Kalimantan dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1983. Pabrik BRPT berlokasi di Jelapat, Banjarmasin dan kantor berada di Jakarta dengan alamat di Wisma Barito Pasific, Jl. Letjen. S. Parman Kav. 62-63 Jakarta. Ruang lingkup kegiatan perusahaan bergerak dalam bidang kehutanan, perkebunan, pertambangan, industri, properti, perdagangan, energi terbarukan, dan transportasi.

Pada tanggal 11 Agustus 1993, perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) untuk menawarkan 85.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per lembar kepada masyarakat melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga penawaran Rp 7.200 per lembar. Perusahaan mencatatkan seluruh sahamnya di BEI pada tanggal 1 Oktober 1993.

9) PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON)

PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) didirikan pada tanggal 27 Februari 1995 berdasarkan akta No. 116 dari Suyadi Subadi,S.H. notaris di Gresik. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi industri besi dan baja. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada bulan Mei tahun 1996 dan saat ini bergerak dalam bidang industri besi beton yang dipasarkan di dalam negeri.

Pada tanggal 29 Juni 2001, perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No.S-1600/PM/2001 untuk melakukan penawaran umum perdana atas 65.000.000 saham kepada masyarakat, dan pada tanggal 18 Juli 2001 seluruh saham Perusahaan tercatat di PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES).

10)PT Budi Acid Jaya Tbk (BUDI)

PT Budi Acid Jaya Tbk (Perusahaan) didirikan tanggal 15 Januari 1979 dan mulai beroperasi secara komersial pada Januari 1981. Kantor pusat BUDI berlokasi di Wisma Budi Lt. 8-9, Jl. HR. Rasuna Said Kav C-6, Jakarta dan pabrik berlokasi di Subang, Lampung, Jambi, dan Surabaya. Ruang lingkup kegiatan perusahaan terutama adalah bidang manufaktur bahan kimia dan produk makanan, termasuk produk turunan yang dihasilkan dari ubi kayu, ubi jalar, kelapa sawit, kopra, dan produk pertanian lainnya dan industri lainnya khususnya industri plastik. Dan Perusahaan juga bergerak dalam pembuatan dan penjualan tepung tapioka, glukosa, fruktosa, asam sitrat, karung plastik, asam sulfat, dan bahan-bahan kimia lainnya.

Pada tanggal 31 Maret 1995, perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) untuk menawarkan 30.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500,- per lembar kepada masyarakat melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga penawaran Rp 3.000,- per lembar. Perusahaan mencatatkan seluruh sahamnya di BEI pada tanggal 8 Mei 1995.

11)PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) didirikan di Indonesia dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA) pada tanggal 7 Januari 1972. Ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan meliputi produksi dan perdagangan pakan ternak, peralatan ternak, dan pengolahan daging ayam. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial sejak tahun 1972. Pada tahun 1991, perusahaan melakukan penawaran umum perdana sebanyak 2.500.000 lembar saham yang bernilai nominal Rp 1000 per saham.

12)PT Citra Tubindo Tbk (CTBN)

PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) didirikan pada tanggal 23 Agustus 1983. Perusahaan mulai kegiatan komersialnya yang meliputi penyediaan fasilitas untuk industri minyak yang mencakup jasa penguliran pipa dan pembuatan aksesoris, pada tahun 1984 mulai menyediakan jasa pemrosesan pemanasan pipa baja tanpa kampuh. Pada tanggal 28 November 1989, perusahaan melakukan penawaran umum perdana atas 1.600.000 lembar saham yang bernilai nominal Rp 100 per saham di Bursa Efek Indonesia.

13)PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS)

PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta No. 45 tanggal 18 Maret 1982 dari Jahja Irwan Sutjiono, S.H. notaris di Jakarta.. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi industri lem, barang-barang kimia dan pertambangan. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1987.

Pada tanggal 18 Juni 1990, perusahaan memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan dengan Surat No.SI-118/SHM/MK.10/1990 untuk menawarkan 2.270.000 sahamnya kepada masyarakat, dan pada tanggal 8 Agustus 1990 seluruh saham Perusahaan tercatat di PT Bursa Efek Jakarta (BEJ).

14)PT Ekadharma Internasional Tbk (EKAD)

PT Ekadharma Internasional Tbk (EKAD) didirikan dengan nama PT Ekadharma Widya Graphika pada tanggal 20 November 1981. Pada tahun 2006 nama perusahaan diubah menjadi PT Ekadharma Internasional Tbk. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama bergerak dalam bidang pembuatan pita perekat dan memproduksi bahan baku dan bahan penolong yang diperlukan serta usaha perdagangan pada umumnya. Perusahaan mulai kegiatan operasi komersial pada tahun 1981. Pada tanggal 14 Agustus 1990 Perusahaan melakukan penawaran umum perdana atas 1.000.000 lembar saham yang bernilai nominal Rp 1.000 per saham dengan harga penawaran Rp 6.500 per saham kepada masyarakat.

15)PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA)

PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) didirikan pada tanggal 6 Maret 1992 dalam rangka Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 (telah diubah dengan Undang-Undang No. 12 tahun 1970). Ruang lingkup kegiatan perusahaan bergerak dalam kegiatan perkebunan, perdagangan, pembangunan dan perindustrian. Perusahaan saat ini bertindak sebagai peruusahaan investasi dan perusahaan perdagangan. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada

tahun 1996 dan saat ini bergerak dalam usaha perdagangan dan distribusi Bio-diesel (fatty Acid Methyl Ester-FAME) dan barang-barang kimia lainnya.

Pada tanggal 16 April 1997 perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana atas 170.000.000 saham bernilai nominal Rp 500 per saham melalui Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran Rp 1.300 per saham kepada masyarakat.

16)PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW)

PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) didirikan pada tanggal 13 Juni 1987. Ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi usaha manufaktur kertas. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1989 dan saat ini menghasilkan kertas industri seperti container-board (linier dan corrugating medium) dan

boxboard yang digunakan untuk kemasan produk-produk konsumen dan barang-barang industri.

Pada tanggal 29 November 1994 perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana atas 47.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham dengan harga penawaran Rp 3.200 per saham kepada masyarakat. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tanggal 19 Desember 1994.

17)PT Titan Kimia Nusantara Tbk (FPNI)

PT Titan Kimia Nusantara Tbk (FPNI) didirikan di Republik Indonesia dengan nama Indofatra Plastik Industri pada tanggal 9 Desember 1987. Ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi industi plastik lembaran dan perdagangan besar (distributor utama) dan impor. Perusahaan mulai berproduksi secara

komersial pada tahun 1990. Pada tanggal 27 Februari 2002 perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana atas 67.000.000 saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tanggal 21 Maret 2002.

18)PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI)

PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) didirikan dengan nama PT Intikeramik Alamasri Indah tanggal 26 Juni 1991. Ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi bidang industri ubin porselen. Hasil produksinya dipasarkan di pasar lokal dan di ekspor ke beberapa negara antara lain ke Singapura, Thailand, Korea Selatan, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Rusia. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tanggal 1 Mei 1993.

Pada tanggal 7 Mei 1997, perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana atas 100.000.000 lembar saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan harga penawaran Rp 750 per saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 4 Juni 1997.

19)PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR)

PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) dahulu PT Kageo Igar Jaya Tbk didirikan tanggal 30 Oktober 1975 di Jakarta. Ruang lingkup kegiatan perusahaan terutama bergerak dalam bidang industi wadah dan kemasan dari bahan plastik (seperti botol plastik, tabung-tabung suntik, dan tempat kosmetika) yang digunakan untuk keperluan industri farmasi, makanan, dan kosmetika. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1977. Perusahaan

memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana atas 3.500.000 saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 29 Oktober 1990 dan di Bursa Efek Surabaya pada tanggal 5 November 1990.

20)PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI)

PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) didirikan dalam rangka Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 (telah diubah dengan Undang-Undang No. 12 tahun 1970) tanggal 16 Juli 1971 di Jakarta. Ruang lingkup kegiatan perusahaan dalam bidang manufaktur aluminium sheets, rolling mill, dan

extrusion plant. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada bulan Januari tahun 1974. Hasil produksi dipasarkan di dalam negeri terutama di luar negeri seperti Australia, Asia, dan Eropa.

Pada tanggal 10 November 1994 perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana atas 3.200.000 saham kepada masyarakat. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 5 Desember 1994.

21)PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI)

PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI) dahulu PT Intan Wijaya Chemical Industry Tbk didirikan di Banjarmasin tanggal 14 November 1981. Ruang lingkup kegiatan perusahaan terutama bergerak dalam bidang manufaktur formaldehyde.

Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1987. Pada tanggal 1 Juni 1990, perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana atas 4.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000.

Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 24 Juli 1990.

22)PT Indah Kiat Pulp And Paper Tbk (INKP)

PT Indah Kiat Pulp And Paper Tbk (INKP) didirikan tanggal 7 Desember 1976. Ruang lingkup kegiatan perusahaan terutama bergerak dalam bidang industi, perdagangan, pertambangan, dan kehutanan. Saat ini bergerak dibidang industri kertas budaya, pulp, dan kertas industri. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1978.

Pada tahun 1990, perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana atas 60.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per lembar saham dan harga penawaran Rp 10.600 per lembar saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tanggal 16 Juli 1990.

23)PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) didirikan pada tanggal 16 Januari 1985. Ruang lingkup kegiatan perusahaan adalah pabrikasi semen dan bahan-bahan bangunan, pertambangan, konstruksi dan perdagangan. Saat ini kelompok usaha bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen dan beton siap pakai, serta tambang agregat dan trass. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1985. Pada tanggal 2 Oktober 1989, perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan

penawaran umum perdana atas 59.888.100 saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 5 Desember 1989.

24)PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing (PMA) No. 1 tahun 1967 (telah diubah dengan Undang-Undang No. 60 tahun 1972) tanggal 18 Januari 1971.

Ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi bidang :

• Pengolahan segala macam bahan untuk pembuatan bahan makanan hewan, kopra, dan bahan lain yang mengandung minyak nabati, gaplek dan lain-lain.. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1971.

• Mengusahakan pembibitan, peternakan ayam dan usaha peternakan lainnya, meliputi budidaya seluruh jenis peternakan, perunggasan, perikanan, dan usaha lain yang terkait.

• Menjalankan perdagangan dalam negeri dan internasional dari bahan tersebut serta hasil produksi tersebut.

Pada tanggal 31 Agustus 1989, perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana atas 4.000.000 lembar saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan harga penawaran Rp 650 per saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 23 Oktober 1989.

PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JKSW) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing (PMA) No. 1 tahun 1967 (telah diubah dengan Undang-Undang No. 11 tahun 1970) tanggal 7 Januari 1974. Ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi industri dan perdagangan besi dan beton.

Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1976.

Pada tahun 1997, perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana atas 50.000.000 lembar saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan harga penawaran Rp 650 per saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 6 Agustus 1997.

26)PT Jaya Pari Steel Tbk (JPRS)

PT Jaya Pari Steel Tbk (JPRS) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 (telah diubah dengan Undang-Undang No. 12 tahun 1970) tanggal 18 Juli 1973. Ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi industri besi dan baja. Hasil produksi dipasarkan di dalam negeri. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1976.

Pada tanggal 16 Juni 1989, perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana atas 3.360.000 lembar saham kepada

Dokumen terkait