IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan
PT. Pusaka Tradisi Ibu (PTI) adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi kosmetika. Perusahaan ini didirikan oleh pasangan suami istri Drs. H. Subakat Hadi, M.Sc dan Dra. Hj. Nurhayati Subakat, Apt. pada tanggal 28 Februari 1985.
Latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja keduanya di bidang farmasi dan kimia melandasi keberanian pasangan ini dalam mendirikan perusahaan yang memproduksi kosmetik. Drs. H. Subakat Hadi, M.Sc merupakan sarjana kimia lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1972, dan memperoleh gelar Master pada bidang ilmu kimia murni pada tahun 1977. Sedangkan Dra. Hj. Nurhayati Subakat adalah Sarjana Farmasi yang juga lulusan ITB yang lulus pada tahun 1975, dan memperoleh gelar Apoteker pada tahun 1976, serta memiliki pengalaman kerja di Wella Cosmetics pada bagian pengendalian mutu.
Merek pertama yang dimiliki oleh PTI adalah Putri, dengan produk pertama adalah shampoo, yang kemudian berkembang menjadi produksi obat keriting, creambath, hair tonic, hair spray, dan produk perawatan rambut lainnya.
Kepercayaan konsumen mengangkat produk Putri Hair Cosmetics
menjadi nomor satu untuk hair tonic dalam volume menguasai 30% pasar Indonesia, urutan ke-4 untuk produk creambath, juga urutan ke-4 untuk obat keriting (cold wave), nomor 5 untuk hairstying, dan nomor 4 untuk
hair spray dan neutralizer, serta nomor 7 untuk conditioner. (Riset Studi tentang preparat rambut untuk seluruh Indonesia tahun 2002 oleh CIC Corinthian Infopharma Corpora dalam Kustiyah, 2003).
Pada tahun 1995, PTI kedatangan santri-santri dari pesantren Hidayatullah yang meminta PTI memproduksi kosmetika yang bernafaskan Islami, maka lahirlah produk Wardah, dengan positioning
35
Kosmetika Suci dan Aman. Suci karena produknya telah memiliki sertifikat halal dari lembaga LP POM MUI dan Aman karena memakai bahan baku bermutu tinggi dan tentunya telah memiliki nomor registrasi yang dikeluarkan oleh DepKes.
Sejak pertengahan 2002 hingga sekarang Wardah menggunakan
brand personality Inneke Koesherawati, seorang artis yang semakin laris semenjak menggunakan jilbab.
4.1.2. Visi dan Misi Perusahaan
Visi dari PT. Pusaka Tradisi Ibu adalah menjadi sebuah perusahaan kosmetik yang besar, yang dapat memajukan perekonomian masyarakat Indonesia. Sedangkan misi perusahaan ini adalah membuat produk kosmetika yang halal dan thoyib yang lebih baik, dengan harga yang sama atau lebih murah dengan mutu yang sama, yang dapat digunakan semua orang dari berbagai lapisan masyarakat. Aplikasi nyata dari visi misi tersebut adalah PTI mempunyai komitmen bahwa sebagian keuntungan dari produk ini akan digunakan untuk kemaslahatan umat. PTI selalu berusaha untuk menciptakan produk yang bermutu tinggi.
Visi dan misi itu juga yang membuat PTI sangat memperhatikan pendidikan, karena dasar dari kemajuan ekonomi adalah mutu sumber daya manusia (SDM) yang baik. Oleh sebab itu PTI memberikan beasiswa kepada masyarakat umum dan juga seluruh karyawannya.
4.1.3. Struktur Organisasi
PT. Pusaka Tradisi Ibu dipimpin oleh seorang Presiden Direktur. Dalam pelaksanaannya, kegiatan dipimpin oleh seorang komisaris. Komisaris ini membawahi bidang produksi, pengembangan produk (penelitian dan pengembangan atau litbang), pengendalian mutu, pemasaran, perencanaan produksi dan pengendalian persediaan, serta administrasi. Bagian administrasi ini meliputi bagian pembukuan (accounting), dan keuangan.
36
Bagian produksi bertanggungjawab atas kelancaran produksi. Sedangkan bagian pemasaran membawahi bagian penjualan (sales), kolektor dan Direct Promotion Sales (DPS). Bagian pengendalian mutu bertanggungjawab atas mutu produk yang dihasilkan, serta bagian litbang selalu melakukan pengamatan atas produk-produk dan inovasi baru yang akan diproduksi oleh perusahaan.
*PPIC : Production Planning and Inventory Control **QC : Quality Control
Gambar 6. Struktur organisasi PT. Pusaka Tradisi Ibu 4.1.4. Lokasi Kantor dan Pabrik
PT. Pusaka Tradisi Ibu memiliki kantor pusat yang berlokasi di Jl. Kampung Baru V no. 44B Rt. 004/02. Kantor ini juga merupakan kantor pemasarannya dan sekaligus gudang barang jadi. Dengan menggunakan lahan seluas 700 m2 dan luas bangunan 270 m2, kantor multifungsi ini diisi dengan ruang administrasi, kantor direksi, gudang produk jadi, gudang bahan baku dan kemasan, serta sebuah musholla.
Perusahaan memiliki dua buah pabrik yang menunjang kegiatan produksinya. Keduanya berlokasi di Tangerang, yaitu di kawasan industri Cibodas dan kawasan industri Jatake. Kapasitas produksinya saat ini hampir 3 ton sehari untuk seluruh produknya.
Presiden Direktur
Komisaris
QC**
37
4.1.5. Segmentation, Targeting dan Positioning
Perusahaan menetapkan segmentasi produk Wardah pada wanita usia 20-35 tahun, dengan kelas sosial menengah. Namun ternyata konsumen yang menggunakan produk ini beraneka ragam usia dan status sosial.
Pada awal peluncurannya, Wardah memang ditujukan untuk kalangan agama tertentu, namun dari hasil penjualan diketahui bahwa konsumen Wardah ternyata tidak hanya berasal dari komunitas santri- santri pesantren dan ibu-ibu pengajian saja, namun banyak pula wanita- wanita karir yang menggunakan produk ini. Bahkan ada pula konsumen non muslim yang menyukainya.
Sampai saat ini perusahaan tetap menggunakan positioning Wardah sebagai ”Kosmetika Suci dan Aman”. Jargon ini dirasakan Wardah cukup mengena dalam benak masyarakat. Dengan adanya kata suci, masyarakat menganggap Wardah sebagai produk halal dan aman sebagai jaminan keamanan dalam menggunakan produk ini.`
4.1.6. Tempat Penjualan Produk Wardah
Pada saat ini produk Wardah dapat dijumpai diseluruh Indonesia. Untuk wilayah DKI Jakarta sendiri, produk Wardah dapat diperoleh di beberapa pasar tradisional dan pertokoan, serta pusat perbelanjaan. Konsumen Wardah beraneka ragam golongan.
Wardah menempatkan produknya pada toko-toko khusus kosmetika yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional untuk mempermudah konsumennya yang berasal dari golongan menengah dan bawah. Selain itu, Wardah juga mempunyai outlet-outlet resmi pada pusat perbelanjaan Matahari, Toserba Borobudur dan pada Ramayana.
Untuk menjangkau konsumen kelas menengah atas, perusahaan membuka outlet di pusat perbelanjaan Pasaraya Grande dan Pasaraya Manggarai. Keduanya berada di Jakarta Selatan. Hal ini dikarenakan perusahaan ingin memfokuskan untuk sementara waktu wilayah pemasarannya di Jakarta Selatan, yang merupakan wilayah DKI terbesar.
38
Namun, hal tersebut dilakukan dengan tidak mengabaikan pemasaran di wilayah lainnya.