• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengalami berbagai perubahan dan perbaikan baik dalam status perusahaan maupun kegiatan operasional selama keberadaannya 67 tahun di Indonesia. Kehadiran kereta api ditandai dengan pembangunan jalan kereta api dari Kemijen menuju Desa Tanggung di Semarang sepanjang 26 km yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes, pada 17 Juni 1864. Pada saat itu perusahaan kereta api masih bernama Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij atau NV. NISM.

Pembangunan rel kereta api terus dilakukan hingga panjangnya mencapai 5910 km pada tahun 1950. Pembangunan tidak hanya dilakukan di Pulau Jawa, namun juga di Sumatera. Pengerjaan rel kereta api di Jawa dan Sumatera bahkan melibatkan juga para pekerja paksa Romusha, yang selama pengerjaannya menelan korban yang cukup banyak.

Hingga akhirnya setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945, karyawan kereta api yang tergabung dalam Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) mengambil alih perusahaan kereta api dari tangan Jepang. Peristiwa tersebut

terjadi pada 28 September 1945, yang kemudian dijadikan sebagai hari lahir Kereta Api Indonesia. Pada tanggal ini dibentuk pula Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKA-RI). Sejak saat itulah perusahaan perkeretaapian Indonesia mengalami berbagai perubahan status perusahaan.

Pada kurun waktu tahun 1971-1991 perusahaan kereta api Indonesia bernama PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api). Kemudian pada tahun 1991-1998 status perusahaan berubah kembali menjadi Perumka (Perusahaan Umum Kereta Api). Hingga akhirnya pada tahun 2010 sampai sekarang status perusahaan kereta api berubah menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau yang biasa disebut dengan PT KAI.

Hingga Mei tahun 2013, jumlah karyawan PT. KAI berjumlah 26.467 orang. Sejalan dengan tuntutan pemenuhan kebutuhan bagi para pengguna jasa kereta api dari tahun ke tahun, PT. KAI pun semakin mengembangkan usahanya. Kini PT. KAI memiliki enam anak perusahaan yang bergerak dalam berbagai sektor usaha untuk mendukung bisnis perusahaan induk. Keenam anak perhusahaan tersebut yakni PT KAI Commuter Jabodetabek, PT KAI Pariwisata, PT Reska Multi Usaha, PT KAI Logistik, PT Railink, dan PT KAI Property Management.

Sejak tahun 2009 hingga saat ini, PT KAI telah dan sedang mengalami perubahan yang sangat menonjol. Berbagai inovasi dan

perbaikan layanan terus dilakukan PT KAI untuk mengubah wajah perkeretaapian Indonesia. Kebijakan perusahaan diberlakukan untuk meraih kemajuan perkeretaapian dari sisi internal maupun eksternal.

Dari sisi internal, perusahaan mulai menerapkan kebijakan yang tegas bagi para karyawannya. Budaya perusahaan yang lama mulai ditinggalkan dan diganti dengan budaya perusahaan baru dengan sistem kerja yang lebih modern dan efisien. Kedisiplinan ditegakkan dan kesejahteraan karyawan pun ditingkatkan. Tercatat, dengan perubahan yang terus menerus dilakukan secara berlanjut, PT KAI mampu membukukan laba bersih hingga mencapai Rp 425 miliar pada tahun 2012. Jumlah ini sangat jauh meningkat jika dibandingkan pada tahun 2008 yang merugi hingga Rp 83 miliar.

Dari sisi eksternal, PT KAI mulai membenahi berbagai pelayanan kepada para pengguna jasa kereta api di Indonesia. Beberapa transformasi yang dilakukan di antaranya pemberlakuan sistem boarding, kapasitas penumpang 100%, larangan merokok di stasiun dan di dalam kereta, larangan pedagang asongan di stasiun dan di dalam kereta, fasilitas stasiun yang semakin lengkap, perluasan peron dan tempat parkir stasiun, serta sistem penjualan tiket yang semakin modern, terintegrasi dengan saluran internet, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.

Perbaikan layanan kereta api ini tidak terlepas dari komitmen dan kerja keras para pegawai PT KAI. Terbukti, selama kurun waktu

tiga tahun terakhir ini PT KAI telah berhasil meraih berbagai penghargaan dari beberapa pihak. Penghargaan yang sangat membanggakan bagi PT. KAI yaitu dengan diraihnya predikat “Best of The Best BUMN Inovatif Terbaik 2012” dalam ajang Anugerah BUMN 2012. Di ajang yang sama, PT. KAI pun berhasil meraih Juara I dalam kategori Inovasi Pelayanan Publik BUMN Terbaik. Sejak tahun 2011 hingga Juni 2013 sudah 131 penghargaan diraih oleh PT. KAI. Bahkan, operasional layanan Angkutan Lebaran tahun 2012 pun mendapat penghargaan khusus dari Menteri BUMN Dahlan Iskan, dengan memberikan nilai 8 untuk PT KAI.

Berbagai pencapaian dan prestasi yang diraih selama ini terus memicu PT KAI untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia, khususnya pengguna jasa kereta api. Selain layanan angkutan penumpang, angkutan barang dan pengusahaan aset pun menjadi perhatian PT KAI. Untuk sektor angkutan penumpang, PT KAI selama kurun waktu tahun 2012 sudah mengangkut lebih dari 202 juta penumpang. Terlebih lagi di kawasan Jabodetabek dengan transportasi Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, penumpang yang terlayani dalam satu hari bisa mencapai 450.000-500.000 orang. Jumlah ini akan terus ditingkatkan seiring dengan kebutuhan transportasi ibukota yang semakin mendesak. Terlebih lagi, dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) No.83 Tahun 2011 yang menugaskan PT KAI untuk

menyelenggarakan operasional KA Bandara Soekarno-Hatta dan Jalur Lingkar Jabodetabek, maka target jumlah penumpang yang akan diangkut PT KAI pada tahun 2018 adalah 1,2 juta orang per hari.

Langkah-langkah untuk mencapai target 1,2 juta penumpang per hari tersebut mulai dilakukan saat ini. Salah satunya yaitu penertiban 63 stasiun di kawasan Jabodetabek untuk perluasan peron dan stasiun, peremajaan sarana kereta api, dan pemberlakuan sistem e-ticketing. Adapun dalam sektor angkutan barang, selama tahun 2012 PT KAI telah berhasil mengangkut lebih dari 22 juta ton barang. Angkutan barang tersebut antara lain batubara, semen, petikemas, Bahan Bakar Minyak (BBM), barang retail, hasil perkebunan, dan barang hantaran.

Untuk mendukung operasionalnya sehari – hari, saat ini PT KAI memiliki sarana berupa lokomotif sebanyak 486 unit, kereta 1716 unit, gerbong untuk angkutan barang 6249 unit, Kereta Rel Listrik (KRL) 754 unit, dan Kereta Rel Diesel (KRD) 166 unit. Sedangkan prasarana berupa jalan rel yang dimiliki oleh PT KAI saat ini yaitu 2710 km di sepanjang Pulau Jawa dan 1151,5 km di sepanjang Pulau Sumatera.

Tabel 4.1

Sejar ah Per keretaapian Indonesia

Periode Status Dasar Hukum

Th. 1864

Pertama kali dibangun Jalan Rel sepanjang 26 Km antara Kemijen – Tanggung oleh Pemerintah Hindia Belanda

1864 s.d 1945

Staat Spoorwegen (SS)

Verenigde Spoorwegenbedrifj (VS)

Deli Spoorwegen Maatschappij (DSM)

IBW 1945 s.d 1950 DKA IBW 1950 s.d 1963 DKA – RI IBW 1963 s.d 1971 PNKA PP. No. 22 Th. 1963 1971 s.d 1991 PJKA PP. No. 61 Th. 1971 1991 s.d 1998 PERUMKA PP. No. 57 Th. 1990 1998 s.d

2010 PT. Kereta Api (Persero)

PP. No. 19 Th. 1998 Keppres No. 39 Th.

1999 Akte Notaris Imas

Fatimah Mei 2010

s.d sekarang

PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

Instruksi Direksi No. 16/OT.203/KA

2010

Sumber : situs resmi PT. Kereta Api Indonesia http://www.kereta-api.co.id/

Tabel 4.2

Stasiun – stasiun di bawah pengawasan PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 di Sur abaya

Nama Stasiun Alamat

St. Surabaya Pasar turi St. Surabaya Gubeng St. Surabaya kota St. Malang St. Lamongan St. Babat St. Wonokromo St. Sepanjang St. Mojokerto St. Sidoarjo St. Bangil St. Lawang St. Kepanjen St. Blitar St. Wlingi

Jl. Semarang No. 1 Surabaya Jl. Gubeng Masjid No. 1 Surabaya Jl. Stasiun Kota No. 7-9, Surabaya Jl. Trunojoyo No. 1 Malang

Jl. Panglima Sudirman No. 20 Lamongan Jl. Stasiun Babat

Jl. Stasiun Wonokromo, Surabaya Jl. Stasiun No. 1 Sepanjang, Sidoarjo Jl. Bayangkara No. 20 Mojokerto Jl. Diponegoro No. 1 Sidoarjo Jl. Stasiun No. 1 Bangil

Jl. M.H. Thamrin No. 1 Lawang Jl. Wahidin Sudiro Husodo 1 Kepanjen Jl. Mastrip No. 75 Blitar

Jl. Stasiun No. 54 Wlingi

Sumber : situs resmi PT. Kereta Api Indonesia http://www.kereta-api.co.id/ (April 2012)

Komoditi yang dapat diangkut oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) adalah :

a. Petikemas

Peletisasi, insulated and refrigerated containers, standard containers, hard-top containers, open-top containers, flatracks, platforms (plats), ventilated containers, bulk containers, tank containers.

b. Barang curah liquid / cair

BBM, CPO, semua bahan kimia cair yang tidak korosif, minyak goreng, air mineral, dan lain-lain.

c. Barang curah

Batubara, pasir, semen, gula pasir, pupuk, beras, kricak, aspalt, klinker, dan lain-lain.

d. Barang retail

Barang elektronik, hasil produksi pabrik yang sudah terpaket, barang kiriman hantaran, barang potogan.

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengoperasikan KA penumpang, baik KA utama (komersil dan non komersil), maupun KA lokal di Jawa dan Sumatera, yang terdiri dari :

− KA Eksekutif

− KA Bisnis

− KA Campuran (Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi)

− KA Ekonomi

− KA Lokal

− KRL

Setiap rangkaian kereta api, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melengkapi dengan kereta makan yang berguna sebagai restorasi. Restorasi melayani makan dan minum selama perjalanan. Terdapat menu – menu khas kereta api yang dapat dinikmati pelanggan. Kru restorasi terdiri dar : Koki, prama dan prami yang siap melayani pelanggan di dalam perjalanan.

Kru KA adalah petugas kereta api yang bertanggung jawab selama dalam perjalanan. Kru KA terdiri dari : Masinis, assisten masinis, kondektur, teknisi KA, dan runner AC. Mereka secara professional terlatih untuk melayani pelanggan kereta api.

Lokasi PT. Kereta Api Indonesia (Perser o) 7Daer ah Operasi 8 di Sur abaya

Kantor : Jl Gubeng Masjid Surabaya 60131 Telp. : (031) 5036575, 5034467

Fax. : (031) 5036575 Toka : 38000, 38605

Keterangan : Struktur Organisasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 di Surabaya (struktur organisasi yang lengkap berada pada halaman lampiran)

1. Daerah Operasi 8 Gubeng Surabaya

Menyelenggarakan pengusahaan angkutan kereta api, serta merumuskan dan menyusun program pembinaan dan pengendalian pelaksanaan angkutan penumpang atau barang di wilayah daerah operasi.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok daerah operasi 8 Surabaya mempunyai fungsi :

a. Pengelolaan sumber daya manusia ( SDM ), pendayagunaan keuangan dan pelaksanaan administrasi kerumahtanggaan dan umum, serta pertimbangan dan bantuan hukum;

b. Pengujian, pengendalian dan pembinaan hygiene perusahaan, kesehatan ( HIPERKES ) dan keselamatan kerja ;

c. Pemeriksaan daerah

d. Pelaksanaan hubungan masyarakat;

e. Pemeliharaan dan pengendalian jalan rel dan jembatan f. Pelaksanaan dan pengendalian operasi dan pemasaran

g. Pemeliharaan dan pengendalian sinyal, telekomunikasi dan listrik umum;

h. Pemeliharaan, pengendalian, inventarisasi, penetapan status dan penyelesaian masalah tanah dan bangunan.

2. Manager Humasda

Melaksanakan hubungan masyarakat, penyuluhan di lingkungan perusahaan ( Internal ) dan dengan media massa di luar perusahaan ( Eksternal ).

3. Manager Hukum

Melaksanakan pertimbangan dan bantuan hukum serta menjadi tempat bertanya bagi pegawai dalam hal peraturan yang berlaku. 4. Manager SDM dan Umum

Menyusun program pengelolaaan dan evaluasi kinerja sumber daya manusia (SDM), pendayagunaan keuangan, penyusunan rencana kerja anggaran tahunan daerah operasi, penyelenggaraan akuntansi, melaksanakan kegiatan kerumahtanggaan dan umum, serta pelaksanaan pertimbangan dan bantuan hukum.

Untuk melaksanakan tugas pokok seksi administrasi mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan pengelolaan dan evaluasi kinerja SDM;

b. Pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan dan pengesahan pembayaran;

c. Pelaksanaan administrasi anggaran dan akuntansi d. Pelaksanaan administrasi kerumahtanggan dan umum; e. Pelaksanaan pertimbangan dan bantuan hukum;

5. Manager Keuangan

Melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan, pengesahan pembayaran gaji pegawai, non pegawai, pengesahan pembayaran kepada pihak ketiga, serta penyelesaian dokumentasi analisa dan tata usaha keuangan.

6. Manager Pengadaan Barang & Jasa

Mengelola kegiatan pengadaan barang / jasa, penyimpanan barang serta pengiriman produk kereta api dan pengadaan barang / jasa umum

7. Manager Sarana

Mengelola kegiatan perawatan produk kereta api 8. Manager Jalan Rel dan Jembatan

Merumuskan, menyusun dan melaksanakan program pemeliharaan jalan rel, sepur simpang, dan jembatan, serta mengevaluasi kinerja pemeliharaan jalan rel, sepur simpang, dan jembatan di wilayah daerah operasi.

Untuk melaksanakan tugas pokok, seksi jalan rel dan jembatan mempunyai fungsi :

a. Pemantauan, pengawasan, pemeriksaan dan pembinaan mutu pekerjaan teknis jalan rel dan jembatan seluruh wilayah daerah operasi;

b. Penyusunan program anggaran dan evaluasi kinerja pemeliharaan jalan rel, sepur simpang dan jembatan;

c. Penyusunan program pemeliharaan jalan rel dan sepur simpang;

d. Penyusunan program pemeliharaan jembatan;

e. Pelaksanaan pemeliharaan dan menjamin kelaikan jalan rel dan sepur simpang;

f. Pelaksanaan pemeliharaan dan menjamin kelaikan jembatan.

9. Manager Operasi

Melaksanakan pemantauan, pengawasan, pemeriksaandan pembinaan mutu teknis pemeliharaan jalan rel dan sepur simpang, serta administrasi operasional dan keuangan dalam wilayah penguasaan.Melaksanakan pembinaan, pengendalian, pelaksanaan, dan evaluasi kinerja operasi angkutan penumpang dan barang. Untuk melaksanakan tugas pokok seksi operasi mempunyai fungsi :

a. Pemantauan, pengawasan, pemeriksaan dan pembinaan mutu pekerjaan teknis operasi di stasiun dan di dalam kereta, administrasi teknis operasional, dan keuangan di seluruh UPT. Stasiun, UPT. Pelayanan operasi pelayanan telekomunikasi dan UPT. Pengendali operasi kereta api.

b. Pemantauan dan pengelolaan kereta dan gerbong yang siap operasi, merumuskan pemanfaatan dan pembagian kereta dan gerbong, pengaturan dan evaluasi kinerja pelaksanaan program

perjalanan kereta api, serta melaksanakan tata usaha telekomunikasi atau telegram maklumat (TEM);

c. Pemantauan dan pengendalian keamanan dan ketertiban operasi ( di atas kereta dan stasiun ) dan lingkungan daerah operasi.

d. Pelaksanaan pengendalian operasi kereta api secara terpusat dan terpadu di wilayah daerah operasi;

e. Pelayanan operasi secara telekomunikasi dan pemberian informasi atau telegram;

f. Pengawasan kegiatan angkutan penumpang dan barang, serta menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan angkutan kereta api.

10.Manager Pengamanan

Melaksanakan pemantauan dan pengendalian keamanan dan ketertiban operasi ( di atas kereta api dan stasiun ).

11.Manager Pemasaran Angkutan

Melaksanakan pembinaan, pengendalian, pelaksanaan dan evaluasi kinerja pemasaran angkutan penumpang dan barang.

Untuk melaksanakan tugas pokok seksi pemasaran mempunyai fungsi :

a. Penyusunan program dan evaluasi kinerja pemasaran angkutan penumpang;

b. Penyusunan program dan evaluasi kinerja pemasaran angkutan barang;

c. Pelayanan reservasi karcis.

1. Ass. Manager Angkutan Penumpang

Melaksanakan penyusunan program dan evaluasi kinerja pemasaran angkutan penumpang.

2. Ass. Manager Angkutan Barang

Melaksanakan penyusunan program dan evaluasi kinerja pemasaran angkutan barang.

Visi dan Misi Perusahaan

Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders.

Menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjangnya, melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian lingkungan berdasarkan 4 pilar utama : keselamatan, ketepatan waktu, pelayanan dan kenyamanan.

Arti Logo Per usahaan

Gambar 4.2 Logo PT. Kereta Api Indonesia (Per sero) a. 3 Garis melengkung melambangkan gerakan yang dinamis

PT. KAI dalam mencapai Visi dan Misinya.

b. 2 Garis warna orange melambangkan proses Pelayanan Prima (Kepuasan Pelanggan) yang ditujukan kepada pelanggan internal dan eksternal. Anak panah berwarna putih melambangkan Nilai Integritas, yang harus dimiliki insane PT. KAI dalam mewujudkan Pelayanan Prima.

c. 1 Garis lengkung berwarna bir u melambangkan semangat inovasi yang harus dilaukan dalam memberikan nilai tambah ke stakeholders. (Inovasi dilakukan dengan semangat sinergi di semua bidang dan dimulai dari hal yang paling kecil sehingga dapat melesat.

Sistem Teknologi Infor masi PT Kereta Api Indonesia (Perser o) Daerah Operasi VIII Surabaya

Sistem informasi PT KAI (Persero) DAOP VIII Surabaya sebelum menggunakan aplikasi Railticket, menggunakan program informasi yang dibuat sendiri, akan tetapi program yang dulu tidak secanggih sistem yang digunakan sekarang dan kemungkinan loss

data yang sangat tinggi karena dulu sistem yang digunakan sangat sederhana.

Secara teknis, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berada dibawah Departemen Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian. PT Kereta Api Indonesia (Persero) terdiri atas 9 Daerah Operasi (Daop) termasuk Jabotabek dan 6 Divre. PT Kereta Api Indonesia (Persero) harus memberikan laporan-laporan kepada Departemen Perhubungan berupa data-data yang berhubungan dengan Pendapatan, Penumpang, Barang dan Performansi.

Pengelolaan laporan yang harus dibuat oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) dilakukan oleh sebuah divisi khusus yang disebut dengan divisi Evaluasi Data. Divisi ini bertugas untuk mengumpulkan, mengolah dan memberikan laporan-laporan yang dibutuhkan oleh stakeholder kereta api seperi Departemen Perhubungan, Kementerian Negara BUMN dan Komisaris.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki infrastruktur teknologi informasi dalam bentuk backbone fiber optic yang

digunakan untuk operasional di pulau Jawa dan sebagian pulau Sumatra. Saat ini pun sedang dilakukan pengembangan lanjutan pembangunan fiber optic untuk beberapa daerah di Sumatra. Selain telah memiliki infrastruktur jaringan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga telah mengembangkan bebeberapa aplikasi pendukung operasional yaitu: SIPOKA (Sistem Informasi Operasional Kereta Api), SIPEKA (Sistem Informasi Pegawai Kereta Api), SILOKA (Sistem Informasi Logistik Kereta Api).

Keseluruhan aplikasi-aplikasi operasional yang ada tersebut digunakan pada masing-masing DAOP untuk keperluan transaksional. Data – data operasional inilah yang kemudian digunakan oleh divisi Evaluasi Data untuk membuat laporan-laporan yang dibutuhkan oleh Stakeholder kereta api. Seluruh data-data operasional tersebut memiliki sistem backup yang diletakkan secara terpusat dengan menggunakan backup secara realtime setiap 30 detik.

Data-data transaksi tersebut di atas dikirimkan oleh DAOP ke masing-masing bidang untuk seterusnya dibuat dalam bentuk standarisasi pelaporan oleh bagian Evaluasi Data. Tugas dari bagian Evaluasi Data ini yang membuat laporan-laporan yang dibutuhkan oleh stakeholder kereta api seperti Departemen Perhubungan dan Komisaris.

Proses pengiriman pelaporan-pelaporan yang dibutuhkan oleh Departemen Perhubungan sampai saat ini masih dilakukan secara manual dimana PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membuat laporan-laporan tersebut dalam bentuk buku. Sementara data-data

adhoc yang dibutuhkan oleh Departemen Perhubungan dipenuhi melalui telepon, email dan fax.

Isu Pengembangan Sistem Informasi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah memiliki Master Plan

Teknologi Informasi yang digunakan sebagai acuan pengembangan teknologi informasi ke depan. Dalam hal pengelolaan dokumen

Master Plan Teknologi Informasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga melakukan revisi secara berkala terhadap dokumen tersebut yang disesuaikan dengan kebutuhan. Isu-isu pengembangan teknologi informasi dalam dua tahun belakangan ini diarahkan kepada pengembangan Sistem Informasi Eksekutif untuk mendukung pengambilan keputusan dikalangan eksekutif PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Rencananya sistem tersebut dikembangkan secara swakelola. Pengembangan Sistem Informasi Eksekutif tersebut dilakukan dengan melakukan pembenahan terhadap

Corporate Database atau Data Warehouse.

Hasil-hasil assessment di lapangan menunjukkan bahwa PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga akan mengembangkan sistem

berbasis web yang digunakan untuk pelaporan-pelaporan yang dibutuhkan oleh stakeholder kereta api. Dalam hal ini PT Kereta Api Indonesia (Persero) sangat membutuhkan adanya dukungan dari Pusdatin dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk keperluan koordinasi dan penetapan standar yang akan digunakan. Salah satu isu yang mengemuka pada saat assessment dilapangan adalah adanya pembinaan secara berkala dari Departemen Perhubungan dalam hal arah dan pengembangan teknologi informasi.

Reformasi Bidang IT di PT Kereta Api Indonesia (Persero), bertujuan untuk mendukung landasan transformasi bisnis yang sejalan visi dan misi perusahaan. Pembenahan bidang IT meliputi infrastruktur IT dan data center yang sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP). Reformasi bidang IT yang telah dilaksanakan sampai dengan 2011 meliputi : Integrasi aplikasi Rail Ticket System , Implementasi ERP SAP bidang finansial dan sumber daya manusia serta penerapan IT Governance yang merefer pada COBIT (Control Objective For Information and Related Technology) dan ITIL (Information Technology Infrastructure Library) yang bertujuan mengontrol bisnis proses perusahaan.

Sedangkan untuk operasionalnya digunakan aplikasi yang berbasis open source sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah yaitu IGOS (Indonesia Go For Open Source) yang telah dilaksanakan dalam IT business Plan tiap tahun.

Dokumen terkait