BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Perusahaan
Perkebunan Bah Butong dibuka pada tahun 1917 oleh Nederland Handel Maskapai (NV.NHM). Pabrik pertama didirikan pada tahun 1927 dan mulai beroperasi sejak tahun 1931. Secara kelembagaan, tahun 1957 pemerintah Indonesia melakukan pengambil alihan perusahaan yang dikelola bangsa asing, termasuk perusahaan NHM, melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor. 229/ UM/ 57, tanggal 10 Agustus 1957 yang diperkuat dengan Undang – undang Nasionalisasi Nomor. 86/ 1958.
Tahun 1961, PPN Baru dan Pusat Perkebunan Negara dilebur menjadi Badan Pimpinan Umum PPN Daerah Sumatera Utara I-IX melalui UU. Nomor. 141 tahun 1961 Sumut III dan Jo PP Nomor. 141 tahun 1961. Tahun 1963 Perkebunan Teh Sumatera Utara dialihkan menjadi Perusahaan Aneka Tanaman IV (ANTAN-IV) melalui PP Nomor. 27 tahun 1963.
Tahun 1968 terjadi perubahan menjadi Perusahaan Negara Perkebunan VIII (PNP VIII) melalui PP Nomor. 141 tahun 1968, tanggal 13 April 1968. Perubahan berikutnya mulai tahun 1974 menjadi Persero yaitu PT. Perkebunan VIII (PTP VIII) melalui Akta Notaris GHS Lumban Tobing, SH Nomor. 65 tanggal 31 April 1974 yang diperkuat SK Menteri Pertanian Nomor. YA/ 5/ 5/ 23,
Semenjak tanggal 11 Maret 1996 terjadi restrukturisasi kembali, dimana Perkebunan Bah Butong masuk dalam lingkup PTP Nusantara IV Melalui Akte Pendirian PTPN IV Nomor. 37 tanggal 11 Maret 1996 yang mengatur peleburan PTP VI, VII, dan VIII menjadi PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero).
Sejak tahun 1998 sampai dengan tahun 2000 dibangun pabrik baru yang lebih besar dan modern, dan diresmikan pada tanggal 20 Januari 2001. Lokasi Kebun Bah Butong berada di Kecamatan Sidamanik, 26 Km dari Kota Pematang Siantar dan 155 Km dari Kantor Pusat yang berada di Kota Medan. Luas areal HGU = 2.602.95 Ha dengan luas TM = 550.14 Ha dengan ketinggian = 890 meter diatas permukaan laut.
4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan
PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) memiliki visi yaitu: “Menjadi pusat keunggulan pengelolaan perusahaan agroindustri kelapa sawit dengan tata kelola perusahaan yang baik serta berwawasan lingkungan”.
Sedangkan Misi PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) adalah; 1. Menjamin keberlanjutan usaha yang kompetitif.
2. Meningkatkan daya saing produk secara berkesinambungan dengan sistem, cara dan lingkungan kerja yang mendorong munculnya kreativitas dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
3. Meningkatkan laba secara berkesinambungan.
4. Mengelola usaha secara profesional untuk meningkatkan nilai perusahaan yang mempedomani etika bisnis dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
5. Meningkatkan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
6. Melaksanakan dan menunjang kebijakan serta program pemerintah pusat/ daerah.
4.1.3 Strategi Perusahaan
Strategi Perusahaan yang dilakukan oleh PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) dalam mencapai tujuan perusahaan adalah;
1. Strategi Corporate
a. Strategi Kombinasi
b.
, yaitu penggabungan antara Strategi Stabilitas, Pertumbuhan (Ekspansi) dan penciutan yang dilaksanakan secara simultan.
Strategi Pertumbuhan (Ekspansi)
c.
adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang dengan pengembangan (perluasan) areal kelapa sawit (strategi pertumbuhan konsentrasi horizontal) dan pengembangan industri hilir (strategi pertumbuhan konsentrasi vertikal).
Strategi Stabilitas
d.
adalah untuk meningkatkan kemampulabaan dari jenis usaha dan areal yang ada yaitu kelapa sawit.
Strategi penciutan
2. Strategi Bisnis
adalah untuk mengurangi resiko dari usaha perkebunan teh dengan mengurangi areal tanaman yang ada.
Strategi Kepemimpinan Biaya (Overall Cost Leadership), dengan memberikan perhatian pada aspek skala usaha (ekonomi), biaya input, teknologi produksi, pemanfaatan kapasitas, dan efektifitas organisasi serta
manajemen. Fokus kepada Core Bisnis dan melakukan diferensiasi pada produk industri hilir teh.
3. Strategi Operasional
a. Meningkatkan nilai perusahaan dengan perluasan areal dan pengembangan industri hilir.
b. Menerapkan SOP (Standard Operations Procedure) pemeliharaan, panen, pengolahan, dan perawatan pabrik secara konsisten.
c. Mengadakan peremajaan/ replanting tanam secara teratur setiap tahun. d. Mengurangi/meniadakan kerugian dari usaha perkebunan teh.
e. Mengintensifkan lahan produktif.
f. Meningkatkan produktifitas dan efisiensi melalui penerapan praktek-praktek bisnis terbaik mencakup baku teknis, manajemen dan sistem kerja. g. Meningkatkan kemampulabaan dengan efisiensi di segala bidang.
h. Membangun dan mengembangkan sistem penilaian kinerja, sistem penghargaan, pengembangan karir dan renumerasi yang objektif, rasional, adil, serta mendorong motivasi.
i. Meningkatkan kesadaran biaya (cost consciousness) semua personil perusahaan.
j. Melaksanakan proses bisnis dengan berdasar pada prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).
k. Mengembangkan inovasi penciptaan jenis produk-produk baru untuk lebih diterima pasar.
l. Membangun Sistem Informasi Manajemen yang integratif dan berbasis komputer.
Gambar 4.1 Struktur Organisasi
PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Usaha Bah Butong
Sumber: PTPN IV Cabang Unit Bah butong Sidamanik, Pematang Siantar
MANAJER UNIT Ir. T.M. Siahaan, MM Pht_KDPT Pengolahan Dhanny Hermawan, ST, Msi Krani Pa Pam Jusmer Napitu Pht. KDPT Teknik Dhanny Hermawan, ST, Msi Kadis Tanaman Misran, SP Assisten SDM & UMUM Harry Prasetia, SE Pht. Kadis Tata Usaha Harry Prasetia, SE Asisten Afdeling I Halomoan Sinaga, SP Asisten Afdeling II
Faisal Afiff P. Lunis, SE
Asisten Afdeling III
Helda Lorenni Manik, SP
Asisten Afdeling IV
4.1.4 Job Description Bagian Pengolahan PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Usaha Bah Butong
Adapun pembagian tugas dan tanggung jawab pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Usaha Bah Butong adalah sebagai berikut:
1. Manajer Umum
Merupakan pimpinan yang tertinggi pada bagian pengolahan di unit Bah butong. Yang memiliki tanggung jawab yang besar dan secara keseluruhan terhadap kegiatan operasional yang ada diperusahaan tersebut. Selain itu manajer unit juga memiliki tugas:
a. Menciptakan iklim kerja yang sesuai dengan memperlihatkan hubungan dalam dan diluar kehidupan sosial bawahan dan masayarakat sekitarnya untuk menjaga kegairahan tetap tetap terpelihara.
b. Melaksanakan penilaian dan mengusulkan pengangkatan, pemindahan, penambahan dan hukuman bagi pegawai, staf berdasarkan ketentuan yang telah berlaku demi ketegakan disiplin kerja.
c. Menilai dan mengawasi hasil kerja kepada dinas secara terus – menerus dengan membandingkan hasil nyata dan norma – noma kerja serta melakukan tindakan pemulihan untuk menghindari anggaran biaya yang melebihi batas toleransi yang dibenarkan.
2. Pht. KDPT (Kepala Dinas Pengolahan Teh) Tuga dari kadis bagian pengolahan adalah:
a. Bertanggung jawab kepada manajer unit
b. Merupakan wakil manajer unit memipin pelaksanaan tugas – tugas di bidang administrasi, pembukuan termasuk keuangan, upah pergudangan dan laporan – laporan bulanan sesuai dengan pedoman kerja.
c. Mengkoordinir tugas – tugas administrasi. 3. Kadis Tanaman
Kepala dinas tanamana bertugas melakukan koordinasi penyusunan taksasi produksi tanamana berdasarkan data dan pengamatan agar diperoleh taksasi yang dapat mendekati kenyataan. Tugas – tugasnya adalah:
a. Mengajukan anggaran belanja dengan program pelaksanaa yang sistematis dan mudah dimengerti bersama – sama dengan asisten tanaman.
b. Mengendalikan semua kegiatan operasi afdeling berdasarkan norma – norma yang berlaku agar semua kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan perusahaan.
c. Membina pengetahuan dan keterampilan para asisten tanaman/ afdeling melalui rapat kerja, diskusi, penjelasan langsung di lapangan supaya lebih mampu melaksanakan tugas sebagai instruksi terhadap bawahannya.
d. Memelihara kerja di bidang tanaman sesuai dengan lingkungan kerja agar setiap orang merasa senang dan aman dalam menyelesaikan tugas.
e. Menyempurnakan metode kerja yang tidak sesuia dengan metode yang lebih baik melalui pengamatan agar efektivitas dan efisiensi kerja tercapai secara optimal.
4. Kepala Dinas Teknik
Tugas kepala dinas teknik membantu dalam mendukung tugas di bagian pengolahan yang merupakan penanggung jawab pabrik dibidang pemeliharaan, bengkel serta bertanggung jawab atas segala kebijaksanaan dan tindakan dlam bidang produksi. Tugas – tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Memberikan petunjuk dan pengawasan pemeliharaan dibidang teknik. b. Membuat rencana pelayanan kebutuhan bagian atau pengangkutan
bahan mentah.
c. Melayani kebutuhan dan merencanakan kapasitas pabrik. d. Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengarahkan serta
mengawasi kegiatan – kegiatan abgian pengolahan dan laboratorium. e. Menandatangani dan mengecek formulir – formulir dan laporan –
laporan sesuai dengan asisten dan prosedur yang berlaku.
f. Melaporkan data , kegiatan bagian pengolahan dan laboratorium kepada administratur.
5. Asisten Tanaman/ Afdeling
Asisten tanaman bertugas membuat taksasi produksi tanaman yang disusun berdasarkan analisis data dan taksiran potensi tanaman agar diperoleh taksasi yang mendekati kenyataan. Tugas dari asisten tanaman/ afdeling I, II, III, IV, yaitu:
a. Mengajukan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan ketentuan penerimaannya agar dpat menyelesaikan semua pekerjaan dengan program.
b. Mengatur pembagian kerja dan melengkapi peralatan/ bahan secara teratur dan terpadu supaya hasil kerja diperoleh sesuai dengan yang ditentukan.
c. Menempatkan tenaga kerja sesuai dengan bakat, kemampuan, fissik, dan sikap agar tercapai semangat kerja yang bergairah.
d. Melaksanakan pemeliharaan secara efektif dan efisien sesuai dengan standart yang ditentukan.
e. Melaksanakan panen sesuai dengan kriteria yang ditentukan dan menyelesaiakn pengangkutan secepatnya pada hari itu juga sehingga kenaikan asam lemak bebas di kebun dapat dihindari.
6. Asisten SDM dan UMUM
Asisten SDM dan UMUM bertugas membantu Manajer unit dalam meneliti penerimaaan tenaga kerja.
a. Mengawasi dan meneliti penerimaan tenaga kerja dengan berpedoman kepada standart yang telah ditetapkan direksi.
b. Melaksanakan kegiatan yang diprogramkan oleh pemerintah setelah mendapatkan persetujuan direksi.
c. Membina hubungan baik dengan pemerintah dan masyarakat di sekitar lokasi perusahaan.
d. Mengkoordinasikan kegiatan dalam peningkatan kesejahteraan karayawan.
e. Memberikan informasi kepada Manajer unit dalam bidang produktivitas kerja.
7. Kadis Tata Usaha
Kepala Dinas Tata Usaha bertugas untuk menjalankan seluruh kegiatan administrasi di perusahaan.
8. Krani Pa Pam
Pa Pam yaitu Perwira Pengamanan bertugas membantu Manajer Unit dalam memimpin di bidang keamanan. Tugas yang ditangani Perwira Pengamanan adalam melakukan pengawasan pengamanan informasi dan inventaris perusahaan.