• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan

Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 27 perusahaan. Profil masing-masing perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menjadi sampel penelitian adalah sebagi berikut:

1. Alakasa Industrindo Tbk. (ALKA)

Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) didirikan tanggal 21 Pebruari 1972 dan memulai operasi komersial sebagai perusahaan industri aluminium sejak tahun 1973. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ALKA adalah menjalankan usaha dalam bidang perdagangan umum, perwakilan atau keagenan, pemborong (kontraktor), industri manufakturing dan fabrikasi, pengolahan barang-barang dari logam dan aluminium, percetakan dan pemukiman (real estate). Sejak tahun 2002, kegiatan utama ALKA adalah melakukan investasi pada beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan (Alakasa Company Limited yang telah beroperasi komersial sejak tahun), industri aluminium ekstrusi (PT Alakasa Extrusindo beroperasi sejak tahun), industri karbon (PT Alakasa Karbon Industri masih dalam pengembangan) dan industri refineri alumina.

2. Alumindo Light Metal Industry (ALMI)

Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI) didirikan pada tanggal 26 Juni 1978 dan mulai berproduksi secara komersial pada bulan Januari

ALMI adalah menjalankan usaha industri aluminum sheet, aluminum foil dan aluminum roll forming building decoration.

3. Arwana Citra Mulia Tbk. (ARNA)

Arwana Citramulia Tbk. didirikan dengan nama PT Arwana Citra Mulia tanggal 22 Februari 1993 dan mulai beroperasi secara komersial sejak tanggal 1 Juli 1995. Kantor pusat ARNA terletak di Sentra Niaga Puri Indah Blok T2 No. 24, Kembangan, Jakarta Barat 11610, dan pabriknya berlokasi di Jatiuwung, Tangerang, Banten. Ruang lingkup kegiatan ARNA terutama bergerak dalam bidang industri keramik dan menjual hasil produksinya di dalam negeri.

4. Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG)

Asahimas Flat Glass Tbk. beroperasi pada produksi kaca lembaran dan kaca pengaman otomotif. Pabriknya berlokasi di Jakarta, Cikampek, dan Sidoarjo.

AMFG memiliki dua divisi operasi, yaitu divisi kaca lembaran dan divisi kaca pengaman. Divisi kaca lembaran memproduksi kaca bening dan berwarna, kaca berpola, kaca reflektif dan cermin, yang digunakan untuk dinding tirai kaca, kaca jendela dan kaca tersuspensi dalam konstruksi bangunan.

5. Bata Tbk. (BATA)

Perusahaan Sepatu Bata Tbk. merupakan Bata adalah produsen dan riteler produk alas kaki global untuk keluarga dan aksesoris fashion yang bermarkas di Lausanne, Swiss. Perusahaan ini memiliki tiga unit perusahaan yaitu Bata Eropa, yang berbasis di Italia, Bata Emerging Pasar (Asia, Pasifik, Afrika dan Amerika Latin), yang berbasis di Singapura, dan Bata Protective (operasi

47

B2B di seluruh dunia), yang berbasis di Belanda. Toko ritelnya ada di lebih dari 70 negara dan fasilitas produksinya ada di 26 negara. Dalam sejarahnya Bata telah menjual lebih dari 14 miliar pasang sepatu dan dianugerahi Guinness World Record sebagai "Largest Shoe Retailer and Manufacturer".

Kini Bata mempekerjakan lebih dari 30.000 karyawan.

6. Berlina Tbk. (BRNA)

Berlina Tbk. didirikan 18 Agustus 1969 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1970. Kantor pusat dan pabrik Berlina beralamat di Jl.

Jababeka Raya Blok E No. 12- 17, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi 17520. Berlina juga memiliki pabrik yang berlokasi di Pasuruan dan Sidoarjo (Jawa Timur), Tangerang (Banten) dan Hefei (Tiongkok). Kegiatan utama BRNA adalah untuk melayani industri produk-produk kosmetika, farmasi, makanan dan minuman, barang-barang industri lain sebagainya.

7. Beton Jaya Manunggal Tbk. (BTON)

Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) didirikan 27 Februari 1995 dan mulai melakukan kegiatan komersialnya pada bulan Mei 1996. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BTON terutama meliputi bidang industri besi dan baja. Kegiatan usaha utama BTON saat ini adalah bergerak dalam bidang industri besi beton yang dipasarkan di dalam negeri dengan fokus pada target pasar distributor, toko besi dan end user.

8. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. (CEKA)

Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (sebelumnya Cahaya Kalbar Tbk) (CEKA) didirikan 03 Februaru 1968 dengan nama CV Tjahaja Kalbar dan mulai

beroperasi secara komersial pada tahun 1971. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan CEKA meliputi bidang industri makanan berupa industri minyak nabati (minyak kelapa sawit beserta produk-produk turunannya), biji tengkawang, minyak tengkawang dan minyak nabati spesialitas untuk industri makanan & minuman; bidang perdagangan lokal, ekspor, impor, dan berdagang hasil bumi, hasil hutan, berdagang barang-barang keperluan sehari-hari.

9. Citra Turbindo Tbk. (CTBN)

Citra Turbindo Tbk. beroperasi di bidang manufaktur dan penyediaan layanan untuk barang tubular ladang minyak. Lebih dari 75% dari produk perusahaan dikirim kepada perusahan minyak multinasional serta perusahaan minyak negara yang terletak di seluruh dunia. Perusahaan berspesialisasi dalam pipa milik dan koneksi premium benang. Pabrik CTBN mulai berproduksi pada tahun 1984 sebagai sebuah perusahaan perintis di pulau Batam, terletak hanya 20 km selatan dari Singapura dan sekarang telah menjadi pusat logistik untuk industri jasa minyak di seluruh Indonesia.

10. Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN)

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang menghasilkan pakan ternak, Day Old Chicks dan makanan olahan terbesar di Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1972 dengan pabrik pakan ternak terbesar pertama di Jakarta untuk menghasilkan pakan ternak berkualitas.

Perusahaan ini memiliki visi memberi pangan bagi dunia yang berkembang.

49

11. Duta Pertiwi Nusantara Tbk. (DPNS)

Perseroan bergerak pada bidang industri pengolahan perekat kayu lapis, barang-barang kimia dan pertambangan berdomisili di Pontianak, lokasi pabrik berada di tepi Sungai Kapuas dengan luas lokasi ± 3 hektar yang didukung oleh ± 106 tenaga kerja trampil. Perseroan didirikan berdasarkan akta No. 45 tanggal 18 Maret 1982. Masa konstruksi dilaksanakan sekitar 2 tahun yaitu tahun 1984 s/d tahun 1986. Perseroan mulai berproduksi secara komersial pada awal tahun 1987 sampai sekarang.

12. Ekadharma International Tbk. (EKAD)

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1981 dengan nama PT. Ekadharma Widya Grafika, kemudian mengalami beberapa perubahan nama yang pada akhirnya menjadi PT. Ekadharma International Tbk. Perusahaan ini telah menjadi perusahaan publik dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya sejak tahun 1990. Sejak tahun 1983, Perusahaan telah mulai mengembangkan bisnis di dunia industri pita perekat untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia.

13. Gunawan Dianjaya Steel Tbk. (GDST)

Gunawan Dianjaya Steel Tbk. didirikan tanggal 08 April 1989 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1993. Kantor pusat dan pabrik GDST berlokasi di Jl. Margomulyo No. 29A, Surabaya, Jawa Timur.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan GDST berusaha dalam bidang industri penggilingan pelat baja canai panas yang biasa disebut hot rolled steel plate. Hasil utama produksi GDST adalah hot

rolled steel plate.

14. Indocement Tunggal Perkasa Tbk. (INTP)

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk adalah salah satu produsen semen di Indonesia. Indocement merupakan produsen terbesar kedua di Indonesia.

Selain memproduksi semen, Indocement juga memproduksi beton siap-pakai, serta mengelola tambang agregat dan tras. Indocement berdiri sejak 16 Januari 1985. Perusahaan ini merupakan hasil penggabungan enam perusahaan semen yang memiliki delapan pabrik Pabrik pertama Indocement sudah beroperasi sejak 4 Agustus 1975.

15. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP)

Perusahaan ini pertama kali didirikan pada tahun 1991 sebagai solusi untuk semua kebutuhan akan kertas kemasan dan karton. Produk-produk buatan perusahaan ini tidak hanya memenuhi pasaran domestik saja, melainkan telah menembus pasaran internasional. Perusahaan ini telah mengekspor hingga ke negara-negara di Asia, Amerika Utara dan Selatan, Australia, Afrika, dan juga Eropa.

16. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA)

Japfa Comfeed Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang agri-food terbesar dan ter-integritas di Indonesia. Unit bisnis utama perusahaan ini yakni pembuatan pakan ternak, pembibitan ayam, pengolahan unggas serta pembudidayaan pertanian.

17. Keramika Indonesia Asosiasi Tbk. (KIAS)

Keramika Indonesia Assosiasi Tbk didirikan tanggal 28 Nopember 1968 dan

51

memulai kegiatan usaha komersialnya pada tanggal 1968. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan KIAS meliputi Industri dan distribusi produk keramik. Kegiatan usaha utama KIAS dan anak usahanya bergerak di bidang produksi dan distribusi ubin lantai, ubin dinding serta genteng dengan merek KIA, Impresso dan KIA Roof.

18. Mulia Industrindo Tbk. (MLIA)

Mulia Industrindo Tbk adalah perusahaan multinasional Indonesia yang memproduksi berbagai macam bahan gelas. Perusahaan ini berdiri sejak 5 November tahun 1986 dan telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 17 Januari 1994. Perusahaan memiliki dua anak perusahaan operasi, yaitu Muliaglass dan Muliakeramik Indahraya dan dua perusahaan kendaraan finansial yaitu Muliaglass Finance Limited dan Muliakeramik Finance Limited.

19. Malindo Feedmil Tbk. (MAIN)

Malindo Feedmill Tbk. didirikan untuk pertama kalinya pada tahun 1997 sebagai anak cabang dari dua perusahaan asal Malaysia yakni Leong Hup Holding Berhad dan Emivest Berhad. Perusahaan ini memproduksi dan mendistribusikan pakan ternak, khususnya pakan ternak broiler dan Commerciall Day Chicks (DOC). Disamping itu, perusahaan ini juga berinvestasi pada anak perusahaan yang memproduksi dan memasarkan induk produksi DOC, Commercial DOC dan ayam broiler.

20. Bentoel International Investama Tbk. (RMBA)

Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) didirikan 19 Januari 1979 dengan nama PT Rimba Niaga Idola dan mulai beroperasi secara komersial

pada tahun 1989 (bergerak dalam bidang industri rotan).

21. Holcim Indonesia Tbk. (SMCB)

Holcim Indonesia Tbk (dahulu Semen Cibinong Tbk) (SMCB) didirikan 15 Juni 1971 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1975.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan SMCB terutama meliputi pengoperasian pabrik semen, beton dan aktivitas lain yang berhubungan dengan industri semen, serta melakukan investasi pada perusahaan lainnya. Pangsa pasar utama Holcim dan anak usahanya yang di Indonesia berada di Pulau Jawa.

22. Semen Indonesia Tbk. (SMGR)

Semen Indonesia (Persero) Tbk (dahulu bernama Semen Gresik (Persero) Tbk) (SMGR) didirikan 25 Maret 1953. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan SMGR meliputi berbagai kegiatan industri. Jenis semen yang hasilkan oleh SMGR, antara lain: Semen Portland (Tipe I, II, III dan V), Special Blended Cement, Portland Pozzolan Cement, Portland Composite Cement, Super Masonry Cement dan Oil Well Cement Class G HRC.

23. Sierad Produce Tbk. (SIPD)

Sierad Produce Tbk (SIPD) didirikan dengan PT Betara Darma Ekspor Impor pada 06 September 1985 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1985. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan SIPD bergerak di bidang perdagangan umum, industri, kontraktor, pertanian dan angkutan. Kegiatan utama SIPD saat ini adalah bidang peternakan ayam bibit

53

induk untuk menghasilkan ayam niaga, industri pemotongan dan pengolahan ayam terpadu dengan cold storage, industri pakan ternak dan industri pengeringan jagung.

24. Sumalindo Lestari Jaya Tbk. (SPMA)

Sumalindo Lestari Jaya Tbk adalah sebuah perusahaan kayu yang berbasis di Indonesia. Perusahaan yang didirikan pada tanggal 14 April 1980. Kegiatan utama Perusahaan terdiri dari pengolahan kayu, kegiatan penebangan, operasi hutan tanaman industri, serta perdagangan ekspor, impor dan lokal.

25. Tifico Fiber Indonesia Tbk. (TFCO)

Tifico Fiber Indonesia Tbk (dahulu Teijin Indonesia Fiber Tbk) (TFCO) didirikan dengan nama PT Teijin Indonesia Fiber Corporation pada tanggal 25 Oktober 1973 dan mulai beroperasi secara komersial sejak 1 Juli 1976.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan TFCO yang utama adalah memproduksi Biji Polyester (Polyester Chips), Serat Polyester (Polyester Staple Fiber) dan Benang Polyester (Polyester Filament Yarn) serta melakukan ekspor/impor bermacam-macam serat dan barang lainnya. Hasil produksi dipasarkan di pasar lokal dan juga diekspor ke beberapa negara di Asia, Amerika Serikat, Australia dan Eropa.

26. Tirta Mahakam Resources Tbk. (TIRT)

Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) didirikan tanggal 22 April 1981 dan memulai produksi komersialnya di bulan Nopember 1983. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, lingkup kegiatan TIRT bergerak dalam bidang industri dan penjualan kayu lapis dan produk-produk kayu sejenis.

27. Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO)

Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) didirikan tanggal 11 Juli 1977 dalam rangka Penanaman Modal Asing dan memulai operasi komersil sejak Februari 1979. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan TOTO meliputi kegiatan untuk memproduksi dan menjual produk sanitary (kloset, wastafel, urinal, bidet, dan lain-lainnya), fittings (kran, shower, dan lainnya) dan peralatan sistem dapur (sistem dapur, lemari pakaian, vanity, dan sebagainya) serta kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan produk tersebut.

Dokumen terkait