BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan
1. Sejarah Singkat Bank Tabungan Negara
Dalam perkembangannya Bank Tabungan Negara telah melalui beberapa fase, yang diawali pada masa kemerdekaan. Dimulai pada tanggal 1 oktober 1897 pemerintah Hindia Belanda melakukan Koninklijk Besluit no. 27 dengan mendirikan
Postpaarbank yang berkedudukan di Batavia (Jakarta), dengan maksud untuk
mendidik masyarakat agar gemar menabung, Postspaarbank kemudian terus hidup dan berkembang hingga tercatat hingga tahun 1939 telah memiliki empat cabang yaitu Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar.
Pada Tahun 1947, Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Pemerintah Jepang. Jepang membekukan kegiatan Postspaarbank dan pada tanggal 1 april 1947 pemerintah Jepang mendirikan Tyokin Kyoku sebuah Bank yang bertujuan untuk menarik dana dari masyarakat melalui tabungan.
Selanjutnya, dengan Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 memberikan inspirasi kepada Bapak Darmosoetanto untuk memprakarsai pengambil alihan Tyokin Kyoku dari pemerintah Jepang ke pemerintah RI, terjadilah pergantian nama menjadi Bank Tabungan Pos dan pada tahun 1949 nama Bank Tabungan Pos diganti menjadi Bank Tabungan RI, lalu kembali menjadi Bank Tabungan Pos pada tahun 1950.
Banyak kejadian bernilai sejarah sejak 1950, tetapi yang terpenting bagi sejarah Bank Tabungan Negara (BTN) adalah dikeluarkannya UU darurat No. 9
tahun 1950 tanggal 9 Februari 1950 yang mengubah nama “Postspaarbank Indonesia” berdasarkan Staasbalt No. 295 tahun 1941 menjadi Bank Tabungan Pos dan memidahkan induk kementrian keuangan dibawah menteri urusan Bank Sentral. Tanggal 9 Februari 1950 ditetapkan sebagai hari dan tanggal BTN. Nama Bank Tabungan Pos menurut UU darurat tersebut dikukuhkan dengan UU No. 36 tahun 1953. Perubahan nama dari Bank Tabungan Pos menjadi Bank Tabungan Negara didasarkan pada Perpu No. 4 tahun 1964 tanggal 23 Juni 1963 yang kemudian dikuatkan dengan UU No. 2 tahun 1964 tanggal 25 Mei 1964 dengan UU No. 8 tahun 1965 ditetapkan pengintegrasian Bank Umum Negara Dan Bank Tabungan Negara ke dalam Bank Sentral.
Status BTN sebagai Bank Tabungan milik negara ditetapkan dengan UU No. 20 tahun 1968 di dalam undang-undang tersebut dinyatakan tugas pokok Bank Tabungan Negara di arahkan pada perbaikan ekonomi rakyat dan pembangunan nasional dengan jalan menghimpun dana-dana dari masyarakat terutama dalam bentuk tabungan.
Pada tahun 1974 menetapkan kebijakan pembangunan perumahan untuk masyarakat menengah kebawah. Dan Bank Tabungan Negara ditunjuk sebagai wadah pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berdasarkan Surat Keputusan Mentri Keuangan RI No. B–49/MK/IV/I/1974 tanggal 29 Januari 1974. Berdasarkan surat keputusan tersebut maka Bank Tabungan Negara mempunyai tugas baru yaitu sebagai pemberi kredit perumahan dengan jaminan rumah dan tanah yang dibeli oleh kredit tersebut dan realisasi KPR pertama terjadi pada tanggal 10 Desember 1976.
Pada tanggal 29 April 1989, Bank Tabungan Negara ditingkatkan oleh pemerintah menjadi Bank Umum dan mulai menerbitkan obligasi diijinkannya Bank
Tabungan Negara melaksanakan kegiatan penerimaan simpanan dalam bentuk giro dan keikutsertaan dalam Kliring. Bentuk hukum BTN mengalami perubahan lagi pada tahun 1992 yaitu dengan dikeluarkannya PP No. 24 tahun 1992 tanggan 29 April 1992 yang merupakan pelaksanaan dari UU No. 7 tahun 1992 bentuk hukum Bank Tabungan Negara berubah menjadi Perseroan. Sejak nama Bank Tabungan Negara menjadi PT. Bank Tabungan Negara (Persero) dengan call name Bank BTN (Persero). Berdasarkan kajian konsultan Independent, Price Water House Coopers, pemerintah melalui menteri BUMN dalam surat No. 5–544/MMBU/2002 memutuskan Bank BTN (Persero) sebagai Bank umum dengan fokus bisnis pembiayaan perumahan tanpa subsidi.
Pada tahun 1994, BTN mendapat ijin sebagai bank devisa. Sedangkan pada tahun 2002, BTN sebagai bank umum dengan fokus pada pinjaman tanpa subsidi untuk perumahan, hal tersebut berdasarkan surat menteri BUMN tanggal 21 Agustus 2002. Dan pada tahun 2005 bank BTN membuka unit usaha syariah.
Pada tahun 2009 Bank BTN menjadi bank pertama di Indonesia yang melakukan sekuritisasi Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragunan Aset (KIK BA) di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun yang sama Bank BTN melepaskan 2.360.057.000 lembaran saham setara dengan 27.08% dari total saham Bank BTN tercatat sebagai emisi IPO terbesar di tahun 2009 dengan nilai saham sebesar Rp.1,88 triliun. Dan pada tahun 2012 Bank BTN berhasil melaksanakan Right Issue pada bulan November 2012 dengan menerbitkan sebanyak 1.512.857.500 lembar saham tambahan. Terakhir pada tahun 2013 Bank BTN mulai melakukan transformasi menuju World Class Banking.
2. Visi Dan Misi Bank BTN
f. Visi
Menjadi bank yang terkemuka dalam pembiayaan perumahan. g. Misi
1) Menyediakan produk dan jasa yang inofatif serta layanan unggul yang fokus pada pembiayaan perumhan dan tabungan.
2) Mengembangkan human capital yang berkualitas dan memiliki integritas yang tinggi, serta penerapan Good Corporate Governance dan Compliance. 3) Meningkatkan keunggulan kompetitif melalui Tekhnologi Informasi terkini. 4) Memedulikan kepentingan masyarakat dan lingkungannya.
3. Budaya Perusahaan
a. Mengedepankan Integritas Makna nilai strategis :
Konsisten antara pikiran, perkataan dan tindakan sesuai dengan ketentuan perusahaan, kode etik profesi dan prinsip-prinsip kebenaran yang terpuji.
Perilaku utama :
1. Konsisten dan disiplin 2. Jujur dan berdedikasi b. Bekerja Propesional
Makna nilai strategis :
Visioner, kompeten di bidangnya, selalu mengembangkan diri dengan tekhnologi terkini sehingga menghasilkan kinerja terbaik .
Perilaku utama :
1. Kompeten, intrapreneurship dan bertanggung jawab 2. Bekerja cerdas dan berorientasi pada hasil
c. Bersemangat Melayani Makna nilai strategis :
Memberikan pelayanan yang melebihi harapan pelanggan (internal dan eksternal).
Perilaku utama :
1. Ramah dan rendah hati 2. Antusias dan proaktif d. Selalu Berinovasi
Makna nilai strategis :
Senantiasa mengembangkan gagasan baru dan penyempurnaan berkelanjutan yang memberi nilai tambah bagi perusahaan.
Perilaku utama :
1. Tanggap terhadap perubahan
2. Kreatif melakukan penyempurnaan yang bernilai tambah e. Bekerja Sama Untuk Berhasil
Makna nilai strategis :
Membangun hubungan yang tulus dan terbuka dengan sesama insan Bank BTN dan pihak lain dilandasi sikap saling percaya dan menghargai untuk mencapai tujuan bersama.
Perilaku utama :
2. Saling percaya dan menghargai
4. Produk Dan Jasa Bank Tabungan Negara
Bank sebagai suatu lembaga keuangan bertujuan untuk menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat melalui produk dan jasa bank. Oleh karena itu Bank BTN menawarkan berbagai macam produk dan jasa bank yang dimiliki kepada masyarakat sehingga peranannya sebagai bank dapat terpenuhi. Adapun jenis produk dan jasa Bank BTN adalah sebagai berikut:
1) Produk Dana BTN
a. Tabungan BTN Batara
Tabungan dengan berbagai kemudahan transaksi untuk menunjang aktivitas keuangan anda.
b. Tabungan BTN Prima
Tabungan investasi dengan berbagai keuntungan yang mengantarkan anda pada kehidupan lebih baik.
h. Tabungan BTN Batara Payroll
Tabungan untuk pembayaran payroll karyawan dengan berbagai kemudahan transaksi untuk menunjang aktivitas keuangan anda.
i. Tabungan BTN Junior
Tabungan untuk edukasi menabung bagi anak-anak usia 0 sampai 12 tahun.
Tabungan untuk edukasi dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda usia 12 sampai 23 tahun.
k. Tabungan BTN Pos
Merupakan produk Tabungan Bank BTN yang diselenggarakan bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia (persero) melalui loket kantor Pos yang telah ditentukan.
l. Tabunganku
Tabungan perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan untuk menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
m. Tabungan BTN Haji Regular
Merupakan tabungan yang diperuntukan kepada calon jemaah haji yang akan mempersiapkan ibadah haji dengan program penyelenggaraan haji regular. n. Tabungan BTN Haji Plus
Tabungan haji yang diperuntukan kepada calon jemaah haji yang akan menjalankan ibadah haji dengan program penyelenggaraan Haji Khusus yang diselenggarakan oleh kantor Kementrian Agama.
o. Tabungan BTN Batara Pensiunan
Tabungan yang diperuntukkan bagi para pensiunan sebagai sarana penerimaan pensiun setiap bulan yang dibayarkan oleh PT. Taspen (Persero).
2) Jasa Dan Layanan BTN a. Kartu Debit BTN
Kartu ATM BTN juga berfungsi sebagai kartu debit yang mempermudah nasabah membayar transaksi dan keperluan belanja di toko berlogo Visa di seluruh dunia dengan mudah, aman dan cepat.
b. Kartu Kredit BTN c. iMobile BTN
Aplikasi perbankan bagi nasabah perorangan untuk kenyamanan dalam melakukan transaksi Finansial (non tunai) dan non Finansial dimana saja dan kapan saja.
d. CMS (cast manajement system BTN)
Layanan bagi nasabah lembaga untuk melakukan swakelola transaksi perbankan melalui koneksi internet.
e. Internet Banking Individual
Layanan perbankan bagi nasabah perorangan Bank BTN untuk dapat memperoleh informasi keuangan dan melakukan swakelola transaksi perbankan melalui media internet.
f. Virtual Account
Nomor identifikasi pelanggan perusahaan untuk selanjutnya diberikan oleh perusahaan kepada pelanggannya (perorangan maupun non perorangan) sebagai identifikasi penerimaan.
g. EDC (Electronic Data Capture)
Lebih dikenal dengan ATM mini adalah mesin yang berfungsi sebagai sarana penyedia transaksi dan alat pembayaran yang penggunaannya dengan cara memasukkan atau menggesek kartu ATM, kartu debit maupun kartu kredit
dalam suatu bank maupun antar bank, serta dilengkapi dengan fasilitas pembayaran lainnya yang terkoneksi secara realtime.
h. E-KIOS
Mesin yang berfungsi sebagai sarana penyedia transaksi dan alat pembayaran yang penggunaannya dengan cara memasukkan atau menggesek kartu ATM, kartu debit maupun kartu kredit dalam suatu bank maupun antar bank, serta dilengkapi dengan fasilitas pembayaran lainnya yang terkoneksi secara realtime dengan tambahan fungsi top up kartu prepaid baik menggunakan kartu ATM maupun uang tunai.
i. FIBB (Financial Inclusion Branchless Banking)
Layanan jasa perbankan bagi nasabah bank yang dilakukan diluar jaringan kantor bank melalui kerja sama pemanfaatan jaringan tekhnologi informasi dengan perusahaan telekomunikasi dan atau kerjasama dengan agen yang bertindak untuk dan atas nama bank dalam rangka memperluas jangkauan layanan perbankan dan mendorong terwujudnya keuangan inklusift.
j. BTN Payroll
Jasa layanan berupa transaksi pembayaran gaji karyawan secara online
realtime pada saat tanggal efektif gaji.
k. Edu Payment BTN (SPP Online BTN )
Jasa layanan bagi lembaga pendidikan berupa penerimaan setoran biaya pendidikan dan biaya lainnya dengan penyelenggaraaan pendidikan secara
online realtime.
l. Penyaluran APBN Melalui Span (Bank BTN Sebagai Bank Operasional I/non gaji dan Bank Operasional II/Gaji)
Layanan terpuat bagi lembaga / satuan kerja sama penerima dan penyalur dana APBN, khususnya lembaga pemerintahan/kementrian melalui SPAN (Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara) dan Non SPAN.
m. Program Pengembangan OperasiOnal Lembaga (PPO Lembaga)
Fasilitas yang diberikan oleh bank BTN kepada lembaga yang telah melakukan kerja sama pengelolaan dan operasionalnya untuk mempermudah aktivita operasional lembaga dan mendukung kelancaran operasional nasabah yang nilainya dihitung seperti tambahan jasa giro.
n. Payment System
1. Pembayaran tagihan gas rumah tangga PGN (Perusahaan Gas Negara) 2. Pembayaran Pajak Daerah
3. Pembayaran oleh SPBU dan lainnya atas pembelian produk Pertamina 4. Pembayaran tagihan PDAM
5. Pembayaran tagihan Rumah Sakit 3) Produk Kredit
a. KPR BTN Sejahtera FLPP
Kredit pemilikan rumah program kerja sama dengan kementrian perumahan rakyat dengan suku bunga rendah dan cicilan ringan dan tetap sepanjang jangka waktu kredit, terdiri atas KPR Sejahtera Tapak untuk pembelian rumah tapak dan KPR Sejahtera Susun untuk pembelian rumah susun dengan jangka waktu maksimal sampai 20 tahun.
b. PUMP – kerjasama Bank
Fasilitas pinjaman uang muka perumahan kerjasama Bank BTN dengan BPJS Ketenaga kerjaan yang diperuntukan bagi seluruh peserta Program Jaminan Sosial dengan jangka waktu sampai 25 tahun.
c. Kredit Ruko (KP Ruko) BTN
Fasilitas untuk membeli unit rumah toko, rumah usaha, rumah kantor, maupun kios dengan pelayanan yang cepat dan mudah dengan jangka waktu maksimal sampai 15 tahun.
d. Kredit Agunan Rumah (KAR) BTN
Fasilitas kredit multiguna yang dapat digunakan untuk renovasi rumah, pembelian isi rumah, biaya pendidikan, dan kebutuhan lainnya, dengan cara agunan rumah/apartement/ruko dengan jangka waktu maksimal sampai 10 tahun.
e. Kredit Bangun Rumah BTN
Fasilitas kredit untuk membangun rumah idaman diatas lahan milik sendiri dengan jangka waktu maksimal sampai 10 tahun.
f. Kredit Swadana BTN
Fasilitas kredit yang diberikan kepada nasabah yang membutuhkan dana cepat tanpa harus mengurangi deposito atau tabungannya selama jangka waktu tertentu dengan jangka fleksibel 1–12 bulan dan dapat diperpanjang. g. Kredit Ringan (KRING) BTN
Fasilitas kredit yang ditujukan bagi karyawan perusahaan/instansi guna memenuhi berbagai kebutuhannya tanpa agunan cukup hanya memanfaatkan SK pegawai pemohon dengan jangka waktu maksimal sampai 5 tahun.
h. Kredit Ringan (KRING) Pensiunan BTN
Fasilitas kredit yang ditujukan bagi para pensiunan PNS, TNI/POLRI, maupun janda/duda-nya yang manfaat pensiunannya dibayarkan melalui rekening di bank BTN dengan jangka waktu maksimal sampai 10 tahun. i. KMK Kontruksi BTN (KYG)
Modal kerja pembangunan landed house, apartement, rumah susun, hotel, dll. Dengan jangka waktu sampai 48 bulan.
j. Kredit Linkage BTN
Kepada koerasi/BPR untuk diteruspinjamkan ke anggota/nasabah dengan jangka waktu maksimal sampai 60 bulan.
k. Kredit Pemilikan Lahan (KPL) BTN
Pembelian lahan untuk perumahan sederhana/bersubsidi sesuai dengan jangka waktu KYG.
l. Kredit Investasi BTN
Pembiayaan barang modal atau investasi dalam bentuk investasi baru, perluasan, modernisasi, rehabilitasi atau kebutuhan khusus terkait investasi dengan jangka waktu sesuai cashflow, maksimal sampai 15 tahun.
m. Kredit Modal Kerja (KMK) BTN
Pembiayaan usaha industri perdagangan dan jasa atau yang berhubungan dengan pengadaan maupun proses produksi sampai dengan barang tersebut di jual dengan jangka waktu maksimal 36 bulan dan maksimal 12 bulan (PRK).
Pembayaran modal kerja kontraktor dengan jangka waktu sesuai periode SPK.
o. KUR BTN
Pembiayaan modal kerja/investasi usaha produktif dalam kategori usaha mikro, usaha kedit kecil, usaha menengah, koperasi, kelompok usaha dan lembaga linkage dengan jangka waktu KUMK Modal Kerja Maksimal sampai 3 tahun dan KUMK Investasi Maksimal sampai 5 tahun.
p. Kredit Usaha Mikro dan Kecil ( KUMK ) BTN
Pembiayaan modal kerja/investasi sektor usaha kecil, mikro dan menengah dengan jangka waktu KUMKM Modal Maksimal sampai 3 tahun dan KUMKM Investasi Maksimal sampai 5 tahun.
5. Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah merupakan salah satu syarat untuk dapat mewujudkan tujuan dari salah satu peusahaan. Struktur organisasi adalah kesatuan yang menunjukkan hubungan antara fungsi-fungsi dan otoritas relative dan tanggung jawab individu yang memimpin dan bertanggung jawab atas masing-masing fungsi-fungsi tersebut.
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda itu setiap bagian harus menjalin hubungan kerja sama yang harmonis, sehingga semua kebijaksanaan perusahaan dapat dilaksanakan dengan baik dan tujuan dapat tercapai. Kejelasan struktur organisasi ini berarti memperjelas spesifikasi pekerjaan dari setiap karyawan dalam melaksanakan tugas masing-masing. Selain itu mempermudah pengawasan atas terjadinya penyelewengan-penyelewengan didalam perusahaan yang bersangkutan. Dengan demikian struktur organisasi yang baik
haruslah menggambarkan suatu kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian yang menunjukkan tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda.
STRUKTUR ORGANISASI PT. BANK TABUNGAN NEGARA CABANG MAKASSAR TAHUN 2014
BRANCH MANAGER Secretary DBM Supporting Accounting Control Unit Operation Unit Accounting & Reporting Internal Control Transaction
Processing Sub Unit
Clearing Transaction Processing & IT Support Teller Service Sub Unit Teller Vault
Loan Administration & Dokumen Sub Unit
Loan Administration Loan Document General Adminitration Sub Unit Human Capital Support Logistic Support DBM Commercial Housing & Commercial Lending Unit Relationship Management Commercial Loan Analyst Commercial Funding & Serv
Unit Govern & Corp Comm
Fund Mark Edu Inst & Oth Comm Fund Mark DBM
Consumer
Mortage & Consumer Lending Unit Mortage & Consumer Loan Marketing Consumer Loan Service Consumer Loan Analyst RFSU Head RM Bisnis Pos Consumer Funding Mark Consumer Care Unit
Customer Service Service
Didalam menjalankan tugasnya Kepala Cabang dibantu oleh kepala-kepala seksi yang membawahi Seksi Retail Service, Seksi Operation, Seksi Accounting dan Control, Seksi Loan Recovery, dan satu orang Kepala Kantor Cabang Pembantu setingkat Pejabat Pembantu Cabang (PPC). Dalam pelaksanaan tugas dan aktivitas sehari-hari, pada setiap seksi maupun unit ditempatkan beberapa orang staf karyawan sebagai pelaksana. Sedangkan pembagian tugas pada masing-masing bagian secara garis besar adalah sebagai berikut:
A. Kepala Cabang (Branch Manager)
Kepala cabang adalah yang memimpin kantor cabang tempat ia ditugaskan dan membawahi empat kepala bidang kerja beserta seluruh unit yang ada di bawahnya dan satu orang kepala cabang pembantu. Adapun uraian pekerjaannya antara lain :
a. Mengkoordinasikan pembuatan rencana kerja, anggaran cabang. Dan melakukan evaluasi serta target yang telah ditentukan.
b. Menjamin kualitas dan pertumbuhan usaha cabang baik dalam asset laba, kredit serta dana pihak ketiga.
c. Melakukan otorisasi transaksi operasional yang melampaui kewenangan bawahannya.
d. Memimpin Rapat Komite Kredit (Rakomdit) dan memberikan persetujuan kredit sesuai dengan kewenangannya dan ketentuan yang berlaku.
e. Menjamin pencapaian target yang ditetapkan dalam bidang kredit.
f. Menjamin bahwa kredit yang bermasalah dapat diidentifikasikan dan segera diselesaikan.
g. Memastikan bahwa ekspansi kredit telah didasarkan atas evaluasi yang tepat dan cermat sesuai dengan prosedur.
h. Menjamin pencairan kredit sesuai dengan akad kredit.
i. Bersama dengan Kepala Loan Recovery memberikan persetujuan surat BUPLN untuk eksekusi/rumah.
B. Wakil Kepala Cabang Utama(Deputy Branch Manager)
Deputy Branch Manager adalah seorang pejabat yang langsung berada dibawah
Branch Manager yang diserahi tugas untuk memimpin pelaksanaan aktifitas sehari-hari
sesuai dengan bidangnya masing-masing. Deputy Branch Manager adalah seorang pejabat yang langsung berada di bawah Branch Manager yang diserahi tugas untuk memimpin pelaksanaan aktifitas sehari-hari sesuai dengan bidangnya masing-masing mempunyai aktivitas utama yaitu :
a. Melakukan fungsi otorisasi untuk aktifitas financial sesuai ketentuan yang berlaku. b. Melakukan fungsi otorisasi untuk aktifitas non financial sesuai ketentuan yang
berlaku dan lazim dilakukan serta dapat dipertanggungjawabkan c. Melakukan pengawasan melekat terhadap pegawai yang disupervisi
d. Melakukan monitoring dan evaluasi atas strategi serta pencapaian target dana, kredit dan feebased income
e. Melakukan sekaligus mensupervisi pemberian Quality Service Level terhadap nasabah prima.
C. Sekretaris (Secretary)
mempunyai aktivitas utama yaitu melaksanakan kesekretariatan Kepala Cabang, meliputi :
a. Memproses pembuatan dan pengaturan jadwal kegiatan Kepala Cabang, baik dengan pihak intern maupun ekstern.
b. Memproses administrasi notula rapat (registrasi, pengarsipan), baik dengan pihak
intern maupun ekstern.
c. Memproses administrasi surat dan facsimile masuk (registrasi, pengarsipan, pendistribusian sesuai disposisi dan monitoring) untuk Kantor Cabang.
d. Memproses administrasi penyampaian semua surat dan facsimile keluar (registrasi, pengarsipan) yang ditanda tangani oleh Kepala Cabang.
e. Mengatur semua kegiatan protokoler dan perjalanan dinas Kepala Cabang (SPD, Tiket, uang saku) baik dari pihak internal dan eksternal bank.
D. Seksi Retail Service
Adalah kepala seksi yang memimpin seksi-seksi seperti : teller, service unit,
customer service unit dan loan service unit. Adapun uraian tugasnya:
a. Merencanakan, mengorganisasikan, melakukan, mendelegasikan, dan mengontrol semua aktivitas bidang retail cabang.
b. Melakukan supervisi untuk terjaganya kualitas pelayanan yang optimal di unit CS bagi nasabah yang datang maupun melalui telepon atau surat.
c. Menjamin semua kegiatan berjalan sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada demi terciptanya pengawasan yang memadai.
d. Menciptakan kenyaman kebersihan, kerapihan, ketertiban, dan keindahan ruang kerja dan ruang nasabah.
e. Melaksanakan fungsi marketing terhadap seluruh produk dan jasa bank di kantor cabang.
1. Teller Service Unit, uraian tugasnya:
a) Melakukan semua transaksi penerimaan maupun pengeluaran secara kas seperti untuk tabungan, pembayaran KPR, Giro, Deposito, kiriman uang tunai, penerimaan setoran pajak dan lainnya transaksi di loket cabang.
b) Melakukan semua transaksi yang tidak melalui kas tetapi berhadapan langsung dengan nasabah seperti penyetoran tabungan dengan debet giro, pembayaran tabungan dengan debet tabungan, kiriman uang dengan debet tabungan dan sebagainya.
c) Melakukan kegiatan kas keliling, kunjungan ke kolektor (Tabungan dan KPR), pengambilan dan penyetoran ke BI.
2. Customer service Unit, uraian tugasnya:
a) Melakukan pelayanan yang prima kepada semua nasabah, baik nasabah yang datang ke loket Bank BTN maupun melalui telepon.
b) Melakukan administrasi awal atas nasabah baru, seperti membuat master tabungan, deposito atau yang lainnya.
c) Membantu nasabah untuk melakukan transaksi dengan benar, seperti penjelasan persyaratan, prosedur transaksi, pengisian formulir, melakukan konfirmasi ke atau dari cabang lain tentang saldo.
d) Menerima keluhan atau komplain dari nasabah dan mengupayakan penyelesaian terbaiknya.
3. Loan Service Unit, uraian tugasnya:
a) Pelayanan kepada nasabah yang datang maupun melalui telepon dan memproses produk kredit retail meliputi penggunaan, persyaratan, alih debitur, pelunasan, penyerahan dokumen pokok, klaim (baik debitur datang maupun melalui surat). b) Memberitahukan kepada calon nasabah apabila persyaratan belum lengkap,
mengembalikan semua persyaratan apabila calon nasabah tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
c) Menyelenggarakan akad kredit bagi semua debitur (bersama dengan notaris).
E. Seksi Operation
Adalah kepala seksi yang memimpin seksi-seksi seperti : transaksi processing
unit, loan administrasi unit dan general branch administration. Adapun uraian
tugasnya:
a. Memastikan bahwa kegiatan yang berkaitan dengan kliring di Bank Indonesia berjalan dengan baik.
b. Memastikan akurasi input data transaksi harian aplikasi KPR, Tabanas Kantor Pos dan aplikasi lainnya yang ada di back office.
d. Memastikan terselenggaranya pemeliharaan sistem password pada operating system (akses logik sistem).
e. Memastikan setting parameter kewenangan pengguna (user) yang berhak mengakses aplikasi.
1. Transaksi Processing Unit, uraian tugasnya: a) Melaksanakan proses transaksi non tunai. b) Melakukan penelusuran dummy.
c) Melakukan update master alih debitur, PUL (Penjadwalan Ulang).
d) Melakukan rekonsiliasi dengan bookepping.
e) Melakukan proses transaksi yang berkaitan dengan transaksi antar cabang dan dengan kantor pusat.
2. Loan Administration Unit, uraian tugasnya:
a) Menindaklanjuti proses kredit mulai dan persiapan Rakomdit sampai dengan persiapan akad kredit.
b) Melakukan pencairan atas realisasi kredit, pencairan dana jaminan.