• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN

3.7 Kesimpulan dan Saran

4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan

Bergerak di bidang kelistrikan, PT. X menyediakan produk panel distribusi, sistem dan jasa untuk transmisi dan distribusi listrik. Seiring dengan perkembangan jaman, PT. X pun banyak mengalami proses-proses perkembangan yang mempengaruhi kinerja dari perusahaan.

Hal inipun berpengaruh terhadap nama perusahaan dan lokasi dari kegiatan yang mereka lakukan.

1964 Berdirinya bengkel Z di PT. A.

1970 Pendirian PT. B.

1974 Pendirian pabrik PT. AB di Kawasan Industri Pluit, Jakarta Utara.

1989 A dan B memutuskan untuk mendirikan pabrik baru di Kawasan Industri Pulogadung.

1990 Desember, Peletakan batu pertama untuk pabrik di Kawasan Industri Pulogadung.

1991 September, Relokasi pabrik dari Kawasan Industri Pluit ke Pulogadung.

1996 Akuisisi PT. AB oleh PT. XY pada tingkat korporasi.

1996 PT. XY Indonesia, berlokasi di Pondok Indah.

1998 22 Juni, PT.XY berganti nama menjadi PT. XX pada tingkat korporasi.

1998 7 Agustus, AB Indonesia berganti nama menjadi PT. AB Transmisi &

Distribusi; disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat nomor :

C2 – 10642 HT.01.04.Th.98

1998 30 November, PT. AB Transmisi & Distribusi Indonesia berganti nama menjadi PT. Y Distribution; disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat nomor: 02-26744 HT.01.04.Th.98

1999 PT.XX Transmission relokasi di Aminta Plaza.

2002 PT. X Transmission berpindah lokasi ke Pulogadung.

2005 PT. XX Distribution berganti nama menjadi PT. X Distribution; disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia dengan surat nomor: C-09573HT.01.04.TH.2005

2007 PT. X Transmissi dan PT. X Distribusi bergabung menjadi PT. X

PT. X di Indonesia, yang merupakan salah satu dari fasilitas manufaktur di lebih dari 40 negara dan lebih dari 100 jaringan penjualan, adalah unit bagian yang menyediakan hasil produksi dan jasanya ke seluruh Asia Tenggara dan Asia Pasific.

T

1. Hasil Produksi

Hasil produksi dari PT. X dikerjakan sesuai dengan permintaan konsumen, seperti : a. LV (Low Voltage) Production :

ƒ Control and Relay Panel

ƒ LV Motor Control Center dan LV Switchgear

ƒ Mimic Panel dan Control desk b. MV (Medium Voltage) Production :

ƒ PiX 12 kV / 17 kV / 24 kV, type Switchgear

Gambar 4.1 Panel Listrik Tipe PiX

Panel – panel yang diproduksi oleh PT. X memiliki kemampuan sampai pada 24 kV, 40 kA, dan didalamnya terdapat CB (Circuit Breaker) berjenis Vaccum dan gas SF-6 yang telah diuji dan lolos untuk dipasarkan oleh KEMA dan LMK Laboratory. Terdapat. Setiap desian standar berlaku untuk produksi dan sewaktu-waktu dapat direvisi atau bahkan dieliminasi sesuai dengan kebutuhan. Prosedur revisi desain mekanik sesuai dengan D-ME-I-002. Standar-standar desain konstruksi mekanik yang telah diatur dalam prosedur:

a. Medium Voltage Switchgear : IEC 60298, 60694, 60265, 60943, 60060 b. Low Voltage Switchgear: IEC 60439, 60943, 60947

c. Standar lainnya ditentukan oleh pelanggan.

Dengan mengacu pada kebijakan QEHS (Quality, Environtment, Health and Safety), sistem manajemen PT. X, digambarkan, didokumentasikan, diterapkan, dipelihara dan diperbaiki secara berkesinambungan berdasarkan model yang ditetapkan oleh standar internasional :

a. ISO 9001:2000 – Quality Management System

b. ISO 14001:2004 – Environtmental Management System

c. OHSAS 18001:2007 – Occupational Health and Safety Management System 2. Lokasi dan Fisik Pabrik

Gambar 4.2 Site Plan PT. X

PT. X, berlokasi di Jl. Pulo Buaran Raya blok III EE kav. 2 – 3 – 6, Kawasan Industri

T

letak pabrik, maka PT. X pun membangun gedung-gedung kantor dan tempat untuk produksi dengan luas sebagai berikut :

ƒ Luas Tanah : 15.962 m2

ƒ Manufaktur : 4.153 m2

ƒ Kantor : 2.277 m2

ƒ Fasilitas Lain : 964 m2 3. Struktur Organisasi

Struktur organisasi PT. X, ditetapkan dan diuraikan dalam sebuah instruksi dan struktur organisasi yang disahkan oleh manajemen.

Diagram 4.1 Struktur Organisasi PT. X

Definisi Fungsi :

A. President Director, mengembangkan suatu perencanaan strategi untuk membantu misi dan tujuan perusahaan dan untuk mempromosikan pendapatan, keuntungan dan perkembangan dalam satu bentuk organisasi. Merencanakan, mengembangkan dan menerapkan strategi untuk meningkatkan sumber daya dan/atau pendapatan untuk perusahaan.

B. Unit Managing Director, memberikan arahan yang umum, mengarahkan kegiatan baik secara individu, maupun secara kolektif, memilih dan mengambil keputusan yang melingkup didalam petunjuk dan kebijakan PT. X dengan pencapaian keuntungan, mutu dan pengembangan.

C. HR Country Manager, sesuai lingkup dan kebijakannya, unit ini mengambil bagian dalam pengembangan HR, perekrutan dan komunikasi internal, dalam rangka berperan untuk menegaskan kebutuhan dan sumber daya.

D. General Affairs (GA) Manager, memanage semua operasional fasilitas-fasilitas yang ada di perusahaan dan mengatur hubungan kerja sama dengan pemerintah dan kegiatan rutin pembaharuan surat-surat izin dan formalitas perusahaan.

E. Operational Manager, memastikan unit bagian operasi berjalan dengan baik dengan cara mengembangkan strategy dan target dalam memproduksi produk dibagian medium voltage (MV) dan low voltage (LV) baik untuk pasar local, maupun ekspor yang telah diatur dalam kontrak pesanan dengan pelanggan untuk meningkatkan batasan, waktu mengantar barang dan mutu proyek.

F. Quality, Environment, Healthy and Services (QEHS) manager, dengan kebijakan yang ada di unit ini, QEHS Manager mengambil bagian dalam pengembangan QEHS, prosedur kerja, proses audit dan menjamin pengendalian pesanan pelanggan dengan tujuan menegaskan kebutuhan dan sumber daya produk.

T

G. Commercial Manager, menyiapkan penawaran komersil, memperlihatkan kepada konsumen dan mengambil bagian di semua negosiasi yang bersangkutan dengan aturan di PT. X, tujuannya seperti halnya Sistem Perbendaharaan yang ada dengan hirarki dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan putaran modal, nilai tukar di pasar modal dan cash flow di tiap unitnya. Commercial manager juga memimpin bagian penjualan dan untuk mengembangkan pengetahuan tentang wilayah tugas seperti halnya kegiatan perdagangan di wilayah ini dengan koordinasi PT. X di negara lain dengan target meningkatnya jumlah pesanan dengan menghormati peraturan dan aturan PT. X (prosedur presentasi penawaran dan analisa resiko).

H. Sustainable Development & Continous Improvement (SDCI) Manager, mengkoordinir dan berpartisipasi dalam pengembangan berkelanjutan dan improvisasi terus menerus yang mendukung PT. X mencapai sasaran 4YP.

I. Sourcing & Logistik Manager, Menentukan dan melaksanakan strategi pencarian informasi, menanggapi kebutuhan dari Unit dan perkembangannya, untuk seluruh pembelian yang ada adalah di bawah tanggung jawabnya dan untuk mengatur surat menyurat dengan para supplier.

J. Site Safety Coordinator, Untuk membangun dan memastikasn persyaratan-persyaratan dan peraturan-peraturan EHS ke dalam aktifitas lapangan ITS berkenaan dengan EHS. Untuk memastikan prosedur, instruksi, laporan, data dan rekaman sesuai dengan revisi terakhir.

Mengkoordinasi dan memonitor implementasi peraturan dan persyaratan EHS dalam ruang lingkup Unit dan kinerja Petugas Keselamatan Lapangan.

K. Management Assitance, Untuk mendukung proses management unit dalam kesehariannya sekaligus membantu aktifitas UFC dan SDCI dalam kegiatan ke sekretariatan nya.

Memastikan pengaturan administrasi untuk Management.

4. Jam dan Tenaga Kerja

Sesuai dengan ketentuan pemerintah daerah yang berlaku. Jam kerja di PT. X menentukan jam kerja dan istirahat para karyawan sebagai berikut :

a. jam kerja dibagi 2 shift, masing-masing shift 8 jam dalam satu hari

ƒ Shift I : 07.00 – 15.00 WIB

ƒ Shift II : 15.00 – 23.00 WIB

b. jam kerja dibagi 2 shift, masing-masing shift 8 jam dalam satu hari

c. Dan dalam satu minggu, para karyawan bekerja selama 40 (empat puluh) jam/minggu. Setiap minggu para karyawan bekerja 5 (lima) hari, setiap hari Senin sampai hari Jumat.

d. Lembur adalah waktu kerja di luar jam kerja, dimana pelaksanaannya telah diatur, direncanakan dan disetujui oleh pihak Production Head atau Team Leader yang berwenang. Lembur yang diadakan oleh PT. X biasanya bertujuan untuk menyelesaikan proyek-proyek yang hampir selesai dan juga untuk menambah hasil produksi.

e. Libur mingguan, adalah hari istirahat umum di luar jam kerja, yaitu hari Sabtu dan Minggu.

f. Liburan resmi, yaitu hari libur yang telah ditetapkan Pemerintah, atau biasa kita sebut Hari Libur Nasional. Dan apabila hari libur resmi tersebut jatuh pada hari istirahat (Sabtu/Minggu) dianggap tetap sebagai hari istirahat mingguan

Tenaga kerja (karyawan) yang ada di PT. X, terbagi dalam tiap-tiap departemen.

a. Automation : 22

b. ISO : 28

c. ITS : 112

d. AIN : 238

T

e. Service : 17 f. Shared Service : 51

5. Kapasitas dan Perlengkapan Produksi

Didalam lingkungan PT. X terdapat kegiatan perkantoran yang bersifat administratif dan kegiatan produksi yang bersifat manufaktur assembling, yang dalam hal ini penulis hanya akan membahas mengenai kegiatan produksi.Berdasarkan perhitungan jumlah permintaan yang telah dilakukan oleh para staf di PT. X. Mereka membuat kebijakan terhadap kemampuan mereka memproduksi panel PiX tersebut sebagai berikut :

a. Kapasitas Produksi/hari : 5 panel/hari (Basic Kit) b. Kapasitas Produksi/tahun : 1200 panel/tahun

Dengan kapasitas produksi tersebut, PT. X harus mempersiapkan diri dengan perlengkapan-perlengkapan yang juga harus menunjang pencapaian target kapasitas produksi dari PiX.

Perlengkapan-perlengkapan yang digunakan diantaranya : a. Punching Machine

ƒ Trumpf Trumatic TR 500 rotation

ƒ Finn Power E5

Gambar 4.3 Trumpf Trumatic TR 500 rotation (kiri) dan Finn Power E5 (kanan)

b. Bending Machine :

ƒ Finn Power Safan E-Brake 40 – 1600 TS-1 High Speed

ƒ Finn Power E-Brake 150 – 3100 TS-1

Gambar 4.4 Bending Machine

c. Paint Plant : Eisenmann

Gambar 4.5 Eisenmann Paintplant

d. Machining :

ƒ Milling

ƒ Lathe

ƒ Drilling

ƒ Bending

T

Gambar 4.6 Lathe Machine (kiri) dan Bending Machine for busbar (kanan)

e. MIG Welding

Gambar 4.7 MIG Welding

Dokumen terkait